Lewati ke konten

Sinopsis Insidious: The Red Door (2023)

Poster Insidious: The Red Door

Untuk mengakhiri teror yang selama ini menghantui mereka, Josh Lambert dan putranya, Dalton, yang kini sudah kuliah, harus kembali menjelajah The Further—jauh lebih dalam dari sebelumnya. Di sana, mereka akan berhadapan dengan masa lalu kelam keluarga Lambert serta berbagai teror baru yang jauh lebih mengerikan, tersembunyi di balik pintu merah.

Detail Film
Original:
Insidious: The Red Door
Negara:
Rating:
6.5/10
Share

Trailer

Full Sinopsis

Film dibuka dengan adegan yang melanjutkan akhir film kedua. Josh dan Dalton sedang menjalani proses penghapusan ingatan mengenai The Further agar mereka tidak lagi mengingat kemampuan astral projection maupun pengalaman mengerikan yang pernah mereka alami. Setelah proses tersebut selesai, waktu kemudian melompat sekitar satu dekade ke masa depan, ketika hubungan keluarga Lambert telah berubah drastis.

Josh dan Renai kini telah bercerai, meskipun mereka masih berusaha menjaga hubungan demi anak-anak mereka. Renai membawa Dalton, Foster, dan Kali menghadiri pemakaman Lorraine, ibu Josh, yang baru saja meninggal dunia. Dalam suasana duka tersebut, Renai meminta Josh untuk mengantar Dalton ke kampus beberapa hari kemudian karena Dalton akan segera memulai kehidupan kuliahnya.

Hubungan Josh dan Dalton sendiri sudah terasa sangat renggang. Dalton menyimpan banyak kemarahan terhadap ayahnya, sementara Josh juga merasa kesulitan berkomunikasi dengan putranya. Di tengah pemakaman, Josh melihat seorang pria yang terasa familiar dan kemudian menghampirinya.

Baca juga: Abigail (2024)

Pria tersebut memperkenalkan dirinya sebagai Carl dan mengatakan bahwa ia pernah mengenal Lorraine. Setelah percakapan singkat itu, Josh kembali menuju mobilnya dan dengan ragu mengirim pesan kepada Dalton untuk memastikan apakah putranya masih bersedia diantar olehnya ke kampus. Di belakang mobil Josh, tampak sosok samar berjalan mendekatinya, tetapi setelah Dalton membalas bahwa ia setuju, sosok tersebut tiba-tiba menghilang.

Beberapa hari kemudian, Josh mengantar Dalton ke sebuah kampus seni liberal. Di sana Dalton bertemu dengan teman sekamarnya, Chris Winslow, seorang perempuan yang namanya sempat membuat Dalton mengira bahwa ia akan mendapatkan teman sekamar laki-laki. Dalton mulai menata kamar dan memasang berbagai gambar serta karya seni yang dibuatnya.

Di antara gambar-gambar tersebut terdapat lukisan anggota keluarganya, termasuk Renai, Foster, dan Kali. Namun, tidak ada satu pun gambar yang menampilkan Josh. Hal tersebut secara tidak langsung menunjukkan betapa jauhnya hubungan Dalton dengan ayahnya.

Dalton kemudian mengungkapkan rasa kesalnya kepada Josh. Ia masih menyalahkan ayahnya atas berbagai masalah dalam keluarga mereka, sementara Josh merasa Dalton tidak menghargai semua yang telah dilakukannya sebagai seorang ayah. Keduanya saling melontarkan kata-kata kasar sebelum Josh akhirnya pergi.

Setelah Josh meninggalkan kamar, Dalton diam-diam menahan air mata. Di sisi lain, Josh juga melakukan hal yang sama setelah berada di dalam mobil. Meskipun keduanya tampak marah dan tidak mau mengakuinya, jelas bahwa mereka masih memiliki rasa sayang yang belum sepenuhnya hilang.

Dalton kemudian memulai kelas seninya bersama Profesor Armagan. Sang profesor memiliki gaya mengajar yang sangat keras dan kritis, bahkan tidak segan meminta seorang mahasiswa merobek karyanya karena dianggap terlalu sederhana. Ketika mahasiswa tersebut menolak, Armagan mengeluarkannya dari kelas.

Ketika tiba giliran Dalton, Armagan memperhatikan gambar yang dibuatnya tentang Lorraine. Ia mengatakan bahwa gambar tersebut sebenarnya indah, tetapi meminta Dalton untuk benar-benar menggali kenangan pribadinya dalam membuat karya berikutnya. Instruksi tersebut tanpa sengaja membuka kembali sesuatu yang selama ini terkubur dalam ingatan Dalton.

Dalton mulai menggambar menggunakan arang dan membuat sebuah pintu. Saat tangannya menyentuh gambar tersebut, muncul gambaran seperti tangan makhluk mengerikan yang mendorong dari balik pintu. Tangan Dalton bahkan terluka dan darahnya muncul pada gambar tersebut, seolah-olah sesuatu dari The Further sedang berusaha kembali masuk ke dunia nyata.

Di tempat lain, kejadian tersebut tampaknya juga memengaruhi Josh. Ingatan yang selama ini dikaburkan mulai muncul kembali dalam bentuk gangguan dan pengalaman paranormal. Tanpa disadari oleh keduanya, kemampuan astral projection mereka perlahan mulai aktif kembali.

Chris berusaha membuat Dalton merasa lebih nyaman di lingkungan barunya. Mereka mulai saling mengenal dan berbicara tentang masa lalu masing-masing. Dalton mengaku bahwa ia tidak memiliki ingatan yang jelas mengenai masa ketika dirinya berusia sekitar sepuluh tahun dan sejak saat itu ia selalu merasa takut terhadap kegelapan.

Karena ketakutan tersebut, Dalton masih tidur menggunakan lampu malam yang sangat terang. Ia sendiri tidak memahami mengapa dirinya begitu takut terhadap gelap, karena sebagian besar ingatannya mengenai masa tersebut telah dihapus. Namun, rasa takut itu ternyata berasal dari pengalaman mengerikan yang pernah ia alami di The Further.

Sementara itu, Josh pergi ke dokter untuk menjalani pemeriksaan MRI. Ketika berada di dalam mesin pemindai, Josh tiba-tiba merasa seperti kehilangan kesadaran. Lampu di ruangan terasa padam dan suasana berubah menjadi sangat sunyi.

Josh mulai panik dan memanggil bantuan. Dalam kondisi antara sadar dan tidak sadar, ia melihat sosok mengerikan seperti mayat atau iblis yang mengenakan pakaian rumah sakit sedang merangkak mendekatinya. Josh ketakutan, tetapi beberapa saat kemudian dokter menariknya keluar dari mesin.

Dokter menjelaskan bahwa Josh sebenarnya tertidur selama sekitar lima belas menit dan pemeriksaan berjalan normal. Namun, pengalaman tersebut membuat Josh semakin yakin bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan dirinya. Ia mulai mengalami gangguan yang tidak dapat dijelaskan, meskipun tidak mengingat hubungan gangguan tersebut dengan The Further.

Di kampus, Chris mengajak Dalton menghadiri sebuah pesta persaudaraan mahasiswa. Mereka kemudian menyelinap ke kamar salah satu anggota persaudaraan bernama Nick. Dalton tiba-tiba mengalami astral projection dan masuk ke The Further.

Di sana ia bertemu dengan roh seorang mahasiswa muda yang meninggal akibat kejadian hazing. Roh tersebut berada dalam kondisi mengerikan dan terus muntah ke dalam toilet, kemudian memohon kepada Dalton agar pintunya ditutup. Dalton berusaha bersembunyi ketika Nick masuk ke kamar untuk mengambil sesuatu.

Dalton kemudian bersembunyi di bawah tempat tidur Nick. Roh mahasiswa yang telah meninggal itu muncul kembali dan muntah ke tubuh Dalton, membuatnya panik. Chris datang mencari Dalton tepat sebelum Nick kembali, sehingga ia spontan mencium Dalton agar situasi terlihat seperti mereka sedang melakukan sesuatu yang romantis.

Nick kemudian melontarkan lelucon kasar kepada Chris. Chris langsung menendangnya dan bersama Dalton melarikan diri dari kamar tersebut. Meskipun kejadian itu tampak seperti kekacauan biasa di antara mahasiswa, pengalaman Dalton di The Further menunjukkan bahwa kemampuan lamanya telah benar-benar mulai muncul kembali.

Pada malam hari, Dalton kembali mengalami astral projection ketika tertidur. Ia masuk ke The Further dan kemudian muncul di kamar Chris, bahkan menggunakan keyboard milik Chris hingga membangunkannya. Chris menyadari bahwa Dalton berada di tempat tersebut meskipun tubuh fisiknya sedang tidur.

Dalton kemudian kembali ke tubuhnya dan mencoba menjelaskan kepada Chris mengenai penglihatan yang terus dialaminya. Chris mulai menyadari bahwa pengalaman Dalton bukan sekadar mimpi atau halusinasi. Karena penasaran, ia mencari informasi mengenai astral projection dan menemukan video lama milik Specs dan Tucker yang menjelaskan fenomena tersebut.

Baca juga: Passenger (2026)

Chris juga menemukan rekaman mengenai Elise Rainier. Nama dan wajah Elise terasa samar bagi Dalton, tetapi keberadaan perempuan tersebut seperti memicu sesuatu di dalam ingatannya. Perlahan, Dalton mulai menyadari bahwa dirinya pernah terlibat dalam sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang selama ini ia ingat.

Di rumah, Josh mencoba melakukan latihan untuk mengembalikan ingatannya. Ia menempelkan foto orang-orang yang penting dalam hidupnya di dinding dan berusaha mengingat kembali hubungan mereka. Namun, pikirannya masih terasa kabur dan beberapa bagian masa lalunya tetap tidak dapat ia akses.

Di luar rumah, sosok misterius yang sebelumnya terlihat di pemakaman kembali muncul. Sosok tersebut semakin mendekati rumah Josh dan akhirnya menerobos jendela. Josh diserang oleh sesuatu yang tidak dapat ia pahami, membuatnya semakin yakin bahwa gangguan supernatural kembali mengikutinya.

Setelah kejadian tersebut, Josh menemukan sebuah kotak tua bertuliskan nama Ben Burton. Ia membuka kotak tersebut dan menemukan informasi tentang seorang pasien rumah sakit jiwa yang akhirnya bunuh diri. Di dalamnya juga terdapat beberapa foto Lorraine.

Josh kemudian menyadari bahwa Ben Burton adalah ayah kandungnya yang selama ini tidak pernah ia kenal. Selama hidupnya, Josh selalu menganggap bahwa dirinya memiliki masalah karena ditinggalkan oleh ayahnya. Namun, informasi baru tersebut membuatnya mulai memahami bahwa Ben mungkin mengalami sesuatu yang jauh lebih mengerikan.

Di balik salah satu foto terdapat pesan yang berbunyi bahwa semuanya akan berakhir bersamanya. Josh menyimpulkan bahwa Ben sengaja mengakhiri hidupnya karena percaya tindakan tersebut dapat menghentikan garis keluarganya agar tidak lagi masuk ke The Further. Dengan demikian, bunuh dirinya mungkin merupakan usaha untuk melindungi keturunannya, bukan sekadar tindakan karena keputusasaan.

Sementara itu, Chris membantu Dalton kembali ke kamar Nick. Dalton ingin mencari roh mahasiswa yang meninggal karena hazing dan mencoba berkomunikasi dengannya. Mereka melakukan astral projection bersama, tetapi kali ini sesuatu yang jauh lebih berbahaya muncul di The Further.

Sebuah entitas yang lebih mengerikan menyerang Dalton ketika ia berada di The Further. Pada saat yang sama, Chris juga diserang di dunia nyata, seolah-olah makhluk tersebut dapat memengaruhi kedua dunia sekaligus. Nick akhirnya menemukan Chris dalam keadaan tidak sadar dan berhasil menyelamatkannya.

Setelah Chris dibawa ke ruang perawatan, ia mengatakan kepada Dalton bahwa dirinya tidak sanggup lagi membantunya. Pengalaman tersebut membuat Chris menyadari bahwa apa yang dialami Dalton bukan permainan atau petualangan biasa. Mereka sedang berhadapan dengan sesuatu yang benar-benar dapat membunuh mereka.

Josh kemudian mendatangi rumah Renai untuk membicarakan penemuan tentang ayahnya. Dalam percakapan tersebut, alasan sebenarnya di balik perceraian mereka mulai terungkap. Josh ternyata pernah dirasuki oleh salah satu entitas dari The Further dan menyerang Renai serta anak-anak mereka menggunakan palu.

Peristiwa tersebut meninggalkan trauma besar bagi keluarga mereka. Dalton bahkan pernah menggambarkan kejadian tersebut melalui lukisannya, dengan sosok Josh digambarkan seperti monster. Josh akhirnya menyadari bahwa selama ini ia bukan hanya kehilangan ingatan, tetapi juga menjadi ancaman bagi keluarganya ketika berada di bawah pengaruh The Further.

Josh mengatakan kepada Renai bahwa ia harus kembali ke The Further. Ia percaya bahwa selama ia tidak menghadapi sumber masalah tersebut, ancaman yang sama akan terus mengejar dirinya dan Dalton. Renai tentu merasa takut, tetapi ia juga memahami bahwa Josh mungkin harus menghadapi masa lalu tersebut untuk benar-benar membebaskan keluarganya.

Sementara itu, Dalton juga berada di The Further dan kembali mengalami ingatan tentang kejadian ketika Josh pernah mencoba menyerang keluarganya. Pada saat yang sama, salah satu entitas berhasil memengaruhi tubuh Dalton di dunia nyata. Tubuh Dalton kemudian digunakan untuk menyerang Chris lagi.

Di The Further, Josh akhirnya menemukan Dalton. Keduanya menyadari bahwa mereka sedang diburu oleh sosok Lipstick-Face, entitas yang telah menjadi bagian dari kehidupan mereka sejak masa lalu. Mereka mencoba melarikan diri bersama, tetapi situasi menjadi semakin berbahaya.

Dalton akhirnya berhasil kembali keluar dari The Further. Namun, Josh memilih untuk tetap tinggal karena merasa dirinya harus mengakhiri semua teror tersebut. Ia percaya bahwa jika ia berhasil menghadapi sumber ketakutan keluarganya, Dalton tidak perlu lagi menanggung beban yang sama.

Josh akhirnya sampai di depan pintu merah yang sebelumnya digambar Dalton. Di balik pintu tersebut, Lipstick-Face berusaha menerobos masuk dan mengejar mereka. Sementara itu, di dunia nyata, Dalton menggunakan kemampuan seninya untuk melukis kembali pintu tersebut.

Dalton kemudian mengecat dan menghapus pintu yang telah menjadi penghubung menuju The Further. Ketika gambar tersebut menghilang, pintu di dunia spiritual juga ikut lenyap dan Lipstick-Face terperangkap di baliknya. Dalton berhasil memutus jalur yang memungkinkan entitas tersebut terus mengejar mereka.

Setelah semuanya berakhir, Josh mendapatkan sebuah penglihatan tentang Ben. Untuk pertama kalinya, ia melihat ayahnya bukan sebagai sosok yang meninggalkannya, tetapi sebagai seseorang yang mungkin selama ini berusaha melindungi keluarganya dengan caranya sendiri. Ben tersenyum kepada Josh, dan Josh akhirnya mampu memaafkannya.

Josh kemudian terbangun di dunia nyata. Renai dan Foster berada di dekatnya dan terlihat sangat lega karena Josh akhirnya sadar dan selamat. Dalton dan Chris juga tetap bersama setelah semua kejadian tersebut berakhir.

Beberapa waktu kemudian, hubungan Josh dan Renai mulai membaik. Keduanya tampak sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk kembali bersama dan memperbaiki keluarga mereka. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, Josh terlihat lebih tenang dan tidak lagi sepenuhnya terperangkap oleh rasa bersalah serta ketakutan dari masa lalunya.

Sebelum pergi, Josh kembali mendapatkan sebuah penglihatan. Ia melihat Elise Rainier yang berbicara kepadanya dan memberikan kesan bahwa dirinya dan Dalton masih memiliki masa depan yang cerah. Kehadiran Elise menjadi semacam penegasan bahwa perjalanan mereka belum berakhir dalam kegelapan.

Baca juga: Iron Lung (2026)

Josh kemudian pergi ke kamar Dalton. Di sana ia melihat bahwa Dalton telah menambahkan sebuah lukisan baru yang menggambarkan momen ketika Josh membawa dirinya keluar dari The Further. Lukisan itu menjadi simbol bahwa Dalton akhirnya mulai menerima ayahnya sebagai bagian dari hidupnya.

Josh dan Dalton kemudian saling berhadapan tanpa banyak bicara. Setelah bertahun-tahun dipenuhi kemarahan, trauma, dan kesalahpahaman, keduanya akhirnya berpelukan erat. Hubungan ayah dan anak yang sempat hampir hancur perlahan mulai kembali pulih, menutup kisah mereka dengan harapan bahwa keluarga Lambert akhirnya dapat benar-benar meninggalkan The Further.

Tag Film

18 Tag

Komentar

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Komentar akan tampil setelah disetujui admin.

Belum ada komentar.

Smart Related

Rekomendasi Serupa

Lihat genre Horror