Sinopsis I Saw the Devil (2010)

Kyung-chul adalah seorang psikopat berbahaya yang membunuh hanya untuk memuaskan kesenangannya. Setelah mengetahui aksi brutalnya, Soo-hyeon, seorang agen rahasia, memutuskan untuk memburu pembunuh tersebut sendirian. Didorong oleh rasa dendam, Soo-hyeon bertekad membuat Kyung-chul membayar semua kejahatannya. Namun, dalam perburuan yang semakin brutal, ia mulai menyadari bahwa untuk mengalahkan monster seperti Kyung-chul, ia mungkin harus berubah menjadi monster yang tak kalah mengerikan.
Detail Film
Trailer
Full Sinopsis
Pada suatu malam yang bersalju, Joo-yeon sedang berada di dalam mobilnya ketika kendaraannya mengalami masalah di sebuah jalan yang sepi. Joo-yeon adalah putri seorang pensiunan kepala polisi dan merupakan tunangan Soo-hyun, seorang agen National Intelligence Service. Ia kemudian menghubungi Soo-hyun melalui telepon sambil menunggu mobil derek datang. Joo-yeon juga sedang hamil pada saat itu.
Tidak lama kemudian, sebuah van berwarna kuning berhenti di dekat mobil Joo-yeon. Seorang pria bernama Kyung-chul turun dari kendaraan dan mendekati Joo-yeon. Ia mengatakan bahwa dirinya dapat membantu memperbaiki mobil tersebut, tetapi Joo-yeon menolak dan mengatakan bahwa ia sedang menunggu mobil derek. Soo-hyun yang masih berbicara dengannya melalui telepon juga meminta Joo-yeon tetap berada di dalam mobil dan menunggu bantuan datang.
Soo-hyun kemudian menerima panggilan yang berhubungan dengan pekerjaannya sehingga percakapannya dengan Joo-yeon harus diakhiri. Setelah telepon ditutup, Joo-yeon tetap berada di dalam mobil dan menaikkan kaca jendelanya ketika Kyung-chul kembali mendekat. Kyung-chul kemudian mengambil sebuah palu besar dan menghantam kaca mobil tersebut. Ia memukul Joo-yeon hingga tidak sadarkan diri.
Kyung-chul membawa Joo-yeon ke rumahnya. Di sana ia membunuh perempuan tersebut dan memutilasi tubuhnya. Ketika sedang menangani tubuh Joo-yeon, cincin milik perempuan itu terlepas dan jatuh ke saluran pembuangan di lantai tanpa disadari Kyung-chul. Setelah itu, Kyung-chul membawa bagian-bagian tubuh Joo-yeon dan membuangnya ke sungai.
Beberapa hari kemudian, anak-anak yang bermain di dekat sungai menemukan sebuah bagian tubuh manusia yang berada di dalam kantong plastik. Polisi datang ke lokasi dan melakukan pencarian di sekitar sungai. Bagian tubuh lainnya ditemukan selama pencarian, termasuk kepala Joo-yeon. Penemuan tersebut kemudian mengarah pada penyelidikan pembunuhan yang melibatkan ayah Joo-yeon sebagai salah satu petugas yang membantu penyelidikan.
Soo-hyun datang ke lokasi setelah mengetahui bahwa Joo-yeon telah ditemukan tewas. Ia melihat sendiri kondisi jenazah tunangannya. Soo-hyun kemudian mengambil cuti dari pekerjaannya. Atasannya mengira bahwa Soo-hyun sedang mengambil waktu untuk menghadapi kematian tunangannya, tetapi Soo-hyun sebenarnya mempunyai rencana lain.
Soo-hyun berniat mencari sendiri orang yang membunuh Joo-yeon. Ia tidak menunggu penyelidikan polisi selesai. Ayah Joo-yeon kemudian memberikan informasi mengenai empat orang yang masuk dalam daftar tersangka penyelidikan. Soo-hyun menggunakan informasi tersebut untuk mencari mereka satu per satu.
Pada pemakaman Joo-yeon, Soo-hyun berdiri di hadapan jenazah tunangannya. Ia meminta maaf karena tidak berada di sana ketika Joo-yeon membutuhkan pertolongan. Soo-hyun kemudian berjanji akan memberikan penderitaan yang jauh lebih besar kepada orang yang telah membunuh Joo-yeon. Dalam salah satu uraian adegan tersebut, ia menyebut penderitaan seribu kali lebih buruk dari apa yang telah dialami Joo-yeon.
Soo-hyun kemudian mulai mendatangi para tersangka. Ia menemukan dua orang pertama dan melakukan pemeriksaan sendiri terhadap mereka. Ia menggunakan kekerasan untuk memaksa mereka memberikan informasi dan memastikan apakah salah satu dari mereka adalah pembunuh Joo-yeon. Setelah memeriksa keduanya, Soo-hyun mengetahui bahwa mereka bukan orang yang dicari.
Salah satu dari kedua pria tersebut kemudian menyerahkan diri kepada polisi. Ia mengaku telah membunuh beberapa siswi sekolah dan mengatakan bahwa dirinya takut Soo-hyun akan kembali mendatanginya. Polisi kemudian menangani pria tersebut dan membawanya ke rumah sakit. Peristiwa itu sekaligus menunjukkan bahwa orang-orang dalam daftar tersangka memang memiliki keterlibatan dalam kejahatan lain, meskipun bukan pembunuh Joo-yeon.
Soo-hyun kemudian mendatangi rumah tersangka ketiga, Kyung-chul. Ia melakukan pencarian di dalam rumah tersebut dan menemukan cincin Joo-yeon yang sebelumnya jatuh ke saluran pembuangan ketika Kyung-chul memutilasi korban. Penemuan cincin tersebut memastikan hubungan antara Kyung-chul dan Joo-yeon. Soo-hyun akhirnya mengetahui bahwa Kyung-chul adalah orang yang membunuh tunangannya.
Soo-hyun tidak langsung menyerahkan Kyung-chul kepada polisi. Ia justru mulai mengikuti pergerakannya sendiri. Kyung-chul tetap menjalankan kehidupannya dan kembali mencari korban. Ia kemudian membawa seorang siswi sekolah ke tempatnya dan mulai melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan tersebut.
Soo-hyun datang sebelum Kyung-chul menyelesaikan aksinya. Ia menyerang Kyung-chul dan menghajarnya hingga tidak berdaya. Namun Soo-hyun tidak membunuhnya. Ia memasukkan sebuah alat pelacak ke tubuh Kyung-chul sehingga pergerakannya dapat dipantau dan percakapannya dapat didengarkan. Soo-hyun juga menyebabkan cedera serius pada lengan kiri Kyung-chul sebelum meninggalkannya dalam keadaan terluka.
Kyung-chul akhirnya sadar dan meninggalkan tempat tersebut. Dalam keadaan terluka, ia berjalan di pinggir jalan hingga sebuah taksi berhenti dan menawarkan tumpangan. Di dalam kendaraan tersebut sudah terdapat seorang pria lain. Kyung-chul kemudian memperhatikan tanda pengenal taksi dan foto pemilik kendaraan, lalu menyadari bahwa pria yang mengemudikan taksi bukan pemilik sebenarnya.
Kyung-chul menyadari bahwa kendaraan tersebut telah dibajak dan orang-orang di dalamnya mempunyai niat buruk terhadap dirinya. Sebelum mereka sempat menyerang, Kyung-chul lebih dahulu menyerang mereka. Ia membunuh kedua pria tersebut. Setelah itu ia memeriksa bagasi taksi dan menemukan tubuh pengemudi taksi yang sebenarnya serta sebuah tas berisi pakaian bersih.
Kyung-chul kemudian meninggalkan tubuh para pria tersebut di pinggir jalan. Ia mengambil pakaian dari kendaraan dan membersihkan dirinya di sebuah sungai. Setelah itu ia kembali menggunakan taksi tersebut dan melanjutkan perjalanan. Ia kemudian pergi ke sebuah klinik untuk mendapatkan perawatan atas luka-luka yang dideritanya akibat serangan Soo-hyun.
Setelah mendapatkan perawatan di klinik, Kyung-chul kembali melakukan kekerasan. Ia menyerang seorang perawat bernama Han Song-yi. Soo-hyun mengetahui keberadaan Kyung-chul melalui alat pelacak dan datang ke tempat tersebut. Ia kembali menyerang Kyung-chul, membuatnya tidak berdaya, kemudian menyayat tendon Achilles pada kakinya.
Soo-hyun sekali lagi meninggalkan Kyung-chul dalam keadaan hidup. Kyung-chul harus bergerak dengan luka yang semakin parah. Setelah itu ia pergi menemui seorang temannya bernama Tae-joo. Tae-joo adalah seorang pembunuh yang juga melakukan kanibalisme dan tinggal bersama kekasihnya, Se-jung.
Kyung-chul menceritakan kepada Tae-joo bahwa seseorang terus mengejar dan menyerangnya. Ia tidak mengetahui identitas orang tersebut dan tidak mengerti mengapa orang itu selalu membiarkannya hidup setelah menyiksanya. Tae-joo kemudian mengatakan bahwa orang yang mengejar Kyung-chul kemungkinan mempunyai hubungan dengan salah satu korban yang pernah dibunuhnya.
Kyung-chul mulai mengingat kembali kejadian-kejadian sebelumnya. Ia kemudian mengingat Joo-yeon dan cincin milik perempuan tersebut. Dari hal itu, Kyung-chul menyadari bahwa orang yang mengejarnya adalah Soo-hyun, tunangan Joo-yeon. Setelah mengetahui identitas orang yang memburunya, Kyung-chul memahami bahwa semua serangan yang diterimanya merupakan tindakan balas dendam atas pembunuhan Joo-yeon.
Soo-hyun kemudian datang ke tempat Tae-joo. Ia menyerang Kyung-chul, Tae-joo, dan Se-jung. Ketiganya akhirnya tidak sadarkan diri setelah perkelahian tersebut. Pada hari berikutnya, Tae-joo dan Se-jung ditemukan dalam keadaan tidak sadar dan kemudian ditangani polisi serta dibawa ke rumah sakit.
Soo-hyun dan Kyung-chul juga membutuhkan perawatan karena luka-luka yang mereka alami. Seorang bawahan Soo-hyun membantu menangani keadaan tersebut sehingga Soo-hyun dan Kyung-chul dapat menerima perawatan tanpa langsung diketahui polisi. Ketika Kyung-chul berada di tempat perawatan, ia masih dalam keadaan lemah. Ia kemudian mendengar Soo-hyun dan bawahannya membicarakan alat pelacak yang berada di dalam tubuhnya.
Kyung-chul menyadari bahwa alat tersebut memungkinkan Soo-hyun terus mengetahui keberadaannya. Setelah keluar dari tempat perawatan, Kyung-chul mencari cara untuk mengeluarkan alat tersebut. Ia mendatangi seorang apoteker dan mengambil obat pencahar. Dalam prosesnya, Kyung-chul menyerang apoteker tersebut hingga tewas.
Kyung-chul kemudian menggunakan obat pencahar tersebut untuk mengeluarkan alat pelacak dari tubuhnya. Setelah berhasil mengambil alat tersebut, ia mencari seseorang yang dapat digunakan untuk mengalihkan pelacakan Soo-hyun. Di sebuah tempat perhentian kendaraan, Kyung-chul menyerang seorang pengemudi dan menempelkan alat pelacak tersebut pada orang itu.
Soo-hyun kemudian terus mengikuti sinyal dari alat tersebut tanpa mengetahui bahwa alat itu sudah berpindah ke orang lain. Dengan cara tersebut, Kyung-chul berhasil menghilangkan jejaknya untuk sementara. Pada saat yang sama, Soo-hyun berusaha mengetahui keberadaan Kyung-chul melalui orang-orang yang sebelumnya berhubungan dengannya.
Soo-hyun kemudian mendatangi Tae-joo yang masih berada di rumah sakit. Ia menginterogasi Tae-joo untuk mengetahui ke mana Kyung-chul pergi. Tae-joo memberitahukan bahwa Kyung-chul kemungkinan sedang menuju keluarga Joo-yeon, terutama ayah Joo-yeon dan putri lainnya, Se-yun.
Tae-joo juga menceritakan kepada Soo-hyun secara rinci mengenai apa yang dilakukan Kyung-chul terhadap Joo-yeon. Soo-hyun menjadi sangat marah setelah mendengar kembali detail pembunuhan tunangannya. Ia kemudian menyerang Tae-joo dan merobek mulutnya. Setelah itu Soo-hyun meninggalkan rumah sakit untuk mencari Kyung-chul sebelum pria tersebut mencapai keluarga Joo-yeon.
Namun Kyung-chul sudah lebih dahulu bergerak menuju rumah keluarga Joo-yeon. Ia tiba di rumah ayah Joo-yeon dan menyerang pria tersebut. Kyung-chul memukulinya dengan brutal. Ia kemudian membunuh Se-yun, adik perempuan Joo-yeon.
Soo-hyun mengetahui bahwa Kyung-chul telah mencapai keluarga Joo-yeon, tetapi ia terlambat mencegah serangan tersebut. Ketika sampai di lokasi, ia menemukan akibat dari serangan Kyung-chul terhadap keluarga tunangannya. Se-yun telah dibunuh dan ayah Joo-yeon telah diserang. Kyung-chul kemudian mengambil langkah untuk menghindari kejaran Soo-hyun.
Kyung-chul pergi ke kantor polisi dan menyerahkan dirinya. Ia mengetahui bahwa selama berada dalam tahanan polisi, Soo-hyun tidak akan mudah melanjutkan pengejarannya. Polisi kemudian menerima penyerahan dirinya dan bersiap membawa Kyung-chul masuk. Namun sebelum polisi sempat mengamankan Kyung-chul, Soo-hyun datang menggunakan kendaraan.
Soo-hyun menculik Kyung-chul tepat sebelum polisi mengambil alih dirinya. Ia membawa Kyung-chul pergi menggunakan kendaraan dan membawanya ke sebuah tempat yang telah dipersiapkan. Soo-hyun kemudian menyiksa Kyung-chul. Kali ini ia tidak membiarkan Kyung-chul pergi begitu saja seperti pada serangan-serangan sebelumnya.
Soo-hyun menempatkan Kyung-chul di bawah sebuah alat yang menyerupai guillotine. Sebuah pisau besar berada tepat di atas kepala Kyung-chul. Sebuah tali dipasang sedemikian rupa sehingga Kyung-chul harus menahannya dengan gigi untuk mencegah mekanisme tersebut aktif. Selama tali tetap tertahan, pisau tidak jatuh.
Kyung-chul masih mencoba mengejek Soo-hyun dan berbicara seolah-olah dirinya tidak takut mati. Soo-hyun kemudian meninggalkan tempat tersebut setelah memastikan mekanisme telah dipasang. Ia juga menempatkan alat pelacak di dekat kepala Kyung-chul sehingga ia masih dapat mendengar apa yang terjadi di lokasi tersebut.
Beberapa waktu kemudian, keluarga Kyung-chul datang ke tempat tersebut. Mereka terdiri dari orang tua Kyung-chul yang sudah lanjut usia dan anak laki-lakinya. Mereka datang untuk menemui Kyung-chul setelah mengetahui keberadaannya. Kyung-chul yang mendengar suara keluarganya kemudian menyadari bahaya yang akan terjadi jika pintu ruangan dibuka.
Kyung-chul mulai panik dan berusaha memperingatkan keluarganya agar tidak membuka pintu. Ia mengetahui bahwa pintu tersebut terhubung dengan mekanisme guillotine yang telah dipasang Soo-hyun. Namun keluarganya tidak mengetahui apa yang berada di balik pintu tersebut dan tidak memahami peringatan Kyung-chul. Mereka tetap membuka pintu untuk masuk ke ruangan.
Ketika pintu dibuka, mekanisme jebakan aktif. Pisau besar yang berada di atas Kyung-chul jatuh dan memenggal kepalanya. Kyung-chul tewas di tempat tersebut di hadapan keluarganya. Orang-orang yang datang bersamanya kemudian melihat tubuhnya dan bereaksi dengan kepanikan serta kesedihan.
Soo-hyun berada jauh dari lokasi tersebut sambil mendengarkan apa yang terjadi melalui alat pelacak yang telah ditempatkannya di dekat kepala Kyung-chul. Ia mendengar suara keluarga Kyung-chul setelah mereka menemukan tubuhnya. Suara tersebut terus terdengar melalui alat tersebut ketika Soo-hyun berjalan meninggalkan tempat itu.
Soo-hyun akhirnya mulai menangis ketika mendengar tangisan dan kepanikan keluarga Kyung-chul. Ia tetap berjalan menjauh sambil mendengarkan suara tersebut melalui alat pelacak. Soo-hyun kemudian terus berjalan sendirian setelah Kyung-chul tewas. Film berakhir dengan Soo-hyun yang menangis sambil meninggalkan tempat tersebut.
Tag Film
18 TagKomentar
Komentar Pembaca
Tulis Komentar
Belum ada komentar.
Smart Related
Rekomendasi Serupa
Genre Thriller
★ 7.7
The Man from Nowhere (2010)
Korea • Action
Genre Thriller
★ 7.3
Montage (2013)
Korea • Thriller
Genre Thriller
★ 6
Howling (2012)
Korea • Mystery
Genre Thriller
★ 7.1
Colony (2026)
Korea • Action
Genre Thriller
★ 6.8
Remember (2022)
Korea • Action
Genre Thriller
★ 7
Salmokji: Whispering Water (2026)
Korea • Horror
Genre Thriller
★ 7.2
Exhuma (2024)
Korea • Horror
Genre Thriller
★ 7.554
Unlocked (2023)
Korea • Mystery
Genre Thriller
★ 8.2
Oldboy (2003)
Korea • Thriller
Genre Thriller
★ 8.1
Memories of Murder (2003)
Korea • Crime
Genre Thriller
★ 7.5
Sympathy for Mr. Vengeance (2002)
Korea • Action
Genre Thriller
★ 7.3
Decision to Leave (2022)
Korea • Thriller