Lewati ke konten

Sinopsis Evil Dead (2013)

Poster Evil Dead

Bertekad untuk lepas dari jeratan narkoba, Mia mengajak kakaknya, David, bersama kekasihnya, Natalie, serta dua sahabat mereka, Olivia dan Eric, ke kabin terpencil milik keluarga di tengah hutan demi menjalani proses pemulihan. Namun, niat baik tersebut berujung petaka ketika Eric menemukan sebuah Kitab Kematian (*Book of the Dead*) misterius dan tanpa sadar membacakan mantra di dalamnya. Tindakan itu membangkitkan iblis kuno yang haus darah. Teror brutal tanpa ampun pun tak terelakkan saat sang iblis mulai merasuki tubuh Mia dan memburu mereka satu per satu.

Detail Film
Share

Trailer

Full Sinopsis

Film dibuka dengan seorang perempuan muda yang berjalan sendirian di tengah hutan dalam kondisi berlumuran darah. Ia merasa ada seseorang yang mengikutinya, hingga akhirnya seorang pria menyergapnya dan memasukkan kepalanya ke dalam sebuah karung. Pria lain kemudian memukulnya dengan gagang kapak hingga perempuan itu kehilangan kesadaran.

Ketika sadar, perempuan tersebut sudah berada di sebuah ruang bawah tanah. Di sana terdapat seorang perempuan tua yang hanya berbicara dalam bahasa Welsh, serta beberapa orang lain yang tampak seperti korban luka bakar. Tidak lama kemudian, ayah perempuan itu datang menemuinya, dan ketika ia menanyakan keberadaan ibunya, sang ayah mengatakan bahwa dialah yang telah membunuh ibunya.

Perempuan tua itu mendesak sang ayah untuk segera membunuh putrinya. Dengan berat hati, pria tersebut menyiramkan bensin ke tubuh anaknya yang terus memohon agar tidak dibunuh. Namun sebelum korek api dinyalakan, perempuan itu tiba-tiba berkata bahwa ia akan memakan jiwa ayahnya, lalu matanya berubah menjadi kuning dan tubuhnya menunjukkan tanda-tanda kerasukan.

Menyadari bahwa putrinya sudah berubah menjadi sesuatu yang mengerikan, sang ayah mengangkat senapan. Ia mengatakan bahwa dirinya mencintai putrinya sebelum akhirnya menembak kepalanya hingga terlepas dari tubuh. Adegan tersebut menjadi gambaran awal bahwa ada kekuatan jahat yang mampu merasuki manusia dan mengubah mereka menjadi makhluk berbahaya.

Beberapa waktu kemudian, sebuah mobil melaju menuju sebuah kabin terpencil di tengah hutan. Di dalamnya terdapat David, kekasihnya Natalie, serta dua sahabat mereka, Olivia dan Eric. Mereka datang untuk menemui Mia, adik David, yang sudah lebih dahulu berada di kawasan tersebut.

David menemukan Mia sedang duduk di atas bangkai mobil tua Oldsmobile Delta 88 tahun 1973 sambil merokok dan menggambar. David mengatakan bahwa adiknya terlihat cantik, tetapi Mia menganggap kakaknya hanya sedang berbohong untuk membuatnya merasa lebih baik. Hubungan mereka sejak awal terasa sedikit canggung, seolah ada banyak masalah lama yang belum benar-benar selesai.

Ketika mereka memasuki kabin, Mia langsung mengeluhkan bau busuk yang sangat mengganggu. Tidak ada seorang pun yang merasakan bau tersebut sekuat dirinya. Dari percakapan mereka juga diketahui bahwa Mia masih sering mengenang ibunya, sedangkan David tampaknya tidak nyaman membicarakan perempuan tersebut karena hubungan keluarga mereka di masa lalu cukup bermasalah.

Tujuan utama mereka datang ke kabin ternyata adalah membantu Mia berhenti menggunakan narkoba. Mia sedang menjalani proses pemulihan dari kecanduan dan bermaksud menghentikan semuanya secara total. Di depan teman-temannya, ia mengambil sekantong narkoba berbentuk bubuk lalu membuang seluruh isinya ke dalam sumur sebagai tanda bahwa ia tidak ingin kembali menggunakannya.

Namun Olivia menjelaskan kepada David bahwa usaha seperti ini bukanlah yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, Mia hanya mampu bertahan sekitar delapan jam sebelum kembali menggunakan narkoba. Bahkan dalam percobaan sebelumnya ia sempat mengalami overdosis parah hingga secara medis dinyatakan meninggal sebelum akhirnya berhasil dihidupkan kembali.

Pada malam hari, Mia mulai menjerit dan mengalami gejala yang tampak seperti efek putus obat. Olivia memberinya obat penenang, tetapi Mia tetap mengeluhkan bau busuk yang tidak dirasakan oleh orang lain. Anjing mereka, Grandpa, kemudian mengendus bagian lantai kabin dan menemukan sebuah pintu menuju ruang bawah tanah yang tersembunyi di bawah karpet.

David dan Eric turun untuk memeriksa ruangan tersebut. Mereka menemukan lantai yang dipenuhi noda darah serta bangkai berbagai hewan yang telah membusuk dan tampaknya menjadi sumber bau menyengat. Di antara benda-benda mengerikan itu, mereka menemukan sebuah buku misterius yang dibungkus kawat dan plastik.

Keesokan harinya, Eric mulai membuka buku tersebut meskipun hampir seluruh bagiannya dipenuhi peringatan untuk tidak disentuh atau dibaca. Beberapa tulisan bahkan dengan jelas menyatakan agar siapa pun tidak mengucapkan, menulis, ataupun mendengarkan kata-kata tertentu yang terdapat di dalamnya. Rasa penasaran Eric justru membuatnya mencoba mengungkap tulisan yang telah disamarkan dengan menggunakan kertas dan pensil.

Eric akhirnya menemukan rangkaian kata tersembunyi dan mulai membacanya. Pada saat yang sama, Mia yang berada di luar mulai merasa sakit dan mendengar suara samar memanggil namanya. Ia kemudian melihat sosok misterius yang berdiri mengawasinya dari kejauhan.

Mia merasa ada sesuatu yang sangat tidak beres dan segera kembali ke kabin untuk mengambil barang-barangnya. Ia mengatakan tidak sanggup berada di tempat tersebut lebih lama lagi, lalu kabur melalui jendela dan mengambil mobil Eric. Saat mengemudi melewati hutan, sosok yang sama kembali muncul hingga membuat Mia kehilangan kendali dan mobilnya masuk ke sebuah rawa.

Setelah sadar, Mia berusaha keluar dari kendaraan dan melarikan diri. Sosok misterius itu bangkit dari rawa dan mengejarnya hingga Mia terjatuh ke semak berduri. Cabang dan ranting kemudian seperti hidup dan melilit tangan serta kakinya, membuatnya tidak mampu bergerak.

Di hadapannya kemudian muncul sosok mengerikan yang memiliki wajah menyerupai dirinya sendiri, tetapi dalam kondisi penuh darah dan rusak. Makhluk itu memuntahkan sesuatu berwarna hitam menyerupai cacing berduri yang bergerak naik melalui kaki Mia dan masuk ke dalam tubuhnya. David dan Olivia akhirnya mendengar teriakannya dan menemukan Mia dalam kondisi ketakutan.

Teman-temannya justru menganggap Mia mungkin sedang berhalusinasi atau mencoba menyakiti dirinya sendiri akibat proses putus obat. Ketika David mendatanginya di kamar, Mia bersikeras bahwa ada sesuatu yang berada di dalam ruangan bersama mereka. Namun David masih belum benar-benar mempercayainya.

Tidak lama kemudian, David melihat bercak darah di luar kabin dan mencari Grandpa. Ia menemukan anjing tersebut di sebuah lubang di bawah gudang peralatan. Ketika berhasil mengangkatnya keluar, Grandpa ternyata sudah mati dengan luka parah.

Di dekat tempat itu terdapat sebuah palu. David mulai menduga bahwa Mia mungkin telah membunuh anjing tersebut ketika sedang tidak sadar. Kecurigaan terhadap kondisi mental Mia semakin besar, padahal kejadian-kejadian aneh sebenarnya mulai menunjukkan bahwa penyebabnya bukan sekadar kecanduan narkoba.

David kembali ke kabin dan menemukan Mia berada di kamar mandi. Mia telah menaikkan suhu air hingga menjadi sangat panas dan membakar kulitnya sendiri. Teman-temannya berhasil menariknya keluar sebelum luka yang dialaminya menjadi lebih parah.

Pada saat yang sama, Eric memperhatikan salah satu halaman buku misterius. Di halaman tersebut terdapat gambar sosok manusia dengan tubuh terbakar, sangat mirip dengan apa yang baru saja dialami Mia. Untuk pertama kalinya, mulai terlihat hubungan antara isi buku dan kejadian mengerikan di sekitar mereka.

David mencoba membawa Mia menggunakan Jeep menuju rumah sakit karena kondisinya semakin buruk dan mulutnya mulai mengeluarkan busa. Namun jalan menuju luar hutan ternyata terendam banjir akibat cuaca buruk. Karena tidak ada jalur lain yang bisa dilalui, David terpaksa kembali ke kabin bersama Mia.

Olivia kembali memberikan obat penenang kepada Mia. Saat yang lain sedang berdebat tentang apa yang harus dilakukan, Mia tiba-tiba muncul di ruang utama sambil membawa senapan. Ia melepaskan tembakan di dekat David, lalu mulai berteriak dengan suara yang sama sekali berbeda.

Dengan suara kerasukan, Mia mengatakan bahwa mereka semua akan mati malam itu. Olivia mencoba merebut senapan, tetapi Mia menyerangnya, sementara kedua matanya berubah menjadi kuning. Mia kemudian memuntahkan darah ke arah Olivia sebelum akhirnya berhasil didorong masuk ke ruang bawah tanah dan dikunci oleh Eric.

Eric mulai yakin bahwa apa yang terjadi pada Mia berkaitan dengan buku yang mereka temukan di ruang bawah tanah. Sementara itu, Olivia berusaha membersihkan darah dan muntahan yang mengenai tubuhnya. Ketika melihat ke cermin, ia mendadak melihat gambaran dirinya sendiri dalam keadaan termutilasi.

Cermin tersebut kemudian pecah. Tubuh Olivia mendadak kaku dan matanya mulai bergerak tidak wajar, menandakan bahwa sesuatu telah mulai menguasainya. Di dekatnya, buku misterius terbuka pada halaman yang menampilkan gambar seseorang memegang pisau dengan kulit wajah yang telah terpotong.

Eric masuk ke kamar mandi dan menemukan Olivia sedang memotong kulit pipinya sendiri menggunakan pecahan kaca. Terkejut melihat pemandangan tersebut, Eric mundur dan tergelincir di atas potongan kulit yang jatuh ke lantai. Olivia kemudian menyerangnya dengan pecahan kaca dan menusukkan jarum ke wajahnya.

Eric berusaha membela diri dan berhasil mendorong Olivia menjauh. Ia memecahkan bagian toilet lalu menggunakan pecahannya untuk menghantam Olivia berulang kali sampai perempuan itu tewas. David dan Natalie datang tepat setelah pertarungan mengerikan tersebut berakhir.

David mencoba merawat luka-luka Eric. Eric akhirnya mengaku bahwa semua kejadian ini kemungkinan besar merupakan kesalahannya karena ia telah membaca mantra dari buku tersebut. Ia mulai memahami bahwa apa yang dilepaskannya bukanlah sesuatu yang bisa dihentikan dengan cara biasa.

Natalie kemudian mendapati pintu ruang bawah tanah terbuka. Dari bawah, Mia terdengar menangis dan meminta pertolongan seperti dirinya yang normal. Natalie hampir turun untuk membantunya, tetapi suara Mia tiba-tiba berubah menjadi berat dan mengancam.

Mia memperingatkan bahwa sosok jahat tersebut tidak akan berhenti sampai mendapatkan mereka semua. Ketika Natalie mencoba kabur, Mia menangkap dan menggigit tangannya. Natalie berusaha melawan menggunakan cutter, tetapi Mia berhasil merebutnya lalu membelah lidahnya sendiri sebelum mencium Natalie dan memaksa darah masuk ke mulutnya.

David akhirnya datang dan berhasil menarik Natalie keluar. Mereka menutup pintu ruang bawah tanah dan memakunya agar Mia tidak bisa keluar. Namun Natalie kini telah terkena darah Mia, sehingga ancaman kerasukan ikut mengincarnya.

Eric mencoba membakar buku tersebut, tetapi api tidak mampu menghancurkannya. Dari tulisan di dalam buku, ia mengetahui bahwa sebuah entitas jahat telah dilepaskan dan kini terikat pada jiwa Mia. Makhluk tersebut berusaha mengumpulkan sejumlah jiwa untuk membangkitkan sesuatu yang disebut Abomination.

Sementara itu, luka gigitan di tangan Natalie mulai terasa terbakar dan menyebar ke lengannya. Ia menyadari bahwa infeksi tersebut semakin memburuk dan melihat sebuah pisau elektrik di dekatnya. Meski Mia dari ruang bawah tanah menyuruhnya tidak melakukannya, Natalie memilih memotong lengannya sendiri untuk menghentikan penyebaran.

David dan Eric datang tepat ketika lengan Natalie terlepas. Eric kemudian menjelaskan bahwa menurut buku, hanya ada tiga cara untuk menghentikan kutukan yang menguasai Mia: menguburnya hidup-hidup, memotong tubuhnya, atau membakarnya hidup-hidup. David menolak melakukan semuanya karena masih percaya bahwa adiknya dapat diselamatkan.

Tidak lama kemudian Natalie muncul kembali dalam keadaan sudah kerasukan, dengan sejumlah paku tertancap di kepalanya. Ia membawa pistol paku dan menembaki Eric hingga beberapa paku menancap di tubuhnya. Natalie kemudian menyerang David menggunakan linggis ketika David berusaha mengambil senapan.

Eric membalas menggunakan pistol paku, tetapi Natalie tetap menyerangnya. Sebelum Natalie sempat memberikan pukulan terakhir, David menembak tangannya hingga hancur. Natalie seolah kembali menjadi dirinya sendiri untuk sesaat, mengeluhkan rasa sakit yang ia rasakan, lalu meninggal.

David akhirnya memutuskan bahwa satu-satunya jalan adalah membakar kabin bersama Mia di dalamnya. Ia menyiramkan bensin ke lantai dan bersiap menjatuhkan pemantik api. Namun Mia tiba-tiba berbicara dengan suara normal dan mulai menyanyikan lagu pengantar tidur yang dahulu sering dinyanyikan ibu mereka.

Mendengar lagu tersebut, David tidak sanggup membakar adiknya sendiri. Pada saat yang sama, petir menyambar sebuah pohon di luar hingga terbakar. David kemudian mendapatkan ide lain dan menyiapkan dua jarum suntik serta beberapa peralatan sebelum menggali sebuah lubang di luar kabin.

David masuk ke ruang bawah tanah untuk mengambil Mia. Mia menyerangnya menggunakan cutter dan berhasil menjatuhkannya, bahkan mencoba menenggelamkannya. Eric yang sudah terluka parah datang membantu David dan menghantam Mia, tetapi dirinya sendiri kembali terkena luka di bagian perut.

Setelah membantu David, kondisi Eric tidak dapat diselamatkan lagi. David menghampiri sahabatnya, tetapi Eric akhirnya meninggal akibat luka-luka yang dideritanya. David kini harus menghadapi Mia seorang diri.

David membawa Mia keluar dengan sebuah kantong menutupi kepalanya. Ia kemudian memasukkan adiknya ke dalam lubang dan mulai menguburnya hidup-hidup. Mia kembali berbicara menggunakan suara normal dan memohon agar David berhenti, tetapi David menganggap semuanya hanya tipuan dari makhluk yang menguasai tubuhnya.

Mia kemudian membicarakan ibu mereka dan mengungkap kembali perlakuan buruk yang mereka alami semasa hidupnya. Sang ibu terus-menerus menanyakan David yang tidak pernah berada di sana, sementara Mia harus terus mengatakan bahwa kakaknya akan kembali. Meskipun mendengar semuanya, David tetap menyelesaikan proses penguburan sampai tubuh Mia benar-benar tertutup tanah.

Setelah beberapa waktu berlalu dan hujan mulai berhenti, David menggali kembali tubuh Mia. Ia memasang dua jarum yang terhubung dengan aki mobil ke dada adiknya untuk mencoba menghidupkannya kembali. Usaha pertama tampaknya gagal dan David berjalan pergi dalam keadaan putus asa.

Namun beberapa saat kemudian Mia bangkit dan memanggil David. Kali ini ia benar-benar telah kembali menjadi dirinya sendiri, tanpa tanda-tanda kerasukan. David memeluk adiknya dengan lega karena rencananya berhasil memutus hubungan antara Mia dan entitas jahat tersebut.

David dan Mia kembali menuju kabin untuk mengambil kunci Jeep. Namun Eric ternyata telah bangkit dalam keadaan kerasukan dan tiba-tiba menusuk leher David. David yang terluka parah segera membawa Mia keluar dan mengunci pintu agar adiknya tetap berada di luar.

David mengambil senapan dan menembak wadah bensin yang sebelumnya telah disiapkannya. Kobaran api dengan cepat melahap seluruh kabin. David memilih tetap berada di dalam bersama Eric, mengorbankan dirinya agar makhluk tersebut tidak lagi mengejar Mia.

Mia kini sendirian di luar kabin. Tiba-tiba hujan berubah menjadi hujan darah, menandakan ritual yang dimulai dari pembacaan kitab masih belum benar-benar berakhir. Sebuah tangan kemudian muncul dari dalam tanah dan mencoba menangkapnya.

Makhluk yang bangkit tersebut adalah Abomination, entitas yang sebelumnya disebutkan dalam buku. Ia mengejar Mia, yang segera mengambil gergaji mesin dari gudang peralatan. Mia berusaha bersembunyi di bawah Jeep dan berhasil memotong kedua kaki Abomination, tetapi makhluk itu masih belum mati.

Abomination kemudian menjatuhkan Jeep hingga kendaraan tersebut menimpa lengan Mia. Tidak memiliki jalan lain untuk melarikan diri, Mia menarik tubuhnya sekuat tenaga hingga tangannya terputus. Meski kehilangan satu tangan, ia masih berusaha bangkit untuk menghadapi makhluk tersebut.

Ketika Abomination kembali mendekatinya, Mia memasukkan lengannya yang tersisa ke pegangan gergaji mesin dan menyalakannya. Ia menyerang makhluk tersebut sampai akhirnya berhasil membunuhnya. Tubuh Abomination kemudian tenggelam kembali ke dalam tanah.

Setelah Abomination hancur, hujan darah akhirnya berhenti dan matahari mulai muncul. Mia berjalan meninggalkan tempat tersebut dalam keadaan selamat dan sudah terbebas dari kutukan, tetapi kini benar-benar sendirian setelah kehilangan semua orang yang datang bersamanya.

Baca juga: Abigail (2024)

Di belakangnya, kabin terus terbakar. Buku terkutuk yang menjadi sumber semua kejadian ternyata masih berada di luar kabin dan tidak ikut musnah. Buku itu menutup dengan sendirinya, seolah hanya menunggu seseorang menemukannya kembali dan menjadi korban berikutnya.

Dalam adegan setelah kredit, Ash muncul secara singkat. Ia mengucapkan satu kata khasnya, “Groovy,” kemudian menoleh secara dramatis ke arah kamera. Kemunculannya menjadi referensi langsung kepada kisah Evil Dead sebelumnya sekaligus penutup singkat film.

Tag Film

18 Tag

Komentar

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Komentar akan tampil setelah disetujui admin.

Belum ada komentar.

Smart Related

Rekomendasi Serupa

Lihat genre Horror