Lewati ke konten

Sinopsis Minions & Monsters (2026)

Poster Minions & Monsters

Kisah kocak para Minion saat mereka menaklukkan Hollywood, menjadi bintang film, lalu tanpa sengaja melepaskan monster ke dunia. Kini, mereka harus bersatu untuk memperbaiki kekacauan yang mereka ciptakan dan menyelamatkan planet ini.

Detail Film
Share

Trailer

Full Sinopsis

Film dibuka dalam sebuah tur studio film. Seorang pemandu bernama Olivia mengajak para pengunjung melihat berbagai properti ikonis dari film-film terkenal, mulai dari E.T., The Matrix, sampai George Lucas yang entah bagaimana dipajang di dalam kandang kaca.

Di tengah tur itu, Olivia mulai menceritakan kisah dua Minion bernama James dan Henry. Menurutnya, dua Minion inilah yang dulu tanpa sengaja ikut mengubah wajah Hollywood untuk selamanya.

Kisahnya dimulai pada awal abad ke-20, ketika para Minion masih berkelana mencari majikan jahat yang bisa mereka layani. Di antara mereka ada James, Minion yang sangat suka mengarang cerita. Sayangnya, kebiasaannya itu membuat James dianggap aneh oleh kelompoknya sendiri. Ia sering dipandang sebagai pembuat masalah.

Suatu ketika, suku Minion singgah di sebuah pulau dan melayani raksasa bermata satu. Awalnya semua berjalan seperti biasa, sampai James membuat semacam lukisan batu mirip Lego. Sang cyclops menginjaknya, lalu terjadilah rangkaian kekacauan yang membuatnya terluka. Karena kesal, raksasa itu mengusir semua Minion dari pulau.

Para Minion marah kepada James karena lagi-lagi ia membuat mereka kehilangan majikan. Namun dari situ, James justru semakin dekat dengan Henry, Minion yang selalu menganggap ide-idenya lucu. Mereka juga berteman dengan Ed, Minion yang memiliki gangguan pendengaran. Kelompok itu dipimpin oleh Dick, meski sebenarnya banyak Minion lain juga tidak terlalu menyukainya.

Setelah terus berjalan, para Minion akhirnya bekerja untuk seorang penyihir jahat. Sang penyihir sudah memperingatkan mereka agar tidak menyentuh buku mantranya. Namun tentu saja, James dan Henry tidak bisa menahan rasa penasaran. Mereka mengutak-atik buku itu dan memanggil makhluk kelinci raksasa berbulu merah muda.

Awalnya makhluk itu terlihat lucu dan menggemaskan. Namun ternyata ia adalah monster ganas bermata laser. Dalam sekejap, monster itu menghancurkan hampir seluruh kastel dan mengubah sang penyihir menjadi debu. James dan Henry akhirnya berhasil mengirim makhluk itu kembali ke tempat asalnya. Tapi akibat ulah mereka, para Minion kembali kehilangan majikan.

Perjalanan mereka berlanjut sampai suatu hari mereka melihat sosok bandit berkuda yang tampak kabur membawa hasil curian. Para Minion langsung mengejarnya. Namun bandit itu melarikan diri dengan helikopter. James dan Henry lalu membajak sebuah kereta dan membuatnya keluar jalur, hingga kereta itu melaju tak terkendali di jalanan Los Angeles.

Setelah kekacauan besar, mereka akhirnya berhasil menghentikan kereta. Namun barulah terungkap bahwa semua adegan itu sebenarnya bagian dari proses syuting film. Sutradaranya, Max, murka karena para Minion merusak setnya. Ia langsung mengusir mereka.

Max kemudian harus memperlihatkan hasil rekaman kepada para bos studio, Elwood dan Frank Bright. Awalnya ia gugup karena rekaman itu kacau akibat ulah Minion. Namun di luar dugaan, Bright bersaudara justru menganggap kehadiran para Minion sebagai ide brilian. Mereka memerintahkan Max untuk memasukkan Minion ke dalam sisa film.

Max akhirnya memakai mereka dalam adegan pertempuran. Masalahnya, para Minion tidak benar-benar paham batas antara akting dan kenyataan. Saat kamera merekam, mereka malah menghajar para aktor lain sungguhan.

Anehnya, hasilnya disukai banyak orang. Para Minion langsung mencuri perhatian Hollywood. Mereka membintangi berbagai film besar dan menjadi sensasi baru di industri hiburan. Namun masa kejayaan itu mulai goyah ketika film bersuara mulai berkembang. Bahasa Minion yang sulit dipahami membuat mereka susah dipakai untuk dialog. Akhirnya, Bright bersaudara memecat para Minion dari studio.

James tidak mau menyerah begitu saja. Ia punya ide membuat film monster yang dibintangi para Minion. Ia menyusun konsepnya dan mempresentasikannya kepada Max. Max sebenarnya menyukai ide itu, tetapi ia tidak bisa membantu. Meski begitu, Max tetap memberi James semangat agar ia terus mencoba.

Namun Dick tidak tertarik dengan ide film tersebut. Ia membawa sebagian besar Minion pergi untuk mencari pemimpin baru. James pun hanya tersisa bersama Henry dan Ed untuk mewujudkan proyek impiannya.

Ketiganya lalu mengambil buku mantra dan memanggil monster kecil mirip Cthulhu bernama Goomi. Goomi sangat berterima kasih karena telah dibebaskan. Setelah mendengar bahwa James ingin membuat film monster, Goomi menawarkan bantuan. Menurutnya, ia bisa membawa monster sungguhan untuk proyek itu. Ia meminta James, Henry, dan Ed membawanya ke sebuah pulau tempat monster-monster itu berada.

Sementara itu, rombongan Minion lain bertemu robot alien bernama Dort. Dort mengaku sedang menjalankan misi untuk memperbudak Bumi. Dick dan para Minion lain langsung tertarik mengikutinya. Dort membawa mereka ke apartemennya, yang ia klaim sebagai pesawat luar angkasa yang menyamar sebagai tempat tinggal biasa.

Di tengah kebersamaannya dengan para Minion, Dort bertemu seorang aktivis hak pilih perempuan bernama Debbie. Dengan bantuan para Minion, Dort mulai menjalin hubungan dengan Debbie.

Di sisi lain, Goomi dan tiga Minion tiba di pulau monster. Di sana, Goomi bertemu kembali dengan dua teman lamanya, Phillips dan Howard, dua kaiju raksasa. Mereka ikut kembali ke studio film bersama James, Henry, dan Ed. James mulai menyiapkan proyek filmnya dengan penuh semangat.

Namun Henry tidak sengaja mendengar percakapan Goomi dengan Phillips dan Howard. Ternyata mereka punya rencana tersembunyi. Mereka ingin memanggil monster bernama Irene, lalu membiarkannya memakan apa pun di jalannya sebagai balas dendam kepada manusia yang dulu memenjarakan mereka.

Henry mencoba kabur setelah mengetahui rencana itu, tetapi ia tertangkap dan dijadikan tawanan.

Goomi kemudian memberi tahu James bahwa mereka bisa memanggil Irene di depan kamera sebagai adegan pembuka film. Henry akan dijadikan “aktor” yang berperan sebagai korban persembahan. Ritual itu dilakukan, dan Irene pun muncul. Ia adalah gumpalan oranye raksasa dengan ratusan mata. Begitu bebas, Irene langsung mengamuk dan menghancurkan studio film.

Henry berhasil melarikan diri, sementara James dan Ed mengejarnya.

Irene terus bergerak menuju kota dan menghancurkan apa pun yang dilewatinya. Para Minion lain, bersama Debbie dan Dort, menyaksikan kekacauan itu. Dort membawa mereka kembali ke apartemennya, yang ternyata benar-benar pesawat luar angkasa.

Sementara itu, sekelompok Minion lain menemukan tank dan persenjataan militer yang ditinggalkan. Mereka mencoba menyerang Irene, tetapi hasilnya tidak banyak membantu. Dort dan para Minion kemudian datang dengan pesawat-pesawat kecil dan menembakkan laser ke arah Irene. Serangan itu membuat tubuh Irene mengeras sampai akhirnya meledak berkeping-keping.

James dan Henry lalu mengambil buku mantra dan menggunakannya untuk mengirim Goomi, Phillips, dan Howard kembali ke penjara mereka.

Setelah kejadian itu, para Minion dielu-elukan sebagai pahlawan. Karena Ed ternyata merekam semua kejadian sejak awal, James akhirnya bisa menyelesaikan filmnya dengan bantuan saudara-saudaranya. Film itu tayang perdana di hadapan banyak penonton dan langsung menjadi sukses besar. James bahkan menerima penghargaan pisang emas, semacam Oscar kehormatan versi Minion.

Olivia kemudian menyelesaikan kisahnya.

Namun setelah itu, terungkap bahwa seluruh cerita yang baru saja ditonton ternyata adalah film buatan James dan Henry. Semua karakter di dalamnya, termasuk Goomi, hanyalah aktor yang bermain dalam film tersebut.

Baca juga: Hoppers (2026)

Saat kredit bergulir, para Minion terlihat menggunakan buku mantra itu untuk bermain-main setelah mereka diadopsi oleh Gru. Mereka memakai mantra pada Kyle, anjing Gru, saat masih kecil, yang menjelaskan mengapa wujud Kyle menjadi begitu aneh. Mereka juga memakainya untuk mengerjai Dr. Nefario.

Terakhir, mereka kembali memanggil monster kelinci merah muda untuk Agnes. Namun bukannya takut, Agnes justru menganggapnya lucu. Monster itu pun bermain bersamanya seperti hewan peliharaan raksasa.

Tag Film

18 Tag

Komentar

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Komentar akan tampil setelah disetujui admin.

Belum ada komentar.

Smart Related

Rekomendasi Serupa

Lihat genre Adventure