Lewati ke konten

Sinopsis Moana (2026)

Poster Moana

Teenage Moana answers the Ocean's call and, for the first time, voyages beyond the reef of her island of Motunui with infamous demigod Maui on an unforgettable journey to restore prosperity to her people.

Detail Film
Share

Trailer

Full Sinopsis

Film dibuka di pulau Motunui, ketika Gramma Tala sedang menceritakan sebuah legenda kepada sekelompok anak-anak. Ribuan tahun lalu, terdapat sebuah pulau induk bernama Te Fiti yang membawa kehidupan ke seluruh lautan dan pulau-pulau di sekitarnya. Namun suatu hari, manusia setengah dewa yang mampu berubah bentuk bernama Maui mencuri sebuah batu hijau kecil yang merupakan jantung Te Fiti.

Pencurian tersebut membuat Te Fiti menghilang dan sihir kehidupan yang berasal darinya ikut lenyap. Tidak lama kemudian, muncullah monster vulkanik bernama Te Ka. Maui mencoba melawannya, tetapi ia dikalahkan dan kehilangan kail ikan ajaib yang selama ini menjadi sumber kekuatannya.

Anak-anak lain yang mendengar cerita itu merasa ketakutan, tetapi Moana, putri dari Kepala Suku Tui dan istrinya, Sina, justru terpikat oleh kisah tersebut. Setelah cerita berakhir, Moana kecil pergi ke tepi laut dan melihat seekor kura-kura kecil yang sedang diincar beberapa burung. Ia membantu kura-kura itu mencapai air dengan aman.

Tindakan tersebut membuat lautan seolah hidup dan mulai berinteraksi langsung dengan Moana. Air bergerak mengelilinginya dan memperlakukannya dengan lembut, seakan memilihnya untuk sesuatu yang penting. Namun ayahnya, Tui, selalu memperingatkan Moana agar tidak pergi melewati batas karang di sekitar pulau.

Seiring bertambahnya usia, Moana mulai belajar mengenai kehidupan masyarakat Motunui. Ia dipersiapkan untuk suatu hari menggantikan ayahnya sebagai pemimpin desa. Di tengah kesibukannya, Moana juga sangat dekat dengan dua hewan peliharaannya, seekor babi bernama Pua dan ayam bernama Heihei.

Ketika berusia 16 tahun, Moana masih sering mendatangi laut bersama Gramma Tala. Sang nenek menunjukkan kepadanya sebuah batu hijau yang ternyata merupakan jantung Te Fiti. Tala mendapatkannya kembali ketika Moana kecil pertama kali berinteraksi dengan lautan.

Moana juga mulai memikirkan masa depannya sebagai kepala suku. Seperti para pemimpin sebelumnya, ia diharapkan suatu hari meletakkan sebuah batu di puncak gunung sebagai tanda bahwa dirinya telah mengambil tempat dalam garis kepemimpinan Motunui. Namun dalam hati, Moana tetap merasa ada sesuatu di luar pulau yang memanggilnya.

Masalah kemudian mulai muncul di Motunui. Buah kelapa yang selama ini menjadi salah satu sumber kehidupan penduduk mulai membusuk dengan cepat. Para nelayan juga kesulitan mendapatkan ikan di sekitar pulau.

Moana mengusulkan agar mereka berlayar melewati karang dan mencari wilayah baru untuk mendapatkan makanan. Tui menolak keras gagasan tersebut dan melarang putrinya meninggalkan pulau. Baginya, lautan di luar karang terlalu berbahaya.

Sina kemudian menjelaskan alasan sebenarnya di balik ketakutan Tui. Ketika masih muda, Tui pernah pergi berlayar bersama sepupunya dalam kondisi badai. Ombak besar menyebabkan kecelakaan yang menewaskan sepupunya, dan sejak saat itu Tui tidak pernah memaafkan dirinya sendiri.

Karena pengalaman tersebut, Tui takut Moana akan mengalami nasib serupa. Namun rasa penasaran Moana terhadap lautan semakin sulit dibendung. Ia akhirnya membawa Pua dan mencoba berlayar sendirian melewati karang.

Perjalanan itu tidak berlangsung lama. Ombak menghantam perahunya hingga rusak dan Moana terseret kembali ke pantai. Gramma Tala kemudian menemukan Moana yang terdampar dalam kondisi kecewa.

Tala tidak memarahinya. Sebaliknya, ia memberi tahu Moana mengenai sebuah gua tersembunyi di pegunungan. Moana kemudian pergi ke tempat tersebut dan menemukan sebuah ruangan berisi benda-benda tua yang tampak seperti layar kapal.

Di sana terdapat sebuah drum. Ketika Moana memukulnya, sejumlah obor menyala dengan sendirinya. Ia kemudian mendapatkan penglihatan mengenai leluhurnya.

Moana melihat bahwa nenek moyangnya bukanlah masyarakat yang hanya tinggal di satu pulau. Mereka adalah para pelaut dan penjelajah yang terbiasa menyeberangi samudra untuk menemukan pulau-pulau baru. Kemampuan berlayar ternyata merupakan bagian penting dari sejarah mereka.

Moana segera menemui Tui dan mencoba menjelaskan penemuannya. Namun ayahnya mengaku sudah mengetahui cerita tersebut karena Gramma Tala pernah memberitahunya. Tui tetap memilih menolak warisan tersebut karena ketakutannya terhadap laut.

Percakapan mereka terhenti ketika seorang penduduk datang membawa kabar bahwa kondisi Gramma Tala memburuk. Seluruh keluarga kemudian berkumpul di sebuah tenda. Tala kini berada di ambang kematian.

Sebelum meninggal, Tala berbicara untuk terakhir kalinya kepada Moana. Ia memberikan sebuah kalung yang dapat digunakan untuk menyimpan jantung Te Fiti. Tala juga menjelaskan apa yang harus dilakukan Moana ketika berhasil menemukan Maui.

Moana akhirnya mengambil sebuah perahu tradisional dan memulai perjalanan meninggalkan Motunui. Ketika perahunya semakin jauh dari pulau, lampu-lampu desa perlahan padam. Tidak lama kemudian, roh berbentuk ikan pari manta muncul di lautan.

Kemunculan roh tersebut menjadi tanda bahwa Gramma Tala telah meninggal. Sebelumnya, Tala pernah mengatakan bahwa jika dirinya terlahir kembali, ia ingin menjadi seekor pari manta. Moana pun melanjutkan perjalanan sambil membawa pesan terakhir neneknya.

Keesokan paginya, Moana baru menyadari bahwa Heihei ternyata ikut bersembunyi di dalam perahu. Ia kemudian mencoba mengikuti arah gugusan bintang yang diyakininya akan membawanya menuju Maui. Namun kurangnya pengalaman membuat perjalanan tersebut tidak berjalan mulus.

Moana akhirnya terdampar di sebuah pulau kecil. Di tempat itulah Maui muncul untuk pertama kalinya. Ia memiliki tubuh dipenuhi tato, termasuk sebuah tato kecil di dadanya yang disebut Mini Maui dan sering bereaksi terhadap berbagai tindakannya.

Maui segera membanggakan dirinya sebagai manusia setengah dewa yang telah melakukan berbagai hal hebat bagi manusia. Namun ia tidak berniat membantu Moana. Sebaliknya, Maui berusaha mengambil perahunya untuk melarikan diri dari pulau.

Ia bahkan mengurung Moana di dalam sebuah gua. Maui kemudian bersiap pergi bersama Heihei, yang dianggapnya bisa menjadi makanan selama perjalanan. Namun Moana berhasil menemukan jalan keluar.

Dengan bantuan lautan, Moana terus kembali ke perahu setiap kali Maui berusaha membuangnya. Ia akhirnya memaksa Maui menerima bahwa dirinya harus membantu mengembalikan jantung Te Fiti. Menurut Moana, semua masalah tersebut pada dasarnya bermula karena Maui yang mencuri jantung itu.

Dalam perjalanan menuju Te Fiti, mereka diserang oleh Kakamora, kelompok bajak laut kecil yang terlihat seperti kelapa. Para Kakamora mengejar perahu mereka karena menginginkan jantung Te Fiti. Serangan berlangsung cepat dengan berbagai senjata, termasuk anak panah beracun.

Salah satu Kakamora berhasil merebut jantung tersebut. Moana memutuskan mengambil risiko dan mengejar sendiri benda itu. Setelah melewati berbagai serangan, ia berhasil mendapatkannya kembali.

Moana kemudian menggunakan kemampuan mengemudikan perahunya untuk keluar dari kepungan. Kapal-kapal milik Kakamora saling bertabrakan satu sama lain. Moana dan Maui akhirnya berhasil melarikan diri dengan jantung Te Fiti masih berada di tangan mereka.

Perjalanan berlanjut dan Moana terus belajar mengenai teknik navigasi dari Maui. Meskipun Maui masih sering bersikap sinis terhadap misi mereka, kemampuan Moana sebagai pelaut semakin berkembang. Ia mulai mampu membaca bintang, arah angin, dan gerakan lautan dengan lebih baik.

Tujuan berikutnya adalah menemukan kembali kail ajaib milik Maui. Kail tersebut berada di tangan Tamatoa, seekor kepiting raksasa yang gemar mengumpulkan berbagai benda berharga yang jatuh ke dasar laut. Tamatoa tinggal di sebuah wilayah bernama Realm of Monsters.

Moana dan Maui masuk melalui sebuah lubang besar menuju wilayah tersebut. Mereka kemudian menemukan bahwa kail Maui memang tersimpan di antara berbagai harta yang menempel di tubuh Tamatoa. Moana menyusun rencana untuk mengalihkan perhatian kepiting itu.

Ia menghias dirinya seperti sebuah benda berharga dan sengaja menarik perhatian Tamatoa. Sementara itu, Maui mencoba mengambil kailnya secara diam-diam. Moana terus memuji Tamatoa dan membuatnya merasa seperti makhluk paling hebat di lautan.

Tamatoa kemudian mulai membanggakan kecintaannya terhadap benda-benda berkilau. Namun ia akhirnya melihat Maui dan segera menyadari apa yang sedang mereka lakukan. Tamatoa juga mengejek Maui mengenai sebuah tato di punggungnya yang menggambarkan seorang perempuan membuang bayi.

Moana mencoba mengalihkan perhatian Tamatoa dengan berpura-pura menawarkan jantung Te Fiti. Padahal benda yang ia tunjukkan sebenarnya hanyalah batu biasa. Tipuan tersebut memberi mereka kesempatan untuk melarikan diri.

Moana dan Maui akhirnya kabur menggunakan semburan air dari sebuah geyser. Tamatoa mencoba mengejar, tetapi semburan tersebut membuat tubuhnya terbalik. Ia pun tertinggal dalam posisi terlentang.

Setelah mendapatkan kembali kailnya, Maui harus belajar menggunakannya lagi. Kemampuan berubah bentuknya belum sepenuhnya kembali seperti dahulu. Setiap kali mencoba berubah menjadi hewan tertentu, bentuk tubuhnya terkadang tidak sesuai dengan keinginannya.

Di sisi lain, kemampuan Moana sebagai navigator semakin baik. Hubungannya dengan Maui juga mulai berubah dari sekadar dua orang yang terpaksa bekerja sama menjadi sebuah persahabatan. Mereka perlahan mulai saling memahami.

Sementara perjalanan mereka berlanjut, kehidupan di Motunui semakin sulit. Penduduk terus mengalami kekurangan bahan makanan. Tui yang sebelumnya sangat keras melarang Moana pergi juga terlihat semakin sedih karena putrinya belum kembali.

Moana kemudian menanyakan arti tato aneh di punggung Maui. Maui akhirnya menceritakan masa lalunya. Ia mengaku bahwa ibu kandungnya membuangnya ke sungai ketika masih bayi.

Maui kemudian ditemukan oleh para dewa. Mereka memberinya kekuatan dan kail ajaib yang membuatnya mampu berubah bentuk. Sejak saat itu, Maui melakukan berbagai tindakan luar biasa untuk membantu manusia.

Namun sebenarnya semua itu dilakukan karena Maui ingin dicintai. Ia memberikan berbagai hadiah kepada manusia dengan harapan mereka akan menghargai dan menerimanya. Keinginannya untuk mendapat pengakuan akhirnya membuatnya melakukan kesalahan besar.

Maui menjelaskan bahwa dirinya mencuri jantung Te Fiti karena ingin memberikan kekuatan penciptaan kepada manusia. Ia menganggap hal tersebut sebagai hadiah terbesar yang pernah diberikannya. Namun sekarang ia memahami bahwa tindakannya justru menyebabkan kehancuran.

Moana dan Maui akhirnya tiba di dekat Te Fiti. Namun mereka segera dihadang oleh Te Ka. Makhluk vulkanik itu melemparkan bola-bola api dan mencegah siapa pun mendekati pulau.

Maui berubah menjadi burung elang dan mencoba melewati Te Ka melalui udara. Ia bahkan berhasil membuat sebagian tubuh makhluk itu terkena air sehingga lapisan lavanya mengeras. Namun kekuatan Te Ka ternyata jauh lebih besar dari yang diperkirakan.

Pertarungan tersebut menyebabkan kail Maui mengalami kerusakan parah. Mereka pun gagal mencapai Te Fiti. Maui ketakutan karena jika kail tersebut benar-benar hancur, ia merasa tidak akan menjadi siapa-siapa lagi.

Maui akhirnya memutuskan meninggalkan Moana. Ia tidak mau mempertaruhkan satu-satunya benda yang menurutnya membuat dirinya berharga. Moana kembali sendirian di tengah lautan.

Merasa gagal, Moana mengatakan kepada lautan bahwa dirinya bukanlah orang yang tepat untuk menjalankan misi tersebut. Ia mengembalikan jantung Te Fiti ke dalam air. Untuk pertama kalinya, Moana benar-benar menyerah.

Tidak lama kemudian, roh Gramma Tala muncul di hadapannya. Tala tidak memaksa Moana untuk melanjutkan perjalanan, tetapi mengingatkannya mengenai siapa dirinya sebenarnya. Percakapan tersebut membuat Moana kembali menemukan keberaniannya.

Moana menyadari bahwa dirinya tidak menjalankan misi hanya karena dipilih oleh lautan. Ia melakukannya karena memang memilih untuk melakukannya sendiri. Dengan semangat baru, ia menyelam ke laut dan mengambil kembali jantung Te Fiti.

Moana kemudian berlayar kembali menuju Te Fiti seorang diri. Di tengah perjalanan, Maui tiba-tiba kembali. Ia memilih membantu Moana meskipun kailnya terancam hancur.

Keduanya kembali menghadapi Te Ka. Maui mengalihkan perhatian makhluk tersebut sementara Moana menggunakan kemampuan berlayarnya untuk mencari jalan menuju Te Fiti. Setelah berhasil melewati serangan, Moana akhirnya sampai di lokasi pulau yang seharusnya menjadi tempat Te Fiti berada.

Namun ia tidak menemukan Te Fiti di sana. Moana kemudian menyadari sesuatu yang selama ini tidak terpikirkan olehnya. Te Ka sebenarnya adalah Te Fiti sendiri yang berubah setelah kehilangan jantungnya.

Moana meminta lautan membuka jalan di antara dirinya dan Te Ka. Air pun terbelah dan menciptakan sebuah jalur langsung menuju makhluk tersebut. Moana mulai berjalan mendekatinya sambil membawa jantung Te Fiti.

Alih-alih menyerang, Moana berbicara kepada Te Ka dengan lembut. Ia memahami bahwa makhluk tersebut bukan sekadar monster, melainkan seseorang yang telah kehilangan bagian penting dari dirinya. Te Ka perlahan menjadi tenang dan membiarkan Moana mendekat.

Moana kemudian memasang kembali jantung tersebut pada tubuh Te Ka. Dalam sekejap, wujud monster vulkanik itu menghilang. Te Fiti kembali ke bentuk aslinya sebagai pulau hidup yang indah dan subur.

Maui kemudian datang dan meminta maaf kepada Te Fiti atas perbuatannya. Te Fiti menerima permintaan maaf tersebut. Sebagai bentuk pengampunan, ia memberikan Maui sebuah kail ajaib baru untuk menggantikan kailnya yang rusak.

Setelah semuanya selesai, Moana dan Maui berpisah sebagai sahabat. Maui kembali menjalani kehidupannya sebagai manusia setengah dewa, sementara Moana berlayar pulang menuju Motunui. Perjalanan tersebut telah mengubah keduanya.

Sesampainya di Motunui, Moana disambut dengan bahagia oleh keluarganya. Tui dan Sina sangat lega melihat putri mereka kembali dalam keadaan selamat. Moana kemudian menjalani upacara untuk menandai dirinya sebagai pemimpin baru.

Namun Moana tidak mengikuti tradisi dengan meletakkan batu di atas tumpukan batu para kepala suku sebelumnya. Sebagai gantinya, ia meletakkan sebuah cangkang kerang, menandakan bahwa kepemimpinannya akan membawa Motunui kembali kepada akar mereka sebagai bangsa pelaut.

Baca juga: Hoppers (2026)

Sebagai tindakan pertamanya, Moana mengajak seluruh penduduk Motunui kembali berlayar melintasi lautan. Kapal-kapal leluhur yang selama ini tersembunyi kembali digunakan. Masyarakat Motunui pun kembali menjadi para penjelajah dan pencari jalan seperti nenek moyang mereka.

Moana memimpin armada tersebut melintasi samudra dengan penuh keyakinan. Maui juga terlihat menemani perjalanan mereka. Kisah berakhir dengan Motunui memasuki era baru, bukan lagi sebagai masyarakat yang takut terhadap lautan, melainkan sebagai bangsa pelaut yang kembali menemukan jati diri mereka.

Tag Film

18 Tag

Komentar

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Komentar akan tampil setelah disetujui admin.

Belum ada komentar.

Smart Related

Rekomendasi Serupa

Lihat genre Family