Sinopsis Evil Dead Burn (2026)

Setelah suaminya meninggal secara mendadak, Alice mencari ketenangan dengan menemui keluarga mendiang suaminya. Mereka adalah keturunan seorang peneliti ternama yang menghabiskan hidupnya mempelajari kerasukan iblis. Namun, keadaan berubah menjadi mengerikan ketika satu per satu anggota keluarga itu berubah menjadi makhluk yang memangsa rasa takut. Di tengah teror tersebut, Alice menyadari bahwa sumpah pernikahan yang pernah ia ucapkan ternyata masih mengikatnya—bahkan setelah kematian.
Detail Film
Trailer
Full Sinopsis
Film dibuka dengan seorang pemuda bernama Joseph Price yang sedang memeriksa berbagai rekaman dan dokumen peninggalan kakeknya, Benjamin. Dari catatan tersebut, Joseph mengetahui lebih jauh tentang Necronomicon, kitab terkutuk yang berkaitan dengan berbagai kejadian mengerikan di masa lalu. Ia juga mempelajari bahwa banyak orang telah membangkitkan makhluk jahat yang dikenal sebagai Deadite setelah membaca mantra-mantra terlarang dari kitab tersebut.
Tidak jauh dari sana, dua sahabat bernama Jared dan Leo sedang memancing di sebuah danau. Ketika Leo menjauh sebentar untuk menerima telepon, tali pancingnya tiba-tiba seperti ditarik sesuatu dari dalam air. Jared mencoba menggulung senar tersebut dan mendapati sesuatu yang mengerikan tersangkut di kail, yaitu kepala manusia yang sudah membusuk sebagian.
Tiba-tiba kail Jared ikut tertarik kuat ke dalam air. Beberapa saat kemudian, kedua kail tersebut melesat kembali dari danau dan menancap di wajah Jared. Tarikan keras dari bawah permukaan menyeretnya masuk ke tengah danau sebelum ia sempat menyelamatkan diri.
Saat Leo kembali, ia melihat Jared berada jauh di tengah danau. Ia segera mengambil perahu dan mendekatinya untuk memberikan pertolongan. Namun ketika akhirnya menemukan Jared, wajah sahabatnya sudah terlihat rusak parah seperti telah dimutilasi.
Leo kemudian melihat Jessica dalam wujud Deadite, gadis yang sebelumnya kerasukan di danau. Jessica membalikkan perahu Leo hingga ia jatuh ke air. Tidak hanya itu, ia membuat air di sekitar Leo mendidih sehingga tubuh pria tersebut seperti direbus hidup-hidup.
Dalam keadaan sekarat, Leo masih berhasil merangkak sampai ke tepi danau. Namun luka bakar yang dialaminya sudah terlalu parah. Ia akhirnya meninggal sementara kulit tubuhnya terkelupas dari tulang.
Di tempat lain, Joseph sedang merayakan ulang tahunnya di sebuah klub malam bersama kekasihnya, Thya, kakaknya Will, serta istri Will, Alice. Suasana pesta berubah tegang ketika Will dan Alice kembali bertengkar. Pertengkaran seperti ini tampaknya sudah sering terjadi dalam pernikahan mereka.
Will merupakan suami yang kasar terhadap Alice, baik secara verbal maupun fisik. Ia memarahi Alice karena merokok dengan alasan mereka ingin memiliki anak, tetapi di saat yang sama ia juga selalu menyalahkan Alice atas perilaku buruknya sendiri. Alice yang sudah muak akhirnya menyuruh Will pergi ke neraka.
Dalam keadaan mabuk, Will memutuskan pulang menggunakan mobilnya sendiri. Joseph sempat mencoba menghentikan kakaknya dan menawarkan bantuan. Namun Will menolak dan tetap pergi sendirian.
Will melaju dengan kecepatan tinggi di jalan sampai tiba-tiba menabrak Jessica. Benturan tersebut membuat mobilnya terbalik dan masuk ke sebuah parit. Will terjebak di dalam kendaraan dan berusaha keras melepaskan diri.
Jessica muncul di dekat mobil dan mengejek Will yang tidak mampu keluar. Ia memberi tahu bahwa para Deadite sekarang akan mengejar seluruh keluarga Will. Beberapa saat kemudian mobil terbakar, membuat Will tewas dilalap api.
Alice kemudian datang bersama Joseph dan Thya untuk menghadiri pemakaman Will. Di sana mereka bertemu dengan orang tua Will dan Joseph, yaitu Edgar dan Susan, serta nenek mereka, Polly, yang menderita demensia. Walaupun Susan masih berusaha bersikap sopan kepada Alice, terlihat jelas bahwa dirinya dan Edgar menyimpan kebencian terhadap menantu mereka tersebut.
Alice datang ke pemakaman mengenakan hoodie, celana santai, dan sepatu sneakers. Ia juga tidak memperlihatkan kesedihan yang dianggap pantas oleh keluarga Price setelah kehilangan seorang suami. Sikap tersebut semakin memperkuat anggapan Edgar dan Susan bahwa Alice tidak benar-benar peduli terhadap Will.
Di krematorium, seorang petugas bernama Mike bersiap memasukkan jenazah Will ke dalam tempat pembakaran. Edgar kemudian datang dan meminta waktu sebentar untuk mengucapkan selamat tinggal kepada putranya. Mike pun meninggalkannya sendirian di ruangan tersebut.
Dalam kesunyian, Edgar tiba-tiba mendengar suara ketukan dari dalam peti mati Will. Ia mulai membongkar peti tersebut karena mengira ada sesuatu yang tidak beres. Namun begitu peti terbuka, Will bangkit dalam wujud Deadite dan mencengkeram lengan ayahnya.
Cengkeraman tersebut menularkan kutukan Deadite kepada Edgar. Mike datang setelah mendengar keributan dan mencoba melihat apa yang terjadi. Deadite Will langsung menyerangnya dan mencabik tubuhnya hingga tewas.
Setelah pemakaman, keluarga kembali ke rumah keluarga Price. Sebagian besar barang peninggalan Benjamin disimpan di loteng, membuat Joseph semakin penasaran dengan masa lalu kakeknya. Namun Susan memperingatkannya bahwa Benjamin bukanlah orang yang baik dan ada banyak hal tentang dirinya yang sebaiknya tidak digali.
Sementara itu, kutukan Deadite mulai mengambil alih tubuh Edgar. Alice menemukannya sedang bersiap menyayat pergelangan tangan menggunakan pisau. Ia segera merebut pisau tersebut sebelum Edgar sempat melukai dirinya.
Seluruh keluarga kemudian berkumpul untuk makan malam. Suasana dengan cepat menjadi panas karena hampir seluruh keluarga Price, kecuali Joseph, terang-terangan menyalahkan Alice atas kematian Will. Alice menjadi sasaran berbagai tuduhan dan sindiran dari keluarga mendiang suaminya.
Perdebatan semakin kacau ketika Edgar tiba-tiba mengambil sebuah pembuka botol. Tanpa peringatan, ia menyerang anjing keluarga bernama Max dan menikamnya berkali-kali hingga mati. Setelah itu Edgar jatuh tak sadarkan diri.
Joseph dan Thya segera membawa Edgar ke rumah sakit. Sementara itu, Alice membantu Susan menguburkan tubuh Max. Mereka belum mengetahui bahwa kutukan yang menguasai Edgar sebenarnya sudah semakin kuat.
Di dalam mobil, Joseph berusaha menolong ayahnya yang terlihat kesakitan. Namun Edgar kini telah sepenuhnya dikuasai Deadite. Ia tiba-tiba bangkit dan menyerang Thya yang sedang mengemudi.
Edgar menikam Thya dan mencakar wajahnya dengan brutal. Ia kemudian membanting pintu mobil hingga beberapa jari tangan kiri Thya terputus. Kendaraan akhirnya mengalami kecelakaan dan berhenti dalam kondisi rusak parah.
Setelah kecelakaan tersebut, Edgar melanjutkan serangannya. Ia menggunakan bagian atas kursi mobil untuk menusuk kepala dan leher Thya. Thya pun tewas dalam kondisi mengenaskan.
Sementara itu di rumah keluarga Price, Alice menemukan berbagai catatan Benjamin mengenai Necronomicon. Ia mempelajari berbagai tragedi masa lalu yang disebabkan oleh Deadite. Dari sana ia juga menemukan mantra terlarang yang digunakan untuk memanggil makhluk tersebut.
Alice sempat mulai membaca mantra itu. Namun ketika tinggal beberapa kata terakhir, ia menyadari bahwa menyelesaikan ritual tersebut adalah ide yang sangat buruk. Ia menghentikan bacaannya dan berkata, “Persetan dengan ini.”
Tepat setelah itu, Max yang sudah berubah menjadi Deadite menerobos masuk melalui jendela. Alice panik dan segera berlari kembali menuju bagian utama rumah. Kutukan kini jelas tidak hanya mampu menguasai manusia, tetapi juga hewan.
Joseph kemudian tiba kembali di rumah dalam keadaan syok. Tidak lama setelah itu, Thya yang kini telah berubah menjadi Deadite ikut muncul dengan tubuh berlumuran darah. Makhluk yang menguasainya mengatakan bahwa Benjamin memiliki sesuatu yang mereka inginkan.
Thya kemudian menyerang seluruh keluarga. Alice, Joseph, Susan, dan Polly akhirnya berhasil mengurungnya di salah satu ruangan dan melarikan diri ke luar. Namun di sana mereka justru menemukan Edgar bersama Max.
Edgar menunjukkan bahwa tubuh Deadite hampir mustahil dihancurkan dengan cara biasa. Ia mengambil senjata dan menembak kepalanya sendiri sebanyak tiga kali sampai terbentuk lubang besar. Meskipun demikian, Edgar tetap berdiri dan bergerak seolah tidak merasakan apa pun.
Thya akhirnya berhasil keluar dari ruangan tempat ia dikunci. Ia langsung kembali menyerang keluarga. Dalam kekacauan tersebut, Joseph terjatuh ke arah mesin pencuci piring yang tidak ditata dengan benar.
Garpu dan pisau yang menghadap ke atas menusuk tubuh Joseph ketika ia jatuh. Meski terluka, ia masih mampu mengambil salah satu benda tajam dan menusukkannya ke leher Thya. Namun serangan tersebut sama sekali tidak memberikan efek berarti.
Thya kemudian mencabut gigi palsu Polly dan memasukkannya ke dalam mulutnya sendiri. Setelah gigi tersebut terkena darah Deadite, ia memasangkannya kembali kepada Polly. Dengan cara tersebut, Polly ikut terinfeksi oleh kutukan.
Joseph akhirnya berhasil menangkap Thya. Ia menghantam wajah perempuan itu berulang kali sampai sebagian besar kepalanya hancur. Tubuh Thya akhirnya berhenti bergerak.
Alice dan Joseph mencoba memikirkan langkah berikutnya. Namun tidak lama kemudian Polly berubah menjadi Deadite. Anehnya, Susan justru tampak gembira melihat ibunya yang sebelumnya mengalami demensia kini mendadak sadar, aktif, dan mampu bergerak dengan normal.
Edgar kemudian muncul melalui jendela. Alih-alih ketakutan, Susan menghampiri suaminya dan menciumnya. Ia mulai menerima kemungkinan bahwa bergabung menjadi Deadite mungkin akan membuat keluarganya bisa tetap bersama selamanya.
Susan menemui Joseph dan meminta agar ia menyerahkan benda yang sebenarnya dicari para Deadite. Benda tersebut adalah Kandarian Dagger, sebuah belati yang menurut tulisan Benjamin mampu benar-benar mengeluarkan Deadite dari tubuh manusia. Senjata itu menjadi satu-satunya harapan mereka untuk menghentikan kutukan.
Susan, Edgar, dan Polly mulai mengamuk di dalam rumah. Alice berusaha merangkak mencari tempat aman, sedangkan Joseph akhirnya tertangkap dan ikut berubah menjadi Deadite. Alice kemudian mengambil mesin pemotong rumput sebagai senjata darurat.
Polly berhasil mengalahkan Alice dan hampir membuat Susan menyalakan mesin tersebut tepat di depan wajahnya. Alice berhasil meraih pecahan kaca dan menusukkannya ke mata Polly. Ia kemudian mengaitkan Polly ke kursi lift tangga agar perempuan tua itu tidak bisa mengejarnya.
Alice menarik Susan ke dalam kamar mandi dan mengunci diri bersama mertuanya. Susan kembali menyalahkan Alice atas kematian Will. Kali ini Alice tidak lagi mau menerima tuduhan tersebut.
Alice membuka pakaiannya dan menunjukkan bekas luka besar di bagian perutnya. Luka itu terjadi ketika Will pernah mendorongnya hingga air mendidih tumpah ke tubuhnya. Dengan demikian, Alice akhirnya mengungkap bahwa Will sudah lama melakukan kekerasan terhadap dirinya.
Alice juga meluapkan kemarahannya kepada orang tua Will. Menurutnya, Edgar dan Susan sebenarnya mengetahui bahwa putra mereka adalah suami yang kasar, tetapi terus mencari alasan dan tidak pernah menghentikannya. Alice sudah muak karena selama bertahun-tahun mereka membiarkan Will menyakitinya.
Alice kemudian mencoba menuju loteng untuk mencari Kandarian Dagger. Namun Susan akhirnya sepenuhnya berubah menjadi Deadite dan menyerangnya. Alice berhasil membebaskan diri lalu menggunakan mesin pemotong rumput untuk mencabik tubuh Susan.
Sesampainya di loteng, Alice menemukan puluhan pisau dan kesulitan menentukan mana yang merupakan Kandarian Dagger. Pada saat yang sama, Joseph yang sudah menjadi Deadite muncul dan mencoba menyerangnya. Alice akhirnya menemukan belati yang tepat sebelum terlambat.
Ia menusukkan Kandarian Dagger ke tubuh Joseph. Berbeda dengan senjata biasa, belati tersebut berhasil mengeluarkan pengaruh Deadite dari dirinya. Joseph kembali menjadi dirinya sendiri untuk beberapa saat sebelum akhirnya meninggal.
Susan dan Edgar kemudian kembali mengejar Alice. Alice berhasil melarikan diri melalui atap rumah. Ia mengambil korek api dan menyalakan bahan bakar yang sebelumnya tercecer di sekitar bangunan akibat ulah Thya.
Dalam hitungan detik, rumah keluarga Price terbakar hebat. Susan dan Edgar terperangkap di dalam dan akhirnya dilalap api. Namun ancaman belum sepenuhnya berakhir.
Deadite Max melakukan satu serangan terakhir terhadap Alice. Kali ini Alice menggunakan Kandarian Dagger dan berhasil membunuhnya secara permanen. Setelah itu, ia bersiap meninggalkan rumah yang mulai runtuh karena kobaran api.
Tiba-tiba Deadite Will keluar dari rumah yang terbakar. Ia langsung mengejar Alice menuju sebuah lokasi konstruksi di dekat sana. Will berhasil menangkap Alice dan melemparkannya ke dalam sebuah lubang.
Will berniat menenggelamkan Alice ke dalam aspal panas. Namun Alice berhasil meloloskan diri sebelum tubuhnya benar-benar tenggelam. Ia kemudian menemukan sebuah jackhammer dan menggunakannya untuk menghancurkan tubuh Will.
Meskipun tubuhnya sudah rusak parah, Will masih mampu bangkit dari aspal yang mendidih. Alice akhirnya menggunakan Kandarian Dagger dan menusukkannya ke leher mantan suaminya. Untuk sesaat, pengaruh Deadite melemah.
Alice melihat Will kembali dalam wujud manusianya. Will mengatakan bahwa dirinya sangat mencintai Alice. Namun setelah semua kekerasan yang pernah dialaminya, Alice hanya menjawab bahwa cinta tersebut tidak cukup.
Alice kemudian menghancurkan kepala Deadite Will hingga benar-benar hancur. Dengan itu, ia akhirnya terbebas dari mantan suaminya sekaligus mengakhiri teror yang selama ini mengejarnya. Pertarungan tersebut juga menjadi penutup bagi hubungan penuh kekerasan yang pernah menghantui hidup Alice.
Tidak lama kemudian polisi dan paramedis menemukan Alice dalam keadaan penuh luka. Seorang petugas medis bertanya siapa yang telah menyakitinya. Alice hanya menjawab singkat, “Mantan suamiku.”
Salah satu petugas kemudian memberinya sebatang rokok. Alice menyalakannya dan mulai merokok, sesuatu yang dahulu sering dipermasalahkan oleh Will. Adegan tersebut menjadi simbol kecil bahwa kini Alice benar-benar telah terbebas dari kendali mantan suaminya.
Dalam adegan pertengahan kredit, terungkap bahwa Deadite Polly ternyata masih hidup. Sebelum rumah terbakar, ia memotong salah satu kakinya sendiri agar dapat melepaskan diri dari kursi lift tangga. Polly kemudian berhasil mencapai pinggir jalan.
Seorang pengemudi menemukan Polly dan berhenti untuk menolongnya. Polly berpura-pura menjadi perempuan tua yang terluka dan tidak berdaya. Ketika pengemudi tersebut mendekat, Polly tiba-tiba mencakar kakinya dan menularkan kutukan Deadite kepadanya.
Dalam adegan setelah kredit, manajer krematorium datang bersama putrinya. Gadis tersebut menemukan sebuah guci berisi abu jenazah Ellie Bixler yang tidak pernah diambil siapa pun. Karena penasaran, ia menyentuh guci tersebut.
Dalam sebuah pantulan, roh Ellie pertama kali muncul dalam wujud manusianya. Gadis itu melihat sosok tersebut sebelum penampilannya berubah menjadi bentuk Deadite yang mengerikan. Ellie kemudian menyerang gadis tersebut dan merobek bagian lehernya secara brutal.
Setelah serangan itu, Deadite Ellie muncul sepenuhnya. Ia menatap korbannya sebelum mengucapkan kalimat, “Mommy’s back.” Adegan tersebut menegaskan bahwa meskipun keluarga Price telah dihancurkan, kutukan Deadite masih terus hidup dan siap mencari korban baru.
Tag Film
18 TagKomentar
Komentar Pembaca
Tulis Komentar
Belum ada komentar.
Smart Related
Rekomendasi Serupa
Genre Horror
★ 7.1
Abigail (2024)
US • Comedy
Genre Horror
★ 6.2
Passenger (2026)
US • Horror
Genre Horror
★ 6.5
Iron Lung (2026)
US • Horror
Genre Horror
★ 6.5
The Conjuring: Last Rites (2025)
US • Horror
Genre Horror
★ 7.9
Weapons (2025)
US • Horror
Genre Horror
★ 7.6
Sinners (2025)
US • Action
Genre Horror
★ 7.689
Ready or Not: Here I Come (2026)
US • Comedy
Genre Horror
★ 7
The First Omen (2024)
US • Horror
Genre Horror
★ 6.2
Scream 7 (2026)
US • Crime
Genre Horror
★ 7.3
The Long Walk (2025)
US • Horror
Genre Horror
★ 6.2
Bone Lake (2025)
US • Horror
Genre Horror
★ 6.945
Scream VI (2023)
US • Crime