Lewati ke konten

Sinopsis Death Whisperer (2023)

Poster Death Whisperer

Setelah kembali ke kampung halamannya, Yak berusaha menyelamatkan adik perempuannya yang terserang penyakit misterius hingga berperilaku semakin aneh. Demi mengungkap penyebabnya, ia harus menghadapi teror yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Detail Film
Share

Trailer

Full Sinopsis

Film ini berlatar di sebuah desa pedesaan Thailand pada tahun 1972. Di balik suasana desa yang tenang, sebuah kejadian aneh menimpa gadis bernama Nard. Ia tiba-tiba berteriak memanggil orang tuanya sambil menahan sakit hebat di perut.

Dalam waktu singkat, perut Nard membesar secara tidak wajar. Sesuatu seperti bergerak dari perut menuju tenggorokannya, membuat lehernya ikut membengkak sebelum ia memuntahkan darah dan meninggal. Kematian itu menjadi awal dari teror yang kemudian menimpa keluarga lain di desa tersebut.

Cerita beralih kepada keluarga petani bawang dengan enam anak bernama Yak, Yos, Yod, Yat, Yam, dan Yi. Yak adalah anak tertua yang sudah lama pergi menjadi tentara, sementara Yos dan Yod tinggal di rumah membantu kebun. Tiga anak perempuan mereka, Yat, Yam, dan Yi, masih bersekolah.

Suatu pagi, Yat, Yam, dan Yi berangkat sekolah melewati sebuah pohon besar. Yi tiba-tiba berhenti dan menatap pohon itu dengan ketakutan, tetapi tidak menjelaskan apa pun. Sepulang sekolah, Yam menemukan kertas kusut bergambar sosok menyeramkan dengan nama Nard di dekatnya, membuat Yat segera mengajak adik-adiknya pulang.

Saat melewati pohon besar yang sama, Yi kembali ketakutan dan bersembunyi di belakang kakaknya. Kali ini mereka melihat perempuan berpakaian hitam berdiri di dekat pohon sambil menatap ke arah mereka. Ketiganya mempercepat langkah sampai akhirnya bertemu kakak laki-laki mereka yang datang menjemput.

Malam harinya, seluruh keluarga pergi ke festival kuil. Anak-anak menikmati permainan, sementara Yam yang mulai merasa kurang sehat memilih menyembunyikan kondisinya agar tetap bisa bersenang-senang. Saat Yam dan Yi menaiki bianglala, keduanya kembali melihat perempuan menyeramkan itu berdiri di bawah sambil mendongakkan kepala dan tersenyum.

Setelah turun dari bianglala, kondisi Yam memburuk. Tubuhnya lemas dan wajahnya pucat, tetapi hasil pemeriksaan dokter menunjukkan ia tidak menderita penyakit apa pun. Pada saat yang sama, Yak pulang setelah lama bertugas sebagai tentara dan segera menyadari ada sesuatu yang tidak wajar pada adiknya.

Kepulangan Yak disambut hangat oleh adik-adiknya, tetapi tidak oleh ayahnya. Sang ayah masih kecewa karena Yak meninggalkan rumah, sementara tanggung jawab sebagai anak tertua banyak dipikul oleh Yos. Meski hubungan mereka tegang, perhatian Yak kini tertuju pada keadaan Yam yang semakin aneh.

Malam setelah Yak pulang, Yam terbangun karena mendengar ketukan dari jendela. Setelah jendela ditutup, jendela itu terbuka lagi dengan sendirinya dan sosok perempuan mengerikan muncul di dekatnya. Yat kemudian melihat Yam berjalan keluar kamar dalam keadaan kosong.

Yat mengikuti Yam sampai ke dapur dan melihat adiknya seperti memakan sesuatu dalam gelap. Radio menyala sendiri, lalu Yam berjalan melewatinya dengan tatapan kosong sambil berkata bahwa dirinya lapar. Tak lama kemudian, suara perempuan memanggil nama Yat berulang kali hingga tubuhnya melemah dan kehilangan kesadaran.

Pagi berikutnya, pekerja kebun bernama Mun mendadak berhenti. Ia tidak mau menjelaskan alasannya, tetapi wajahnya terlihat ketakutan. Sebelum pergi, Mun hanya berpesan kepada Yak agar menjaga keluarganya karena sesuatu telah kembali.

Keadaan Yam semakin mengganggu. Ia mendadak kasar kepada Yat dan Yi, tetapi berubah manis saat ibu datang lalu memutarbalikkan keadaan hingga Yat dimarahi. Yi juga takut tidur bersama Yam karena semalaman kakaknya terus menatap dengan wajah menyeramkan.

Ketika kedua orang tua mereka pergi dan menginap di luar rumah, keenam bersaudara mulai membicarakan semua keanehan itu. Yos menjelaskan kondisi Yam yang berubah-ubah, sedangkan Yat menceritakan suara perempuan yang ia dengar pada malam hari. Yak mulai menghubungkan cerita itu dengan ucapan Mun.

Malam itu, Yak, Yos, dan Yod berjaga. Lampu berkedip, radio menyala sendiri, dan pintu terbuka tanpa sebab. Yam kemudian berjalan keluar rumah seperti dipanggil sesuatu, sementara suara perempuan membuat tubuh Yak melemah hingga ia harus menyentuhkan tangannya ke api agar tetap sadar.

Setelah membangunkan Yos dan Yod, mereka mencari Yam di tengah kegelapan. Sosok perempuan berpakaian hitam beberapa kali muncul di antara pepohonan, tetapi setiap ditembak, ia menghilang lalu muncul di tempat lain. Mereka akhirnya menemukan Yam pingsan sambil menahan sakit perut.

Ketika Yat mendengar ciri-ciri perempuan itu, ia langsung mengenalinya sebagai sosok di dekat pohon besar menuju sekolah. Yak mulai memahami bahwa penyakit Yam kemungkinan berhubungan dengan makhluk tersebut. Dugaan itu semakin kuat ketika perempuan tua itu datang langsung ke rumah.

Saat Yam sendirian di kamar, perempuan tua tersebut menyusup lewat jendela dan menyerangnya. Yam yang masih lemah tidak mampu melawan ketika salah satu giginya dicabut. Jeritan Yam membuat ibu dan Yat berlari masuk, sementara perempuan tua itu pergi sambil tertawa.

Sosok itu diketahui bernama Cuai, warga yang dikenal suka memanggil roh dan mempraktikkan ilmu hitam sampai akhirnya menjadi gila. Yak pulang bersama seorang sersan yang memahami kejadian semacam itu. Setelah melihat kondisi Yam, mereka segera pergi ke rumah Cuai yang terpencil dan dipenuhi benda-benda ritual.

Di sana, Cuai sedang melakukan ritual menggunakan gigi Yam. Yak berusaha menghentikannya, tetapi mereka terlambat karena gigi itu sudah dijadikan persembahan. Tak lama kemudian, Cuai mengakhiri hidupnya sendiri dengan menancapkan tubuhnya pada bambu tajam.

Dalam perjalanan pulang, sersan menjelaskan bahwa roh jahat membutuhkan tubuh manusia sebagai sarang. Pada malam hari roh itu keluar beraksi, lalu kembali ke tubuh inangnya saat siang. Jika Cuai mati setelah ritual selesai, berarti roh tersebut sudah menemukan tubuh baru yang lebih baik, yaitu Yam.

Malam berikutnya, Yak, Yos, dan Yod kembali berjaga. Sekitar pukul dua dini hari, suara perempuan terdengar lagi dan membuat Yos serta Yod tertidur. Yak menahan pengaruhnya dengan panas api, sementara Yat menggigit tangannya sendiri agar tetap sadar.

Yam bangkit dan berjalan keluar rumah. Setelah menyadari adiknya menghilang, Yak membagi pencarian dengan menyuruh Yos memeriksa gudang dan Yod menuju rumpun bambu, sementara dirinya mencari ke ladang. Ayah mereka masih menolak percaya pada hal mistis hingga pertengkaran lama antara dirinya dan Yak kembali meledak.

Di ladang, Yak mendengar suara Yam memanggil namanya. Roh itu mempermainkan pikirannya dengan menghadirkan sosok menyerupai ibunya. Setelah menembak sosok palsu tersebut, Yak hampir menembak ibu aslinya yang datang kemudian karena mengira itu tipuan kedua.

Pada saat yang sama, Yat dan Yi diteror di rumah. Seseorang mengetuk pintu sambil meniru suara Yam dan meminta dibukakan. Yi hampir membuka pintu, tetapi Yat menahannya sebelum sebuah tangan masuk dari celah dan mencoba menarik pengganjal.

Keesokan harinya, sersan membawa seorang ahli bernama Pak Put. Ia tidak langsung memeriksa Yam, melainkan mengamati sekitar rumah dan tertarik pada rumpun bambu besar yang dijaga ayah mereka. Setelah memeriksa Yam, Pak Put yakin ada sesuatu di dalam tubuh gadis itu.

Ketika Pak Put mencoba mengusirnya, Yam menjerit dan kejang. Roh tersebut segera memanfaatkan kelemahan ibunya dengan memanggilnya secara memelas, sehingga sang ibu berusaha melindunginya. Pak Put lalu menjelaskan bahwa kekuatan roh melemah pada siang hari.

Pak Put memerintahkan Yak dan saudara-saudaranya menebang rumpun bambu besar. Ayah mereka menolak keras, tetapi Pak Put bersikeras sumber masalah tersembunyi di sana. Saat bambu ditebang, bau busuk menyengat keluar dan mereka menemukan banyak organ manusia membusuk di dalamnya.

Menurut Pak Put, organ-organ itu berhubungan dengan para korban roh jahat dan menjadi bagian dari kekuatannya. Semua organ segera dibakar, membuat Yam datang dalam keadaan marah dan mencoba menyerang. Karena masih siang, kekuatan roh tidak maksimal dan Pak Put berhasil melakukan ritual hingga Yam pingsan.

Kondisi Yam sangat lemah, sehingga Pak Put meminta keluarga segera membawanya ke rumah sakit. Ia memperingatkan bahwa perjalanan akan berbahaya karena roh pasti berusaha menghentikan mereka. Yak akhirnya dipilih menjadi pengemudi karena dianggap paling kuat tekadnya.

Dalam perjalanan malam, Pak Put menjelaskan bahwa roh ini berbeda dari makhluk jahat biasa. Biasanya roh mencari manusia lemah, tetapi yang satu ini menginginkan tubuh kuat. Yam pernah hampir meninggal karena malaria saat bayi, tetapi sembuh secara mengejutkan dan setelah itu jarang sakit.

Itulah alasan roh meninggalkan tubuh Cuai dan memilih Yam sebagai sarang baru. Semakin jauh mobil melaju, kabut semakin tebal dan suhu tubuh Yam naik. Pak Put memperingatkan bahwa gangguan akan segera datang.

Arwah para korban mulai muncul di sepanjang jalan, berdiri diam sambil menatap kendaraan. Di antara mereka ada Nard, dan gangguan itu membuat Yat hampir bereaksi. Yak juga diperdaya ilusi sampai orang-orang di dalam mobil seolah menghilang satu per satu.

Yak terus mengemudi karena sadar semua itu permainan roh. Ia menerobos penampakan yang menghadang dan menembak sosok-sosok yang menyerupai keluarganya. Untuk sesaat, gangguan menghilang dan pandangannya kembali normal.

Namun suara perempuan kembali terdengar. Yam kerasukan lagi dan menyerang Pak Put saat pria itu mencoba melindunginya. Kekacauan di dalam mobil membuat Yak kehilangan kendali hingga kendaraan oleng, keluar jalur, lalu menabrak pohon.

Saat Yak sadar, keadaan sudah buruk. Pak Put tewas, beberapa penumpang terlempar dan tidak sadarkan diri, sementara Yam yang dikuasai roh telah mengambil pistol Yak. Sersan mencoba bangkit, tetapi langsung ditembak.

Dengan sisa peluru, roh itu mempermainkan Yak dan memaksanya memilih korban berikutnya. Yak memilih mengorbankan dirinya sendiri daripada melihat ibu atau adik-adiknya dibunuh. Di tengah keadaan genting, Yat melihat tongkat tajam di dekatnya dan melemparkannya kepada Yak.

Yak menangkap tongkat itu lalu menusukkannya ke lengan Yam. Yam menjerit dan memuntahkan cairan hitam hingga roh jahat keluar dari tubuhnya. Yak kemudian menyerang sosok itu dengan senjata yang tersisa sampai makhluk tersebut menghilang.

Mereka akhirnya berhasil membawa Yam ke rumah sakit. Saat sadar, Yam tidak mengingat semua kejadian mengerikan yang dialaminya. Ia hanya merasa seperti tertidur sangat lama dan bingung melihat luka di tubuhnya.

Malamnya, Yam berbicara dengan Yat seperti biasa. Ia meminta kakaknya melakukan tugas kesehariannya untuk waktu yang lama, seolah sudah merasa akan terjadi sesuatu. Tak lama kemudian, sikap Yam kembali berubah.

Yam mencabut giginya sendiri, menatap Yat, lalu berkata bahwa dirinya akan pergi sekarang. Tubuhnya mendadak kejang, perutnya membesar, dan sesuatu seperti bergerak dari dalam perut menuju tenggorokan. Lehernya membengkak dan darah keluar dari mulutnya, persis seperti kematian Nard.

Teriakan Yat membuat seluruh keluarga berlari masuk, tetapi mereka tidak mampu menyelamatkannya. Yam akhirnya meninggal di hadapan keluarganya setelah semua usaha mereka untuk membebaskannya dari roh jahat tetap gagal.

Baca juga: Abigail (2024)

Keesokan harinya, keluarga mengadakan upacara terakhir untuk Yam. Setelah pemakaman, Yak mendatangi pohon besar yang sejak awal berkaitan dengan berbagai kejadian aneh dan menghancurkan rumah-rumahan kecil di sana.

Yak bersumpah bahwa urusannya dengan makhluk tersebut belum selesai. Ia yakin suatu hari nanti mereka akan kembali bertemu, lalu film berakhir dengan Yak yang masih menyimpan kemarahan atas kematian Yam.

Tag Film

18 Tag

Komentar

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Komentar akan tampil setelah disetujui admin.

Belum ada komentar.

Smart Related

Rekomendasi Serupa

Lihat genre Horror