Lewati ke konten

Sinopsis A Little Thing Called Love (2010)

Poster A Little Thing Called Love

Seorang gadis pemalu dan pendiam jatuh cinta pada kakak kelas yang populer di sekolah. Saat perlahan mulai berani keluar dari zona nyamannya, ia justru harus menghadapi berbagai masalah baru yang tak pernah ia bayangkan.

Detail Film
Share

Trailer

Full Sinopsis

Nam adalah siswi SMP yang pada awal cerita masih berusia sekitar 14 tahun. Ia mempunyai tiga sahabat dekat, yaitu Cheer, Gie, dan Nim, yang selalu bersamanya di sekolah. Nam diam-diam menyukai Shone, seorang kakak kelas yang populer, tampan, aktif bermain sepak bola, dan mempunyai hobi fotografi. Nam merasa dirinya tidak menarik dan tidak mempunyai peluang untuk mendapatkan perhatian Shone.

Nam dan ketiga sahabatnya kemudian menemukan buku yang mereka sebut “9 Resep Cinta”. Buku tersebut berisi berbagai langkah yang dipercaya dapat membantu seorang perempuan mendapatkan laki-laki yang disukainya. Nam memutuskan mengikuti langkah-langkah tersebut dengan bantuan Cheer, Gie, dan Nim. Salah satu langkahnya adalah mengubah penampilan agar terlihat lebih menarik di depan laki-laki yang disukai.

Nam mulai melakukan berbagai perubahan. Ia mengganti kacamata dengan lensa kontak, memasang kawat gigi, merawat kulitnya, dan mencoba mengubah gaya rambut serta pakaiannya. Teman-temannya membantu Nam menjalankan berbagai resep yang ada di buku tersebut. Perubahan itu berlangsung secara bertahap selama masa sekolahnya.

Baca juga: Abigail (2024)

Salah satu resep dalam buku tersebut mengharuskan Nam mendapatkan kancing baju milik laki-laki yang disukainya. Nam berusaha mendapatkan kancing milik Shone dan berhasil memperoleh sebuah kancing. Ia kemudian menyimpannya sebagai bagian dari benda-benda yang berkaitan dengan perasaannya kepada Shone. Baru menjelang akhir cerita terungkap bahwa kancing yang selama ini disimpan Nam ternyata bukan milik Shone, melainkan milik Top.

Nam juga berusaha mendapatkan perhatian Shone dengan berbagai cara. Ia pernah meninggalkan makanan untuknya, termasuk sebuah apel yang kemudian berkaitan dengan salah satu adegan dalam pertunjukan sekolah. Ketika Nam melihat apel tersebut telah digigit, ia mengira gigitan itu berasal dari orang lain yang berkaitan dengan peran Prince. Identitas orang yang menggigit apel tersebut baru mendapat penjelasan ketika isi album milik Shone kemudian terungkap.

Nam bergabung dalam kegiatan drama sekolah. Ia mendapatkan kesempatan memainkan Snow White. Ketika pemeran Prince tidak dapat tampil, Shone menggantikannya sebagai Prince. Nam akhirnya harus memainkan adegan bersama laki-laki yang selama ini ia sukai, membuatnya sangat gugup selama pertunjukan.

Dalam salah satu adegan drama, Nam sangat gugup ketika berada dekat Shone. Ia bahkan mendorong Shone ketika situasi tersebut membuatnya kehilangan kendali. Setelah pertunjukan selesai, Nam masih memikirkan berbagai kejadian yang berlangsung selama drama. Ia terus menganggap setiap benda atau kejadian kecil yang berkaitan dengan Shone sebagai sesuatu yang penting.

Nam kemudian mendapatkan kesempatan menjadi mayoret dalam kegiatan sekolah. Guru Inn memilihnya untuk memimpin kelompok drum dalam parade sekolah. Nam berlatih keras bersama teman-temannya dan akhirnya tampil dalam parade tersebut. Penampilannya membuat perubahan dirinya semakin terlihat dibandingkan ketika ia pertama kali masuk sekolah.

Nam kemudian semakin populer. Banyak siswa mulai memperhatikannya dan ia menerima perhatian dari siswa laki-laki. Namun perasaan Nam kepada Shone tetap menjadi hal utama yang ia simpan. Ia masih berharap bahwa suatu hari Shone akan menyadari perasaannya.

Pada Hari Valentine, Nam berharap mendapatkan bunga dari Shone. Shone akhirnya memberikan bunga mawar kepadanya. Namun ketika memberikan bunga tersebut, Shone mengatakan bahwa bunga itu berasal dari Top. Nam kemudian mengira bahwa bunga tersebut memang berkaitan dengan Top.

Top adalah sahabat dekat Shone. Ia kemudian menyatakan bahwa dirinya menyukai Nam. Nam terkejut dengan pengakuan tersebut. Top dan Shone mempunyai hubungan persahabatan yang sangat dekat dan pernah membuat janji mengenai perempuan yang mereka sukai.

Top mengatakan bahwa dirinya tidak ingin kehilangan Nam. Ia kemudian semakin dekat dengan Nam. Nam sendiri tidak mempunyai perasaan yang sama kepada Top karena sejak awal ia hanya menyukai Shone.

Hubungan Nam dan Top membuat keadaan menjadi semakin rumit. Top kemudian mencium Nam. Nam terkejut dengan tindakan tersebut dan hubungan mereka tidak berkembang menjadi hubungan yang benar-benar diinginkan Nam. Nam tetap memikirkan Shone.

Nam terus mengikuti berbagai kegiatan sekolah dan berusaha menjadi lebih baik. Ia juga tetap dekat dengan Cheer, Gie, dan Nim. Ketiga sahabatnya beberapa kali membantu Nam menghadapi persoalan mengenai Shone dan Top.

Shone tetap bermain sepak bola dan melakukan berbagai kegiatan bersama teman-temannya. Ia juga terus menggunakan kameranya untuk memotret berbagai hal. Nam sering memperhatikannya dari jauh. Namun Shone tidak pernah secara terbuka mengatakan bahwa ia menyukai Nam.

Menjelang akhir masa sekolah, Nam akhirnya memutuskan untuk mengatakan perasaannya kepada Shone. Ia sudah mengikuti berbagai resep dalam buku cinta dan mengalami banyak perubahan selama beberapa tahun. Kali ini ia tidak lagi hanya mencoba menarik perhatian Shone. Ia ingin menyampaikan perasaannya secara langsung.

Nam menemui Shone di dekat kolam renang. Ia membawa bunga dan bersiap mengatakan bahwa dirinya mencintai Shone. Namun sebelum Nam sempat menyelesaikan pernyataannya, ia melihat tulisan dengan spidol pada seragam Shone: “Pin <3 Shone.”

Tulisan tersebut membuat Nam mengetahui bahwa Shone dan Pin sudah mempunyai hubungan. Nam menjadi sangat sedih. Ia tetap berusaha menahan perasaannya dan mengatakan bahwa Shone dan Pin terlihat cocok.

Nam kemudian kehilangan keseimbangan dan tercebur ke kolam renang. Ia segera pergi dari tempat tersebut setelah kejadian itu. Nam kemudian bertemu dengan Pin dan memeluknya. Ia tidak mengetahui bahwa apa yang dilihatnya mengenai Shone dan Pin bukanlah gambaran lengkap mengenai perasaan Shone.

Shone kemudian pulang ke rumah. Ia harus pergi untuk mengikuti kesempatan yang berkaitan dengan sepak bola. Sebelum pergi, Shone masuk ke kamarnya dan melihat kembali berbagai benda yang selama ini ia simpan.

Di kamar Shone terdapat sebuah album atau scrapbook. Album tersebut berisi foto-foto Nam dari berbagai periode masa sekolahnya. Foto-foto itu tidak hanya memperlihatkan Nam setelah mengalami perubahan penampilan, tetapi juga memperlihatkan Nam ketika masih memakai kacamata dan berada pada masa awal sekolah.

Shone ternyata telah memotret Nam sejak lama. Ia menyimpan foto Nam ketika mengikuti drama, ketika menjadi mayoret, dan dalam berbagai kegiatan sekolah lainnya. Ia juga menyimpan berbagai benda kecil yang berkaitan dengan Nam.

Album tersebut kemudian menjawab beberapa misteri yang sebelumnya tidak diketahui Nam. Salah satunya adalah apel yang pernah digigit dalam adegan drama. Foto dan benda-benda yang disimpan Shone menunjukkan bahwa Shone-lah yang menggigit apel tersebut.

Album itu juga memperlihatkan berbagai momen ketika Shone memperhatikan Nam dari kejauhan. Nam selama ini mengira dirinya hanya berusaha mendapatkan perhatian Shone. Namun benda-benda yang disimpan Shone memperlihatkan bahwa Shone juga telah memperhatikan Nam selama bertahun-tahun.

Shone juga menyimpan bunga dan berbagai benda lain yang berkaitan dengan Nam. Termasuk di antaranya benda yang menunjukkan bahwa perhatian Nam kepadanya tidak pernah benar-benar diabaikan. Ia menyimpan benda-benda tersebut di kamarnya.

Mengenai bunga mawar, sebelumnya Shone mengatakan bahwa bunga tersebut berasal dari Top. Namun kemudian terungkap bahwa Shone sendiri mempunyai kaitan dengan bunga tersebut. Ia menanam dan merawat bunga yang akhirnya diberikan kepada Nam.

Shone juga mempunyai foto-foto yang memperlihatkan perkembangan Nam. Foto-foto tersebut menunjukkan Nam sejak masih menjadi gadis yang tidak percaya diri sampai berubah menjadi siswi yang lebih percaya diri. Shone mengikuti perubahan tersebut melalui kameranya.

Shone kemudian meninggalkan album tersebut untuk Nam. Ia pergi sebelum Nam mengetahui secara langsung apa yang sebenarnya ia rasakan. Nam kemudian menemukan album tersebut dan melihat seluruh foto serta benda yang disimpan Shone.

Isi album membuat Nam mengetahui bahwa Shone telah memperhatikannya sejak masa sekolah. Nam juga mengetahui bahwa berbagai kejadian kecil yang sebelumnya tidak ia pahami ternyata mempunyai kaitan dengan Shone. Namun pada saat itu Shone sudah pergi untuk mengejar kesempatan dalam karier sepak bolanya.

Nam kemudian meninggalkan Thailand dan pergi ke Amerika Serikat. Ia melanjutkan pendidikan dan kehidupannya di sana. Bertahun-tahun berlalu setelah perpisahannya dengan Shone. Selama waktu tersebut, Nam tetap membawa pengalaman cinta pertamanya sebagai bagian dari masa lalunya.

Sembilan tahun kemudian, Nam telah menjadi seorang perempuan dewasa dan bekerja sebagai desainer. Ia kembali ke Thailand karena mendapatkan kesempatan tampil dalam sebuah program televisi. Kepulangannya membuat Nam kembali ke lingkungan yang mengingatkannya pada masa sekolah.

Dalam acara tersebut, Nam mendapatkan kejutan. Shone muncul dalam program tersebut. Setelah sembilan tahun tidak bertemu, mereka akhirnya berdiri kembali di tempat yang sama. Shone kini telah menjadi fotografer dan menjalani kehidupannya sendiri.

Nam kemudian berbicara dengan Shone. Ia mengetahui bahwa Shone belum menikah. Ketika ditanya mengenai perempuan yang ia tunggu, Shone mengatakan bahwa ia masih menunggu seseorang yang akan datang dari Amerika Serikat.

Nam kemudian menyadari bahwa orang yang dimaksud Shone adalah dirinya. Setelah sembilan tahun, ia akhirnya mengetahui bahwa perasaannya kepada Shone dahulu tidak bertepuk sebelah tangan. Pertemuan mereka kembali menjadi penutup kisah cinta yang dimulai ketika Nam masih menjadi siswi SMP.

Tag Film

18 Tag

Komentar

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Komentar akan tampil setelah disetujui admin.

Belum ada komentar.

Smart Related

Rekomendasi Serupa

Lihat genre Comedy