Sinopsis How to Make Millions Before Grandma Dies (2024)

M, seorang pemuda yang putus kuliah dan sedang terdesak masalah keuangan, tiba-tiba menawarkan diri untuk merawat neneknya yang sedang sakit parah. Awalnya, ia hanya berharap bisa mendapatkan warisan. Namun, selama merawat sang nenek, M mulai melihat hubungan mereka dari sudut pandang yang berbeda.
Detail Film
Trailer
Full Sinopsis
M adalah seorang pemuda yang telah berhenti kuliah dan lebih banyak menghabiskan waktunya bermain gim. Ia belum mempunyai pekerjaan tetap dan masih tinggal bersama ibunya, Sew. M mempunyai sepupu bernama Mui yang sebelumnya merawat kakek mereka sampai meninggal. Setelah mengetahui bahwa Mui memperoleh warisan karena telah menghabiskan banyak waktu bersama kakeknya, M mulai tertarik pada kemungkinan mendapatkan warisan dengan cara yang sama.
M kemudian bertanya kepada Mui mengenai cara mendapatkan warisan tersebut. Mui menjelaskan bahwa ia menghabiskan banyak waktu bersama kakeknya ketika anggota keluarga yang lain hanya datang sesekali. Dari percakapan itu, Mui memberikan pemahaman penting kepada M bahwa orang tua yang sudah lanjut usia tidak terutama membutuhkan uang dari anak-anak mereka, melainkan waktu. M kemudian mulai melihat kegiatan merawat anggota keluarga yang sudah tua sebagai sesuatu yang mungkin memberinya kesempatan mendapatkan harta.
Nenek M, yang dipanggil Amah, tinggal sendiri di rumahnya di Talat Phlu. Ia masih menjalankan kegiatan sehari-hari dan berjualan bubur. Amah mempunyai tiga anak, yaitu Sew, Kiang, dan Soei. M kemudian mengetahui bahwa Amah sedang sakit dan mulai menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya.
Amah suatu hari jatuh dan dibawa ke rumah sakit. Pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa ia menderita kanker kolorektal stadium lanjut. Dokter menjelaskan kondisi penyakitnya kepada keluarga dan memperkirakan bahwa waktu hidup Amah sudah terbatas. Anak-anak Amah kemudian memutuskan untuk tidak langsung memberitahukan diagnosis tersebut kepadanya.
M mengetahui mengenai penyakit Amah. Ia kemudian memberitahukan sendiri kepada Amah bahwa neneknya menderita kanker. Amah terkejut karena anak-anaknya menyembunyikan informasi tersebut. Ia kemudian mengetahui kondisi sebenarnya dan mulai menghadapi penyakitnya dengan caranya sendiri.
M memutuskan untuk tinggal bersama Amah. Pada awalnya, keputusan tersebut masih berkaitan dengan kemungkinan mendapatkan warisan. M mengetahui bahwa orang yang paling banyak menghabiskan waktu bersama orang yang sakit memiliki kemungkinan lebih besar mendapatkan harta peninggalan. Karena itu ia mulai membantu Amah dalam kehidupan sehari-hari.

M ikut membantu Amah berjualan bubur. Ia membantu menyiapkan berbagai keperluan dan menemani Amah menjalankan kegiatan sehari-hari. Mereka kemudian menghabiskan semakin banyak waktu bersama. M mulai mengetahui kebiasaan-kebiasaan Amah yang sebelumnya tidak pernah ia perhatikan.
M juga memasang iklan untuk menjual rumah Amah tanpa terlebih dahulu menyelesaikan persoalan tersebut bersama keluarganya. Ia melihat rumah tersebut sebagai salah satu harta yang mungkin akan menjadi bagian dari warisan. Ketika ada orang yang datang karena melihat iklan, Amah akhirnya mengetahui bahwa rumahnya sedang ditawarkan untuk dijual.
Amah menolak menjual rumah tersebut. Ia mengusir orang yang datang untuk melihat rumah. M berada dalam posisi sulit karena tindakannya diketahui oleh Amah. Setelah itu hubungan mereka tetap berlanjut dan M kembali membantu Amah dalam kegiatan sehari-hari.
Dalam sebuah pertemuan keluarga, Amah mengatakan bahwa M telah memberitahunya mengenai penyakit kanker. Anak-anaknya kemudian mulai menawarkan diri untuk merawatnya. M melihat bahwa perhatian mereka terhadap Amah meningkat setelah mengetahui bahwa kondisi kesehatan ibunya semakin buruk.
Kiang adalah anak Amah yang mempunyai kondisi ekonomi baik. Ia bekerja sebagai pialang saham dan mempunyai rumah sendiri. Kiang menawarkan agar Amah tinggal bersamanya. Ia juga menawarkan uang kepada M jika M tetap membantu merawat Amah.
Amah menolak pindah dari rumahnya. M kemudian tetap tinggal bersamanya. Mereka menjalani berbagai kegiatan bersama dan hubungan M dengan Amah semakin dekat.
M dan Amah kemudian pergi ke Wat Saket. M memperhatikan sepatu yang digunakan Amah dan melihat bahwa sepatu tersebut tidak nyaman. Ia kemudian membelikan sepatu baru untuk Amah. Mereka juga mengikuti kegiatan keagamaan dan melihat kartu-kartu doa.
M melihat bahwa Amah menggunakan doanya untuk mendoakan anak-anak dan keluarganya. M juga mengetahui lebih banyak mengenai kehidupan Amah dan hubungan Amah dengan anak-anaknya. Waktu yang dihabiskan M bersama Amah membuat hubungan keduanya semakin dekat.
Amah juga bercerita mengenai keinginannya setelah meninggal. Ia ingin mempunyai tempat pemakaman yang luas dan dapat digunakan keluarganya untuk datang mengunjunginya. Tanah yang diinginkannya mahal dan tidak mudah dibeli. Keinginan tersebut kemudian menjadi bagian penting dari cerita.
Sementara itu, Soei menghadapi masalah utang akibat perjudian. Ia mempunyai utang dalam jumlah besar kepada orang-orang yang menagih uang kepadanya. Karena terdesak, Soei mengambil uang milik Amah yang disimpannya di rumah. Jumlah uang yang diambil Soei adalah sekitar 200.000 baht.
Amah mengetahui bahwa uangnya telah diambil oleh Soei. Masalah utang Soei semakin berat karena jumlah utangnya jauh lebih besar daripada uang yang telah ia ambil. Soei kemudian berada dalam tekanan karena penagih utang terus mencarinya.
Amah akhirnya mengambil keputusan mengenai rumahnya. Ia memberikan rumah tersebut kepada Soei untuk dijual. Dengan menjual rumah itu, Soei dapat menggunakan hasilnya untuk menyelesaikan masalah utangnya. Keputusan Amah tersebut membuat M sangat kecewa karena ia sebelumnya mengira rumah itu mungkin akan menjadi miliknya.
M merasa bahwa seluruh waktu yang telah ia habiskan untuk merawat Amah tidak menghasilkan apa yang ia harapkan. Ia kecewa ketika mengetahui bahwa rumah tersebut justru diberikan kepada Soei. M kemudian pergi dari rumah Amah.
Sementara itu, Sew tetap merawat Amah tanpa meminta imbalan. M kemudian melihat perbedaan antara dirinya dan ibunya. Sew tidak merawat Amah karena mengharapkan harta, tetapi tetap datang karena Amah adalah ibunya.
Mui kembali berbicara dengan M mengenai orang-orang tua yang sedang mendekati akhir hidup mereka. Mui mengingatkan M bahwa yang paling berharga bagi seseorang dalam keadaan tersebut bukanlah uang atau hadiah, melainkan waktu yang diberikan oleh orang lain. Perkataan tersebut membuat M memikirkan kembali alasan dirinya selama ini berada di sisi Amah.

Soei kemudian menjual rumah Amah. Uang hasil penjualan digunakan untuk menghadapi masalah utangnya. Amah kemudian tidak lagi tinggal di rumah tersebut. Ia dipindahkan ke sebuah panti jompo.
Soei memberikan sejumlah uang kepada M sebagai imbalan karena M telah merawat Amah. M tidak mengambil uang tersebut. Ia kemudian menyadari bahwa Amah tetap membutuhkan seseorang yang benar-benar berada di sisinya.
M kembali menemui Amah. Ia membawa Amah keluar dari panti jompo dan kembali merawatnya. Kali ini M tetap berada bersama Amah meskipun rumah tersebut sudah bukan lagi bagian dari warisan yang akan diterimanya.
Kondisi Amah terus memburuk. M menghabiskan waktu bersamanya dan membantu memenuhi kebutuhannya. Sew juga tetap datang dan merawat ibunya. Anggota keluarga lainnya sesekali datang mengunjungi Amah.
M kemudian mulai benar-benar menggunakan waktunya untuk Amah. Ia tidak lagi hanya melakukan hal-hal yang berhubungan dengan kemungkinan mendapatkan warisan. Ia menemani Amah dalam kegiatan sehari-hari dan tetap berada di dekatnya ketika kondisi kesehatan Amah semakin buruk.
Amah kemudian berada dalam kondisi yang sangat lemah. M berada di sampingnya dan menyanyikan lagu untuknya. Lagu tersebut berkaitan dengan masa ketika M masih kecil dan Amah merawatnya. M kemudian menangis ketika melihat kondisi Amah.
Amah akhirnya meninggal dunia. Keluarga berkumpul dan mempersiapkan pemakamannya. M ikut membantu mengurus berbagai keperluan setelah kematian Amah.
Setelah itu M menemukan sebuah buku tabungan di antara barang-barang peninggalan Amah. Ia melihat bahwa buku tersebut berhubungan dengan rekening yang dibuat Amah untuk dirinya. M kemudian membawa buku tabungan tersebut ke bank untuk memeriksa isinya.
Di bank, M mencetak dan melihat riwayat transaksi rekening tersebut. Ia menemukan bahwa Amah telah melakukan setoran-setoran kecil secara rutin selama bertahun-tahun. Setoran tersebut berasal dari uang yang Amah sisihkan, termasuk dari hasil berjualan bubur.
Riwayat rekening itu menunjukkan bahwa Amah sudah menyisihkan uang untuk M sejak M masih kelas 1 SD. Setoran tersebut dilakukan secara bertahap dalam waktu yang panjang. M kemudian mengetahui bahwa Amah telah melakukan hal tersebut jauh sebelum dirinya datang merawat Amah ketika sakit.
M kemudian mengingat masa kecilnya. Ketika masih kecil, M pernah mendapatkan nilai bagus di sekolah. Amah merasa bangga dan membawanya membuka rekening. Pada saat itu M mengatakan bahwa ketika sudah mempunyai banyak uang, ia ingin membeli rumah baru untuk Amah.

M kecil mengatakan bahwa rumah Amah sudah tua dan ia ingin membelikannya rumah yang lebih baik. Amah kemudian terus menyimpan uang atas nama M. Setoran tersebut berlangsung selama bertahun-tahun sampai M dewasa.
M akhirnya mengetahui bahwa uang yang berada di rekening tersebut merupakan uang yang dikumpulkan Amah untuknya sejak kecil. Uang itu bukan pembayaran karena M merawat Amah ketika sakit. Uang tersebut sudah disiapkan Amah sejak jauh sebelumnya.
M kemudian menggunakan uang tersebut untuk membeli tanah pemakaman yang luas. Tanah itu sesuai dengan keinginan Amah yang sejak awal ingin mempunyai tempat pemakaman yang dapat didatangi keluarganya. Dengan demikian, keinginan Amah mengenai tempat peristirahatan terakhirnya dapat dipenuhi.
Jenazah Amah kemudian dibawa menuju tempat pemakaman. M ikut berada dalam perjalanan bersama peti jenazah Amah. Ketika kendaraan bergerak menuju tempat tersebut, M mengetuk bagian mobil jenazah dan peti sambil berbicara kepada Amah.
M mengatakan kepada Amah ke mana mereka sedang pergi. Ia memberitahukan tempat-tempat yang mereka lewati dalam perjalanan. Ketukan dan cara M berbicara kepada Amah mengingatkan pada kebiasaan yang pernah diajarkan Amah kepadanya ketika ia masih kecil, yaitu membantu agar seseorang tidak tersesat dalam perjalanan.
M terus mengetuk peti dan memandu perjalanan tersebut. Ia memberitahukan kepada Amah bahwa mereka hampir sampai. M kemudian mengatakan bahwa mereka sudah sampai di tempat yang diinginkan Amah.
Keluarga akhirnya tiba di tanah pemakaman yang dibeli M. Mereka membawa jenazah Amah ke tempat tersebut dan melaksanakan pemakaman. M dan anggota keluarga lainnya kemudian berada bersama di tempat yang selama ini diinginkan Amah.
Cerita berakhir setelah pemakaman Amah. M tidak mendapatkan rumah Amah sebagai warisan. Yang ia terima adalah uang yang sejak kecil telah dikumpulkan Amah untuknya, dan uang tersebut kemudian ia gunakan untuk memenuhi keinginan Amah mengenai tempat pemakaman.
Tag Film
18 TagKomentar
Komentar Pembaca
Tulis Komentar
Belum ada komentar.
Smart Related
Rekomendasi Serupa
Genre Drama
★ 5.7
My Dearest Assassin (2026)
Thailand • Action
Genre Drama
★ 7.2
Hunger (2023)
Thailand • Drama
Genre Drama
★ 5.4
The Great Flood (2025)
Korea • Adventure
Genre Drama
★ 7.1
Siksa Kubur (2024)
Indonesia • Drama
Genre Drama
★ 6.5
The Death of Robin Hood (2026)
US • Adventure
Genre Drama
★ 7.2
La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka... (2025)
Indonesia • Drama
Genre Drama
★ 7.2
Qodrat (2022)
Indonesia • Action
Genre Drama
★ 7
Roofman (2025)
US • Comedy
Genre Drama
★ 8.7
Michael (2026)
US • Drama
Genre Drama
★ 8.1
Hamnet (2025)
United Kingdom, US • Drama
Genre Drama
★ 7.2
Pearl (2022)
US • Drama
Genre Drama
★ 8.3
Jumbo (2025)
Indonesia • Animation