
Sinopsis Let the Right One In (2008)

Oskar, bocah 12 tahun yang pemalu dan sering menjadi korban perundungan, berteman dengan Eli, tetangga barunya yang misterius dan pendiam. Keduanya perlahan menjadi dekat, tetapi Oskar segera menyadari bahwa Eli bukanlah gadis biasa.
Detail Film
Original:
Låt den rätte komma in
Rilis:
Negara:
Director:
Rating:
7.5/10
Writer:
Trailer
Full Sinopsis
Film berlatar di Blackeberg, Stockholm, pada tahun 1982. Tokoh utamanya adalah Oskar, anak laki-laki berusia 12 tahun yang tinggal bersama ibunya dan sering menjadi sasaran perundungan di sekolah. Oskar tidak berani melawan para pengganggunya secara langsung, tetapi di rumah ia sering berlatih menusukkan pisau ke pohon sambil membayangkan dirinya membalas mereka.
Suatu malam, Oskar melihat seorang gadis seumuran dengannya pindah ke apartemen sebelah bersama seorang pria bernama Håkan. Gadis itu bernama Eli. Mereka menutup jendela apartemen dengan kardus sehingga cahaya dari luar tidak dapat masuk.
Oskar dan Eli kemudian bertemu di halaman apartemen. Eli mengatakan bahwa mereka tidak bisa menjadi teman. Namun keduanya kembali bertemu pada malam berikutnya dan mulai berbicara.
Baca juga: 28 Weeks Later (2007)
Oskar memperhatikan bahwa Eli tidak mengenakan mantel meskipun cuaca sangat dingin. Oskar juga mengatakan bahwa Eli berbau aneh. Eli tidak terlihat terganggu dan kemudian membersihkan dirinya setelah Oskar mengatakan hal tersebut.
Oskar membawa Rubik's Cube dan menunjukkannya kepada Eli. Eli tertarik pada benda tersebut dan kemudian belajar menyelesaikannya. Hubungan mereka mulai berkembang melalui pertemuan-pertemuan sederhana di halaman apartemen.
Sementara itu, Håkan keluar pada malam hari untuk mencari darah bagi Eli. Håkan tinggal bersama Eli dan menjalankan tugas untuk mendapatkan darah yang dibutuhkan Eli. Ia membunuh manusia dengan cara yang memungkinkan darah mereka dikumpulkan untuk Eli.
Pada percobaan pertamanya, Håkan pergi ke sebuah hutan bersalju. Ia membius seorang remaja dan menggantung tubuh korban secara terbalik untuk mengambil darahnya. Namun ketika ia hendak melanjutkan rencananya, seekor anjing milik seorang pejalan kaki menyalak dan mengganggunya sehingga Håkan gagal mengambil darah.

Eli semakin membutuhkan darah. Ia kemudian mencari korban sendiri. Di bawah sebuah jembatan, Eli berpura-pura membutuhkan pertolongan ketika Jocke, seorang pria yang baru saja berpisah dari temannya, berjalan melewatinya.
Jocke mendekati Eli dan mencoba menolongnya. Eli kemudian menyerang Jocke dan menggigit lehernya. Seorang penghuni apartemen melihat kejadian tersebut dari jendelanya.
Setelah Jocke mati, Håkan mengambil tubuhnya. Ia membawa tubuh Jocke ke sebuah danau yang permukaannya tertutup es dan membuang tubuh tersebut melalui sebuah lubang di es. Kematian Jocke kemudian mulai diselidiki.
Sementara itu, Oskar dan Eli semakin dekat. Mereka sering bertemu di halaman apartemen dan berbicara tentang kehidupan masing-masing. Oskar juga menunjukkan Rubik's Cube kepada Eli, dan Eli tertarik untuk mempelajari cara menyelesaikannya.
Oskar dan Eli kemudian membuat cara berkomunikasi melalui dinding apartemen. Mereka menggunakan ketukan seperti kode untuk berbicara ketika berada di ruangan masing-masing. Eli mengetahui bahwa Oskar sering menjadi korban perundungan di sekolah dan mendorongnya untuk tidak terus membiarkan dirinya diperlakukan seperti korban.
Håkan kembali mencari darah untuk Eli. Ia mencoba mendapatkan darah dari korban lain dengan menjebaknya, tetapi rencananya kembali gagal. Keadaan menjadi semakin berbahaya karena Håkan khawatir dirinya dapat dikenali.
Håkan kemudian melakukan tindakan ekstrem untuk menyembunyikan identitasnya. Ia menyiramkan asam ke wajahnya sendiri, sehingga wajahnya mengalami kerusakan parah. Setelah itu Håkan dibawa ke rumah sakit.
Eli mengetahui bahwa Håkan berada di rumah sakit. Ia datang ke rumah sakit dan bertanya kepada petugas mengenai keberadaan “ayahnya”. Setelah mengetahui lantai tempat Håkan dirawat, Eli memanjat bagian luar gedung menuju jendela kamar Håkan.
Håkan berada dalam kondisi sangat parah dan tidak lagi mampu menjalankan tugasnya untuk mendapatkan darah bagi Eli. Ia kemudian membiarkan Eli menggigit lehernya. Eli meminum darah Håkan untuk memenuhi kebutuhannya.
Setelah Eli selesai meminum darahnya, Håkan dengan sengaja menjatuhkan dirinya sendiri dari jendela rumah sakit. Håkan melakukan hal tersebut sehingga dirinya tidak dapat lagi diinterogasi dan identitas Eli tetap aman. Håkan kemudian meninggal.
Eli kembali ke apartemennya setelah meninggalkan rumah sakit. Ia kemudian pergi menemui Oskar dan mengetuk jendela kamar Oskar. Oskar membiarkan Eli masuk ke dalam kamar.
Eli tidur di tempat Oskar malam itu. Oskar kemudian bertanya apakah Eli mau menjadi pacarnya. Eli menjawab bahwa ia bukan seorang perempuan, tetapi Oskar tidak mempermasalahkan jawaban tersebut dan keduanya sepakat untuk menjalin hubungan.
Hubungan Oskar dan Eli semakin dekat. Mereka tetap berkomunikasi menggunakan ketukan kode dan terus bertemu ketika keadaan memungkinkan. Oskar juga semakin menyadari bahwa Eli berbeda dari anak-anak lain yang ia kenal.
Di sekolah, Oskar kembali menghadapi para pengganggunya. Dalam sebuah kegiatan di luar sekolah, Conny, Martin, dan Andreas kembali mengancamnya. Kali ini Oskar berusaha melawan.
Oskar memukul Conny dengan sebuah tongkat dan membuat telinga Conny berdarah. Untuk pertama kalinya, Oskar merasa dirinya mampu melawan orang-orang yang selama ini menindasnya. Namun tindakan tersebut membuat Conny dan kelompoknya semakin marah kepadanya.

Pada kegiatan yang sama, beberapa anak menemukan tubuh Jocke yang membeku di bawah es. Polisi datang untuk mengeluarkan tubuh tersebut dari danau. Penemuan mayat Jocke membuat penyelidikan atas kematiannya semakin serius.
Oskar kemudian menemui Eli di sebuah ruangan di sekolah. Ia ingin membuat ikatan darah dengan Eli. Oskar mengiris telapak tangannya dan menawarkan darahnya kepada Eli.
Baca juga: I Saw the Devil (2010)
Eli berusaha menahan diri ketika melihat luka tersebut. Namun darah Oskar yang menetes ke lantai membuat rasa laparnya semakin kuat. Eli akhirnya berlutut dan mulai menjilat darah Oskar.
Oskar menyadari bahwa Eli benar-benar membutuhkan darah. Eli kemudian meninggalkan Oskar. Kejadian tersebut membuat Oskar semakin memahami bahwa Eli bukan manusia biasa.
Sementara itu, Lacke, teman Jocke, mulai mencurigai adanya sesuatu yang tidak biasa di balik kematian temannya. Lacke juga mengalami masalah dengan kekasihnya, Virginia. Setelah pertengkaran tersebut, Virginia berjalan pulang seorang diri.
Eli kemudian menyerang Virginia. Ia mencoba meminum darah Virginia, tetapi Lacke datang dan berhasil menghalangi serangan tersebut. Virginia selamat dan kemudian dibawa pergi.
Setelah serangan itu, Virginia mulai mengalami perubahan. Ia menjadi sangat sensitif terhadap cahaya dan mengalami perubahan pada tubuhnya. Ketika berada di tempat yang dipenuhi kucing, hewan-hewan tersebut bereaksi agresif terhadapnya.
Virginia kemudian dibawa ke rumah sakit. Ia menyadari bahwa sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi pada dirinya. Ia meminta orang lain untuk membantunya mengakhiri penderitaannya, tetapi permintaan tersebut tidak langsung dilakukan.
Keesokan harinya, Virginia meminta seorang petugas rumah sakit membuka tirai jendela. Ketika cahaya matahari mengenai tubuhnya, Virginia terbakar. Ia kemudian meninggal akibat paparan cahaya tersebut.
Lacke semakin yakin bahwa ada hubungan antara kematian Jocke, perubahan yang dialami Virginia, dan keberadaan Eli. Ia kemudian mencari Eli dengan maksud membunuhnya. Lacke akhirnya menemukan apartemen Eli dan masuk ke dalam.
Eli sedang tidur di dalam bak mandi ketika Lacke menemukannya. Lacke bersiap menyerang Eli. Oskar ternyata berada di apartemen tersebut dan berusaha menghalangi Lacke.
Suara Oskar membuat Eli terbangun. Eli kemudian menyerang Lacke dan menggigitnya. Ia meminum darah Lacke hingga Lacke meninggal.
Setelah kejadian tersebut, Eli berterima kasih kepada Oskar karena telah membantunya. Namun keadaan di sekitar mereka semakin berbahaya. Eli kemudian mengatakan bahwa mereka harus pergi.
Eli meninggalkan tempat tersebut pada malam hari. Oskar kembali menghadapi kehidupan sekolah tanpa Eli. Sementara itu, para pengganggunya masih menyimpan dendam karena Oskar telah melukai telinga Conny.
Conny dan teman-temannya kemudian merencanakan balas dendam. Oskar mengikuti kegiatan renang di sebuah kolam. Salah satu anak kemudian membuat kebakaran kecil di luar sehingga orang yang mengawasi kolam pergi meninggalkan area tersebut.

Ketika Oskar berada di dalam kolam, Conny, Andreas, dan Jimmy, kakak Conny, datang menghampirinya. Jimmy menyuruh anak-anak lain meninggalkan kolam sehingga Oskar tinggal bersama mereka. Jimmy kemudian mengatakan bahwa Oskar harus membayar karena telah melukai telinga Conny.
Jimmy memaksa Oskar berada di bawah air. Ia menekan kepala Oskar ke dalam kolam sementara Oskar berusaha bertahan dan mengambil napas. Oskar tidak mampu melawan Jimmy yang jauh lebih kuat dan mulai kehabisan napas.
Ketika Oskar hampir tenggelam, keadaan berubah secara tiba-tiba. Eli muncul di kolam dan menyerang para pelaku. Eli membunuh mereka dengan kekerasan yang sangat brutal.
Salah satu korban kehilangan kepala akibat serangan Eli. Jimmy juga mengalami kematian yang sangat mengerikan ketika bagian tubuhnya terlepas akibat serangan tersebut. Seorang anak lain yang ikut dalam perundungan dibiarkan hidup dan hanya dapat menyaksikan kejadian tersebut dalam keadaan ketakutan.
Eli kemudian menarik Oskar keluar dari air. Oskar selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Setelah itu, Eli dan Oskar kembali bersama.
Film kemudian berpindah ke sebuah kereta api. Oskar duduk di dalam kereta dengan sebuah kotak besar di dekatnya. Dari dalam kotak terdengar suara ketukan.
Oskar membalas ketukan tersebut menggunakan pola kode yang sebelumnya mereka gunakan untuk berkomunikasi. Eli berada di dalam kotak karena harus terlindung dari cahaya. Mereka kembali menggunakan ketukan sebagai cara untuk berbicara satu sama lain.
Eli mengetukkan kode yang berarti “puss”, kata dalam bahasa Swedia yang berarti ciuman kecil. Oskar membalas ketukan tersebut. Mereka terus berkomunikasi melalui kode yang hanya mereka berdua pahami.
Baca juga: Insidious (2011)
Kereta terus bergerak melewati lanskap bersalju. Oskar dan Eli telah meninggalkan Blackeberg bersama-sama. Eli tetap bersembunyi di dalam kotak untuk melindungi dirinya dari cahaya, sementara Oskar menemaninya dalam perjalanan.
Film berakhir dengan Oskar dan Eli yang terus berkomunikasi melalui ketukan kode. Hubungan mereka tetap berlanjut ketika mereka meninggalkan tempat tinggal mereka. Lanskap bersalju di luar kereta menjadi latar bagi perjalanan mereka menuju tempat yang tidak diketahui.
☕
Traktir Kopi
Suka dengan alur cerita ini?
Yuk traktir secangkir kopi untuk penulis agar makin semangat merangkum film lainnya!
Tag Film
18 TagSmart Related
Rekomendasi Serupa
Genre Horror
★ 6.6
28 Weeks Later (2007)
Spain, United Kingdom, US • Horror
Genre Horror
★ 7.8
I Saw the Devil (2010)
Korea • Thriller
Genre Horror
★ 7
Insidious (2011)
US • Horror
Genre Horror
★ 7.8
Obsession (2026)
United Kingdom, US • Horror
Genre Horror
★ 7.1
Colony (2026)
Korea • Action
Genre Horror
★ 7.1
Abigail (2024)
US • Comedy
Genre Horror
★ 8.3
Kitab Sijjin & Illiyyin (2025)
Indonesia • Horror
Genre Horror
★ 6.2
Passenger (2026)
US • Horror
Genre Horror
★ 6.1
Deep Water (2026)
Australia, China, Spain, Ukraine, US • Horror
Genre Horror
★ 6.3
The Ritual (2017)
Canada, United Kingdom • Horror
Genre Horror
★ 7.1
Siksa Kubur (2024)
Indonesia • Drama
Genre Horror
★ 6.7
Exit 8 (2025)
Japan • Horror
Komentar & Diskusi