Sinopsis Enola Holmes 3 (2026)

Enola Holmes berangkat ke Malta untuk melangsungkan pernikahannya. Namun, rencana bahagia itu berubah menjadi penyelidikan berbahaya ketika Sherlock Holmes tiba-tiba menghilang, memaksanya kembali memecahkan misteri yang mengancam nyawanya.
Detail Film
Trailer
Full Sinopsis
Film dibuka di sebuah penjara. Seorang narapidana yang wajahnya belum diperlihatkan dibawa untuk bertemu Brigadier Sampson. Dari percakapan mereka, terlihat bahwa Sampson sedang membantu narapidana itu keluar dari penjara, tetapi ingin membuat semuanya tampak seperti pelarian biasa. Sebelum rencana itu dijalankan, Sampson bertanya apakah nama “Tewkesbury” berarti sesuatu bagi narapidana tersebut.
Di Malta, Enola Holmes seharusnya menikah dengan Tewkesbury. Namun di hari pernikahan itu, Enola justru tidak terlihat di mana pun. Ia dilanda keraguan besar. Bukan karena tidak mencintai Tewkesbury, tetapi karena pernikahan terasa seperti langkah besar yang membuatnya gentar. Setelah bergulat dengan pikirannya sendiri, Enola akhirnya sadar bahwa ia tidak sanggup menghancurkan hati Tewkesbury. Ia pun menaiki kereta kuda dan bergegas menuju kapel.
Namun dalam perjalanan ke pernikahan, Enola dikejar seorang pria bertopeng yang menunggang kuda. Mengira pria itu adalah pembunuh bayaran, Enola mengambil senapan dari dalam kereta dan mencoba menembaknya. Kejar-kejaran itu membuat Enola terjatuh dari kereta. Barulah pria tersebut membuka identitasnya: ia ternyata Dr. John Watson. Watson datang bukan untuk mencelakainya, melainkan membawa kabar buruk.
Sherlock telah diculik.
Enola kemudian menceritakan kembali bagaimana ia bisa sampai berada di Malta. Sejak kasus terakhirnya, Tewkesbury semakin berpengaruh di House of Lords dan terus memperjuangkan reformasi. Enola sendiri mulai dikenal sebagai detektif berbakat, tidak lagi hanya sebagai adik Sherlock Holmes. Sesekali, ia dan Sherlock bekerja bersama. Enola berharap bisa memanfaatkan sumber daya Sherlock untuk membantu orang-orang kecil yang sering terabaikan.
Di tengah semua itu, Tewkesbury melamar Enola. Namun Sherlock tidak menunjukkan kegembiraan yang layak karena pikirannya sedang tersita oleh sebuah misteri yang belum bisa ia pecahkan. Saat pesta pertunangan, Sherlock dan Enola bertengkar soal keputusan Enola untuk menikah. Pertengkaran itu memuncak sampai Enola menolak mengakui Sherlock sebagai kakaknya.
Kini, setelah mendengar Sherlock diculik, Enola mengikuti Watson ke lokasi penculikan. Di sana, Sherlock sempat meninggalkan pesan di cermin dalam sandi morse. Enola menerjemahkannya sebagai “Khost”, yang mengarah pada Pertempuran Khost di Afghanistan. Berarti, sesuatu dari masa perang tampaknya berhubungan dengan misteri ini.
Enola memeriksa kamar Sherlock dan menemukan beberapa petunjuk, termasuk medali perang dan sepotong kain dari sebuah gaun.
Di jalanan, Enola melihat seorang sersan Malta yang tampak mencurigakan. Ia mengejarnya dan berhasil menyudutkannya. Namun sebelum sempat mendapat jawaban, pria itu ditembak oleh penyerang tak terlihat. Dalam napas terakhirnya, sang sersan hanya sempat mengucapkan sesuatu yang terdengar seperti “wrath”.
Belakangan, Tewkesbury menemui Enola. Enola meminta maaf karena meninggalkannya di altar dan menjelaskan bahwa ia sedang berusaha menyelamatkan Sherlock.
Tak lama kemudian, Enola menemukan hotel tempat Tewkesbury menginap terbakar. Tewkesbury masuk ke dalam bangunan untuk menyelamatkan ibunya, Lady Tewkesbury. Namun Enola segera menyadari bahwa ibunya sebenarnya telah diculik. Ia kemudian menarik Tewkesbury keluar dari gedung yang terbakar itu.
Saat mencoba memecahkan kasus ini sendiri, Enola bertemu Mikiel Mizzi. Awalnya mereka sempat berkelahi karena Enola mengira Mikiel terlibat dalam penculikan Sherlock. Namun Mikiel justru menyebut nama Professor Adeline Rathe sebagai orang yang mungkin berada di balik semuanya. Menurutnya, Rathe sangat berbahaya dan memiliki pengaruh besar terhadap gubernur. Ketika polisi datang, Mikiel langsung melarikan diri.
Enola lalu pergi ke Valletta setelah melacak asal potongan kain gaun yang ia temukan. Di sana, ia melihat seorang perempuan misterius berbicara dengan gubernur. Enola mengikutinya sampai ke saluran bawah tanah, yakin bahwa perempuan itu adalah Rathe.
Namun sebelum Enola bisa menghadapinya, perempuan itu ditembak oleh penyerang tak terlihat yang sama. Enola terus menelusuri petunjuk sampai akhirnya menyadari kebenaran yang mengejutkan: “Adeline Rathe” bukan orang biasa. Ia sebenarnya adalah Moriarty.
Moriarty mencoba menggantung Enola, tetapi Enola melawan dan berhasil bertahan. Pertarungan mereka terhenti ketika ibu Enola, Eudoria, muncul. Namun Moriarty tetap berhasil melarikan diri setelah memicu ledakan. Sebelum kembali berpisah, Eudoria memberi nasihat kepada putrinya: untuk memecahkan kasus ini, Enola harus belajar berpikir seperti Sherlock.
Setelah itu, Enola sempat menghabiskan sore yang romantis bersama Tewkesbury, meski bayang-bayang kasus besar tetap menggantung di antara mereka.
Di tempat lain, terungkap bahwa Moriarty menahan Sherlock dan Lady Tewkesbury. Ia memaksa Sherlock menebak apa rencana besarnya, bahkan menahan air dari Sherlock dan Lady Tewkesbury hanya untuk menyiksa mereka secara perlahan.
Belakangan, Enola berkumpul dengan Tewkesbury, Watson, Eudoria, dan Mikiel. Di sana, Mikiel mengungkap bahwa dirinya bagian dari organisasi anti-reformis yang ingin menghapus pengaruh Kerajaan Inggris di Malta. Tewkesbury menduga perempuan yang ditemui Enola sebelumnya adalah mata-mata Moriarty. Enola juga mengingat bahwa perempuan itu sempat berbicara dengan gubernur dan Sampson.
Penyelidikan mereka berlanjut. Tewkesbury dan Watson menemui Sampson untuk mencari tahu hubungan kasus ini dengan Khost. Sementara itu, Enola, Eudoria, dan Mikiel menyusup untuk mencari dokumen rahasia. Enola menemukan pesan yang ditulis oleh sersan yang ternyata merupakan orang dalam Moriarty.
Setelah menelusuri pesan itu, Enola membaca isinya. Pesan tersebut menyebut sebuah misi rahasia di Khost yang melibatkan satu ton emas yang diselundupkan ke Malta, serta banyaknya kematian awak kapal. Enola segera memberi tahu Tewkesbury.
Sampson kemudian mengonfirmasi kenyataan pahit itu: ayah Tewkesbury-lah yang memerintahkan misi tersebut. Ia juga menyalahkan tentara Malta atas kematian para awak dan hilangnya emas. Medali perang yang ditemukan Enola pun ternyata milik Lord Tewkesbury. Mendengar semua itu, Tewkesbury terpukul karena mengetahui sosok ayahnya yang sebenarnya.
Enola menggabungkan semua petunjuk dan menyadari bahwa emas yang hilang itu disembunyikan di sebuah gua. Namun ia juga sadar bahwa Moriarty telah mengatur semuanya dengan sangat rapi. Bahkan pernikahan Enola dan Tewkesbury di Malta pun tampaknya merupakan bagian dari jebakan untuk membawa mereka ke tempat yang diinginkan Moriarty.
Dengan bantuan Watson, Enola berhasil menemukan gua tersebut dan menemukan emas yang disembunyikan. Sayangnya, mereka segera ditemukan oleh anak buah Moriarty, disusul Moriarty sendiri. Moriarty mengaku bertindak melawan Kerajaan Inggris. Tak lama kemudian, Tewkesbury dan Mikiel datang bersama pasukan tambahan, para pejuang Mikiel. Mereka bertarung melawan anak buah Moriarty, sementara Moriarty mengambil emas dan mencoba melarikan diri.
Enola mengejar Moriarty sampai ke tempat Sherlock dan Lady Tewkesbury ditahan. Di sana, Enola berhadapan langsung dengan musuh besarnya itu. Mereka bertarung satu lawan satu, dan Enola akhirnya berhasil melumpuhkan Moriarty.
Enola kemudian menemukan para tawanan dan membebaskan Sherlock. Namun Moriarty kembali mencoba membunuh mereka berdua. Setelah ia kembali dijatuhkan, Sherlock mengambil senjata dan bersiap menembaknya. Sherlock tahu bahwa jika Moriarty hanya dipenjara, ia akan terus kembali dan mengincar keluarga mereka. Namun Enola menghentikannya. Ia tidak ingin Sherlock menjadi pembunuh.
Di saat itu, Lady Tewkesbury berhasil membebaskan dirinya sendiri dan memukul kepala Moriarty hingga pingsan.
Moriarty kemudian dikirim ke penjara dengan keamanan yang jauh lebih ketat. Tewkesbury mengatur agar emas curian itu dikembalikan ke tempat asalnya. Sampson menyerahkan diri secara sukarela dan ikut dipenjara. Setelah semua kekacauan itu, Enola dan Sherlock akhirnya berdamai.
Pada suatu malam, Enola dan Tewkesbury berbagi momen tenang bersama. Tewkesbury memberi tahu Enola bahwa ia akan meninggalkan nama dan gelar ayahnya. Mulai sekarang, ia ingin memakai nama aslinya: Earnest Augustus Tebbity-Gore.
Pernikahan mereka akhirnya tetap dilanjutkan. Eudoria menjadi pemimpin upacara, dan ia bahkan menghadirkan mentor Enola, Edith, sebagai tamu kejutan. Di hadapan orang-orang terdekat mereka, Enola dan Tewkesbury resmi menikah.
Saat mereka menikmati waktu bersama di air, kamera bergerak turun ke bawah permukaan. Di dasar laut, terlihat bangkai kapal bernama The Wrath of Adeline. Dari kapal itulah emas tersebut berasal, dan dari nama itulah Moriarty menciptakan alias Adeline Rathe.
Tag Film
18 TagKomentar
Komentar Pembaca
Tulis Komentar
Belum ada komentar.
Smart Related
Rekomendasi Serupa
Genre Adventure
★ 8.7
Project Hail Mary (2026)
US • Adventure
Genre Adventure
★ 8.5
Dune: Part Two (2024)
US • Action
Genre Adventure
★ 8.195
Hoppers (2026)
US • Adventure
Genre Adventure
★ 7.978
Mortal Kombat II (2026)
US • Action
Genre Adventure
★ 7.6
Toy Story 5 (2026)
US • Adventure
Genre Adventure
★ 7.9
How to Train Your Dragon (2025)
US • Action
Genre Adventure
★ 7.5
Superman (2025)
US • Action
Genre Adventure
★ 7.5
Zootopia 2 (2025)
US • Adventure
Avatar: Fire and Ash (2025)
US • Adventure
Genre Adventure
★ 7.4
Mission: Impossible - The Final Reckoning (2025)
US • Action
Genre Adventure
★ 7.3
Predator: Badlands (2025)
US • Action
Genre Adventure
★ 7.3
The Fantastic 4: First Steps (2025)
US • Adventure