Sinopsis Sympathy for Mr. Vengeance (2002)

Seorang pria tunarungu dan kekasihnya nekat melakukan berbagai cara demi mengumpulkan uang untuk biaya transplantasi ginjal saudara perempuannya. Namun, keputusan mereka justru membawa masalah besar. Situasi yang awalnya dilakukan demi menyelamatkan nyawa perlahan berubah menjadi rangkaian kekerasan dan balas dendam yang semakin tak terkendali.
Detail Film
Trailer
Full Sinopsis
Ryu adalah seorang pria tunarungu yang bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik. Ia tinggal bersama kakak perempuannya yang menderita gagal ginjal dan membutuhkan transplantasi ginjal. Karena kondisi sang kakak semakin memburuk, Ryu berusaha mencari cara agar operasi dapat dilakukan secepat mungkin.
Ryu menjalani pemeriksaan untuk mengetahui apakah ginjalnya dapat digunakan sebagai donor. Namun hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa golongan darah Ryu tidak cocok dengan golongan darah kakaknya. Karena itu, meskipun Ryu bersedia memberikan salah satu ginjalnya, ia tetap tidak dapat menjadi donor yang sesuai.
Keadaan semakin sulit ketika Ryu kehilangan pekerjaannya di pabrik. Ia menerima pesangon sebesar 10 juta won, tetapi uang tersebut masih belum cukup untuk menyelesaikan seluruh masalah yang dihadapi kakaknya. Ryu kemudian mencari alternatif melalui jalur ilegal.
Ia menghubungi kelompok perdagangan organ yang beroperasi di pasar gelap. Para pedagang tersebut mengatakan bahwa mereka dapat mencarikan ginjal yang cocok untuk kakaknya. Sebagai gantinya, Ryu harus memberikan uang 10 juta won sekaligus salah satu ginjal miliknya sendiri.
Ryu menyetujui kesepakatan tersebut karena menganggap itu sebagai satu-satunya kesempatan untuk mendapatkan ginjal yang sesuai. Ia menjalani prosedur pengambilan ginjal dan menyerahkan seluruh uang yang dimilikinya kepada para pedagang organ. Setelah itu, ia ditinggalkan tanpa ginjal yang dijanjikan dan tanpa uang yang telah dibayarkannya.
Ryu kemudian kembali dalam keadaan tanpa salah satu ginjalnya. Para pedagang organ yang berjanji memberikan ginjal untuk kakaknya telah menghilang. Ryu tidak mempunyai cara untuk mendapatkan kembali uangnya maupun ginjal yang telah diambil darinya.
Beberapa waktu kemudian, Ryu mendapat kabar dari rumah sakit bahwa ginjal yang sesuai untuk kakaknya akhirnya ditemukan. Dokter memberitahukan bahwa operasi tersebut membutuhkan biaya 10 juta won. Ryu seharusnya dapat menggunakan uang yang sebelumnya disiapkannya, tetapi uang tersebut sudah dibawa kabur oleh kelompok perdagangan organ.
Ryu kemudian bertemu dengan kekasihnya, Yeong-mi. Perempuan tersebut merupakan seorang aktivis radikal yang memiliki pandangan anarkis dan sering membicarakan perlawanan terhadap sistem yang mereka anggap menindas. Yeong-mi mengetahui keadaan Ryu dan kakaknya serta memahami bahwa mereka membutuhkan uang dalam jumlah besar untuk operasi.
Yeong-mi kemudian mengusulkan penculikan sebagai cara mendapatkan uang. Target pertama yang mereka pertimbangkan adalah anak dari orang yang berkaitan langsung dengan pemecatan Ryu dari pabrik. Ryu menyadari bahwa jika mereka menculik anak tersebut, hubungan mereka dengan korban akan terlalu mudah diketahui dan polisi dapat segera mencurigai mereka.
Tidak lama kemudian, Ryu dan Yeong-mi melihat eksekutif pabrik Park Dong-jin datang ke rumahnya. Mereka kemudian mengetahui bahwa Dong-jin mempunyai seorang anak perempuan kecil bernama Yu-sun. Karena hubungan Ryu dengan Yu-sun tidak terlalu langsung, mereka mengubah rencana dan memilih anak tersebut sebagai target penculikan.
Dalam salah satu kejadian sebelum penculikan, mereka juga melihat seorang mantan pekerja bernama Peng berusaha melakukan bunuh diri di depan Dong-jin dan orang-orang lain. Peristiwa tersebut memperlihatkan kondisi konflik yang terjadi di sekitar perusahaan. Ryu dan Yeong-mi tetap melanjutkan rencana mereka untuk menculik Yu-sun.
Penculikan akhirnya berhasil dilakukan. Yu-sun dibawa ke tempat Ryu dan kemudian tinggal bersama kakaknya. Kakak Ryu tidak mengetahui bahwa anak tersebut merupakan korban penculikan. Ia mengira Ryu hanya sedang menjaga seorang anak untuk sementara waktu.
Ryu memperlakukan Yu-sun dengan baik selama anak tersebut berada bersamanya. Yeong-mi juga tidak memperlakukannya dengan kasar. Yu-sun bahkan tidak terus-menerus menunjukkan ketakutan terhadap Ryu dan orang-orang yang berada di sekitarnya.
Yu-sun kemudian bercerita mengenai keluarganya. Ia mengatakan bahwa ibunya sudah tidak tinggal bersama mereka setelah kedua orang tuanya bercerai. Ryu mendengarkan cerita tersebut tanpa banyak berbicara.
Ryu kemudian membuat sebuah kalung untuk Yu-sun. Kalung tersebut dihiasi manik-manik dan kulit kerang. Yu-sun mengenakan kalung itu selama berada bersama Ryu dan kakaknya.
Kakak Ryu juga semakin dekat dengan Yu-sun. Ia membantu mengeringkan rambut anak tersebut menggunakan pengering rambut. Setelah itu ia meminta Yu-sun datang lagi untuk mengunjunginya dan memberikan selembar kertas berisi nomor teleponnya.
Tanpa diketahui kakak Ryu, sebuah dokumen mengenai pemecatan Ryu tersimpan di salah satu kantong pakaiannya. Ketika sedang mencuci pakaian, ia menemukan dokumen tersebut. Ia kemudian menghubungi pihak pabrik untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada pekerjaan adiknya.
Pada saat yang sama, Ryu dan Yeong-mi mulai menjalankan bagian berikutnya dari rencana mereka. Mereka menghubungi Dong-jin dan menyampaikan tuntutan uang tebusan. Dong-jin menerima tuntutan tersebut dan berusaha mengumpulkan uang yang diminta agar Yu-sun dapat kembali dengan selamat.
Dong-jin berada dalam kondisi sangat tertekan karena putrinya telah diculik. Ia berusaha memenuhi tuntutan para penculik tanpa mengetahui bahwa mereka adalah Ryu dan Yeong-mi. Setelah uang tebusan tersedia, Ryu pergi mengambilnya.
Ryu berhasil membawa uang tersebut pulang. Namun ketika ia tiba di rumah, ia menemukan bahwa kakaknya telah mengetahui kebenaran mengenai Yu-sun. Kakaknya telah menyadari bahwa anak tersebut bukan sekadar anak yang dititipkan kepada Ryu.
Kakaknya juga mengetahui bahwa Ryu melakukan penculikan tersebut karena membutuhkan uang untuk transplantasi ginjalnya. Ia tidak mau menjadi alasan Ryu terus melakukan kejahatan dan tidak ingin menjadi beban bagi adiknya. Karena itu, ia mengakhiri hidupnya sendiri di kamar mandi.
Ryu menemukan tubuh kakaknya setelah pulang membawa uang tebusan. Ia kemudian membawa jasad kakaknya pergi dari rumah. Yu-sun juga dibawa bersamanya.
Ryu membawa keduanya menuju daerah pedesaan yang berada di sekitar sungai. Tempat tersebut memiliki hubungan dengan masa kecil Ryu dan kakaknya karena mereka dahulu sering bermain di kawasan sungai tersebut. Ryu bermaksud menguburkan kakaknya di tempat itu.
Saat Ryu mulai mengurus jasad kakaknya, Yu-sun berada tidak jauh dari sungai. Ryu sedang sibuk dengan pemakaman tersebut dan tidak menyadari bahwa Yu-sun semakin dekat dengan air.
Karena Ryu tidak dapat mendengar, ia tidak mengetahui ketika Yu-sun tergelincir dan jatuh ke sungai. Yu-sun kemudian tenggelam. Ryu baru menyadari apa yang terjadi setelah semuanya terlambat.
Kalung yang sebelumnya dibuat Ryu untuk Yu-sun kemudian menjadi salah satu benda yang berkaitan dengan penyelidikan atas kematian anak tersebut. Seorang pria penyandang disabilitas yang berada di sekitar kawasan sungai juga melihat sebagian kejadian yang berhubungan dengan Ryu dan jasad kakaknya.
Kematian Yu-sun akhirnya diketahui oleh pihak berwenang. Dong-jin menerima kabar bahwa putrinya telah meninggal. Ia kemudian datang ke tempat jenazah Yu-sun ditemukan dan berhadapan langsung dengan kenyataan bahwa putrinya tidak akan kembali.
Dong-jin tidak menyerahkan pencarian pelaku sepenuhnya kepada polisi. Ia menggunakan uang yang diperolehnya setelah menjual perusahaan dan rumahnya untuk mencari orang-orang yang bertanggung jawab atas kematian putrinya. Ia juga menyewa seorang penyelidik untuk membantu menemukan para penculik.
Penyelidikan mulai menemukan petunjuk mengenai keluarga Ryu. Kertas berisi nomor telepon yang sebelumnya diberikan oleh kakak Ryu kepada Yu-sun ditemukan bersama barang-barang anak tersebut. Polisi kemudian mencoba mencari alamat yang berkaitan dengan nomor tersebut.
Ketika mereka mendatangi tempat tinggal Ryu, apartemen tersebut sudah kosong. Mereka tidak langsung mendapatkan bukti yang cukup untuk menghubungkan Ryu dengan kematian Yu-sun. Dong-jin kemudian terus mencari petunjuk lain mengenai identitas para penculik.
Dong-jin sempat mencurigai Peng, mantan pekerja pabrik yang sebelumnya terlihat dalam kondisi tertekan. Peng kemudian ditemukan bersama keluarganya dalam keadaan yang sangat buruk. Keluarga tersebut telah melakukan bunuh diri.
Namun salah satu anak Peng ternyata masih hidup. Dong-jin membawa anak tersebut ke rumah sakit dengan harapan nyawanya masih dapat diselamatkan. Kondisi anak itu kemudian terus memburuk.
Dong-jin kembali mendatangi tempat tinggal Ryu. Di sana ia mendengar sebuah program radio yang membacakan surat yang dikirim Ryu. Surat tersebut berisi cerita mengenai kematian kakaknya dan penderitaan yang dialaminya.
Ryu juga mengirim sebuah lukisan bersama surat tersebut. Lukisan itu menggambarkan tempat di sekitar sungai dan kejadian yang berkaitan dengan pemakaman kakaknya serta kematian Yu-sun. Dong-jin melihat lukisan tersebut dan menggunakannya sebagai petunjuk untuk mencari lokasi yang digambarkan.
Dong-jin kemudian pergi ke sungai. Di tempat itu ia menemukan jasad kakak Ryu yang sebelumnya dikuburkan. Ia juga bertemu dengan pria penyandang disabilitas yang berada di sekitar lokasi dan mengetahui bahwa Ryu pernah berada di sana.
Pria tersebut memberikan informasi mengenai apa yang dilihatnya. Dong-jin juga menemukan kalung yang dikenakan Yu-sun dalam foto tuntutan uang tebusan. Dari berbagai petunjuk tersebut, Dong-jin mulai menghubungkan kematian Yu-sun dengan Ryu dan Yeong-mi.
Pada waktu yang sama, Ryu juga mulai mencari orang-orang yang menurutnya telah menyebabkan kematian kakaknya. Ia mengetahui bahwa para pedagang organ merupakan pihak yang sebelumnya mengambil uang dan ginjalnya. Tanpa penipuan tersebut, Ryu tidak akan kehilangan uang yang dibutuhkan untuk operasi kakaknya.
Ryu kemudian melacak keberadaan para pedagang organ. Ia membawa sebuah tongkat pemukul bisbol ketika mendatangi mereka. Ryu menyerang dan membunuh para pedagang organ tersebut.
Dalam perkelahian itu Ryu juga terluka karena ditikam. Setelah membunuh mereka, ia mengambil ginjal yang sebelumnya disimpan oleh para pedagang organ dan memakannya. Tindakan tersebut dilakukan Ryu terhadap orang-orang yang telah menipunya dan mengambil ginjalnya.
Sementara itu, Dong-jin akhirnya menemukan Yeong-mi. Ia membawa perempuan tersebut untuk diinterogasi mengenai penculikan Yu-sun. Dong-jin ingin mengetahui bagaimana putrinya bisa diculik dan siapa saja yang terlibat.
Yeong-mi tidak menyangkal keterlibatannya. Ia meminta maaf kepada Dong-jin atas kematian Yu-sun. Namun ia juga mengatakan bahwa kematian Yu-sun bukan sesuatu yang mereka rencanakan.
Yeong-mi kemudian memperingatkan Dong-jin bahwa dirinya merupakan bagian dari sebuah organisasi teroris. Ia mengatakan bahwa anggota organisasi tersebut mengetahui identitasnya dan mengetahui siapa Dong-jin. Jika dirinya dibunuh, mereka akan mencari Dong-jin dan membalas kematiannya.
Dong-jin tidak menghiraukan ancaman tersebut. Ia tetap menyiksa Yeong-mi untuk mendapatkan informasi. Dalam proses tersebut, seorang pengantar barang datang ke apartemen Yeong-mi.
Dong-jin juga membunuh pengantar tersebut agar keberadaannya tidak diketahui. Ia kemudian melanjutkan penyiksaan terhadap Yeong-mi. Pada akhirnya, Dong-jin menggunakan listrik untuk menyiksa Yeong-mi sampai perempuan tersebut meninggal.
Setelah Yeong-mi tewas, tubuhnya dibawa keluar dari apartemen menggunakan tandu. Polisi berada di lokasi ketika Ryu datang kembali ke tempat tersebut. Ryu melihat tubuh Yeong-mi dibawa keluar dan mengetahui bahwa kekasihnya telah meninggal.
Ryu sangat terpukul melihat kematian Yeong-mi. Ia kemudian mengetahui bahwa Dong-jin merupakan orang yang membunuhnya. Setelah itu Ryu mulai mencari Dong-jin untuk melakukan pembalasan.
Ryu pergi ke rumah Dong-jin dan menunggu untuk menyerangnya. Namun Dong-jin tidak berada di sana. Pada saat yang sama, Dong-jin justru telah pergi ke tempat tinggal Ryu dan menunggu kepulangannya.
Ryu akhirnya meninggalkan rumah Dong-jin dan kembali ke apartemennya. Ia tidak mengetahui bahwa Dong-jin telah memasang jebakan listrik pada gagang pintu. Ketika Ryu menyentuh gagang tersebut, tubuhnya terkena sengatan listrik dan ia kehilangan kesadaran.
Dong-jin kemudian mengikat tubuh Ryu. Ia membawa Ryu menuju sungai tempat Yu-sun meninggal. Tempat tersebut sama dengan lokasi yang sebelumnya menjadi tempat Ryu membawa kakaknya dan Yu-sun.
Dong-jin membawa Ryu masuk ke dalam air hingga air mencapai bagian dadanya. Kedua tangan dan kaki Ryu telah diikat sehingga ia tidak dapat berenang atau melarikan diri. Dong-jin mengatakan kepada Ryu bahwa meskipun Ryu sebenarnya adalah orang baik, ia tetap harus melakukan apa yang menurutnya harus dilakukan setelah kematian Yu-sun.
Dong-jin kemudian menyayat tendon Achilles pada kedua kaki Ryu. Ryu tidak dapat bergerak dengan normal karena kedua kakinya terluka dan tubuhnya masih terikat. Dong-jin membiarkannya berada di dalam air sampai Ryu tenggelam dan meninggal.
Setelah Ryu meninggal, Dong-jin menarik tubuhnya kembali ke daratan. Ia kemudian memasukkan jasad Ryu ke dalam mobil. Pada saat itu Dong-jin menerima kabar dari rumah sakit mengenai anak Peng yang sebelumnya ia coba selamatkan.
Anak tersebut akhirnya meninggal. Dong-jin kemudian melanjutkan perjalanannya membawa jasad Ryu menuju sebuah tempat terpencil. Ia bermaksud menghilangkan jasad tersebut di tempat yang jauh dari lokasi kematian Ryu.
Di tempat terpencil itu, Dong-jin mulai menggali lubang. Ia kemudian memotong-motong tubuh Ryu dan memasukkan bagian-bagian tubuh tersebut ke dalam kantong. Peralatan yang digunakan untuk memotong dan mengemas jasad berada di sekitar mobil.
Saat Dong-jin masih melakukan pekerjaan tersebut, sekelompok pria tiba di lokasi. Mereka adalah orang-orang yang sebelumnya disebut Yeong-mi sebagai anggota kelompoknya. Mereka mengepung Dong-jin dan kemudian menyerangnya.
Para pria tersebut menikam Dong-jin berkali-kali. Setelah itu mereka meninggalkannya dalam keadaan terluka parah di dekat mobil. Mereka memasang sebuah catatan pada dada Dong-jin dengan pisau sebagai tanda bahwa mereka berasal dari kelompok yang terkait dengan Yeong-mi.
Dong-jin akhirnya tergeletak di dekat mobil dalam keadaan sekarat. Di sekelilingnya masih terdapat peralatan, kantong-kantong, dan barang-barang yang sebelumnya digunakan untuk menangani jasad Ryu. Setelah para anggota kelompok tersebut pergi, Dong-jin tetap berada sendirian di lokasi tersebut.
Tag Film
18 TagKomentar
Komentar Pembaca
Tulis Komentar
Belum ada komentar.
Smart Related
Rekomendasi Serupa
Genre Action
★ 7.1
Silmido (2003)
Korea • Action
Genre Action
★ 7.1
Colony (2026)
Korea • Action
Genre Action
★ 6.8
Remember (2022)
Korea • Action
Genre Action
★ 7.7
The Man from Nowhere (2010)
Korea • Action
Genre Action
★ 5.5
Seoul Vibe (2022)
Korea • Action
Genre Action
★ 6.2
Shelter (2026)
United Kingdom, US • Action
Genre Action
★ 7.2
Pengepungan di Bukit Duri (The Siege at Thorn High) (2025)
Indonesia, US • Action
Genre Action
★ 6.5
The Death of Robin Hood (2026)
US • Adventure
Genre Action
★ 7.5
No Time to Die (2021)
United Kingdom, US • Action
Genre Action
★ 7.1
Good Luck, Have Fun, Don't Die (2026)
Germany, US • Action
Genre Action
★ 8.9
Spider-Man: No Way Home (2021)
US • Action
Genre Action
★ 5.7
My Dearest Assassin (2026)
Thailand • Action