Lewati ke konten
Poster Janur Ireng

Sinopsis Janur Ireng (2025)

Janur Ireng: Sewu Dino the Prequel

Sabdo dan Intan hidup bahagia meski serba kekurangan. Namun, tragedi menimpa mereka ketika rumah orang tua mereka ludes terbakar. Saat kebingungan mencari tempat tinggal, mereka didatangi Arjo Kuncoro, seorang pria yang mengaku sebagai paman mereka, pedagang kaya yang hidup serba berkecukupan. Sabdo dan Intan kemudian dibawa ke rumah keluarga Kuncoro. Namun, di balik kebaikannya, Arjo ternyata memiliki rencana jahat untuk memanfaatkan mereka berdua.

Detail Film
Original:
Janur Ireng: Sewu Dino the Prequel
Negara:
Director:
Rating:
6.3/10
Official Trailer Janur Ireng

Full Sinopsis

Cerita berlangsung di Jawa Timur pada 1997 dan berpusat pada kakak beradik Sabdo Kuncoro dan Intan Kuncoro. Mereka hidup sederhana setelah ayah mereka, Kondoto Kuncoro, meninggal dunia. Sabdo bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan mereka, sedangkan Intan masih bersekolah dan mempunyai rencana untuk menyelesaikan SMA, melanjutkan kuliah, lalu mendapatkan pekerjaan yang baik.

Pada ulang tahun Sabdo, Intan memberikan sebuah jam tangan milik ayah mereka. Jam tersebut sebelumnya rusak, tetapi Intan menabung untuk memperbaikinya dan memberikan kembali kepada kakaknya sebagai hadiah. Erna datang menemui Intan dan memberikan buku pelajaran yang sebelumnya diminta. Erna juga berpamitan karena akan mengikuti perjalanan sekolah ke Yogyakarta, sementara Intan mengatakan bahwa ia tidak ikut karena Sabdo juga tidak pergi.

Setelah Erna pergi, Intan menggoda Sabdo mengenai kedekatannya dengan Erna. Sabdo membantah dan meminta Intan tidak mengatakan apa pun kepada Erna. Intan kemudian memberikan jam tangan tersebut kepada Sabdo dan mengatakan bahwa jam itu cocok dipakai untuk wawancara pekerjaan. Sabdo menerima hadiah tersebut sebelum mereka kembali menjalani kehidupan sehari-hari.

Malam itu terjadi kebakaran besar di rumah mereka. Sabdo dan Intan berusaha menyelamatkan diri sambil memanggil satu sama lain. Rumah peninggalan Kondoto akhirnya terbakar habis sehingga keduanya kehilangan tempat tinggal dan hampir seluruh barang yang mereka miliki.

Setelah kebakaran, seorang pria bernama Arjo Kuncoro datang menemui mereka. Arjo memperkenalkan dirinya sebagai kakak laki-laki Kondoto dan paman Sabdo serta Intan. Ia menunjukkan foto dirinya bersama Kondoto ketika mereka masih muda dan mengatakan bahwa ia sudah lama mencari keberadaan adiknya.

Arjo mengatakan bahwa ia baru mengetahui Kondoto telah meninggal sekitar tiga bulan sebelumnya. Ia menawarkan agar Sabdo dan Intan tinggal di rumah keluarga Kuncoro karena rumah tersebut mempunyai banyak kamar. Sabdo sempat mempertanyakan mengapa ayahnya tidak pernah menceritakan keberadaan Arjo dan mengapa keluarga Kuncoro tidak membantu ketika Kondoto sakit serta tidak mempunyai uang.

Intan mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui alasan Kondoto menyembunyikan hubungan tersebut. Karena rumah mereka telah terbakar dan mereka tidak mempunyai tempat tinggal, Sabdo dan Intan akhirnya menerima tawaran Arjo. Mereka dibawa ke rumah besar keluarga Kuncoro bersama Sugik, seorang pekerja yang mengabdi kepada Arjo.

Di rumah Kuncoro, Sabdo dan Intan bertemu Lasmini, istri Arjo. Lasmini menyambut mereka sebagai anak-anak Kondoto dan mengatakan bahwa mereka sekarang tidak sendirian lagi. Lina, salah seorang pekerja rumah, juga ditugaskan membantu Intan. Lasmini memberikan pakaian baru kepada Intan dan mengatakan bahwa kebutuhan sekolahnya akan dibantu.

Sabdo menjelaskan kepada Arjo bahwa sejak kedua orang tuanya meninggal, ia harus bekerja untuk menghidupi Intan. Ia mengambil berbagai pekerjaan, tetapi penghasilannya tidak tetap. Arjo mengatakan bahwa Sabdo tidak perlu lagi mengkhawatirkan uang dan pengeluaran karena keluarga Kuncoro akan memenuhi kebutuhan mereka.

Pada malam pertama, Intan merasa tidak nyaman berada di kamar barunya yang besar. Ia meminta Sabdo menemaninya karena takut tidur sendirian. Ketika berada di kamar, Intan tiba-tiba merasa kakinya ditarik sesuatu hingga jatuh ke lantai. Sabdo tidak melihat siapa pun dan menganggap Intan mungkin sedang bermimpi, tetapi akhirnya membiarkan adiknya tidur bersamanya.

Keesokan harinya Intan masih mengingat kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa rumah itu terasa menyeramkan, tetapi Sabdo meminta agar mereka mencoba menyesuaikan diri karena sekarang mereka tinggal di sana. Ketika sarapan, mereka melihat Lasmini dalam keadaan tidak sehat. Lasmini mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja dan meminta mereka tidak mengkhawatirkannya.

Sabdo kemudian dibangunkan dan diminta mengikuti Arjo untuk menjalankan sebuah ritual. Arjo mengatakan bahwa ritual tersebut diperlukan untuk melindungi Sabdo, Intan, dan keluarga Kuncoro. Sugik membawa seekor kambing hitam dan Arjo memerintahkan Sabdo menyembelihnya.

Sabdo ragu menjalankan perintah tersebut. Arjo mengatakan bahwa seluruh laki-laki keluarga Kuncoro harus berani dan meminta Sabdo menyelesaikan ritual. Setelah kambing disembelih, Arjo meminta Sabdo meminum darahnya. Sabdo awalnya menolak, tetapi akhirnya mengikuti perintah tersebut.

Setelah ritual selesai, Arjo menyatakan bahwa Sabdo mulai saat itu adalah Canguk Songo. Sabdo belum memahami sepenuhnya apa arti gelar tersebut. Arjo kemudian membawa Sabdo melihat perkebunan keluarga dan mengatakan bahwa tanah itu dahulu milik keluarga Kuncoro dan suatu hari akan kembali menjadi milik mereka.

Di perkebunan tersebut, Arjo bertemu Menur Arya. Arjo meminta Menur Arya menerima tawarannya dan berhenti mengikuti Karsa Atmojo. Menur Arya menolak karena tidak ingin hidup sebagai bawahan Arjo. Sabdo diberitahu bahwa Menur Arya dahulu bekerja untuk keluarga Kuncoro.

Arjo kemudian membawa Sabdo ke sebuah pertemuan dengan sejumlah keluarga berpengaruh. Di sana Sabdo bertemu Karsa Atmojo, Anggodo Prayogo, Pastika Gayatri, dan Lingga dari keluarga Codro. Sugik menjelaskan bahwa mereka merupakan bagian dari Tujuh Keluarga, yaitu keluarga-keluarga yang mempunyai kedudukan setara dengan Arjo dan menguasai banyak bisnis di daerah tersebut.

Setelah kembali ke rumah, Arjo kembali meminta Sabdo menjalankan ritual dengan kambing hitam. Sabdo melakukan apa yang diperintahkan, tetapi setelah ritual ia melihat sesuatu yang membuatnya ketakutan. Ia menemukan adanya makhluk gaib di rumah dan bertanya kepada Sugik mengenai keadaan sebenarnya. Sugik menenangkannya dan mengatakan bahwa keadaan sudah aman.

Intan semakin sering mengalami kejadian aneh. Lina menunjukkan tanda pada tubuhnya dan menjelaskan bahwa semua orang yang bekerja untuk keluarga Kuncoro mempunyai tanda tersebut sebagai bagian dari keluarga. Intan kemudian menemukan adanya ruangan tersembunyi di balik dinding. Di dalamnya terdapat tangga menuju bagian bawah rumah.

Intan mengatakan kepada Lina bahwa ia melihat Lasmini berada di tempat tersebut bersama makhluk besar bertanduk. Intan dan Sabdo memutuskan untuk meninggalkan rumah. Namun ketika mereka mencoba keluar, pintu depan ternyata terkunci.

Keadaan berubah ketika Intan tiba-tiba kerasukan. Ia menyerang Sabdo dan orang-orang di rumah sambil mengatakan bahwa semua anggota keluarga Kuncoro harus mati. Sugik dan para pekerja berusaha menahan Intan. Setelah Intan berhasil diamankan, Sabdo meminta agar adiknya tidak diperlakukan dengan kasar.

Intan akhirnya diikat karena terus berada dalam keadaan kerasukan. Sabdo berjanji bahwa setelah Intan sadar, ia akan membawa adiknya pergi dari rumah tersebut. Tidak lama setelah itu, Lasmini meninggal setelah tidak sanggup menahan penderitaan yang dialaminya.

Arjo mengatakan bahwa kematian Lasmini membuat keluarga membutuhkan Ranum baru. Ia membawa Sabdo ke ruangan bawah tanah dan menjelaskan bahwa Lasmini selama ini menjalankan tugas sebagai Ranum, yaitu pelindung keluarga Kuncoro dari serangan gaib. Menurut Arjo, Lasmini sudah menjadi lemah sehingga diperlukan perempuan lain dari keluarga Kuncoro untuk menggantikannya.

Arjo mengatakan bahwa perempuan yang dapat menggantikan Lasmini adalah Intan. Ia juga menjelaskan bahwa Canguk Songo merupakan sisi lain dari perlindungan keluarga tersebut. Jika Ranum berfungsi sebagai pelindung, Canguk Songo disebut sebagai senjata keluarga dan darah Canguk Songo dianggap mempunyai kekuatan besar.

Sabdo kemudian mengetahui bahwa Intan mengalami kerasukan akibat serangan dari entitas milik keluarga yang bermusuhan dengan Kuncoro. Arjo mengatakan bahwa mereka harus membalas pihak yang menyerang keluarga Kuncoro. Sabdo belum mengetahui bahwa dirinya sendiri telah digunakan dalam berbagai ritual yang dijalankan Arjo.

Sugik kemudian membawa Sabdo keluar dari rumah dan menemui Karsa. Di sana Sabdo mengetahui bahwa Sugik sebenarnya merupakan orang Karsa yang sengaja ditempatkan di rumah Arjo. Karsa menjelaskan bahwa Sugik ditugaskan untuk menjaga Sabdo dan Intan dari rencana Arjo.

Karsa mengungkap bahwa Arjo bermaksud menjadikan Intan sebagai Ranum. Untuk menjadi Ranum, Intan harus menikah dengan seseorang dari garis darah Kuncoro. Orang tersebut adalah Arjo sendiri. Karsa menjelaskan bahwa tradisi tersebut merupakan alasan Kondoto dahulu meninggalkan keluarga Kuncoro.

Karsa juga mengatakan bahwa Kondoto menolak tradisi keluarga tersebut dan tidak ingin anak-anaknya menjalani kehidupan yang sama. Setelah mengetahui Kondoto telah meninggal, Arjo ingin mengambil kembali Sabdo sebagai Canguk Songo dan Intan sebagai Ranum. Karsa kemudian mengungkap bahwa kebakaran rumah Sabdo dan Intan dilakukan Sugik atas perintah Arjo agar mereka tidak mempunyai pilihan selain tinggal di rumah Kuncoro.

Karsa memperlihatkan akibat lain dari konflik Arjo dengan keluarga-keluarga di sekitarnya. Menur Arya pernah menolak memberikan tanah yang dipercayakan kepadanya kepada Arjo. Setelah penolakan tersebut, Arjo menggunakan kekuatan gaib untuk menyerangnya hingga matanya dicungkil. Karsa menjelaskan bahwa serangan tersebut menggunakan kekuatan Sabdo sebagai Canguk Songo.

Karsa kemudian menjelaskan rencana Arjo terhadap Intan. Jika Intan menjadi Ranum, ia akan dipaksa melayani Bokolono, makhluk gaib yang menjadi peliharaan keluarga Kuncoro. Karsa mengatakan bahwa ada satu cara untuk menghentikan ritual tersebut, yaitu menggunakan santet kuno bernama Janur Ireng.

Janur Ireng disebut sebagai santet kuno dan sangat kuat yang hanya dapat dilakukan sekali seumur hidup. Karsa mengatakan bahwa Sabdo diperlukan untuk menjalankannya. Sabdo tidak tertarik dengan perselisihan antara Karsa dan Arjo dan hanya ingin menyelamatkan Intan.

Sabdo kembali ke rumah Kuncoro. Saat itu para pekerja sedang mempersiapkan upacara pernikahan. Sabdo mencari Intan dan menemukan adiknya sedang dirias sebagai calon pengantin. Ia menyadari bahwa Arjo benar-benar akan menikahi Intan sebagai bagian dari ritual Ranum.

Arjo menjelaskan kepada Sabdo bahwa dirinya akan mendapatkan penerus baru melalui darahnya dan rahim Intan. Ia juga mengatakan bahwa Lasmini sudah tidak sanggup menjalankan tugas sebagai Ranum sehingga Intan harus menggantikannya. Sabdo marah dan menolak rencana tersebut.

Sementara itu, Karsa, Codro, dan pihak lain mulai mempersiapkan Janur Ireng. Karsa mengatakan bahwa mereka harus segera menjalankan santet tersebut sebelum pernikahan Intan dan Arjo berlangsung. Namun ritual tersebut membutuhkan persetujuan dan keterlibatan sejumlah keluarga, sementara Anggodo akhirnya menarik diri.

Karsa mengetahui bahwa Janur Ireng akan berbalik apabila syaratnya tidak terpenuhi. Meski mengetahui risikonya, ia tetap memutuskan melanjutkan ritual karena ingin menghentikan Arjo. Dalam proses tersebut, darah digunakan sebagai bagian dari ritual dan niat diarahkan kepada Arjo Kuncoro serta para pengikutnya.

Di rumah Kuncoro, Arjo mengumumkan bahwa Intan akan menjadi Ranum baru keluarga. Sugik kemudian diperintahkan membantu Arjo dan orang-orang di rumah tersebut. Sementara itu, ritual Janur Ireng mulai mencapai puncaknya.

Ketika Janur Ireng aktif, suasana rumah berubah menjadi kacau. Sabdo mendengar teriakan Intan dan berusaha mencari adiknya. Sugik juga berada di dalam rumah dan berusaha membantu Intan ketika serangan gaib mulai terjadi.

Sabdo akhirnya menemukan Intan. Ia berusaha melepaskan adiknya dan membawa Intan keluar dari rumah. Di tengah kekacauan, Sabdo melihat berbagai serangan gaib terjadi terhadap orang-orang yang berada di rumah Kuncoro.

Sabdo berhasil membawa Intan keluar dari bagian rumah tersebut. Intan sudah mengalami dampak dari Janur Ireng dan kondisinya terus memburuk. Sabdo berusaha menenangkan adiknya dan mengatakan bahwa ia tidak akan membiarkan Intan mati.

Intan mengatakan bahwa ia tidak ingin mati. Sabdo terus memeluk dan membawanya menjauh dari rumah. Pada saat itu Sabdo bertanya mengapa Intan juga terkena Janur Ireng.

Kepada Sabdo dijelaskan bahwa Janur Ireng memengaruhi seluruh keluarga Kuncoro kecuali Canguk Songo. Karena Sabdo adalah Canguk Songo, tubuhnya tidak terkena kutukan tersebut dengan cara yang sama seperti anggota keluarga Kuncoro lainnya. Intan tetap terkena serangan karena ia merupakan bagian dari garis keluarga Kuncoro.

Sabdo kemudian melihat sosok yang sebelumnya pernah dilihat Intan. Sosok tersebut adalah Sengarturih, makhluk gaib yang menjadi peliharaan keluarga Atmojo. Sengarturih mengatakan bahwa ia adalah pelayan gaib keluarga tersebut dan mengakui bahwa ia dikirim untuk merasuki Intan.

Sabdo berusaha mempertahankan Intan ketika kondisi adiknya semakin parah. Intan meminta bantuan dan Sabdo terus memanggil namanya. Intan akhirnya meninggal dalam pelukan Sabdo.

Setelah Intan meninggal, Sabdo berhadapan dengan pihak yang berada di balik serangan tersebut. Ia mengetahui bahwa kematian Intan merupakan bagian dari rangkaian kejadian yang dimulai sejak mereka dibawa ke rumah Kuncoro. Sabdo mengalami luka dan berada dalam keadaan terpukul setelah kehilangan adiknya.

Erna kemudian datang menemui Sabdo. Sabdo mengatakan bahwa Intan telah meninggal. Erna mengatakan bahwa ia mengetahui keadaan tersebut dan meminta Sabdo tidak khawatir.

Erna lalu mengatakan kepada Sabdo bahwa ia akan mendapatkan kesempatan untuk membalas dendam. Ia secara langsung mengatakan bahwa dirinya akan mengajarkan Sabdo cara menguasai Sewu Dino. Adegan tersebut menjadi penghubung menuju konflik berikutnya antara Sabdo dan keluarga Atmojo.

Cerita berakhir dengan munculnya hubungan langsung menuju Sewu Dino. Sabdo masih hidup setelah kematian Intan, sementara konflik antara keluarga Kuncoro dan keluarga Atmojo belum berakhir. Pada bagian terakhir, nama Atmojo kembali muncul dan kisah Sabdo berlanjut menuju peristiwa santet Sewu Dino.

Suka dengan alur cerita ini?

Yuk traktir secangkir kopi untuk penulis agar makin semangat merangkum film lainnya!

Traktir Kopi

Diskusi

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Komentar akan ditinjau oleh admin sebelum ditampilkan.

Smart Related

Rekomendasi Serupa

Lihat genre Horror