

Sinopsis Petaka Gunung Gede (2025)
Haunting of Mount Gede
Pendakian ke Gunung Gede saat liburan sekolah berubah menjadi teror bagi dua sahabat setelah salah satu dari mereka melanggar pamali setempat dan dirasuki roh pendendam.
Detail Film
Original:
Haunting of Mount Gede
Rilis:
Negara:
Director:
Rating:
6.5/10
Official Trailer
Petaka Gunung Gede
Full Sinopsis
Film dibuka dengan Maya Aska yang menjelaskan bahwa kisah yang sebelumnya ia ceritakan di media sosial belum selesai dan akan diungkap lebih lengkap melalui film ini. Cerita berlatar tahun 2007 dan berfokus pada Maya dan Ita, dua sahabat yang selalu bersama. Saat liburan sekolah, mereka sempat hanya berkeliling menggunakan sepeda motor sebelum Maya mengajak Ita mendaki Gunung Gede.
Maya sebenarnya memiliki kemampuan melihat penampakan, bahkan sering merasa takut ketika berada di rumah Ita karena melihat hal-hal menyeramkan. Kondisi Ita sendiri sedang tidak baik karena rambutnya banyak rontok dan hidungnya sering mengeluarkan darah, sehingga Ita menduga dirinya terkena kanker. Meski tubuhnya lemah, Ita tetap berusaha terlihat kuat di depan Maya.
Kakak Maya, Indra, adalah pecinta alam yang sering mendaki bersama Ale, Akri, Ucup, dan Yadi. Ketika teman-teman Indra datang ke rumah dan membicarakan rencana mendaki Gunung Gede, Maya meminta izin untuk ikut dan mengajak Ita. Indra sempat khawatir karena Maya belum pernah mendaki dan memiliki kemampuan melihat hal-hal gaib, tetapi akhirnya mengizinkannya setelah Maya mendapat persetujuan orang tuanya, dengan syarat Maya tidak menceritakan penampakan yang dilihatnya selama perjalanan.
Baca juga: Spider-Man: No Way Home (2021)
Maya mengajak Ita dan sangat ingin mereka mendaki bersama untuk pertama kalinya. Orang tua Ita awalnya sulit memberikan izin, tetapi setelah Ita terus meminta, ayahnya tiba-tiba mengizinkan tanpa banyak pertimbangan, meskipun biasanya ia sangat melarang Ita bepergian atau menginap. Maya dan Ita pun bersiap mengikuti rombongan menuju Gunung Gede.
Rombongan berangkat menggunakan mobil pikap dan menghabiskan perjalanan dengan bernyanyi serta bercanda. Setelah tiba di kawasan Gunung Gede saat hari sudah gelap, mereka menggunakan angkot menuju kaki gunung dan beristirahat di warung kopi milik Ibu Lilis. Malam itu Ita terbangun karena sedang menstruasi, sehingga Maya menyarankan mereka pulang karena mengetahui adanya mitos bahwa perempuan yang sedang menstruasi tidak boleh mendaki gunung.
Ita menolak pulang karena tetap ingin mendaki. Ia merasa kondisi tubuhnya semakin buruk dan menganggap perjalanan tersebut mungkin menjadi kesempatan terakhirnya untuk memiliki kenangan bersama Maya. Saat Ita sedang mengganti pembalut di kamar mandi, ia melihat sosok tinggi, besar, dan hitam sehingga berteriak ketakutan. Ibu Lilis yang mendengar kejadian itu mengatakan bahwa sudah lama tidak ada makhluk halus yang mengganggu kawasan tersebut.
Keesokan paginya Ita justru terlihat sehat dan bersemangat sehingga rombongan memutuskan tetap mendaki. Setelah sampai di loket, Maya melihat seorang nenek di dalam hutan, tetapi ternyata nenek tersebut adalah penjual makanan dan dapat dilihat oleh semua orang. Indra mengingatkan Ita agar tidak banyak bercanda di kawasan gunung, lalu mereka berdoa sebelum memulai pendakian.
Ketika rombongan sudah mendaki, Ita tiba-tiba terdiam dan telinganya berdengung hingga tidak mendengar panggilan Maya. Mereka lalu berhenti di dekat sebuah telaga untuk makan dan beristirahat. Saat itulah Ita diam-diam membuang sebuah kantong plastik hitam ke telaga, sementara Maya melihat sosok perempuan tinggi berambut panjang muncul dari telaga dan memperingatkan bahwa Ita telah mengotori gunung.

Ita tiba-tiba kesurupan dan mencekik Maya, tetapi tidak lama kemudian ia sadar. Maya mengatakan bahwa ada sesuatu yang masuk ke tubuh Ita dan memintanya beristigfar, tetapi Ita menganggap dirinya baik-baik saja dan meminta perjalanan dilanjutkan. Setelah itu gangguan semakin sering terjadi, termasuk bayangan, suara tertawa, sosok lelaki tua bertopi anyaman, serta dengungan keras yang dirasakan rombongan.
Ita kembali mengalami sakit perut sehingga rombongan berhenti. Ia lalu kesurupan dan berbicara menggunakan bahasa Sunda, meminta dirinya diturunkan karena dianggap kotor dan telah mengotori kawasan gunung. Maya berusaha menyadarkannya dan berhasil, tetapi Ita kembali marah ketika Maya menyarankan mereka turun. Dalam kesurupan berikutnya, Ita mengatakan bahwa siapa pun yang ingin turun boleh pergi, sedangkan ia akan naik sendiri menuju puncak.
Rombongan mengejar Ita yang berjalan sangat cepat sampai mereka sempat kehilangan jejaknya. Indra dan Akri kemudian bertengkar karena menganggap keputusan membawa Ita ikut mendaki telah membuat perjalanan mereka menjadi sulit. Maya meminta mereka tidak menyalahkan Ita dan mengajak semua orang membantu agar Ita bisa keluar dari gunung dengan selamat. Mereka akhirnya menemukan Ita sedang duduk dan menangis, tetapi Ita tetap bersikeras ingin mencapai puncak.
Pendakian dilanjutkan bersama-sama. Ita beberapa kali berhenti karena kedinginan sampai tubuhnya bergetar, tetapi ia tetap ingin melanjutkan perjalanan. Gangguan semakin sering terjadi ketika mereka mendekati puncak, namun rombongan terus berjalan hingga akhirnya berhasil mencapai puncak Gunung Gede.
Sesampainya di puncak, Ita meminta maaf karena selama perjalanan telah menyusahkan rombongan. Ketika mereka mulai mendirikan tenda dan membuat api unggun, Ita kembali kesurupan. Indra dan Ale meminta bantuan pendaki lain, tetapi mereka justru menganggap Ita hanya berpura-pura kesurupan untuk mencari perhatian.
Seorang pria akhirnya datang dan melerai mereka. Ia mengatakan bahwa gunung merupakan tempat sakral dan membantu menangani Ita di dalam tenda. Kondisi Ita sangat parah dan mengeluarkan banyak darah, sehingga pria tersebut meminta Indra mengganti matras dan Maya membersihkan Ita sebelum ia mengumandangkan azan di telinga Ita. Ita akhirnya sadar dan memeluk Maya karena ketakutan.
Malam semakin larut dan para lelaki tidur di luar, sementara Maya dan Ita berada di dalam tenda. Maya bermimpi bahwa Ita berubah menjadi penunggu Gunung Gede yang meminta mereka pergi, tetapi ketika terbangun Maya mendapati Ita benar-benar tidak berada di dalam tenda. Maya mencari Ita dan menemukannya di balik semak sedang berbicara dengan makhluk gaib dalam keadaan kesurupan, lalu Maya memukulnya sampai Ita sadar kembali.
Baca juga: Project Hail Mary (2026)

Keesokan harinya rombongan bersiap turun. Mereka menyadari pria yang sebelumnya membantu Ita sudah tidak ada, lalu menduga bahwa pria tersebut merupakan makhluk gaib yang menjadi penjaga puncak Gunung Gede. Sebelum turun, Ita pergi ke kawasan bunga Edelwis dan mengatakan kepada Maya bahwa ia merasa Gunung Gede adalah tempatnya dan tidak ingin pergi. Maya mengingatkan Ita bahwa orang tuanya menunggu di rumah, tetapi sebelum meninggalkan puncak Ita kembali mengatakan bahwa Maya akan sangat merindukan mendaki bersamanya.
Dalam perjalanan turun, Maya dan Ita tetap bersama. Ita baru menyadari pakaiannya telah diganti dan Maya menjelaskan bahwa ia menggantinya karena pakaian Ita penuh keringat. Saat beristirahat, Ita merasa seperti ada sesuatu yang tertinggal di Gunung Gede tetapi tidak tahu apa benda tersebut. Yadi juga merasakan jumlah orang dalam rombongan seperti bertambah satu, tetapi mereka tetap melanjutkan perjalanan hingga berhasil turun.
Sesampainya di rumah, kejadian aneh langsung terjadi. Maya dan Indra terlihat sudah berada di rumah dan sedang membersihkan halaman belakang, tetapi pada saat yang sama ibu mereka mendengar ketukan pintu dan mendapati Maya serta Indra baru saja pulang melalui pintu depan. Mereka menyadari bahwa sosok yang sebelumnya terlihat membersihkan halaman belakang bukanlah Maya dan Indra.
Malamnya keluarga Maya mendapat kabar bahwa Ita terus menangis dan berteriak histeris di rumah. Maya dan Indra segera datang dan melihat Ita dalam keadaan kesurupan dengan mata merah, bahkan mencabut kuku-kukunya sendiri. Seorang ustaz mencoba mengusir jin dari tubuh Ita, tetapi makhluk tersebut menolak keluar dan bahkan meludahi ustaz tersebut.
Karena Ita terus memberontak, keluarganya membawanya ke rumah sakit dan dokter memberikan obat bius agar ia berhenti bergerak. Maya dan Indra datang menjenguk, tetapi ayah Ita menyalahkan mereka karena telah membawa Ita mendaki. Dokter akhirnya mengatakan bahwa Ita tidak memiliki penyakit medis yang dapat menjelaskan kondisinya dan menyebut gangguan tersebut sebagai sesuatu yang bersifat mistis.
Selama beberapa hari Ita dirawat dan tidak dapat masuk sekolah. Pada hari keempat setelah turun gunung, kondisi Ita semakin parah, perutnya membesar secara misterius dan rambutnya semakin banyak rontok. Para dokter tidak mampu menangani kondisinya, sementara beberapa kiai yang dipanggil keluarga Ita juga tidak berhasil membantu.
Seorang kiai akhirnya mengatakan bahwa Ita telah membuang sesuatu di telaga Gunung Gede dan benda tersebut harus ditemukan kembali. Maya menduga benda itu adalah pembalut bekas menstruasi, tetapi Indra dan teman-temannya membantah karena sebelumnya mereka telah memeriksa tas Ita dan menemukan pembalut bekas masih berada di dalamnya. Mereka menyimpulkan bahwa benda yang dibuang Ita ke telaga bukan pembalut tersebut.

Ibu Ita juga mulai memperhatikan seorang pria berjaket hitam yang sering keluar masuk ruang rawat Ita dan tiba-tiba menghilang. Pada malam hari Ita terus mengalami gangguan dari sosok tinggi berwarna hitam hingga darah keluar dari mata, hidung, telinga, dan bagian tubuh lainnya. Kondisinya semakin kritis sampai pada suatu malam jantung Ita berhenti dan dokter melakukan kejut jantung untuk mencoba menyelamatkannya.
Saat melihat Maya dari dalam ruang perawatan, Ita sempat tersenyum sebelum akhirnya meninggal dunia. Jenazah Ita segera diurus dan Maya menghadiri pemakamannya sambil meminta maaf karena tidak mampu menjaga sahabatnya. Setelah kematian Ita, Maya mendapatkan mimpi yang memperlihatkan Ita menerima sebuah kantong plastik hitam dari ayahnya sebelum pendakian dan diminta membuangnya sejauh mungkin.
Maya menceritakan mimpi tersebut kepada ibu Ita. Ketika ditanya mengenai benda yang diberikan kepada Ita, ayah Ita akhirnya mengungkap bahwa bisnisnya sedang mengalami masalah akibat persaingan. Ia sebelumnya berusaha mengirim santet kepada saingannya, tetapi saingannya membalas dengan mengirim santet Bali yang justru menyerang Ita. Gejala rambut rontok dan mimisan yang selama ini dianggap sebagai kemungkinan kanker ternyata berkaitan dengan santet tersebut.
Ayah Ita kemudian menemukan buhul santet yang dikubur di dekat rumahnya. Menurut orang pintar, buhul tersebut harus dibuang sejauh mungkin agar serangan terhadap keluarganya berhenti. Karena Ita kebetulan akan mendaki Gunung Gede, ayahnya memanfaatkan perjalanan tersebut untuk meminta Ita membawa dan membuang buhul itu.
Baca juga: The Odyssey (2026)
Ternyata terdapat dua kantong plastik hitam, satu berisi buhul santet dan satu lagi berisi pembalut bekas. Ita salah mengambil kantong dan membuang kantong berisi buhul ke telaga Gunung Gede. Benda tersebut membuat penghuni gunung murka karena menganggap Ita telah mengotori kawasan mereka, sehingga gangguan terhadap Ita terus berlanjut sampai akhirnya menyebabkan kematiannya.
Dua tahun setelah kematian Ita, Maya kembali mendaki Gunung Gede bersama Indra dan teman-temannya. Ia mengingat pesan Ita mengenai pendakian mereka dan kembali berada di kawasan bunga Edelwis. Di tempat tersebut Maya melihat arwah Ita dan mengajaknya turun dari gunung agar dapat pergi dengan tenang.
☕
Traktir Kopi
Suka dengan alur cerita ini?
Yuk traktir secangkir kopi untuk penulis agar makin semangat merangkum film lainnya!
Smart Related
Rekomendasi Serupa
Genre Adventure
★ 8.9
Spider-Man: No Way Home (2021)
US • Action
Genre Adventure
★ 8.7
Project Hail Mary (2026)
US • Adventure
Genre Adventure
★ 8.5
The Odyssey (2026)
United Kingdom, US • Adventure
Genre Adventure
★ 8.5
Dune: Part Two (2024)
US • Action
Genre Adventure
★ 8.195
Hoppers (2026)
US • Adventure
Genre Adventure
★ 8.1
Coyote vs. Acme (2026)
US • Comedy
Genre Adventure
★ 8.1
Ne Zha 2 (2025)
China • Action
Genre Adventure
★ 8.1
Dune: Part One (2021)
Canada, US • Action
Genre Adventure
★ 8
Zootopia (2016)
US • Adventure
Genre Adventure
★ 7.978
Mortal Kombat II (2026)
US • Action
Genre Adventure
★ 7.9
Spider-Man: Brand New Day (2026)
US • Science Fiction
Avatar (2009)
United Kingdom, US • Action
Diskusi
Komentar Pembaca (0)