Sinopsis Death Whisperer 2 (2024)

Tiga tahun setelah kematian adiknya, Yak terus memburu roh jahat yang telah merenggut nyawanya. Didorong oleh dendam, ia bertekad mengakhiri teror tersebut untuk selamanya.
Detail Film
Trailer
Full Sinopsis
Kisah dimulai pada tahun 1854, ketika sekelompok tentara berjalan dalam keadaan kelelahan di tengah peperangan. Tiba-tiba salah satu dari mereka tertembak dan pertempuran pecah. Dalam waktu singkat, hampir seluruh pasukan tewas dan hanya seorang pria bernama Puang yang masih hidup dalam keadaan sekarat.
Saat musuh hendak menghabisinya, muncul sosok perempuan gaib berpakaian hitam. Makhluk itu menawarkan pertolongan dan Puang menerimanya. Perempuan tersebut kemudian memasukkan lidahnya ke dalam mulut Puang, lalu sesuatu yang aneh terjadi.
Para musuh mendadak saling menyerang dan menembak satu sama lain sampai tewas. Puang yang sebelumnya hampir mati kembali bangkit, sementara perempuan gaib itu hanya tersenyum kepadanya. Sejak saat itu, kehidupan Puang terikat dengan makhluk tersebut.
Cerita kemudian melompat ke tahun 1975, tiga tahun setelah kematian Yam. Yak kini bekerja bersama seorang sersan dan terus memburu makhluk-makhluk gaib. Dalam sebuah kasus, mereka mendatangi rumah seorang pria yang kerasukan dan terus melukai tangannya sendiri menggunakan parang.
Yak mencoba memaksa roh di dalam tubuh pria itu memberikan informasi tentang perempuan berpakaian hitam yang telah membunuh Yam. Roh tersebut awalnya mengejek dan memancing emosinya, sementara sang sersan memasang perlindungan di sekitar rumah agar makhluk itu tidak bisa kabur. Setelah perlawanan keras dan ancaman menggunakan peluru suci, roh itu akhirnya menyerah.
Makhluk tersebut mengaku tidak tahu keberadaan perempuan hitam yang dicari Yak. Namun ia mengetahui seseorang yang berhubungan dengannya, yaitu Puang, sosok misterius yang dipercaya berada di wilayah Dong Komot. Setelah memberikan informasi, roh itu dipaksa keluar dari tubuh pria kerasukan dan dipindahkan ke seekor ikan lele, yang kemudian dibakar agar tidak kembali mengganggu manusia.
Yak mulai mencari informasi tentang Puang. Dari catatan lama, ia mengetahui adanya kasus bayi-bayi yang ditemukan tewas dengan organ tubuh hilang, diduga menjadi santapan makhluk gaib peliharaan Puang. Pria itu juga pernah dikaitkan dengan kematian beberapa warga dan dipercaya telah hidup selama puluhan tahun tanpa menua seperti manusia biasa.
Informasi tersebut membuat Yak yakin bahwa Puang adalah jalan menuju perempuan berpakaian hitam yang selama ini diburunya. Ia percaya makhluk itu hanya melemah selama tiga tahun terakhir dan suatu saat akan kembali menyerang. Karena Yam telah menjadi korbannya, Yak tidak ingin ada orang lain mengalami nasib serupa.
Sang sersan akhirnya setuju menemani Yak menuju Dong Komot, meskipun ia pernah hampir kehilangan nyawa di hutan tersebut. Sebelum berangkat, Yak pulang ke rumah tepat ketika Yat akan dilamar kekasihnya, Pradit. Yak memberikan restu, tetapi dengan gaya kerasnya ia memperingatkan Pradit agar tidak pernah menyakiti adiknya.
Malamnya, ibu bertanya mengapa Yak kembali setelah tiga tahun. Ayahnya juga meminta Yak berhenti memburu hantu karena menganggap semua itu hanya akan membahayakan keluarga. Namun Yak yakin perempuan hitam tersebut memiliki sifat pendendam dan hanya menunggu waktu untuk kembali.
Yos dan Yod memahami alasan kakaknya, sedangkan ayah mereka memilih tidak lagi membicarakan Yam. Meski begitu, keluarga sebenarnya belum benar-benar tenang. Ayah bahkan sering berjaga pada malam hari sambil membawa senapan karena merasa ada sesuatu yang mengitari rumah.
Keesokan harinya, Yak dan sersan melanjutkan perjalanan. Ketika kendaraan mereka mogok di sebuah daerah terpencil, mereka bertemu pria tua bernama Luchai yang memiliki usaha penebangan kayu. Setelah mengetahui tujuan Yak, Luchai meminta ikut karena keluarganya juga memiliki sejarah panjang dengan Puang dan perempuan hitam tersebut.
Luchai membawa beberapa orang lain, termasuk Sam yang merupakan pemburu sekaligus dukun, dua keponakannya bernama Jirasak dan Nawin, serta seorang porter bernama Kom. Mereka kemudian berangkat bersama menuju Dong Komot, hutan yang dikenal dipenuhi makhluk gaib berbahaya.
Dalam perjalanan, Jirasak sempat membuat lelucon yang menyinggung kematian Yam. Yak hampir menghajarnya sebelum Luchai memaksa keponakannya meminta maaf. Sejak awal, ketegangan dalam kelompok itu sudah terasa karena beberapa anggota tidak memahami bahaya yang akan mereka hadapi.
Sesampainya di batas hutan, sang sersan melakukan ritual meminta izin kepada penghuni gaib. Pisau yang ditancapkan ke tanah tidak memberikan tanda baik, seolah mereka dilarang masuk. Yak kemudian mengambil alih ritual dan berhasil membuka jalan, meskipun setelah mereka masuk, tanah di belakang tampak bergerak dengan sendirinya.
Semakin jauh berjalan, suara hewan liar terdengar dari berbagai arah. Dalam perjalanan itu, Luchai menceritakan alasan keluarganya membenci Puang. Pada tahun 1893, leluhurnya pernah membakar sebuah rumah yang dipercaya menjadi tempat tinggal makhluk gaib.
Di tengah kobaran api, perempuan berpakaian hitam muncul sambil tertawa. Puang kemudian datang dan memperingatkan warga bahwa tindakan mereka hanya akan membawa bencana. Setelah rumah itu runtuh, Puang dan makhluk tersebut ternyata tetap hidup.
Sejak kejadian itu, Puang memerintahkan teror terhadap keturunan keluarga Luchai dari generasi ke generasi. Banyak anggota keluarganya tewas, sementara Luchai bertahan karena memiliki jimat pelindung. Ia juga membawa pisau besi khusus untuk menghadapi makhluk gaib, sedangkan Yak memiliki senapan dengan peluru suci.
Setelah berjalan berjam-jam, rombongan bertemu seekor kobra. Sersan meminta semua orang diam karena menganggap ular tersebut membawa peringatan dari penjaga hutan agar mereka tidak melanjutkan perjalanan. Sam mencoba mengusirnya, tetapi justru digigit.
Keadaan memburuk ketika Jirasak menembak ular itu. Sam akhirnya tewas akibat gigitan, membuat rombongan kehilangan pemandu yang memahami wilayah tersebut. Yak sempat ingin melanjutkan sendiri, tetapi Luchai bersikeras tetap ikut dan berjanji kelompoknya tidak akan membuat masalah lagi.
Menjelang malam, terdengar tawa perempuan dari dalam hutan. Sersan memutuskan mereka harus bermalam dan melanjutkan perjalanan saat pagi. Untuk menghindari serangan binatang liar, mereka beristirahat di atas pohon sambil diingatkan agar mengabaikan apa pun yang mereka dengar atau lihat.
Sementara itu di rumah, gangguan mulai muncul kembali. Saat Yat sedang mengeringkan rambut Yi, ia terkejut melihat rambut adiknya rontok dalam jumlah banyak. Yi kemudian berbicara dengan suara aneh dan mengeluarkan gigi sambil mengatakan bahwa makhluk itu sudah berada di sana.
Yat panik dan berusaha keluar, tetapi pintu kamar tertutup sendiri. Sosok perempuan hitam muncul dan mencekiknya hingga Yat kejang-kejang. Ketika keluarga datang, mereka tidak memahami apa yang terjadi dan mengira Yat mengalami serangan penyakit.
Di dalam hutan, rombongan Yak juga mulai diteror. Sosok Sam yang seharusnya sudah mati muncul meminta pertolongan. Luchai melarang siapa pun mendekat karena sadar itu hanyalah tipuan, dan benar saja, penampakan tersebut segera berubah semakin mengerikan.
Gangguan kemudian memengaruhi Jirasak. Ia mendengar perintah palsu seolah sersan menyuruh semua orang turun dari pohon. Ketika melihat ke atas, wajah teman-temannya tampak seperti hantu sehingga ia menembak secara membabi buta dan mengenai Kom.
Hantu Sam kemudian muncul di pundak Jirasak dan mengendalikan senjatanya. Dalam keadaan kerasukan, Jirasak menembak dirinya sendiri hingga tewas. Kelompok itu terpaksa meninggalkan tempat tersebut dan mencari tanah batu garam yang menurut sersan bisa menjadi wilayah perlindungan.
Dalam pelarian, kabut semakin tebal dan para arwah mulai mengejar. Sosok Kom yang sudah berubah menjadi hantu muncul, tetapi Yak langsung menembaknya. Tubuh Jirasak tanpa kepala juga kembali menyerang sebelum dijatuhkan dengan senapan.
Kekacauan membuat Nawin terpisah dari rombongan. Ia mengikuti suara-suara yang menyesatkan dan baru menyadari bahwa dirinya terus berputar di tempat yang sama. Setelah terjatuh dan terluka, berbagai makhluk kelaparan muncul mengelilinginya.
Nawin memohon agar dibiarkan hidup, tetapi tidak ada yang menolongnya. Ia akhirnya tewas dengan tubuh terbelah, sementara rombongan utama berhasil mencapai tanah batu garam dan membuat batas perlindungan menggunakan benda-benda yang telah didoakan.
Tak lama kemudian, sosok menyerupai Nawin muncul dan meminta masuk. Sersan curiga karena manusia seharusnya tidak perlu meminta izin melewati batas tersebut. Yak menyuruhnya membaca doa secara terbalik, tetapi sosok itu tidak mampu melakukannya.
Ketika makhluk itu mencoba maju, Yak langsung menembaknya. Wujud palsu Nawin berubah menjadi makhluk gaib sebelum akhirnya pergi. Malam itu, rombongan yang tersisa berhasil bertahan sampai pagi.
Keesokan harinya bertepatan dengan hari pernikahan Yat. Di rumah, seluruh keluarga bersiap berangkat menuju tempat acara, sementara radio tiba-tiba menyala sendiri sebagai pertanda gangguan belum berakhir. Di hutan, Yak menyiapkan lebih banyak peluru suci dan melanjutkan pencarian bersama sersan serta Luchai.
Mereka akhirnya menemukan sebuah gubuk kecil yang menyatu dengan akar pohon besar. Di dalamnya terdapat darah dan berbagai benda ritual, termasuk patung yang diikat kain merah. Sersan dan anggota kelompok kemudian berpencar mencari Puang.
Sersan akhirnya menemukan Puang muncul dari rawa dan segera memberikan tanda kepada Yak dengan menembakkan peluru ke udara. Namun kekuatan Puang jauh melampaui perkiraan. Peluru tidak mampu melukainya, dan hanya dengan meremas sebuah patung, Puang bisa membuat sersan sesak napas hingga pingsan.
Yak dan Luchai kemudian tiba. Yak langsung menanyakan keberadaan perempuan hitam yang selama ini diburunya, tetapi Puang memberikan jawaban mengejutkan. Ia mengaku bukan pengendali makhluk tersebut, melainkan korban yang telah diperbudak selama lebih dari seratus tahun.
Puang menjelaskan bahwa sejak menerima bantuan perempuan itu pada tahun 1854, lidah makhluk tersebut berada di dalam tubuhnya. Ia dipaksa menyediakan korban untuk dimakan, bahkan anak-anaknya sendiri tidak luput. Selama bertahun-tahun, Puang berusaha mencari cara untuk menghancurkan makhluk itu.
Ritualnya hampir berhasil, tetapi leluhur Luchai menghancurkan semuanya dengan membakar rumahnya. Karena itulah Puang bersembunyi di Dong Komot dan memakai jimat khusus agar perempuan hitam tidak bisa menemukannya. Jika makhluk tersebut menemukan Puang dan mengambil kembali lidahnya, kekuatannya akan meningkat berkali-kali lipat.
Mendengar penjelasan itu, Luchai justru mengambil keputusan nekat. Ia memotong tangan Puang untuk memancing perempuan hitam datang, karena percaya jika makhluk tersebut mendapatkan kembali lidahnya, kutukan terhadap keluarganya akan berhenti. Puang hanya tertawa karena mengetahui Luchai telah melakukan kesalahan besar.
Tawa perempuan mulai terdengar di seluruh hutan. Agar tetap sadar, Yak membakar tangannya sendiri, sementara Luchai menusuk pahanya untuk melawan pengaruh hipnosis. Tak lama kemudian, perempuan hitam benar-benar muncul dan mengambil kembali lidahnya dari Puang.
Setelah lidah itu kembali, kekuatannya meningkat drastis. Luchai mencoba menjelaskan bahwa semua yang dilakukannya demi menyelamatkan keluarga, tetapi makhluk tersebut justru membunuhnya. Peluru suci Yak juga tidak lagi mempan.
Perempuan itu mulai membaca mantra dan memengaruhi pikiran Yak. Dalam keadaan setengah sadar, Yak mengarahkan pistol ke tubuhnya sendiri lalu menarik pelatuk. Makhluk itu tertawa karena mengira musuh yang selama ini memburunya akhirnya mati.
Pada saat yang sama, pesta pernikahan Yat akan digelar di sebuah hotel. Hujan deras dan petir tiba-tiba datang, membuat para staf kesulitan mencapai lokasi. Listrik kemudian padam di seluruh gedung dan berbagai benda mulai bergerak serta pecah sendiri.
Yat dan beberapa anggota keluarga terpisah ketika mencari perlengkapan di lantai atas. Pintu-pintu menutup sendiri, suara aneh terdengar di koridor, dan Pradit yang mencoba menolong justru terhalang. Ayah mereka segera mengambil senjata karena sadar teror lama telah kembali.
Suara perempuan mulai terdengar dan membuat semua orang hampir kehilangan kesadaran. Mereka berusaha melawan dengan menggigit tangan atau membaca doa. Dalam kekacauan itu, Yi tertidur lalu dibawa pergi oleh sosok yang menyerupai ibunya.
Awalnya Yi mengikuti tanpa curiga, tetapi kemudian sadar perempuan yang menggandengnya bukan ibu asli. Makhluk itu menyerangnya dan memasukkan tangan ke mulutnya. Yi berhasil melawan, menusuk mata hantu tersebut dengan payung, lalu kabur.
Yi teringat pesan Yak untuk memakan permen tertentu jika bertemu makhluk gaib. Ia memasukkan permen terakhir ke mulut, tetapi gangguan belum selesai. Ibunya yang asli ternyata sudah kerasukan dan mengejarnya sambil membawa cangkul.
Yi berusaha bersembunyi dan mengelabui ibunya. Saat hampir tertangkap, Yos datang menariknya pergi. Namun ibu mereka yang kerasukan terus menyerang keluarga, sementara anggota lain juga mulai menjadi korban pengaruh makhluk tersebut.
Yod mencoba menolong tetapi terluka setelah tertusuk bagian tajam patung. Ketika keadaan hampir tidak terkendali, Yak dan sersan akhirnya tiba di hotel. Ternyata Yak tidak mati karena tubuhnya terlindungi oleh mantra Puang yang ditulis pada sebuah boneka ritual, membuat serangan sebelumnya gagal menembus tubuhnya.
Mereka segera mengusir roh dari tubuh ibu menggunakan benda suci. Namun perempuan hitam kemudian mengalihkan serangannya kepada Yat. Gadis itu dihantam hingga menembus pintu kaca dan kesadarannya mulai masuk ke dunia roh.
Di sana, Yat melihat Yam, adiknya yang sudah meninggal. Sosok itu mengatakan merindukannya dan perlahan memainkan emosi Yat. Namun semua itu hanyalah tipuan perempuan hitam yang ingin mengambil tubuh Yat sebagai wadah baru.
Sementara tubuh asli Yat berusaha bangkit di dunia nyata, kesadarannya terus terperangkap dalam ilusi. Makhluk tersebut memaksanya menyerahkan tubuh dan akhirnya berhasil mendapatkan giginya. Perempuan itu tertawa puas karena mengira proses perpindahan akan segera berhasil.
Namun saat hendak menggunakan gigi tersebut, rencananya digagalkan oleh Yak. Ia membawa jimat khusus milik Puang yang membuat keberadaannya tidak terlihat oleh makhluk tersebut. Perempuan hitam mengamuk dan mengeluarkan jeritan yang sampai memecahkan kaca.
Yat kemudian berada dalam cengkeramannya dan diancam akan dilempar dari ketinggian. Makhluk itu memaksa Yak membuang jimat, tetapi setelah dituruti, ia tetap menjatuhkan Yat. Yak berhasil menahan adiknya sebelum terjatuh lebih jauh, sementara sersan mencoba menembak.
Serangan itu tidak berhasil dan sersan justru dipengaruhi untuk mengarahkan pistol kepada dirinya sendiri. Yak mencoba menolong, tetapi tangan makhluk tersebut menembus perutnya. Keadaan semakin buruk ketika perempuan itu menjulurkan lidahnya sambil mengejek mereka.
Yat melihat kesempatan dan langsung menarik lidah tersebut. Yak kemudian memotongnya menggunakan pisau suci, lalu lidah yang jatuh ke lantai segera ditusuk agar tidak bisa kembali. Kehilangan lidah membuat kekuatan perempuan hitam melemah drastis.
Seluruh keluarga kemudian ikut menyerang dan menembaknya sampai tidak mampu melawan. Yak memberikan serangan terakhir dengan menghantamkan jimat ke dahinya. Tubuh makhluk itu akhirnya hancur dan melebur ke lantai setelah teror yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Setelah semuanya berakhir, roh Yam muncul untuk terakhir kalinya. Ia tersenyum kepada Yak sebelum perlahan menghilang, sementara Yak akhirnya berhasil menuntaskan balas dendam atas kematian adiknya.
Tag Film
18 TagKomentar
Komentar Pembaca
Tulis Komentar
Belum ada komentar.
Smart Related
Rekomendasi Serupa
Genre Horror
★ 7.4
Death Whisperer (2023)
Thailand • Horror
Genre Horror
★ 6.8
Death Whisperer 3 (2025)
Thailand • Horror
Genre Horror
★ 7.1
Abigail (2024)
US • Comedy
Genre Horror
★ 8.4
Godzilla Minus One (2023)
Japan, US • Action
Genre Horror
★ 7.8
Obsession (2026)
United Kingdom, US • Horror
Genre Horror
★ 8.3
Kitab Sijjin & Illiyyin (2025)
Indonesia • Horror
Genre Horror
★ 8.024
Lee Cronin's The Mummy (2026)
Ireland, US • Horror
Genre Horror
★ 7.8
28 Years Later: The Bone Temple (2026)
United Kingdom, US • Horror
Genre Horror
★ 7.9
Weapons (2025)
US • Horror
Genre Horror
★ 7.8
Halloween Kills (2021)
United Kingdom, US • Horror
Genre Horror
★ 7.689
Ready or Not: Here I Come (2026)
US • Comedy
Genre Horror
★ 7.6
Sinners (2025)
US • Action