Sinopsis Mercy (2026)

39847 votes, average 6.2 out of 10

Berlatar di masa depan, seorang detektif yang dituduh membunuh istrinya hanya memiliki waktu 90 menit untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah di hadapan sesosok hakim AI yang canggih.

Berlatar di Los Angeles masa depan, film dibuka dengan perkenalan Mercy Court (Pengadilan Mercy), sebuah sistem yang menggunakan hakim AI (Kecerdasan Buatan) untuk mengadili tersangka kejahatan keji. Para terdakwa hanya diberi waktu 90 menit untuk membuktikan bahwa mereka tidak bersalah. Jika gagal, mereka akan langsung dieksekusi menggunakan ledakan sonik.

Detektif LAPD Chris Raven sedang diadili atas pembunuhan istrinya, Nicole. Kasusnya dipimpin oleh Hakim AI bernama Maddox. Raven dituduh mendatangi Nicole, meskipun mereka sebenarnya sudah pisah ranjang karena masalah kecanduan alkohol yang dialami Raven. Ia terlihat meninggalkan rumah tersebut, dan tak lama kemudian putri mereka, Britt, menemukan jasad Nicole dengan pisau tertancap di perutnya. Raven lalu ditangkap di sebuah bar setelah sempat ribut dengan polisi lain. Saat persidangan dimulai, persentase kemungkinannya bersalah berada di angka 97%, dan ia harus menurunkannya hingga di bawah 92% agar bisa lolos dari eksekusi.

Raven berusaha bicara dengan Britt untuk meyakinkannya bahwa ia tidak bersalah, namun orang tua Nicole—yang saat ini merawat Britt—melarangnya. Maddox sang Hakim AI kemudian menggunakan rekaman CCTV dan data lainnya untuk membantu Chris merangkai teka-teki pembunuhan Nicole. Raven juga menghubungi temannya, Rob Nelson, yang kebetulan merupakan rekan kerja Nicole. Rob menyebutkan bahwa banyak orang di tempat kerja yang belakangan mengkhawatirkan keadaan Nicole.

Raven kemudian mengetahui bahwa sebelum kematiannya, Nicole dekat dengan pria lain bernama Patrick Burke. Raven lalu meminta bantuan rekannya sesama polisi, Jaq Diallo, untuk melacak Burke. Saat diinterogasi, Burke mengaku dekat dengan Nicole karena wanita itu merasa tidak bisa membicarakan masalahnya dengan Chris. Namun, Burke punya alibi yang kuat saat pembunuhan terjadi. Jaq lalu membawa Burke ke kantor sebagai saksi yang dicurigai. Karena Burke terbukti bukan pelakunya, peluang bersalah Raven di mata AI justru semakin meningkat.

Baca juga:  One Battle After Another (2025)

Raven kini harus menghadapi berbagai tuduhan masa lalunya. Ia sebenarnya sudah sempat berhenti minum alkohol, namun kembali kambuh setelah mantan rekannya, Ray Vale, dibunuh. Raven sangat menyesal karena tidak menembak mati tersangka pembunuh Ray saat itu, apalagi tersangka tersebut pada akhirnya dibebaskan pengadilan. Kecanduan alkohol ini membuat temperamen Raven menjadi kasar, membuat jarak dengan istrinya, sampai-sampai Nicole sering merekam kelakuan Raven saat mabuk agar Raven bisa melihatnya sendiri nanti saat sadar. Britt rupanya juga membenci ayahnya dan sempat curhat ke pacarnya bahwa ia ingin kedua orang tuanya bercerai—hal ini terungkap saat Maddox memperlihatkan rekaman video call Britt kepada Raven.

Dengan waktu yang semakin menipis, Raven mulai berpikir keras dan menganalisis satu per satu orang yang punya kontak erat dengan Nicole. Ia menyingkirkan Burke dan mertuanya dari daftar curiga, lalu mengelompokkan teman dan rekan kerja Nicole. Raven kembali menghubungi Burke untuk mencari tahu masalah apa yang sering diceritakan Nicole, dan ternyata akar masalahnya ada di tempat kerja. Raven pun mencoret teman-teman Nicole dari daftar tersangka dan fokus menyelidiki rekan kerjanya.

Raven teringat bahwa ia dan Nicole sempat mengadakan acara barbekyu beberapa hari sebelum pembunuhan. Ia mulai mengerucutkan dugaan pada orang-orang yang sering berkomunikasi dengan Nicole. Maddox menunjukkan riwayat seorang rekan kerja bernama Holt Charles, yang sepertinya punya masalah keuangan dan dibantu oleh Rob. Raven curiga Holt membunuh Nicole demi uang, jadi ia meminta Maddox menghubungi Holt. Mengejutkannya, Holt menjelaskan bahwa justru dia yang selama ini membantu Rob. Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa ada beberapa bahan kimia yang hilang dari tempat kerja mereka, dan Rob-lah dalangnya.

Raven juga kembali meneliti video call Britt. Saat itu Britt mendengar suara bising dan mengira ayahnya pulang, padahal rekaman lain menunjukkan Raven sedang tidak di rumah. Ketika Britt menyorot kamera ke lantai bawah, terlihat pintu terbuka dan siluet seorang pria. Maddox kemudian memperlihatkan rekaman CCTV tetangga yang menangkap adanya pergerakan di semak-semak. Dari rekaman CCTV area parkir, Rob terlihat menyusup keluar dari bagasi mobil tetangga tersebut.

Baca juga:  Missing (2023)

Raven segera menelepon Jaq dan menyuruhnya menggerebek rumah Rob, sambil memperingatkan bahwa Rob mungkin bersenjata. Ketika tim SWAT tiba, Rob sudah tidak ada. Namun, mereka menemukan bahan kimia yang dicuri beserta rancangan detail pembuatan bom. Maddox menggali informasi lebih dalam dan menemukan fakta bahwa Rob dibesarkan di panti asuhan bersama saudaranya, David Webb. David adalah orang pertama yang dieksekusi oleh Pengadilan Mercy. Raven langsung menyadari bahwa ini semua adalah rencana balas dendam yang diarahkan padanya.

Fakta ini secara resmi membersihkan nama Raven dan mengakhiri persidangannya. Namun, Raven sadar jika ia bangkit dari kursi pengadilan, koneksinya dengan Maddox akan terputus dan ia takkan bisa melacak Rob. Ia mencoba menghubungi Britt, tetapi rekaman kamera di rumah kakek-neneknya justru memperlihatkan Rob menculik Britt dan memasukkannya ke dalam truk. Tiba-tiba, sebuah timer menyala dan meledakkan gudang Rob, menewaskan sebagian besar tim SWAT di lokasi.

Jaq mengejar Rob menggunakan motor terbangnya. Mereka menyimpulkan bahwa Rob membawa berton-ton bahan peledak menuju Pengadilan Mercy untuk menghancurkan gedung tersebut beserta Raven di dalamnya, sambil menjadikan Britt tawanan. Polisi berhasil mendesak Rob keluar dari rute menuju pengadilan, tetapi Jaq malah meminta komandan pasukan untuk langsung meledakkan Rob. Raven memohon agar mereka tidak melakukannya karena Britt ada di dalam truk. Sang komandan mengabaikannya dan tetap mengirim robot penjinak bom untuk meledakkan bagian bawah truk saat Rob melintasi jembatan. Untungnya, Maddox berhasil meretas dan menonaktifkan bom tersebut.

Rob akhirnya kembali ke rute awal dan menabrakkan truknya ke gedung Pengadilan Mercy, tepat setelah Maddox mengevakuasi semua orang. Sistem jaringan AI tiba-tiba me-reset dan mengunci Raven, meninggalkannya hanya beberapa detik sebelum dieksekusi. Beruntung, Maddox berhasil melakukan reboot tepat waktu dan membebaskan Raven agar ia bisa menyelamatkan putrinya.

Baca juga:  Spider-Man: No Way Home (2021)

Raven berhadapan dengan Rob di depan gedung. Keduanya bertarung sengit sampai Raven berhasil melucuti senjata Rob. Saat Raven bersiap untuk mengeksekusi Rob, Britt dan Maddox berusaha menghentikannya agar Rob bisa diadili secara sah. Tiba-tiba Jaq menembak Rob, tetapi Raven menahannya karena ia ingin mendengar penjelasan Rob.

Rob mengungkapkan bahwa David sebenarnya tidak bersalah atas pembunuhan yang menyebabkan ia dieksekusi. Rob tahu pasti karena ia sedang mengobrol dengan David tepat di waktu jasad korban ditemukan. Maddox memunculkan rekaman yang membenarkan hal ini: David sama sekali tidak berada di TKP dan memang sedang berkomunikasi dengan Rob saat itu. Fakta pahit pun terungkap: Jaq-lah yang diam-diam menghapus barang bukti dan sengaja membiarkan orang tak bersalah dihukum mati hanya untuk membuktikan kepada publik bahwa sistem “Mercy” itu efektif. Pada akhirnya, baik Jaq maupun Rob sama-sama ditahan.

Britt berlari menghampiri ayahnya dan memeluknya dengan haru. Sistem Maddox perlahan mati, dan sebuah teks muncul di layar untuk menyatakan bahwa kasus Raven resmi ditutup.

 

Leave a Reply