Lewati ke konten
Poster Kang Solah from Kang Mak x Nenek Gayung

Sinopsis Kang Solah from Kang Mak x Nenek Gayung (2025)

Solah pulang ke kampung dan mendapati Dara, gadis yang dicintainya, akan menikah dengan adiknya, Iqbal. Namun, pernikahan mereka diteror Nenek Gayung. Solah dan teman-temannya harus menghadapi sang hantu demi menyelamatkan pernikahan tersebut.

Detail Film
Original:
Kang Solah from Kang Mak x Nenek Gayung
Negara:
Rating:
5.7/10
Writer:
Official Trailer Kang Solah from Kang Mak x Nenek Gayung

Full Sinopsis

Film dibuka dengan kehidupan Solah Vincenzio sebelum kepulangannya ke Desa Cisiliasari. Ketika masih kecil, Solah sebenarnya adalah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan bernama Ayu yang tinggal sederhana di sebuah gubuk di tengah hutan. Ayu kelak dikenal warga sebagai Nenek Gayung dan bekerja sebagai pemandi jenazah, tetapi hubungan darahnya dengan Solah tidak diketahui oleh masyarakat maupun Solah sendiri. Setelah Solah lahir, Yuyun Bonaparte mengambil bayi tersebut dan membawanya pulang bersama suaminya, Larto Vincenzio, lalu membesarkannya sebagai anak mereka.

Solah tumbuh dalam keluarga Yuyun dan Larto bersama Iqbal. Iqbal merupakan anak kandung Yuyun dan Larto, sehingga hubungan biologis Solah dan Iqbal berbeda: Solah adalah anak kandung Ayu, sedangkan Iqbal adalah anak kandung Yuyun dan Larto. Solah tetap tumbuh sebagai kakak Iqbal karena sejak bayi ia dibesarkan di dalam keluarga tersebut. Yuyun pada awalnya memperlakukan Solah sebagai anaknya, tetapi perlakuannya berubah setelah ia memiliki anak kandung sendiri, yaitu Iqbal.

Sejak kecil, Solah beberapa kali datang ke tempat tinggal Ayu di tengah hutan tanpa mengetahui bahwa perempuan tersebut adalah ibu kandungnya. Solah mengenal Ayu sebagai seorang nenek yang tinggal sendirian dan memanggilnya dengan sebutan Nenek. Ayu tetap memperhatikan Solah dari jauh meskipun Solah dibesarkan oleh keluarga Yuyun. Dalam salah satu kebiasaan masa kecil tersebut, Ayu memandikan Solah menggunakan gayung, sehingga kegiatan mandi dengan gayung menjadi bagian dari hubungan mereka yang tidak dipahami Solah pada saat itu.

Baca juga: Parasite (2019)

Ketika dewasa, Solah menjadi tentara dan harus meninggalkan kampung untuk menjalankan tugas. Sebelum berangkat, ia memiliki hubungan dengan Dara Gonzales, perempuan yang dicintainya dan yang menjadi calon istrinya. Solah meminta Iqbal untuk menjaga Dara selama dirinya pergi menjalankan tugas. Dara juga berjanji kepada Solah bahwa ia akan menunggunya sampai kembali dari medan perang.

Selama Solah berada jauh dari kampung, komunikasi antara dirinya dan Dara dilakukan melalui surat. Solah mengirimkan surat kepada Dara, sementara Dara juga mengirimkan surat kepada Solah. Namun, surat-surat tersebut tidak pernah sampai kepada keduanya karena Yuyun menyimpan surat yang dikirim Solah dan tidak memberikan surat Dara kepada Solah. Akibatnya, Solah tidak mengetahui perkembangan kehidupan Dara di kampung, sedangkan Dara juga tidak mengetahui keadaan sebenarnya tentang Solah.

Ketika kabar dari medan perang tidak kunjung datang, Yuyun menyatakan bahwa Solah telah gugur. Informasi tersebut disampaikan kepada orang-orang di kampung dan juga kepada Dara. Dara yang menerima kabar tersebut percaya bahwa Solah telah meninggal setelah menjalankan tugas sebagai tentara. Yuyun kemudian merestui hubungan Dara dengan Iqbal hingga keduanya dipersiapkan untuk menikah.

Dara sendiri sebenarnya tidak mencintai Iqbal seperti ia mencintai Solah. Hubungan antara keduanya berkembang setelah Dara menerima kabar bahwa Solah telah meninggal dan setelah komunikasi Dara dengan Solah diputus oleh Yuyun. Iqbal juga sebelumnya merupakan orang yang diminta Solah untuk menjaga Dara selama Solah pergi. Tanpa mengetahui bahwa Solah sebenarnya masih hidup, keduanya akhirnya berada dalam persiapan menuju pernikahan.

Sementara itu, Solah akhirnya kembali ke kampung. Ia tidak pulang sendirian karena Fajrul, Jaka, dan Supra ikut bersamanya. Solah membayangkan kepulangannya akan disambut oleh warga sebagai pahlawan setelah menyelesaikan tugas di medan perang. Namun, warga Desa Cisiliasari justru mengira Solah dan ketiga sahabatnya adalah orang yang sudah meninggal dan kembali sebagai hantu.

Sigit Luciano, kepala Desa Cisiliasari sekaligus teman masa kecil Solah, termasuk orang yang berhadapan dengan kepulangan tersebut. Sigit mengetahui kabar dan keadaan yang berkembang selama Solah berada di medan perang. Ia memberi tahu Solah mengenai perubahan yang terjadi di desa, termasuk keadaan Dara dan rencana pernikahannya dengan Iqbal. Kepulangan yang seharusnya menjadi momen bahagia bagi Solah akhirnya berubah menjadi kejutan ketika ia mengetahui bahwa Dara akan menikah dengan Iqbal.

Fajrul, Jaka, dan Supra yang ikut pulang bersama Solah juga menghadapi keadaan aneh di sekitar desa. Pada saat mereka berusaha mencari jalan menuju rumah Solah, mereka justru berulang kali kembali ke tempat yang sama. Mereka akhirnya menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak biasa di kawasan tersebut. Tidak jauh dari tempat mereka tersesat, mereka melihat sebuah rumah yang kemudian diketahui sebagai rumah Nenek Gayung.

Tidak lama setelah tiba di kampung, Solah sendiri bertemu dengan seorang perempuan bernama Ayu di kawasan hutan. Wajah Ayu terlihat pucat dan ia berusaha mendekati Solah untuk memandikannya. Solah belum mengetahui bahwa Ayu adalah Nenek Gayung yang sedang meneror warga desa. Setelah pertemuan tersebut, Ayu menghilang dan Solah masih menganggapnya sebagai perempuan tua yang bekerja sebagai pemandi jenazah.

Teror Nenek Gayung semakin sering muncul di Desa Cisiliasari. Sosok tersebut dikenal warga sebagai setan pemandi jenazah yang mencari korban untuk dimandikan. Kemunculannya tidak hanya membuat warga ketakutan, tetapi juga mengganggu rencana pernikahan Dara dan Iqbal. Pernikahan yang sudah dipersiapkan oleh keluarga akhirnya berada dalam ancaman karena Nenek Gayung terus muncul.

Yuyun berusaha mencari orang yang dapat menangani gangguan tersebut. Ia meminta bantuan Kang Mas Pusi sebagai penasihat spiritual keluarganya. Kang Mas Pusi ikut menghadapi persoalan Nenek Gayung, sementara Solah, Fajrul, Jaka, dan Supra juga berusaha menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Ancaman tersebut akhirnya menjadi persoalan yang harus mereka hadapi bersama.

Baca juga: Jumbo (2025)

Solah sebenarnya berada dalam posisi yang rumit karena meskipun terluka setelah mengetahui Dara akan menikah dengan Iqbal, ia tetap menganggap Iqbal sebagai saudaranya. Ia tidak meninggalkan Iqbal ketika ancaman Nenek Gayung semakin dekat. Solah justru ikut berusaha menyelamatkan Iqbal dari sosok tersebut. Bersama tiga sahabatnya, ia mencari keberadaan Iqbal ketika Nenek Gayung mulai membawanya ke tempat lain.

Yuyun kemudian meminta Solah menyelamatkan Iqbal. Solah mengikuti keberadaan Nenek Gayung sampai ke sebuah rumah tua di tengah hutan. Ia mengira dirinya akan menemukan Iqbal dan membawanya kembali ke desa. Namun, ketika sampai di tempat tersebut, justru Solah yang berada dalam kendali Nenek Gayung dan dibawa untuk dimandikan.

Saat Solah dimandikan, kejadian tersebut berkaitan dengan masa kecilnya. Cara Ayu memperlakukan Solah mengingatkan kembali pada saat ia masih kecil dan sering datang ke rumah perempuan tersebut. Solah akhirnya mengetahui bahwa perempuan yang selama ini ia kenal sebagai Nenek adalah Ayu, ibu yang melahirkannya. Kenyataan tersebut membuat Solah menangis karena ia baru mengetahui identitas sebenarnya dari perempuan yang selama ini berada di luar keluarganya.

Terungkap bahwa Yuyun mengambil Solah ketika masih bayi. Ayu tetap melihat pertumbuhan Solah dari jauh setelah anaknya dibawa oleh Yuyun. Solah sendiri tidak pernah mengetahui bahwa kunjungan-kunjungannya ke rumah Ayu ketika kecil sebenarnya merupakan pertemuan dengan ibu kandungnya. Hubungan tersebut baru diketahui Solah setelah Nenek Gayung membawanya ke rumah tua dan memandikannya.

Setelah mengetahui kenyataan tersebut, Solah berada di tengah konflik antara Ayu dan Yuyun. Warga desa sendiri telah mendapatkan gambaran bahwa Nenek Gayung adalah sosok yang mengancam keselamatan mereka. Yuyun memanfaatkan ketakutan warga terhadap Nenek Gayung dan menghasut Sigit agar rumah perempuan tersebut dibakar. Warga akhirnya bergerak menuju rumah Nenek Gayung dan berusaha membumihanguskannya.

Solah berhasil keluar dari rumah tersebut setelah Dara menemukannya. Dara berada di pihak Solah ketika keadaan di sekitar rumah Nenek Gayung semakin berbahaya. Solah dan Dara kemudian berusaha menjauh dari tempat tersebut. Pada saat yang sama, Yuyun yang telah memperlihatkan sisi jahatnya menghadapi Solah dan ketiga sahabatnya bersama Kang Mas Pusi.

Konfrontasi antara Solah, teman-temannya, Kang Mas Pusi, Yuyun, dan Nenek Gayung akhirnya terjadi. Yuyun yang sebelumnya mengendalikan keadaan menghadapi serangan dari Nenek Gayung. Nenek Gayung menyerang Yuyun dan membuatnya kalah. Setelah konflik tersebut selesai, keberadaan Nenek Gayung juga mencapai akhirnya setelah ia melindungi Solah dan menghadapi Yuyun.

Solah lalu memberitahu Dara, Fajrul, Jaka, dan Supra bahwa Nenek Gayung sebenarnya adalah ibu kandungnya. Ia menjelaskan bahwa perempuan tersebut adalah Ayu, perempuan yang dahulu tinggal di hutan dan yang pernah memandikannya ketika ia masih kecil. Solah selama ini tidak mengetahui bahwa Yuyun bukan ibu biologisnya. Kebenaran tersebut baru terbuka setelah pertemuan Solah dengan Nenek Gayung di rumah tua.

Namun, masih ada satu kenyataan yang belum diketahui Solah mengenai Dara. Sepanjang cerita, Dara terlihat berada di sisi Solah dan ikut membantunya menghadapi keadaan yang terjadi di desa. Baru menjelang akhir terungkap bahwa Dara sebenarnya sudah meninggal dunia. Sosok Dara yang masih berinteraksi dengan Solah merupakan keberadaan Dara setelah kematiannya dan berkaitan dengan tumbal yang dilakukan Yuyun bersama Iqbal.

Kematian Dara ternyata berhubungan dengan rencana Yuyun dan Iqbal. Dara telah menjadi tumbal dalam tindakan yang dilakukan keduanya, tetapi Solah tidak mengetahui keadaan tersebut ketika pertama kali kembali ke desa. Karena itu, Solah tetap mengira Dara masih hidup dan masih dapat kembali bersamanya. Pengungkapan tersebut baru terjadi setelah konflik dengan Yuyun dan Nenek Gayung mencapai akhir.

Dara akhirnya menepati janji yang pernah dibuatnya kepada Solah. Setelah seluruh persoalan terbuka, Dara meninggalkan Solah dan tidak lagi berada di dunia orang hidup. Solah harus menerima kenyataan bahwa perempuan yang dicintainya telah meninggal sebelum mereka dapat kembali hidup bersama. Keberadaan Dara berakhir setelah ia meninggalkan Solah dan dapat beristirahat dengan tenang.

Baca juga: Hoppers (2026)

Pada akhir cerita, Solah telah mengetahui dua kenyataan besar mengenai keluarganya. Ia mengetahui bahwa Ayu atau Nenek Gayung adalah ibu kandungnya, sedangkan Yuyun adalah perempuan yang mengambil dan membesarkannya sejak bayi. Ia juga mengetahui bahwa Iqbal adalah anak kandung Yuyun dan Larto, sehingga Iqbal bukan saudara kandung biologis Solah. Solah juga mengetahui bahwa Dara telah meninggal dan bahwa kematiannya berkaitan dengan tindakan Yuyun dan Iqbal.

Setelah Dara pergi, Solah tetap bersama Fajrul, Jaka, dan Supra. Keempat sahabat tersebut sebelumnya telah melalui perjalanan bersama sejak Solah pulang dari medan perang. Konflik di Desa Cisiliasari yang bermula dari kepulangan Solah, pernikahan Dara dan Iqbal, serta teror Nenek Gayung akhirnya mencapai titik akhir. Solah tetap berada bersama ketiga sahabatnya setelah semua rahasia mengenai keluarganya dan Dara terbongkar.

Suka dengan alur cerita ini?

Yuk traktir secangkir kopi untuk penulis agar makin semangat merangkum film lainnya!

Traktir Kopi

Diskusi

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Komentar akan ditinjau oleh admin sebelum ditampilkan.

Smart Related

Rekomendasi Serupa

Lihat genre Comedy