Lewati ke konten

Sinopsis Colony (2026)

Poster Colony

Saat sebuah virus yang bermutasi dengan cepat lepas di tengah konferensi bioteknologi, Profesor Se-jeong terjebak di dalam gedung yang langsung dikarantina. Bersama sekelompok penyintas, ia harus berjuang bertahan hidup sementara para korban yang terinfeksi berubah menjadi makhluk mengerikan.

Detail Film
Share

Trailer

Full Sinopsis

Film dimulai ketika Dokter Seo Young-cheol, mantan ilmuwan bioteknologi, menelepon layanan darurat dan mengancam akan melakukan bioteror di Gedung Dunguri. Ia juga mengatakan telah menyuntikkan vaksin ke tubuhnya sendiri. Dari ucapannya, ia tampak sengaja ingin membuat semua orang mencarinya keesokan hari.

Esoknya, Gedung Dunguri menjadi lokasi konferensi besar milik perusahaan bioteknologi. Kwon Se-jeong datang bersama mantan suaminya, Han Gyu-seong, yang ingin membantunya mendapatkan pekerjaan baru. Gyu-seong sendiri akan pindah ke Amerika bersama keluarganya, sehingga sebelum pergi ia berusaha memberi Se-jeong kesempatan.

Konferensi dipimpin oleh CEO Kang Woo-cheol. Ia memperkenalkan teknologi biologi yang terinspirasi dari kecerdasan kolektif seperti koloni semut. Dalam percobaan, seekor tikus lumpuh dapat kembali bergerak setelah menerima serum tertentu.

Baca juga: Remember (2022)

Se-jeong tidak sepenuhnya percaya kepada Kang Woo-cheol. Ia tahu pria itu punya ambisi besar dan tidak selalu memakai cara bersih. Di tengah acara, Woo-cheol melihat Seo Young-cheol datang tanpa undangan dan terlihat gelisah.

Setelah konferensi, Young-cheol menemui Woo-cheol di ruang VIP. Ia menuduh Woo-cheol mencuri penelitian yang selama ini dikembangkannya. Penelitian itu awalnya bertujuan menciptakan manusia baru yang mampu berkomunikasi melalui jaringan biologis.

Woo-cheol membantah tuduhan tersebut dan menyebut gagasan Young-cheol terlalu berbahaya. Namun Young-cheol sudah menyiapkan serumnya. Ia menyuntikkan cairan itu ke tubuh Woo-cheol, dan tidak lama kemudian sang CEO berubah menjadi makhluk ganas seperti zombie.

Di tempat lain, Gyu-seong dan Se-jeong sedang makan siang. Gyu-seong menerima telepon dari istrinya, Kong Seol-hee, yang mengingatkannya untuk segera pulang karena mereka harus bersiap pindah. Percakapan itu membuat Se-jeong sadar bahwa pertemuan mereka hari itu mungkin menjadi pertemuan terakhir sebelum Gyu-seong pergi.

Gedung mulai kacau ketika orang-orang yang terinfeksi menyerang pengunjung. Choi Hyun-seok, petugas keamanan gedung, berusaha membantu evakuasi. Saat itu kakaknya, Choi Hyun-hee, juga berada di gedung menggunakan kursi roda karena sedang mengunjungi adiknya.

Se-jeong, Gyu-seong, Hyun-seok, Hyun-hee, seorang polisi, dan beberapa pengunjung bersembunyi di sebuah toko. Di antara mereka ada Lee So-eun, mahasiswi pendiam yang sering dirundung oleh teman-temannya. Kepanikan semakin besar ketika mereka melihat para zombie bergerak cepat dan menyerang siapa pun yang masih terlihat.

Tanpa sengaja, lampu di toko padam. Anehnya, para zombie langsung berhenti menyerang. Se-jeong mulai menyadari bahwa makhluk-makhluk itu sangat bergantung pada cahaya, gambar, dan rangsangan visual untuk mengenali target.

Dugaan itu terbukti ketika zombie beralih menyerang area restoran yang masih terang. Se-jeong memberi tanda agar lampu dimatikan, dan serangan langsung berhenti. Namun layar iklan elektronik tiba-tiba menyala sehingga perhatian zombie kembali terpicu.

Hyun-hee menawarkan kursi rodanya untuk dijadikan umpan. Se-jeong memasang gambar manusia pada kursi itu lalu membuatnya bergerak. Para zombie tertipu dan mengejar kursi roda, memberi kesempatan para penyintas lain untuk menyeberang.

Namun salah satu mahasiswi yang ketakutan tidak berani keluar. Gyu-seong kembali menolongnya dan berhasil mendorongnya ke tempat aman. Sayangnya, ia sendiri justru menjadi sasaran zombie dan tewas di depan para penyintas.

Di luar gedung, keluarga korban mulai berkumpul menuntut evakuasi. Pemerintah menutup Gedung Dunguri karena wabah belum diketahui asal dan cara kerjanya. Se-jeong kemudian menghubungi Kong Seol-hee dan menyampaikan bahwa Gyu-seong meninggal setelah menyelamatkan orang lain.

Para penyintas mengetahui bahwa tim penyelamat tidak akan masuk. Satu-satunya harapan mereka adalah menemukan Seo Young-cheol karena tubuhnya mengandung vaksin. Se-jeong ingat terakhir kali melihatnya berada di lantai tiga.

Untuk bergerak ke sana, Se-jeong memanfaatkan perilaku zombie yang mirip koloni semut. Ia menyadari mereka mengeluarkan lendir seperti feromon untuk bertukar informasi. Jika satu zombie menerima informasi salah, seluruh koloni bisa ikut tertipu.

Seorang pria tua mengajukan diri menjadi umpan. Ia menyemprot tubuhnya dengan parfum kuat agar zombie mengenali satu aroma tertentu sebagai target. Dengan kelincahannya, ia berhasil mengambil beberapa botol parfum beraroma sama dan kembali hidup-hidup.

Se-jeong lalu menyemprotkan aroma itu pada benda-benda tertentu, sementara penyintas memakai aroma berbeda untuk menyamarkan diri. Rencana itu berhasil membuat zombie mengikuti informasi palsu. Kelompok pun bisa bergerak menuju lift.

Mereka akhirnya mencapai lantai tiga dan menemukan Seo Young-cheol. Polisi langsung memborgolnya, tetapi Young-cheol tetap tenang. Ia bahkan memperingatkan bahwa air dapat memperkuat jaringan feromon zombie.

Kelompok itu berencana membawa Young-cheol ke atap agar tim penyelamat mau menjemput mereka. Hyun-seok memimpin jalan karena memahami denah gedung. Namun di dalam lift, Young-cheol sengaja membuka pintu pada waktu berbahaya hingga beberapa penyintas tewas dan ia berhasil kabur.

Hyun-hee menyarankan mereka menuju ruang kontrol CCTV. Dari sana, ia bisa melacak pergerakan Young-cheol dan memandu kelompok. Meski Hyun-seok keberatan meninggalkan kakaknya, Hyun-hee memaksa tetap tinggal karena itulah cara terbaik membantu mereka.

Di luar gedung, Kong Seol-hee ikut menyelidiki laboratorium Young-cheol bersama tim bersenjata. Mereka menemukan monyet percobaan yang disusun berdasarkan nomor. Ketika satu monyet tertentu mati, seluruh monyet lain berhenti bergerak.

Dari situ Seol-hee menyimpulkan bahwa wabah ini memiliki pusat kendali. Satu individu menjadi inti koloni, sementara yang lain bergerak mengikuti jaringan. Jika pusat itu mati, semua anggota kemungkinan ikut berhenti.

Di ruang CCTV, Hyun-hee menemukan Young-cheol mendatangi Kang Woo-cheol yang sudah menjadi zombie. Young-cheol sengaja membiarkan tangannya digigit. Setelah itu, tubuhnya bereaksi dan ia mulai bisa memberi perintah langsung kepada koloni.

Kelompok berhasil menangkap Young-cheol lagi, tetapi kini ia bisa mengendalikan zombie melalui gerakan mata. Se-jeong menyadari hal itu saat kawanan zombie tiba-tiba mengetahui lokasi persembunyian mereka. Ia langsung menutup mata Young-cheol dan menyuruh semua orang berkomunikasi lewat grup chat.

Masalah muncul ketika lokasi ruang kontrol tanpa sengaja terbaca oleh Young-cheol. Zombie langsung bergerak menuju tempat Hyun-hee berada. Hyun-seok ingin kembali menyelamatkan kakaknya, tetapi sebagian besar penyintas menolak mempertaruhkan nyawa.

Hyun-seok akhirnya berlari sendiri. Melalui CCTV, Hyun-hee memandunya lewat telepon. Namun Hyun-seok perlahan sadar bahwa kakaknya tidak mengarahkannya ke ruang kontrol, melainkan ke jalur aman.

Hyun-hee tahu dirinya tidak bisa diselamatkan. Ia meminta Hyun-seok keluar hidup-hidup dan mengingat rencana berkemah mereka yang belum sempat terlaksana. Tak lama kemudian, Hyun-hee menjadi korban zombie.

Kematian kakaknya membuat Hyun-seok dipenuhi dendam. Ia mengancam akan membunuh Young-cheol meski tubuh pria itu dibutuhkan sebagai vaksin. Se-jeong berusaha menahannya karena tanpa Young-cheol, peluang menyelamatkan dunia luar bisa hilang.

Di sisi lain, pemerintah mengira Kang Woo-cheol adalah zombie pusat karena ia orang pertama yang berubah. Tim bersenjata dikirim untuk membunuh Woo-cheol, sementara tim lain ditugaskan membawa Young-cheol keluar. Namun setelah Woo-cheol ditembak mati, zombie tetap bergerak.

Se-jeong berhasil mengikat Young-cheol, lalu pergi mencari cara menghubungi luar. Lee So-eun ditinggalkan bersama mahasiswi yang selama ini merundungnya. Dalam keadaan genting, si perundung meminta maaf, dan So-eun sempat percaya bahwa temannya benar-benar menyesal.

Namun ketika zombie datang membebaskan Young-cheol, si perundung mendorong So-eun ke arah kawanan demi menyelamatkan diri. So-eun digigit dan berubah menjadi zombie. Young-cheol kemudian memerintahkannya mengejar orang yang selama ini menyakitinya.

Young-cheol akhirnya berhadapan dengan Se-jeong dan mengungkap alasannya. Ia melakukan semua ini karena dendam masa lalu terhadap Kang Woo-cheol dan orang-orang yang dianggap menghancurkan ayahnya. Penelitian ayahnya tentang komunikasi manusia ditolak, dipelintir, lalu tekanan dari perusahaan membuat hidupnya hancur.

Young-cheol melanjutkan penelitian itu secara ekstrem. Ia percaya konflik manusia lahir dari komunikasi yang cacat, sehingga ia menciptakan jaringan biologis yang membuat semua orang terhubung seperti satu koloni. Hasilnya bukan kemanusiaan baru, melainkan wabah yang menghapus kehendak individu.

Tim penyelamat akhirnya datang dan membawa Young-cheol keluar. Mereka meninggalkan Se-jeong di dalam gedung karena menganggap misi sudah selesai. Namun Se-jeong kemudian berbicara dengan Kong Seol-hee dan menyadari kesalahan besar pemerintah.

Pusat koloni bukan Kang Woo-cheol. Seperti eksperimen monyet, individu pusat bukan selalu yang pertama terinfeksi, melainkan yang menjadi pengendali jaringan. Dalam kasus ini, pusat sebenarnya adalah Seo Young-cheol.

Kong Seol-hee melaporkan kesimpulan itu kepada Menteri Pertahanan, tetapi ditolak. Pemerintah tidak mau membunuh Young-cheol karena menganggap tubuhnya membawa vaksin. Keputusan itu langsung menjadi bencana ketika tim yang mengawalnya ikut berubah menjadi zombie.

Young-cheol keluar dari gedung bersama koloni barunya dan wabah mulai menyebar ke luar area karantina. Se-jeong berhasil lolos dari gedung dengan memanfaatkan pakaian dan feromon sebagai umpan. Ia lalu meminta Seol-hee melacak posisi Young-cheol melalui CCTV.

Se-jeong mengejar Young-cheol menggunakan mobil. Saat zombie menyerangnya, ia memakai jaket yang terkena lendir feromon untuk mengacaukan pengenalan mereka. Ia kemudian memasangkan jaket itu pada salah satu zombie sehingga kawanan lain mengikuti gerakannya.

Para zombie mulai berputar seperti semut yang terjebak dalam lingkaran kematian. Young-cheol mencoba mengambil kembali jaket itu untuk memulihkan kendali, tetapi koloni mulai kembali ke pola awal dan mudah terpancing oleh cahaya serta gambar manusia.

Dalam pertarungan terakhir, Young-cheol membanting Se-jeong ke dekat sebuah bus bergambar manusia dengan cahaya terang. Se-jeong masuk ke bawah kendaraan, sementara zombie justru mengerumuni bus dan membuat Young-cheol ikut terjebak.

Api menyambar area itu dan Young-cheol tidak bisa lagi melepaskan diri. Begitu ia tewas terbakar, seluruh zombie di berbagai tempat mendadak berhenti bergerak seperti patung. Se-jeong menghubungi Kong Seol-hee dan memastikan bahwa kematian Young-cheol telah memutus jaringan koloni sepenuhnya.

Tag Film

18 Tag

Komentar

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Komentar akan tampil setelah disetujui admin.

Belum ada komentar.

Smart Related

Rekomendasi Serupa

Lihat genre Action