Lewati ke konten

Sinopsis The Drama (2026)

Poster The Drama

Pasangan yang tengah bahagia mempersiapkan pernikahan mereka harus menghadapi serangkaian kejadian tak terduga yang mengacaukan minggu paling penting dalam hidup mereka, sekaligus menguji kekuatan cinta dan hubungan mereka.

Detail Film
Share

Trailer

Full Sinopsis

Film dibuka di sebuah kafe. Charlie Thompson melihat seorang perempuan bernama Emma Harwood sedang duduk sambil membaca buku. Charlie tertarik padanya, tetapi tidak tahu harus memulai obrolan dari mana. Ia pun diam-diam mencari informasi tentang buku yang sedang dibaca Emma di Google, berharap bisa terdengar pintar dan punya alasan untuk menyapanya.

Charlie mencoba mengajak Emma bicara, tetapi Emma tidak merespons. Setelah ia mencoba lagi, Emma baru menjelaskan bahwa telinga kanannya tuli. Ia juga sedang mendengarkan musik, jadi ia benar-benar tidak mendengar apa yang Charlie katakan. Momen itu memang canggung, tetapi justru menjadi awal perkenalan mereka. Keduanya sepakat untuk mengulang semuanya dari awal.

Waktu berlalu. Charlie dan Emma kini sudah menjadi pasangan, dan dua tahun kemudian mereka bersiap menikah. Charlie sedang menyusun pidato pernikahan bersama sahabatnya, Mike. Di sisi lain, Emma berkumpul dengan Rachel, istri Mike, serta rekan kerja mereka, Alice. Kepada mereka, Emma mengaku bahwa Charlie adalah pria pertama yang benar-benar membuatnya jatuh cinta.

Baca juga: Hamnet (2025)

Namun sejak awal, hubungan itu tidak sepenuhnya mulus. Charlie masih punya banyak pikiran aneh yang kadang ia sendiri tidak tahu harus bagaimana mengatakannya. Ia mengaku kepada Mike bahwa suara tawa Emma sedikit mengganggunya. Ia juga hampir memasukkan hal-hal terlalu pribadi tentang kehidupan seks mereka ke dalam pidato, sampai Mike harus mengingatkannya agar tidak melakukan itu.

Menjelang pernikahan, berbagai masalah kecil mulai bermunculan. Saat latihan dansa, Charlie dan Emma membuat instruktur mereka kesal karena tidak serius. Dalam perjalanan pulang, mereka melihat DJ pernikahan mereka, Pauline, sedang memakai heroin di jalan. Hal itu langsung membuat keduanya ragu apakah Pauline masih layak mengisi acara mereka.

Beberapa waktu kemudian, Charlie dan Emma mencicipi wine untuk pesta pernikahan bersama Mike dan Rachel. Namun staf tempat acara mulai jengkel karena mereka memperlakukan sesi itu seperti nongkrong di bar. Ketika pembicaraan beralih pada Pauline, Rachel mengusulkan permainan lama mereka, “The Dog Story”.

Permainan itu sederhana: masing-masing orang harus menceritakan hal terburuk yang pernah mereka lakukan. Namanya berasal dari kisah Mike, yang dulu pernah menggunakan mantan pacarnya sebagai tameng saat diserang anjing jalanan di Meksiko. Rachel juga punya cerita buruk sendiri. Ia pernah mengunci tetangganya yang lambat menangkap sesuatu di lemari sebuah RV tua, lalu meninggalkannya sampai orang-orang harus membentuk tim pencari.

Charlie hanya bisa mengaku bahwa saat umur 14 tahun, ia pernah merundung seseorang secara online sampai anak itu dan keluarganya pindah. Lalu giliran Emma. Ia mengungkap sesuatu yang jauh lebih berat: saat remaja, ia pernah hampir melakukan penembakan di sekolah.

Suasana langsung berubah.

Emma menjelaskan bahwa itulah alasan telinga kanannya tuli. Dulu, saat berlatih menggunakan senjata, ia menaruh senapan terlalu dekat dengan kepalanya. Pengakuan itu membuat Rachel sangat terguncang, karena sepupunya pernah lumpuh akibat penembakan.

Sejak malam itu, Charlie mulai gelisah. Ia mencintai Emma, tetapi pengakuan itu terus menghantuinya. Ia mencoba membicarakannya dengan Emma, dan Emma akhirnya menceritakan masa lalunya lebih lengkap. Saat remaja, ia sering dirundung. Dalam rasa sakit dan kemarahannya, ia pernah berencana menggunakan senapan ayahnya untuk membalas dendam kepada teman-teman sekolahnya.

Namun sebelum rencana itu benar-benar terjadi, penembakan terjadi di sebuah mal dan menewaskan salah satu teman sekelas Emma. Peristiwa itu mengguncangnya. Emma kemudian ikut dalam gerakan anti-senjata bersama murid-murid lain, mulai menemukan teman baru, dan akhirnya membuang senapan ayahnya.

Charlie berusaha terlihat memahami. Tapi rasa tidak nyamannya masih sulit ia sembunyikan. Bahkan ketika melihat mug bergambar senjata, ia langsung membuangnya.

Rachel kemudian memutuskan tidak akan datang ke pernikahan, padahal ia adalah maid of honor. Selain karena pengakuan Emma, tersirat juga bahwa Emma pernah membuat Rachel tersingkir dari sebuah proyek kerja. Charlie mencoba menemui Rachel untuk memperbaiki keadaan. Ia mulai mencari cara agar orang lain bisa memahami Emma seperti ia berusaha memahaminya.

Namun Charlie tidak sepenuhnya jujur. Kepada Mike dan Rachel, ia menceritakan versi lain dari kisah Emma. Ia menyebut tentang seorang tetangga Emma yang meninggal dalam kecelakaan mobil saat mereka kecil, lalu membuatnya terdengar seolah trauma Emma berasal dari kehilangan teman dekat. Cerita itu berhasil membuat Rachel sedikit melunak.

Baca juga: Wicked (2024)

Di luar gedung, Charlie bertemu Sam, sepupu Rachel yang lumpuh akibat penembakan. Charlie mencoba bersikap ramah, tetapi justru terdengar canggung dan tidak peka. Ia bahkan mengatakan bahwa Sam pasti akan menyukai Emma, tanpa menyadari betapa tidak nyamannya situasi itu bagi Sam.

Kecemasan Charlie semakin besar. Di tempat kerja, ia berbicara dengan rekan kerjanya, Misha. Ia bertanya secara hipotetis bagaimana reaksi Misha jika pacarnya pernah merencanakan penembakan sekolah saat masih remaja. Misha menjawab bahwa ia mungkin akan menelepon polisi.

Jawaban itu membuat Charlie runtuh. Ia pergi ke ruangan kosong dan menangis. Misha datang untuk menenangkannya. Namun dalam keadaan kacau, Charlie malah menciumnya. Situasi hampir berlanjut lebih jauh, dan Misha tampak ikut terbawa. Tapi Charlie menghentikan semuanya dan meminta maaf.

Charlie dan Emma kemudian menemui Pauline untuk membicarakan apa yang mereka lihat. Pauline membantah bahwa ia memakai heroin, lalu menghina Emma dengan kasar. Akhirnya, mereka memecat Pauline sebagai DJ pernikahan.

Hari pernikahan tiba. Charlie dan Emma resmi menjadi suami istri. Namun suasana resepsi tidak sepenuhnya hangat. Ayah Emma, Roger, memberi pidato yang menyinggung soal senapan yang hilang. Setelah itu, Rachel menyampaikan pidato yang terdengar manis di permukaan, tetapi penuh sindiran pasif-agresif untuk Charlie dan Emma.

Saat jeda acara, Emma tidak sengaja mendengar Misha membicarakan penembakan sekolah. Emma mengira Rachel telah membocorkan rahasianya. Ia menarik Misha untuk menemui Charlie dan meminta penjelasan. Namun tanpa sengaja, Misha justru mengungkap bahwa Charlie pernah menciumnya.

Emma terpukul.

Mereka kembali ke resepsi, dan Charlie naik untuk memberikan pidato. Namun pidato itu berubah menjadi bencana. Ia mencoba mengatakan bahwa ia mencintai Emma, tetapi kata-katanya justru terdengar aneh dan menyakitkan. Ia masih menyinggung tawa Emma, kehidupan seks mereka, bahkan mengaku hampir berselingkuh dengan Misha.

Pacar Misha, Blake, langsung berdiri dan menanduk Charlie. Hidung Charlie berdarah, matanya lebam, dan resepsi berubah menjadi kacau. Emma akhirnya pulang bersama orang tuanya.

Charlie kembali ke apartemennya sendirian. Tempat itu terasa kosong. Ia menyalakan lagu yang biasanya bisa membuatnya merasa lebih baik, lagu yang Emma tahu selalu berhasil menghiburnya. Charlie menari sendirian, bukan karena bahagia, tetapi karena tidak tahu harus melakukan apa lagi.

Setelah itu, ia pergi ke cafe dekat apartemennya, tempat yang dulu sering ia kunjungi bersama Emma. Ia duduk sendiri, tenggelam dalam penyesalan.

Tak lama kemudian, Emma datang dan duduk di hadapannya.

Charlie ingin meminta maaf, tetapi sebelum ia sempat berkata apa-apa, Emma justru berbicara kepadanya seolah mereka baru pertama kali bertemu. Ia mengulang perkenalan mereka dari awal, memberi Charlie kesempatan untuk memulai lagi tanpa beban semua kekacauan yang baru saja terjadi.

Charlie memahami maksudnya.

Mereka saling menggenggam tangan, lalu tersenyum. Bukan karena semua masalah langsung selesai, tetapi karena untuk pertama kalinya setelah semuanya runtuh, mereka memilih untuk mencoba lagi.

Komentar

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Komentar akan tampil setelah disetujui admin.

Belum ada komentar.

Smart Related

Rekomendasi Serupa

Lihat genre Romance