Sinopsis The Odyssey (2026)

Odysseus, Raja Ithaka yang legendaris, akhirnya memulai perjalanan pulang setelah bertahun-tahun berperang dalam Perang Troya. Namun, perjalanan yang seharusnya membawa dirinya kembali ke rumah berubah menjadi petualangan penuh bahaya. Ia harus berhadapan dengan amarah para dewa, monster-monster mengerikan, dan berbagai cobaan yang menguji kecerdikan, keberanian, hingga sisi kemanusiaannya.
Detail Film
Trailer
Full Sinopsis
Film dibuka di kerajaan Ithaca, ketika seorang penyair sedang menyanyikan kisah tentang pejuang legendaris bernama Odysseus. Di tempat lain, di pesisir dekat Troy, seorang prajurit bernama Sinon terlihat berada di luar Kuda Troya. Dua tentara Troy menembakkan anak panah kepadanya hingga tubuhnya tertancap pada kuda kayu tersebut.
Dalam kondisi sekarat, Sinon mengatakan bahwa Kuda Troya merupakan hadiah untuk dewi Athena. Ucapannya menjadi bagian dari tipu muslihat besar pasukan Yunani. Sementara itu, nasib Odysseus setelah perang masih menjadi misteri bagi keluarganya di Ithaca.
Rumah Odysseus kini dipenuhi para pria yang ingin menikahi istrinya, Penelope. Di antara mereka terdapat Antinous dan Polybus, dua pelamar yang paling menonjol dan agresif. Antinous bahkan mengaku seharusnya ikut berperang bersama Odysseus, meskipun kenyataannya ia berhasil menghindari wajib perang dan membuat Sinon mengambil tempatnya.
Putra Odysseus dan Penelope, Telemachus, tumbuh besar tanpa pernah benar-benar mengenal ayahnya. Odysseus berangkat berperang ketika Telemachus masih bayi. Kini Telemachus harus menghadapi tekanan dari para pelamar yang terus menguasai rumah keluarganya.
Telemachus berlatih bertarung bersama Mentor, sosok yang selama ini menjadi pembimbingnya. Setelah latihan, ia berbicara dengan seorang penggembala babi tua bernama Eumaeus, yang penglihatannya sudah mulai melemah. Eumaeus menceritakan bahwa dirinya dahulu bersama Odysseus ketika sang raja memilih anjing pemburunya, Argos.
Meski sudah sangat tua, Argos masih terus menunggu kepulangan tuannya. Kesetiaan anjing tersebut menjadi salah satu pengingat bahwa Odysseus belum sepenuhnya dilupakan oleh orang-orang Ithaca. Bagi Telemachus, kisah itu semakin memperkuat keinginannya untuk mengetahui apakah ayahnya masih hidup.
Telemachus kemudian berbicara dengan Penelope mengenai masa depan mereka. Penelope mengaku hanya mempertimbangkan untuk menikah lagi karena Odysseus sendiri pernah memberinya izin sebelum berangkat ke medan perang. Mereka berdua sejak awal memahami bahwa bergabung dalam perang yang dipimpin Raja Agamemnon merupakan keputusan yang sangat berbahaya.
Odysseus sebenarnya juga memiliki alasan lain untuk ikut berperang. Ia khawatir Agamemnon akan mengambil Telemachus jika dirinya menolak, terlebih karena sang raja bahkan pernah mengorbankan putrinya sendiri kepada para dewa demi mendapatkan angin yang menguntungkan. Penelope kemudian meminta Telemachus mencoba menarik busur milik ayahnya, karena Odysseus dikenal sebagai pemanah yang luar biasa.
Di ruang makan, Telemachus melihat Polybus memperlakukan Argos dengan kasar. Ia langsung membela anjing tua tersebut dan menghadapi Polybus. Namun Polybus justru menyerangnya sampai Penelope datang dan memerintahkan pria itu berhenti menyakiti putranya.
Setelah kejadian itu, Telemachus mengungkapkan rencananya kepada pelayan bernama Eurycleia. Ia bermaksud berlayar untuk mencari Odysseus sendiri. Mentor akhirnya ikut mendampinginya bersama beberapa orang dalam sebuah kapal kecil.
Sementara itu, Odysseus ternyata masih hidup di pulau Ogygia. Ia terus dihantui penglihatan dewi Athena, yang mendorongnya untuk mengingat kembali masa lalunya. Namun Odysseus tidak mampu mengingat keluarganya maupun apa yang terjadi terhadap seluruh pasukannya.
Satu-satunya orang yang menemaninya adalah seorang nimfa bernama Calypso. Selama ini, Calypso memberinya bunga Lotus yang membuat ingatan Odysseus tetap terhalang. Akibatnya, sang pejuang hidup dalam keadaan seperti kehilangan identitasnya sendiri.
Ingatan Odysseus perlahan mulai kembali dan membawa cerita menuju masa setelah jatuhnya Troy. Setelah sepuluh tahun berperang, Odysseus dan para prajurit Ithaca bersiap pulang melalui jalur berbeda dari Agamemnon dan saudaranya, Menelaus. Mereka sempat menyerang sebuah desa untuk mengambil makanan dan persediaan air sebelum melanjutkan perjalanan.
Perjalanan membawa mereka ke sebuah pulau lain. Odysseus memimpin anak buahnya memasuki sebuah gua besar yang ternyata merupakan rumah seorang Cyclops bernama Polyphemus, putra Poseidon. Polyphemus menutup pintu gua menggunakan batu besar dan menjebak seluruh prajurit di dalam bersama kawanan dombanya.
Para prajurit berusaha bersembunyi dari raksasa bermata satu tersebut. Namun Polyphemus berhasil menangkap dua orang dan memakan mereka hidup-hidup. Odysseus sadar mereka harus menggunakan kecerdikan jika ingin keluar dari tempat itu.
Keesokan paginya, beberapa prajurit mencoba melarikan diri ketika pintu gua dibuka. Polyphemus kembali menangkap dan memakan beberapa orang. Odysseus dan yang lain memilih menunggu sampai sang Cyclops tertidur.
Saat Polyphemus terlelap, Odysseus menusuk matanya dengan tombak yang ujungnya telah dibakar. Polyphemus meraung kesakitan dan membuka kembali pintu gua, memberi kesempatan bagi para prajurit untuk melarikan diri. Namun Odysseus melakukan kesalahan ketika ia masih sempat menembakkan anak panah kepada raksasa tersebut.
Polyphemus mengejar mereka sampai ke laut dan berhasil membunuh beberapa prajurit lagi. Eurylochus dan beberapa anak buah Odysseus memarahinya karena tindakannya dianggap tidak perlu. Karena Polyphemus adalah putra Poseidon, mereka khawatir dewa laut tersebut kini akan membuat perjalanan mereka semakin sulit.
Di sisi lain, Telemachus tiba di Sparta untuk bertemu Menelaus dan istrinya, Helen dari Troy. Helen yang dahulu dikenal sebagai perempuan yang memicu perang besar kini terlihat sedikit cacat akibat pengalaman selama konflik. Menelaus menerima Telemachus dan Mentor sebagai tamu.
Menelaus kemudian menceritakan pengalaman berada di dalam Kuda Troya bersama Odysseus dan para tentara Ithaca. Sinon sengaja ditinggalkan di luar untuk berpura-pura menjadi prajurit yang membelot. Setelah Kuda Troya dibawa masuk ke kota, Odysseus memimpin para tentara keluar dan membuka gerbang agar seluruh pasukan Yunani dapat menyerbu Troy.
Namun Menelaus tidak mengetahui apa yang terjadi kepada Odysseus setelah perang. Telemachus pun belum mendapatkan petunjuk yang dibutuhkannya. Meski demikian, cerita tersebut semakin memperjelas gambaran mengenai sosok ayah yang selama ini hanya dikenalnya melalui legenda.
Ingatan Odysseus kembali berlanjut. Setelah meninggalkan wilayah Cyclops, rombongan menghadapi badai besar sebelum akhirnya mencapai pulau yang dihuni bangsa Laestrygonian, para prajurit raksasa yang sangat brutal. Ketika para prajurit meminta makanan, seorang anak Laestrygonian justru mengejek mereka lalu memanggil kelompoknya.
Para raksasa kemudian menyerang tanpa ampun. Banyak prajurit Odysseus dihantam dan dibunuh sebelum sisanya melarikan diri kembali menuju kapal. Jumlah mereka semakin berkurang setiap kali menemukan tempat baru.
Mereka kemudian tiba di pulau Aeaea. Odysseus memisahkan diri, sementara Eurylochus memimpin kelompok lain untuk mencari makanan. Para prajurit mulai mempertanyakan kemampuan Odysseus sebagai pemimpin karena terlalu banyak rekan mereka yang telah tewas.
Eurylochus dan anak buahnya bertemu seorang perempuan bernama Circe. Ia menawarkan makanan, tetapi ternyata merupakan seorang penyihir. Setelah mereka makan, Circe menggunakan sihirnya untuk mengubah para prajurit menjadi babi.
Odysseus menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh dengan pulau tersebut. Banyak hewan liar berkeliaran, tetapi tidak ada satu pun yang menyerangnya. Ia kemudian menembakkan anak panah kepada seekor rusa yang ternyata berubah kembali menjadi manusia setelah mati.
Odysseus segera mendatangi rumah Circe. Meskipun belum mengetahui identitas sebenarnya perempuan tersebut, ia berhasil menghindari berbagai tipuannya. Ketika akhirnya mengetahui anak buahnya telah diubah menjadi babi, Odysseus menuntut Circe mengembalikan mereka.
Circe mengungkapkan kebenciannya terhadap kaum pria, tetapi akhirnya bersedia membalikkan sihirnya. Ia juga mengatakan bahwa jika Odysseus ingin mengetahui jalan pulang, ia harus memasuki Hades, dunia orang mati. Setelah para prajurit kembali menjadi manusia, mereka mengumpulkan perbekalan dan segera meninggalkan pulau.
Odysseus dan pasukannya kemudian menyeberangi sungai besar menuju dunia kematian. Setelah memberikan persembahan, roh-roh orang mati mulai muncul di hadapan mereka. Salah satunya adalah Sinon, yang akhirnya mengetahui bahwa dirinya sebenarnya telah dikhianati dan sengaja dibiarkan mati.
Sinon memberi tahu Odysseus bahwa Antinous kini sedang berkomplot melawannya di Ithaca. Ia juga menjelaskan bagaimana Antinous berhasil menghindari perang sehingga Sinon harus menggantikannya. Informasi tersebut membuat ancaman terhadap keluarga Odysseus semakin jelas.
Odysseus kemudian bertemu dengan roh Agamemnon. Sang raja memperingatkannya agar berhati-hati jika kembali ke rumah. Agamemnon sendiri pulang dari perang dan disambut dengan perayaan, tetapi istrinya, Clytemnestra, membunuhnya sebagai balas dendam karena ia telah mengorbankan putri mereka.
Terakhir, Odysseus bertemu peramal bernama Tiresias. Sang peramal mengatakan bahwa para dewa telah menetapkan hanya Odysseus yang akan selamat sampai akhir perjalanan. Setelah ramalan tersebut, para roh prajurit mati mengejar mereka hingga mereka terpaksa melarikan diri dari Hades.
Kembali di Ithaca, Antinous terus berusaha meyakinkan Penelope bahwa dirinya pantas menjadi suami berikutnya. Ia juga mulai mencari tahu keberadaan Telemachus. Seorang pelayan pengkhianat bernama Melantho membocorkan arah perjalanan sang pangeran.
Antinous kemudian berkomplot bersama para pelamar lain untuk menyergap Telemachus sebelum ia kembali ke Ithaca. Eumaeus tanpa sengaja mendengar rencana tersebut. Sementara itu di Sparta, Telemachus terus berlatih memanah bersama Menelaus dan mulai merasa dirinya siap mengambil alih takhta.
Perjalanan Odysseus berlanjut menuju wilayah para Siren. Mengetahui bahaya suara mereka, Odysseus memerintahkan anak buahnya mengikat tubuhnya pada tiang kapal. Ia ingin mendengar nyanyian Siren tetapi tidak ingin kehilangan kendali.
Nyanyian tersebut memberikan pengaruh luar biasa. Setidaknya satu prajurit melompat keluar dari kapal, sementara Odysseus berteriak kesakitan karena tidak dapat mengikuti suara tersebut. Setelah melewati Siren, mereka menghadapi ancaman lain berupa pusaran air raksasa milik Charybdis.
Odysseus memilih membawa kapal menjauh dari pusaran tersebut. Namun keputusan itu justru membawa mereka menuju monster Scylla, yang langsung menangkap dan memakan beberapa prajurit. Eurylochus dan anak buah yang tersisa semakin kehilangan kepercayaan kepada Odysseus.
Odysseus membela keputusannya dengan mengatakan bahwa menghadapi Scylla merupakan pilihan yang lebih aman dibandingkan membiarkan seluruh kapal ditelan Charybdis. Meskipun secara logis masuk akal, keputusan tersebut tetap berarti mengorbankan beberapa anak buahnya. Hubungannya dengan para prajurit pun semakin renggang.
Mereka akhirnya tiba di pulau Thrinacia. Odysseus memperingatkan semua orang agar tidak membunuh ternak milik dewa Helios. Tiresias sebelumnya telah mengatakan bahwa jika mereka memakan ternak tersebut, seluruh rombongan akan binasa.
Namun rasa lapar membuat para prajurit mengabaikan perintah tersebut. Mereka membunuh dan memakan ternak Helios. Akibatnya, badai dahsyat menghantam perjalanan mereka dan seluruh anak buah Odysseus akhirnya tewas.
Hanya Odysseus yang selamat dari kehancuran tersebut. Ia terdampar sendirian sampai akhirnya ditemukan oleh Calypso. Dari sinilah ia kemudian tinggal di Ogygia selama bertahun-tahun.
Calypso akhirnya mengungkapkan bahwa Odysseus telah tinggal bersamanya selama tujuh tahun. Selama itu pula ia terus memberikan bunga Lotus agar Odysseus tidak mengingat kehidupannya yang lama. Calypso mengaku melakukan semuanya karena telah jatuh cinta kepadanya.
Kini Calypso akhirnya memilih membiarkan Odysseus pergi. Ia mengembalikan sebuah benda yang dahulu diberikan Penelope kepada suaminya sebelum perang. Melihat benda tersebut membuat ingatan Odysseus mengenai Penelope dan keluarganya kembali sepenuhnya.
Odysseus membuat rakit sederhana dan berlayar meninggalkan Ogygia. Dengan bantuan Athena, ia akhirnya terdampar di pantai Ithaca. Setelah bertahun-tahun, Odysseus akhirnya kembali ke tanah kelahirannya.
Namun ia tidak langsung mengungkap identitasnya. Odysseus menyamar sebagai seorang pengemis dan menemukan Eumaeus setelah penggembala tersebut diserang oleh kelompok konspirator. Kelompok itu dipimpin oleh Melanthius, saudara Melantho.
Eumaeus memberi tahu lokasi Telemachus. Odysseus segera menuju sebuah kuil, tempat kelompok konspirator sedang bersiap menyergap putranya. Pertarungan kemudian terjadi dan Mentor terbunuh.
Odysseus turun tangan dan membantai para konspirator. Ia berhasil menyelamatkan Telemachus tetapi masih belum mengungkap identitas sebenarnya. Ketika ditanya namanya, Odysseus menggunakan nama Sinon.
Ketika mereka kembali ke istana, Odysseus melihat Argos. Anjing tua tersebut langsung mengenali tuannya dan mengibaskan ekor untuk terakhir kalinya. Setelah menunggu bertahun-tahun, Argos akhirnya meninggal tepat setelah melihat Odysseus kembali.
Reaksi Argos membuat Telemachus mulai memahami siapa sebenarnya pria misterius tersebut. Ia menyadari bahwa orang yang menyebut dirinya Sinon sebenarnya adalah ayahnya. Namun Odysseus tetap mempertahankan penyamarannya.
Odysseus kemudian dibawa ke ruang makan bersama para pelamar Penelope. Antinous dan Polybus memperlakukannya dengan kasar karena menganggapnya hanya seorang pengemis. Penelope akhirnya turun tangan dan meminta mereka berhenti.
Setelah para pelamar meninggalkan ruangan, Odysseus berbicara langsung dengan Penelope. Ia tetap tidak mengungkap identitasnya. Namun dalam percakapan tersebut, ia mengungkapkan penyesalan mendalam atas Perang Troya dan seluruh darah yang tertumpah karenanya.
Sebuah kilas balik menunjukkan Odysseus memenggal kepala patung Athena. Adegan tersebut disajikan seperti dirinya melakukan tindakan tersebut langsung terhadap sang dewi. Peristiwa itu menjelaskan alasan Athena terus muncul dalam berbagai penglihatannya.
Sementara itu, Antinous mencoba mencari kesempatan membunuh Telemachus. Namun rencananya belum berhasil. Ketegangan antara keluarga Odysseus dan para pelamar kini semakin mendekati puncaknya.
Saat fajar, Penelope akhirnya mengumpulkan seluruh pelamar untuk sebuah kompetisi. Siapa pun yang berhasil menyelesaikan tantangan tersebut akan menjadi suaminya. Mereka harus menarik busur milik Odysseus dan menembakkan anak panah melewati beberapa kapak yang disusun berjajar.
Satu demi satu para pelamar mencoba, tetapi tidak ada yang bahkan mampu memasang tali pada busur tersebut. Odysseus yang masih menyamar kemudian meminta kesempatan. Para pria menertawakannya, tetapi Penelope membiarkannya mencoba.
Odysseus menarik busur dengan mudah hingga menghasilkan suara khas yang sangat dikenali Penelope. Ia kemudian melepaskan anak panah yang meluncur sempurna melewati deretan kapak. Pada saat itu, Penelope langsung mengetahui bahwa pria di hadapannya benar-benar suaminya.
Para pelamar akhirnya menyadari siapa yang sedang mereka hadapi. Odysseus tidak lagi menyembunyikan dirinya dan langsung memulai pembantaian. Korban pertamanya adalah Polybus, yang ditembak tepat pada bagian leher.
Penelope dan orang-orang setianya berlindung sementara pertempuran berlangsung. Namun Penelope sengaja membiarkan Melantho berada di luar karena pengkhianatannya. Melanthius kemudian berhasil masuk ke gudang senjata dan memberikan senjata kepada para pelamar.
Telemachus menghadapi Melanthius dalam pertarungan. Setelah perlawanan sengit, ia berhasil menggorok tenggorokan pria tersebut. Untuk pertama kalinya, Telemachus benar-benar bertempur sebagai pewaris Ithaca.
Odysseus sendiri menerima beberapa luka tetapi terus membunuh para pelamar. Melihat kekuatannya, sebagian dari mereka mulai menyerah dan berlutut meminta ampun. Namun pertarungan terus berlanjut sampai hanya Antinous yang tersisa.
Antinous yang sejak awal banyak memberikan perintah kini tidak memiliki tempat untuk bersembunyi. Odysseus akhirnya memojokkannya. Ia mengembalikan sebuah tanda milik Sinon kepada Antinous, mengingatkannya pada pengkhianatan terhadap prajurit yang dahulu mati menggantikannya.
Setelah itu, Odysseus menusuk perut Antinous hingga tewas. Dengan kematian pria tersebut, para pelamar yang selama bertahun-tahun menguasai rumahnya akhirnya berhasil disingkirkan. Ithaca kembali berada di tangan keluarga Odysseus.
Namun setelah semuanya selesai, Odysseus mengatakan kepada Penelope bahwa dirinya tidak berniat tinggal lama. Ia mengaku hanya ingin melihat Ithaca sekali lagi sebelum melanjutkan perjalanan ke arah barat. Tujuannya adalah menghormati seluruh anak buah yang telah tewas selama perjalanan pulang.
Penelope memutuskan ikut bersama suaminya. Sementara itu, Telemachus akhirnya mengambil alih takhta Ithaca dan menggantikan ayahnya sebagai pemimpin. Penelope mengatakan kepada Odysseus bahwa suatu hari peradaban mereka akan kembali bangkit.
Film kemudian berakhir dengan satu kilas balik terakhir menuju masa Perang Troya. Odysseus terlihat berdiri di tengah kekacauan perang sambil menatap Kuda Troya yang terbakar. Gambaran tersebut menjadi penutup perjalanan panjang seorang pejuang yang memenangkan perang, tetapi harus kehilangan hampir seluruh kehidupannya sebelum akhirnya menemukan jalan pulang.
Tag Film
18 TagKomentar
Komentar Pembaca
Tulis Komentar
Belum ada komentar.
Smart Related
Rekomendasi Serupa
Genre Adventure
★ 5
Greenland 2: Migration (2026)
United Kingdom, US • Action
Genre Adventure
★ 7.5
No Time to Die (2021)
United Kingdom, US • Action
Avatar (2009)
United Kingdom, US • Action
Genre Adventure
★ 6.4
Greenland (2020)
United Kingdom, US • Action
Genre Adventure
★ 6.7
The King's Man (2021)
United Kingdom, US • Action
Genre Adventure
★ 8.7
Project Hail Mary (2026)
US • Adventure
Genre Adventure
★ 5.4
The Great Flood (2025)
Korea • Adventure
Genre Adventure
★ 6.5
The Death of Robin Hood (2026)
US • Adventure
Genre Adventure
★ 7
Enola Holmes 3 (2026)
US • Adventure
Genre Adventure
★ 6.4
Minions & Monsters (2026)
US • Adventure
Genre Adventure
★ 8.1
Ne Zha 2 (2025)
China • Action
Genre Adventure
★ 7
Blades of the Guardians (2026)
China • Action