Sinopsis The Wasteland / El Páramo (2021)

685 votes, average 5.3 out of 10

Spanyol. Abad ke-19.
Perang berkelanjutan membuat negeri menderita.
Beberapa orang memutuskan untuk mengisolasi diri
Agar terhindar kekerasan dan kegilaan.

Malam itu Diego membangunkan ibunya, Lucia, minta diantar ke WC. Ibunya membangunkan ayahnya, Salvador untuk mengantarnya. WC mereka terletak sekitar 20 meter dari rumah.

Rumah Keluarga Salvador berada di tengah padang rumput. Mereka mengisolasi diri untuk menghindari peperangan yang sedang terjadi. Pagi itu, Salvador mengajari Diego mengolah daging kelinci. Salvador menyuruh Diego membunuh seekor kelinci dengan memukulnya menggunakan batang kayu. Namun Salvador tidak tega. Kelinci itu terlepas dari tangannya dan melarikan diri.

Salvador mengejarnya, namun kelinci itu terlalu cepat dan berhasil keluar area rumahnya yang ditandai tiang-tiang pancang. Tiang-tiang itu memang sengaja dipasang oleh Salvador sebagai peringatan agar mereka tidak keluar dari tempat itu. Di luar sana bahaya selalu mengancam.

Diego kembali dengan tangan kosong. Lucia mengatakan pada Salvador bahwa memang belum saatnya Diego diajari hal-hal seperti itu. Lalu dia mengajak Diego mengupas kentang dan memasak. Mereka melanjutkan keseharian seperti biasa.

Hari itu Diego berulang tahun. Ayahnya memberinya hadiah sebuah senapan yang terukir nama Diego di gagangnya. Ayahnya menunjukkan bagaimana cara menggunakan senapan tersebut. Sedangkan ibunya memberinya hadiah telepon kaleng. Di depan perapian, Salvador menceritakan tentang adanya makhluk mengerikan yang berkeliaran untuk mencari orang-orang lemah. Makhluk itu mempunyai sosok yang tinggi dan pipi berongga. Saat menemukan mangsanya, makhluk itu akan mengikutinya perlahan-lahan. Semakin korbannya ketakutan, makhluk itu akan semakin dekat. Lalu dia akan melahap rasa ketakutan korbannya.

Keesokan harinya, mereka mendapati sebuah perahu kecil yang hanyut di sungai. Di atas perahu itu terbaring seorang yang berlumuran darah tak sadarkan diri. Di tangannya tergenggam sebilah pisau. Terdapat pistol tanpa peluru di sampingnya. Salvador menyentuh tangan orang tersebut dan orang tersebut tersadar. Salvador menyuruh Lucia dan Diego untuk kembali ke rumah, sementara dia akan mengobati orang itu.

Baca juga:  Warriors of Future (2022)

Lucia dan Diego bernyanyi-nyanyi kecil di depan cermin saat orang tersebut muncul di belakang mereka. Tanpa berbicara, orang tersebut menunjuk ke luar rumah. Dia lalu mengambil senapan dan menembak kepalanya sendiri. Lucia dan Diego berpelukan ketakutan. Darah berceceran di mana-mana. Salvador kemudian mengetahui identitas orang itu dari barang-barang yang dibawanya.

Malamnya, Salvador melanjutkan cerita tentang makhluk mengerikan kepada Diego. Adik perempuannya, Juana, mengatakan pernah melihat makhluk tersebut pada Salvador. Semakin hari makhluk itu semakin dekat dan akhirnya masuk ke kamarnya. Juana yang ketakutan akhirnya melompat keluar jendela dan tewas. Salvador menduga, orang yang mereka temukan juga pernah melihat makhluk tersebut.

Keesokan harinya, Salvador memutuskan mengantar mayat orang tersebut ke keluarganya. Meski Lucia melarangnya, dia tetap bersikeras untuk berangkat. Dia berpesan kepada Diego untuk menjaga ibunya.

Lucia dan Diego melanjutkan hidup mereka. Hari berganti bulan, Salvador belum juga kembali. Hingga pada suatu malam, DIego bermimpi bertemu dengan Juana. Juana mengatakan bahwa makhluk itu akan datang.

Malam itu terjadi badai besar. Mereka seperti melihat sesuatu di luar. Lucia keluar dan menembakinya. Dia masuk kembali saat pelurunya sudah habis. Paginya, mereka terkejut saat membuka pintu, salah satu tiang pancang menghadang mereka. Rupanya badai besar telah menerbangkannya. Tidak hanya itu, badai telah memporak-porandakan tanaman dan gudang persediaan makanan mereka. Mereka pun terpaksa memasak salah satu kelinci peliharaan Diego.

Diego marah dan tidak mau memakannya. Dia pergi keluar dan berhenti di dekat jemuran pakaian. Lucia mengejar dan membujuknya. TIba-tiba Lucia mengarahkan senapannya ke kejauhan lalu menembakannya berkali-kali.

Malamnya, sesuatu menggedor-gedor pintu. Lucia menyuruh Diego membuka kuncinya, sementara dia membidikkan senapannya. Setelah menembak, Lucia memeriksanya. Tidak ada siapa-siapa. Dia menemukan barang-barang Salvador di depan pintu. Sedetik kemudian, seekor kuda berlari di depan mereka. Diego yang menyadari bahwa itu kuda ayahnya, berlari mengitari rumah dan memanggil-manggil ayahnya namun tak ada jawaban. Dia lalu melihat sosok makhluk tinggi di kegelapan. Dia ketakutan dan bersembunyi dalam WC-nya, lalu berlari ke dalam rumah.

Baca juga:  Operation Fortune: Ruse de Guerre (2023)

Lucia juga menceritakan bahwa saat pintunya dibuka, dia melihat sosok makhluk tinggi kurus. Makhluk itu bergeming saat dia menembaknya. Diego memeriksa barang-barang ayahnya. Pistolnya sudah tak berisi peluru. Lucia menegaskan pada Diego bahwa ayahnya tidak akan kembali.

Lucia lalu berusaha membuat pertahanan rumahnya. Jendela dia paku, lubang-lubang apapun dia tutup. Hari berikutnya mereka mendengar sesuatu di atas atap. Lucia menyuruh Diego naik ke atap melewati lubang perapian, namun dia terjatuh. Ibunya menembak dengan membabi buta. Diego mencegah Lucia menembak lagi karena itu adalah peluru terakhir mereka.

Semakin hari Lucia semakin diselimuti ketakutan. Dia semakin menggila. Diego yang khawatir mengambil peluru satu-satunya di senapan. Dia lalu mengunci diri di kamarnya.

Saat Diego keluar, dia melihat Lucia sedang berbicara melalui telepon kaleng, di mana ujung telepon kaleng lainnya mengarah ke luar rumah. Ibunya mengatakan bahwa makhluk itu akan masuk. Lucia berniat gantung diri, namun Diego berhasil menyelamatkannya. Dia lalu mengikat ibunya di ranjangnya.

Diego mengambil telepon kalengnya dan mencoba mendengarkan. Tak disangka, sebuah suara menyaut dari seberang. Diego pun ketakutan. Dia membebaskan ibunya dan menyuruhnya diam sementara dia akan memancing makhluk itu. Saat dia kembali, ibunya sudah tidak berada di tempatnya. Diego menemukan ibunya dengan rambut yang sudah terpotong pendek sedang duduk di meja makan. Ibunya terlihat sedang berbicara dengan orang lain.

Diego berusaha mengalihkan ibunya dengan mengatakan ingin kencing dan minta diantar. Namun saat di pintu, Lucia mendorong Diego keluar dan mengunci pintunya dari dalam. Diego berteriak-teriak memanggil ibunya sambil menggedor-gedor pintu. Dia lalu mengambil kampak dan berhasil membuka pintunya.

Diego melihat ibunya terkapar bersimbah darah. Tangannya menggenggam pisau yang baru saja dia gunakan untuk menusuk dadanya sendiri. Lalu Diego melihat makhluk itu di pojok rumahnya. Makhluk itu mendekat. Diego bangkit dan berteriak pada makhluk itu agar tidak mendekati ibunya. Makhluk itu berhenti. Diego mengambil peluru di sakunya dan menembak makhluk itu. Dia lalu menuangkan minyak ke lantai rumahnya dan membakarnya. Dia menyeret ibunya ke luar dan mengambil gerobak untuk mengangkutnya.

Baca juga:  Fistful of Vengeance (2022)

Namun Lucia tidak bertahan. Dia tewas karena lukanya. Diego menghanyutkan mayat ibunya di sungai. Lalu berjalan membelah padang rumput meninggalkan tempat itu.

Rate:NR
Year:
Duration: 91 Min
Country:
Release:
Language:Español

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *