Lewati ke konten

Sinopsis Marry My Dead Body (2023)

Poster Marry My Dead Body

Setelah menemukan sebuah amplop misterius, kehidupan Ming-han, seorang polisi, tiba-tiba berubah menjadi aneh dan menyeramkan. Tanpa diduga, ia mendapati dirinya menikah dengan arwah seorang pria. Kini, keduanya harus bekerja sama untuk memecahkan sebuah kasus kejahatan, meski hubungan mereka jelas bukan seperti pasangan suami istri pada umumnya.

Detail Film
Original:
關於我和鬼變成家人的那件事
Negara:
Director:
Rating:
7.1/10
Share

Trailer

Full Sinopsis

Wu Ming-han adalah seorang polisi di Taiwan yang dikenal memiliki sikap keras, sembrono, dan sangat percaya diri. Ia juga mempunyai prasangka buruk terhadap homoseksualitas dan sering menunjukkan ketidaknyamanan ketika berhadapan dengan laki-laki gay. Dalam pekerjaannya, Ming-han lebih suka bertindak sendiri dan sering mengambil keputusan berdasarkan keberanian daripada kehati-hatian.

Ming-han sedang terlibat dalam penyelidikan kasus narkoba. Dalam sebuah operasi, ia berusaha menangkap seorang pengedar tetapi situasinya tidak berjalan sesuai rencana. Setelah kejadian tersebut, Ming-han kembali melakukan tugas-tugas kepolisian sambil tetap mengejar jaringan narkoba yang sedang mereka selidiki.

Suatu hari, ketika sedang menjalankan tugas, Ming-han menemukan sebuah amplop merah di jalan. Ia tidak mengetahui bahwa amplop tersebut merupakan bagian dari tradisi pernikahan hantu. Dalam tradisi tersebut, orang yang mengambil amplop merah dapat dianggap telah menerima ikatan pernikahan dengan seseorang yang sudah meninggal.

Baca juga: Abigail (2024)

Ming-han kemudian dibawa ke keluarga pemilik amplop tersebut. Ia baru mengetahui bahwa orang yang seharusnya menjadi pasangannya adalah seorang pria bernama Mao Pang-yu, yang biasa dipanggil Mao-Mao. Nenek Mao-Mao telah menyiapkan pernikahan hantu karena ingin memenuhi keinginan cucunya sebelum cucunya bereinkarnasi.

Ming-han langsung menolak. Ia tidak mau menikah dengan pria, terlebih lagi ia sama sekali tidak percaya bahwa dirinya harus mengikuti ritual semacam itu. Namun keluarga Mao-Mao menjelaskan bahwa jika ia menolak pernikahan tersebut, ia dapat mengalami nasib buruk.

Ming-han kemudian mengalami berbagai kejadian yang membuatnya semakin takut. Ia akhirnya terpaksa mengikuti upacara pernikahan hantu dengan Mao-Mao. Setelah ritual selesai, ia berharap semuanya berakhir dan dirinya dapat kembali menjalani kehidupan normal.

Namun malam itu Mao-Mao muncul sebagai hantu. Ming-han sangat ketakutan ketika menyadari bahwa pria yang dinikahinya secara ritual benar-benar masih berada di dunia sebagai roh. Mao-Mao kemudian menjelaskan bahwa ia masih mempunyai keinginan-keinginan yang belum terpenuhi.

Salah satu hal yang paling membuat Ming-han kesal adalah cara Mao-Mao memperlakukannya sebagai suami. Mao-Mao terus memanggil Ming-han sebagai “suami” atau “Lao Gong” dan menuntut Ming-han menjalankan perannya sebagai pasangan. Ming-han yang sangat tidak nyaman dengan hubungan homoseksual selalu berusaha menghindari panggilan tersebut dan enggan membalasnya.

Mao-Mao bahkan menggunakan keberadaan supernaturalnya untuk mengganggu Ming-han. Ia dapat muncul tiba-tiba, mengendalikan situasi tertentu, dan membuat Ming-han berada dalam keadaan yang memalukan. Bagi Ming-han, pernikahan hantu tersebut pada awalnya terasa seperti hukuman yang tidak pernah ia minta.

Ming-han kemudian mengetahui bahwa Mao-Mao tidak bisa begitu saja pergi. Ia masih mempunyai beberapa urusan yang belum selesai sebelum dapat bereinkarnasi. Karena ingin segera terbebas dari Mao-Mao, Ming-han akhirnya bersedia membantu menyelesaikan keinginan-keinginan tersebut.

Mao-Mao juga mempunyai seekor anjing kesayangan bernama Hsiao-mao. Anjing tersebut sangat penting bagi Mao-Mao dan menjadi bagian dari kehidupan yang ia tinggalkan setelah meninggal. Ming-han kemudian ikut berhubungan dengan anjing tersebut selama membantu menyelesaikan urusan Mao-Mao.

Mao-Mao juga dikenal sebagai seseorang yang sangat peduli terhadap lingkungan. Ia mempunyai idealisme kuat mengenai penyelamatan bumi, terutama mengenai pemanasan global dan nasib beruang kutub. Ia sering menuntut orang-orang di sekitarnya menggunakan barang yang dapat digunakan kembali dan tidak sembarangan menghasilkan sampah.

Sikap Mao-Mao tersebut sering membuat Ming-han kesal. Ming-han pada awalnya tidak terlalu peduli dengan masalah lingkungan dan terbiasa menjalani hidup secara sembarangan. Perbedaan karakter mereka menjadi salah satu sumber komedi dalam hubungan keduanya.

Salah satu urusan Mao-Mao berkaitan dengan hubungan masa lalunya. Sebelum meninggal, ia mempunyai pasangan laki-laki bernama Chia-hao. Mao-Mao masih mempunyai perasaan terhadap Chia-hao dan ingin menyelesaikan hubungan mereka yang terputus sebelum kematiannya.

Ming-han kemudian membantu Mao-Mao menemui Chia-hao. Ia pada awalnya menganggap Chia-hao sebagai orang yang tidak cukup berduka atas kematian Mao-Mao. Ming-han merasa bahwa seseorang yang pernah menjadi pasangan seharusnya menunjukkan kesedihan yang lebih besar.

Namun situasinya ternyata lebih rumit. Chia-hao sebenarnya pernah mempunyai hubungan dengan Mao-Mao, tetapi ia tidak bersedia melangkah ke pernikahan seperti yang diinginkan Mao-Mao. Ia memilih menjauh daripada harus menghadapi keinginan Mao-Mao secara langsung.

Mao-Mao terluka karena penolakan tersebut. Ming-han yang menyaksikan hubungan mereka mulai memahami bahwa masalahnya bukan karena Mao-Mao adalah seorang gay. Mao-Mao sama seperti orang lain yang ingin dicintai dan mendapatkan kepastian dari orang yang ia sayangi.

Ming-han juga semakin sering menghabiskan waktu bersama Mao-Mao. Walaupun ia masih menolak menyebut Mao-Mao sebagai suaminya, ia mulai terbiasa dengan keberadaan roh tersebut. Hubungan mereka perlahan berubah dari dua orang yang saling mengganggu menjadi dua orang yang saling membantu.

Ming-han kemudian mengetahui lebih banyak mengenai keluarga Mao-Mao. Ayah Mao-Mao mempunyai hubungan yang sulit dengan anaknya. Ia tidak menerima hubungan Mao-Mao dengan Chia-hao dan sering berselisih dengannya.

Mao-Mao merasa bahwa ayahnya tidak pernah benar-benar menerima dirinya. Karena itu, salah satu persoalan terbesar yang belum terselesaikan adalah hubungan antara Mao-Mao dan ayahnya. Ming-han mulai memahami bahwa Mao-Mao tidak hanya membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan masalah dengan mantan kekasihnya.

Pada saat yang sama, Ming-han terus menangani kasus narkoba. Penyelidikan tersebut kemudian berkaitan dengan kematian Mao-Mao. Mao-Mao meninggal karena menjadi korban tabrak lari, dan Ming-han mulai berusaha menemukan orang yang bertanggung jawab atas kematiannya.

Ming-han menemukan bahwa ada hubungan antara kasus tersebut dan jaringan narkoba yang sedang ia selidiki. Seorang pria bernama Lin Hsiao-yuan berada di sekitar lokasi ketika Mao-Mao meninggal. Bukti yang diperoleh polisi kemudian membuat Hsiao-yuan menjadi salah satu tersangka penting.

Ming-han juga bekerja bersama rekan polisinya, Lin Tzu-ching. Tzu-ching mempunyai kemampuan investigasi yang baik, tetapi hubungan mereka sering diwarnai persaingan. Ming-han pada awalnya tidak mengetahui bahwa Tzu-ching mempunyai kepentingan pribadi yang sangat kuat terhadap kasus narkoba tersebut.

Mao-Mao juga mencoba membantu penyelidikan. Sebagai hantu, ia dapat mengikuti orang-orang tanpa mudah diketahui. Ia memberikan informasi kepada Ming-han mengenai apa yang ia lihat dan dengar.

Dalam salah satu penyelidikan tersebut, Mao-Mao mendengar sesuatu yang membuatnya percaya bahwa ada pengkhianat di dalam kepolisian. Ia kemudian memberi tahu Ming-han bahwa seseorang dari pihak polisi bekerja sama dengan kelompok kriminal.

Mao-Mao mengira orang tersebut adalah Kapten Chang. Ming-han mempercayai informasi tersebut dan mulai mencurigai atasannya. Namun dugaan itu ternyata salah.

Orang yang sebenarnya menjadi informan adalah Lin Tzu-ching. Tzu-ching selama ini memberikan informasi kepada pihak kriminal dan membantu mereka menghindari operasi polisi. Ia mempunyai alasan pribadi karena ibunya meninggal akibat narkoba.

Tzu-ching telah lama menyimpan dendam terhadap jaringan narkoba yang menurutnya berkaitan dengan kematian ibunya. Ia menggunakan posisinya di kepolisian untuk mendapatkan akses kepada informasi operasi sekaligus mencari kesempatan mendapatkan keuntungan dari jaringan tersebut.

Sementara penyelidikan berlangsung, hubungan Ming-han dan Mao-Mao semakin dekat. Ming-han mulai melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan. Ia juga mulai memperhatikan kebiasaan Mao-Mao mengenai lingkungan, termasuk penggunaan barang yang bisa dipakai kembali.

Perubahan tersebut kemudian terlihat dalam kebiasaan Ming-han sendiri. Pria yang sebelumnya tidak terlalu memikirkan lingkungan mulai membawa botol minum atau termos sendiri. Benda sederhana tersebut menjadi salah satu tanda bahwa kebiasaan Mao-Mao telah memengaruhinya.

Ming-han juga semakin terbiasa mendengar Mao-Mao memanggilnya “Lao Gong”. Pada awalnya ia selalu merasa terganggu dan berusaha menyangkal status tersebut. Namun semakin dekat hubungan mereka, panggilan yang dahulu membuatnya marah justru menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya.

Ming-han akhirnya tidak lagi melihat Mao-Mao hanya sebagai hantu yang memaksanya menikah. Ia mulai menganggap Mao-Mao sebagai teman dan seseorang yang benar-benar penting baginya. Perubahan tersebut juga terlihat dari caranya memperlakukan Hsiao-mao.

Anjing kesayangan Mao-Mao tetap berada dalam kehidupan keluarga setelah Mao-Mao meninggal. Ming-han akhirnya ikut merawat Hsiao-mao dan kemudian mengambil tanggung jawab untuk menjaganya. Setelah Mao-Mao pergi, anjing tersebut menjadi salah satu peninggalan hidup yang menghubungkan Ming-han dengan orang yang telah menjadi bagian penting dalam hidupnya.

Di sisi lain, polisi akhirnya melakukan operasi terhadap jaringan narkoba. Mereka berusaha menangkap Hsiao-yuan sebelum ia melarikan diri. Namun informasi operasi tersebut bocor karena Tzu-ching masih bekerja sebagai informan.

Operasi berubah menjadi konfrontasi bersenjata. Ming-han dan Kapten Chang berusaha mengejar para tersangka. Tzu-ching kemudian mengungkapkan posisi sebenarnya dan berbalik melawan orang-orang yang sebelumnya ia bantu.

Dalam kekacauan tersebut, Ming-han menghadapi Hsiao-yuan. Ia akhirnya tertembak dan mengalami luka parah. Hsiao-yuan kemudian ditembak oleh Kapten Chang.

Ming-han harus segera dibawa ke rumah sakit. Namun perjalanan ambulans terhambat oleh kemacetan. Kondisinya memburuk dan waktu yang tersedia semakin sedikit.

Mao-Mao mengetahui bahwa Ming-han berada dalam bahaya. Ia menggunakan kekuatan supernaturalnya untuk membantu membuka jalan. Mao-Mao merasuki pengemudi kendaraan di jalan dan menggerakkan kendaraan mereka sehingga ambulans dapat melewati kemacetan.

Tindakan tersebut menghabiskan kekuatan Mao-Mao. Bentuk rohnya semakin lemah setiap kali ia menggunakan kekuatan tersebut. Namun ia terus membantu sampai ambulans akhirnya berhasil mencapai rumah sakit.

Ming-han berhasil diselamatkan. Namun Mao-Mao berada dalam kondisi yang semakin lemah. Ia tidak dapat terus berada di dunia orang hidup selamanya.

Ming-han kemudian membantu mempertemukan Mao-Mao dengan ayahnya. Hubungan ayah dan anak tersebut masih menyimpan banyak hal yang belum pernah mereka katakan. Mao-Mao selama ini merasa ayahnya menolak dirinya hanya karena ia menyukai laki-laki.

Ayah Mao-Mao akhirnya mengungkapkan bahwa masalahnya tidak sesederhana itu. Ia memang mempunyai prasangka terhadap hubungan sesama jenis, tetapi ada alasan lain mengapa ia tidak menyukai Chia-hao. Ia pernah melihat Chia-hao berselingkuh dengan pria lain.

Ayah Mao-Mao sebenarnya mengetahui bahwa Chia-hao bukan pasangan yang setia. Namun ia tidak mampu menyampaikan hal tersebut kepada Mao-Mao dengan cara yang membuat anaknya memahami maksudnya. Pertengkaran mereka akhirnya membuat hubungan ayah dan anak tersebut semakin buruk.

Mao-Mao kemudian mendengar ayahnya mengungkapkan perasaannya. Ayahnya meminta maaf karena selama ini tidak mampu mengatakan bahwa ia tetap mencintai anaknya. Ia juga mengakui bahwa dirinya menyesal karena tidak menyelesaikan persoalan tersebut ketika Mao-Mao masih hidup.

Mao-Mao akhirnya berdamai dengan ayahnya. Salah satu hal yang selama ini membuatnya belum dapat pergi adalah hubungan yang belum selesai dengan keluarganya. Setelah mendengar permintaan maaf tersebut, ia akhirnya dapat melepaskan keterikatannya dengan dunia orang hidup.

Mao-Mao mulai bersiap untuk bereinkarnasi. Ming-han mengetahui bahwa waktu mereka bersama hampir berakhir. Meskipun sebelumnya selalu mengeluh ketika Mao-Mao memanggilnya “Lao Gong”, kini Ming-han justru tidak ingin kehilangan suara yang selama ini selalu mengganggunya.

Mao-Mao akhirnya meninggalkan dunia orang hidup. Ming-han tidak dapat menahannya. Ia hanya bisa menerima bahwa pernikahan hantu yang awalnya dianggap sebagai kutukan justru telah menjadi hubungan yang mengubah kehidupannya.

Setelah Mao-Mao pergi, Ming-han tetap berhubungan dengan keluarga Mao-Mao. Ia juga tetap merawat Hsiao-mao, anjing yang ditinggalkan Mao-Mao. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa hubungan Ming-han dengan Mao-Mao tidak berhenti ketika Mao-Mao bereinkarnasi.

Ming-han juga berubah dalam kehidupan sehari-hari. Ia tidak lagi menunjukkan sikap yang sama seperti di awal cerita terhadap homoseksualitas. Ia telah mengalami sendiri bagaimana hubungan emosional dengan seseorang tidak ditentukan oleh jenis kelamin orang tersebut.

Kebiasaan Ming-han menggunakan botol minum atau termos sendiri juga menjadi pengingat terhadap Mao-Mao. Dulu ia menganggap tuntutan Mao-Mao mengenai barang daur ulang dan pemanasan global sebagai sesuatu yang merepotkan. Setelah Mao-Mao pergi, kebiasaan tersebut justru tetap ia lakukan.

Ming-han juga masih mengingat panggilan “Lao Gong” yang dahulu begitu ia benci. Kata tersebut pada awal cerita menjadi sumber lelucon karena Ming-han sangat enggan mengaku sebagai suami Mao-Mao. Setelah Mao-Mao tidak lagi berada di sana, panggilan itu justru menjadi bagian dari kenangan yang paling dekat dengannya.

Keluarga Mao-Mao akhirnya dapat melanjutkan hidup. Ayahnya telah berdamai dengan kenyataan bahwa anaknya telah pergi. Ming-han tetap menjadi bagian dari kehidupan mereka karena hubungan yang terbentuk selama masa pernikahan hantu tersebut.

Film menutup kisahnya dengan memperlihatkan bagaimana pengalaman bersama Mao-Mao benar-benar mengubah Ming-han. Ia yang dahulu keras, sembrono, dan penuh prasangka kini menjadi seseorang yang lebih peduli terhadap orang lain. Hsiao-mao tetap bersamanya, kebiasaan membawa botol sendiri masih dilakukannya, dan kenangan tentang Mao-Mao tetap menjadi bagian dari kehidupannya.

Pada akhirnya, pernikahan yang awalnya dianggap Ming-han sebagai kutukan justru menjadi hubungan yang paling mengubah dirinya. Mao-Mao berhasil menyelesaikan urusan yang membuatnya tertahan di dunia, termasuk hubungannya dengan ayahnya. Setelah bereinkarnasi, ia meninggalkan Ming-han, tetapi nilai-nilai, kebiasaan, dan kenangan yang mereka bagikan tetap hidup dalam diri Ming-han.

Tag Film

18 Tag

Komentar

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Komentar akan tampil setelah disetujui admin.

Belum ada komentar.

Smart Related

Rekomendasi Serupa

Lihat genre Comedy