Sinopsis The Amateur (2025)
Ketika atasannya di CIA menolak mengambil tindakan setelah istrinya tewas dalam serangan teroris di London, seorang ahli sandi memutuskan untuk bertindak sendiri.
Charlie Heller sedang bekerja sendirian di bengkel pribadinya. Sesaat kemudian istrinya, Sarah, datang menyapanya. Sarah akan pergi ke London untuk menghadiri sebuah konferensi, dan ia berpamitan sebelum berangkat.
Charlie bekerja di CIA sebagai ahli kriptografi. Ia memiliki hubungan dekat dengan seorang agen lapangan yang dijuluki “The Bear”. Mereka akrab karena Charlie pernah menyelamatkan nyawanya. Ia juga menjalin korespondensi rahasia dengan seseorang bernama “Inquiline”, dan sering mencoba menebak lokasi orang tersebut. Charlie menerima beberapa dokumen rahasia dari Inquiline dan menemukan bahwa Direktur Frank Moore dan Wakil Direktur Caleb Horowitz telah memerintahkan serangan drone ilegal di Timur Tengah, lalu menutupinya dengan menyamarkannya sebagai aksi bom bunuh diri.
Direktur O’Brien dan Moore memanggil Charlie ke kantor untuk memberitahu bahwa Sarah telah tewas dalam sebuah situasi penyanderaan di London. Charlie awalnya tidak percaya, sampai ia melihat rekaman CCTV yang menunjukkan Sarah disandera oleh sekelompok pria bersenjata. Tak lama kemudian, barang-barang pribadi dan jenazah Sarah dikembalikan padanya. Di antara barang-barang itu ada sebuah puzzle yang rencananya akan Sarah berikan padanya sebagai hadiah, dan Charlie pun menangis.
Charlie meminta Moore dan Caleb untuk mengejar para pelaku pembunuhan Sarah, namun mereka menganggap itu bukan urusan yang bisa diselesaikan semudah itu. Charlie mulai menyelidiki sendiri dan menemukan identitas keempat teroris yang terlibat: Mishka Blazhic, Ellish, Gretchen Frank, dan Horst Schiller. Horst adalah orang yang menarik pelatuk. Dari rekaman lain, terlihat bahwa Sarah melindungi seorang wanita lain dan akhirnya dibawa sebagai gantinya.
Charlie lalu meminta pelatihan untuk menjadi agen lapangan agar bisa memburu keempat pelaku itu sendiri. Moore dan Caleb menertawakannya, tapi Charlie mengancam akan membocorkan kejahatan mereka, bahkan jika itu membuatnya masuk penjara. Ia bilang punya “dead man’s switch” — sistem yang otomatis akan mengirim dokumen ke media jika ia tidak check-in tiap lima jam. Akhirnya, mereka mengirim Charlie ke kamp pelatihan, namun diam-diam mereka berencana membunuhnya.
Charlie pergi ke Camp Ready dan bertemu dengan Kolonel Robert “Hendo” Henderson. Charlie kesulitan dalam latihan tempur dan senjata, namun ia mahir merakit bom. Setelah pelatihan, Henderson merasa Charlie tidak punya kemampuan untuk membunuh.
Sementara itu, Moore dan Caleb menyelidiki klaim “dead man’s switch” milik Charlie dan menyimpulkan bahwa ia hanya menggertak. Setelah itu, mereka memerintahkan Henderson untuk membunuh Charlie, tapi ia sudah lebih dulu kabur dari kamp.
Perburuan dimulai di Paris. Charlie melacak Gretchen, menyusup ke apartemennya, dan menemukan informasi tentang klinik tempat ia berobat untuk alerginya. Saat Gretchen dan pasangannya pulang, Charlie sempat membidiknya, tapi tangannya gemetar—dia tak tega menembak.
Dengan menyamar sebagai dokter, Charlie menyelinap ke kamar Gretchen, mengunci pintu, dan menyumbat tabung oksigennya dengan serbuk sari. Gretchen mulai tersedak, dan Charlie memaksanya mengungkap lokasi Schiller. Tapi Gretchen pura-pura pingsan sebelum tiba-tiba menyerang. Dalam kekacauan itu, Gretchen lari ke jalanan dan tewas tertabrak mobil. Charlie buru-buru mengambil ponselnya dan melarikan diri.
Charlie melanjutkan ke Marseille, tapi Henderson berhasil melacaknya lewat ponsel Gretchen. Kejar-kejaran pun terjadi di sebuah klub malam. Terpojok di bar, Charlie ternyata sudah menyiapkan bom di kamar mandi sebagai jalan keluar. Ledakan itu memberinya kesempatan untuk kabur.
Charlie kemudian menghubungi Inquiline dan terbang ke Istanbul. Ternyata, Inquiline adalah Davies, janda seorang mantan perwira KGB yang terbunuh. Bersama, mereka melacak Blazhic ke sebuah hotel mewah di Madrid, tempat ia biasa menyewa kolam renang di atap untuk diri sendiri. Di malam yang sunyi, Davies meminta bisa tidur di sebelah Charlie, sekadar untuk merasakan kehangatan seseorang. Charlie mengiyakan.
Keesokan harinya, Charlie menjebak Blazhic di kolam renang. Ia mengancam telah memasang alat yang bisa memecahkan kaca kolam. Blazhic mengaku tak tahu dan berusaha berenang kabur. Charlie menyalakan alat itu, kaca kolam perlahan pecah dan akhirnya hancur, membuat Blazhic jatuh dari lantai 16 dan tewas.
Saat hendak kabur, Henderson kembali muncul. Tapi seorang agen suruhan O’Brien yang curiga menyerang Henderson. Mereka berkelahi, sang agen merebut pistol dan menembak Henderson, tapi Henderson berhasil membunuhnya sebelum tewas.
Caleb tak tinggal diam, dia mengirim tim khusus ke Istanbul. Charlie dan Davies menyadari hal ini dan segera melarikan diri. Saat mereka sudah cukup jauh, tim tersebut berhasil menemukan mereka, dan Davies tewas tertembak. Charlie berhasil kabur, namun sangat terpukul atas kehilangan sahabatnya.
Charlie berhasil melacak Ellish di Romania dengan berpura-pura menjadi pembeli senjata. Dia menjebak Ellish agar membuka sebuah koper yang ternyata berisi bom dan bom itu akan meledak jika Ellish bergerak menjauh. Di bawah ancaman, Ellish akhirnya mengaku bahwa Schiller telah kabur dari Eropa dan sedang bersembunyi di sebuah kapal di Laut Baltik. Dia juga memberikan nama-nama rekan Schiller kepada Charlie.
Setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan, Charlie ingkar janji. Alih-alih mematikan bom seperti yang dijanjikan, dia membiarkan Ellish tewas dalam ledakan itu.
Sementara itu, CIA terus memburunya. Tapi Charlie sudah meretas sistem pengenalan wajah mereka, mengalihkan perhatian mereka ke negara lain sementara dia tetap bersembunyi.
Di kota Primorsk, The Bear menemukan Charlie yang sedang menyusup ke dalam operasi Schiller. Ia menawarkan bantuan untuk meloloskan Charlie agar tidak tertangkap CIA, namun Charlie menolak. Misinya belum selesai.
Ketika Charlie menyusup ke area pelabuhan, anak buah Schiller menangkapnya dan membawanya ke atas kapal. Di sana, akhirnya Charlie berhadapan langsung dengan Schiller.
Schiller mencoba membela diri, mengatakan bahwa mereka sebenarnya tidak berniat membunuh Sarah, tapi karena polisi telah memblokir satu-satunya jalan keluar, mereka terpaksa mengambil tindakan ekstrem agar dianggap serius. Schiller juga menyindir bahwa cara Charlie membunuh Blazhic dan Ellish, serta menyebabkan kematian Gretchen, pada dasarnya sama “perlu”-nya dengan alasan mereka membunuh Sarah.
Schiller melemparkan pistol ke arah Charlie, menantangnya untuk menembak. Tapi ternyata, rencana Charlie yang sebenarnya adalah membuat Schiller berbicara cukup lama sampai kapal itu memasuki wilayah perairan Finlandia. Saat posisi kapal sudah tepat, agen-agen khusus menyerbu dan menangkap Schiller beserta anak buahnya. Rupanya, Charlie sudah memberi tahu pihak berwenang sebelumnya.
Beberapa waktu kemudian, Direktur O’Brien menggelar konferensi pers. Dokumen terkait operasi drone ilegal yang dilakukan Moore dan Caleb dipublikasikan, dan keduanya resmi ditangkap. O’Brien juga mengumumkan bahwa sang pelapor (Charlie) masih hidup dan kini bekerja sama dengan agensi.
Charlie kemudian ditemukan oleh Henderson (yang ternyata masih hidup), dan ia mengakui bahwa dirinya telah meremehkan kemampuan Charlie.
—
Setelah mengunjungi makam Sarah, Charlie kembali ke bengkel rumahnya. Ia melihat pesawat mainan yang dulu diberikan Sarah sebagai hadiah. Charlie memperbaikinya dan menerbangkannya kembali.