Lewati ke konten

Sinopsis His House (2020)

Poster His House

Setelah berhasil melarikan diri dari perang di Sudan Selatan, sepasang pengungsi muda mencoba memulai hidup baru di sebuah kota kecil di Inggris. Namun, di balik kehidupan yang tampak tenang, mereka menemukan sebuah kejahatan mengerikan yang tersembunyi di balik permukaan.

Detail Film

Trailer

Full Sinopsis

Film dibuka dengan Bol dan Rial yang sedang berusaha melarikan diri dari Sudan Selatan yang dilanda perang. Mereka berada di tengah rombongan pengungsi yang berusaha mencapai tempat aman dengan menyeberangi laut menggunakan sebuah perahu yang penuh sesak. Di tengah perjalanan yang berbahaya, kondisi laut semakin buruk dan banyak orang mulai panik karena perahu mereka tidak mampu menghadapi gelombang.

Bol dan Rial berhasil bertahan dalam perjalanan tersebut, tetapi seorang anak perempuan bernama Nyagak ikut hilang ketika perahu mengalami kekacauan. Kematian Nyagak menjadi kehilangan besar bagi pasangan tersebut. Setelah melewati perjalanan panjang dan proses penahanan, Bol dan Rial akhirnya mendapatkan kesempatan untuk tinggal di Inggris sebagai pencari suaka.

Beberapa bulan setelah tiba di Inggris, Bol dan Rial ditempatkan di sebuah rumah tua dan kumuh di sebuah kawasan permukiman. Rumah tersebut diberikan kepada mereka oleh pemerintah sebagai tempat tinggal sementara selama proses kehidupan baru mereka berlangsung. Seorang petugas yang menangani kasus mereka, Mark, menjelaskan berbagai aturan yang harus mereka patuhi agar status mereka di Inggris tidak bermasalah.

Mark memperingatkan bahwa mereka harus menjaga rumah tersebut dan tidak menimbulkan masalah dengan lingkungan sekitar. Ia bahkan mengatakan bahwa mereka harus menunjukkan bahwa mereka adalah salah satu dari pengungsi yang "baik". Bagi Bol, rumah tersebut merupakan kesempatan untuk memulai kehidupan baru setelah semua penderitaan yang mereka alami. Namun bagi Rial, tempat itu terasa asing dan jauh dari kehidupan yang mereka tinggalkan di Sudan Selatan.

Perbedaan sikap mereka segera terlihat. Bol berusaha keras menyesuaikan diri dengan kehidupan Inggris dan ingin meninggalkan masa lalu sejauh mungkin. Ia mulai mengenakan pakaian yang menurutnya lebih sesuai dengan lingkungan barunya dan berusaha berbicara bahasa Inggris sesering mungkin.

Rial mengambil pendekatan yang berbeda. Ia masih mempertahankan pakaian dan kebiasaan dari Sudan Selatan serta menyimpan benda-benda yang mengingatkannya pada kehidupan mereka sebelumnya. Ia juga tetap menggunakan cara makan yang biasa dilakukan di rumah mereka, termasuk duduk di lantai daripada menggunakan meja makan.

Rial masih menyimpan kalung milik Nyagak sebagai salah satu benda yang menghubungkannya dengan anak tersebut. Ia juga tidak ingin begitu saja meninggalkan identitas dan kebudayaan yang menjadi bagian dari kehidupannya. Bagi Rial, melupakan masa lalu bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan hanya karena mereka sekarang tinggal di Inggris.

Bol justru berusaha meyakinkan dirinya bahwa mereka harus menjadi bagian dari masyarakat Inggris. Ia mulai bergaul dengan beberapa pria di lingkungan sekitar dan berusaha menikmati kehidupan baru. Ia bahkan mencoba menunjukkan bahwa dirinya tidak lagi membutuhkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan lama mereka.

Namun rumah yang mereka tempati mulai menunjukkan kejadian-kejadian aneh. Bol dan Rial mendengar suara-suara dari dalam dinding dan melihat benda-benda bergerak tanpa penjelasan. Mereka juga mulai melihat sosok-sosok yang seolah muncul dari dalam rumah lalu menghilang ke balik dinding.

Pada awalnya Bol mencoba mengabaikan kejadian tersebut. Ia tidak ingin mengakui bahwa ada sesuatu yang supernatural di rumah mereka. Ia lebih memilih menganggap suara dan penampakan itu sebagai akibat kondisi rumah yang buruk.

Rial justru lebih peka terhadap kejadian tersebut. Ia mulai melihat Nyagak di dalam rumah. Sosok anak tersebut muncul dalam berbagai keadaan dan membuat Rial semakin sulit membedakan antara kenangan, mimpi, dan kenyataan.

Selain Nyagak, mereka juga melihat sosok laki-laki misterius yang muncul dan menghilang melalui dinding. Kehadiran makhluk tersebut semakin sering terjadi. Rumah yang seharusnya menjadi tempat perlindungan mulai terasa seperti tempat yang mengejar mereka dengan sesuatu dari masa lalu.

Bol berusaha menyingkirkan semua benda yang mereka bawa dari Sudan Selatan. Ia membakar berbagai barang pribadi karena mengira benda-benda tersebut mungkin menjadi penyebab gangguan. Namun setelah semua benda tersebut dibakar, gangguan tetap berlangsung.

Rial kemudian mulai memahami bahwa yang mengikuti mereka bukan sekadar roh biasa. Ia menyebut makhluk tersebut sebagai apeth, atau penyihir malam dalam kepercayaan yang ia kenal. Menurut cerita yang ia sampaikan kepada Bol, apeth dapat mengikuti seseorang yang telah mengambil sesuatu yang bukan miliknya.

Rial menceritakan kisah tentang seorang pria miskin yang secara tidak sengaja mencuri sesuatu dari apeth di dekat sungai. Pria tersebut kemudian membangun rumah menggunakan hasil curian itu. Setelah rumah tersebut selesai, apeth datang dan menghantui dirinya di rumah tersebut.

Rial mulai percaya bahwa makhluk yang berada di rumah mereka adalah apeth yang mengikuti mereka dari perjalanan sebelumnya. Ia juga percaya bahwa jika utang mereka kepada makhluk tersebut dibayar, mereka mungkin bisa mendapatkan kembali Nyagak.

Bol menolak menerima gagasan tersebut. Ia justru semakin berusaha menghapus segala sesuatu yang mengingatkannya pada Sudan Selatan. Ia ingin hidup sebagai orang baru di Inggris dan tidak ingin terus-menerus diganggu oleh masa lalu.

Gangguan semakin parah. Bol melihat sosok-sosok yang tidak seharusnya berada di rumah tersebut dan mengalami berbagai kejadian mengerikan. Sementara itu, hubungan Bol dan Rial juga mulai memburuk karena mereka mempunyai cara yang berbeda dalam menghadapi trauma.

Bol akhirnya pergi menemui Mark dan meminta agar mereka dipindahkan ke rumah lain. Ia mengatakan bahwa rumah tersebut dipenuhi tikus dan tidak layak dihuni. Namun Mark tidak langsung mempercayainya dan tidak memberikan solusi yang diinginkan Bol.

Ketika Mark kemudian datang untuk memeriksa rumah, ia menemukan kerusakan yang disebabkan Bol. Bol telah membongkar bagian-bagian rumah karena berusaha mencari makhluk yang menghantuinya. Mark memperingatkan bahwa kerusakan tersebut dapat membahayakan status mereka sebagai penghuni rumah yang diberikan pemerintah.

Bol semakin terdesak. Ia tidak ingin kehilangan rumah tersebut karena rumah itu merupakan salah satu syarat penting agar mereka dapat terus tinggal di Inggris. Di sisi lain, ia merasa bahwa dirinya tidak akan pernah aman selama makhluk tersebut masih berada di dalam rumah.

Rial mulai menyadari bahwa Bol menyembunyikan sesuatu. Ia juga merasa bahwa Bol terlalu berusaha melupakan kehidupan mereka sebelumnya. Bagi Rial, masa lalu tidak dapat dihapus begitu saja karena semua yang mereka alami masih menjadi bagian dari diri mereka.

Hubungan mereka semakin renggang. Bol ingin memulai kehidupan baru, sedangkan Rial masih terus berhadapan dengan ingatan mengenai Sudan Selatan, Nyagak, dan orang-orang yang mereka tinggalkan. Perbedaan tersebut membuat keduanya semakin terisolasi meskipun mereka tinggal di rumah yang sama.

Bol akhirnya mengambil tindakan ekstrem. Ia menutup dan mengunci rumah dari dalam, bahkan melepas gagang pintu dan mengunci jendela agar mereka tidak dapat keluar. Ia ingin memaksa dirinya dan Rial menghadapi makhluk tersebut sampai semuanya selesai.

Bol kemudian mencoba memanggil apeth secara langsung. Makhluk tersebut muncul dan mengatakan bahwa Bol tidak akan pernah dapat melarikan diri darinya. Apeth menyatakan bahwa Bol adalah miliknya sekarang dan mengatakan bahwa ke mana pun Bol pergi, makhluk itu akan tetap mengikutinya.

Apeth kemudian mengungkapkan sesuatu yang jauh lebih mengerikan. Ia menuduh Bol sebagai pencuri dan mengatakan bahwa Bol telah mengambil sebuah kehidupan yang bukan miliknya. Makhluk tersebut menawarkan sebuah pertukaran: jika Bol menyerahkan hidupnya, Nyagak akan dikembalikan kepadanya.

Bol tidak langsung menyerahkan dirinya. Namun setelah semua gangguan dan rasa bersalah yang ia alami, pikirannya semakin tidak stabil. Ia kemudian berada dalam kondisi seperti kesurupan atau tidak sadar ketika apeth mulai menguasai dirinya.

Rial berhasil melarikan diri dari rumah. Namun ketika berada di luar, ia justru terjebak dalam sebuah pengalaman yang membawanya kembali ke masa lalu. Ia kembali melihat Sudan Selatan dan masa kehidupannya sebelum mereka melarikan diri.

Rial kembali berada di sebuah sekolah. Ia melihat tempat yang dahulu dikenalnya sebagai lingkungan normal, tetapi suasananya segera berubah menjadi mimpi buruk. Ia bersembunyi di dalam sebuah lemari ketika terjadi pembantaian.

Ketika Rial akhirnya keluar dari persembunyian, ia melihat teman-teman dan orang-orang yang dikenalnya telah dibunuh. Pengalaman tersebut menjelaskan salah satu sumber trauma yang selama ini ia bawa. Ia kemudian bertemu kembali dengan Bol, yang datang mencarinya.

Mereka berusaha melarikan diri dari wilayah tersebut. Di tengah kekacauan, mereka mencari kendaraan yang dapat membawa mereka keluar dari daerah konflik. Mereka akhirnya menemukan sebuah bus yang akan berangkat menuju tempat yang lebih aman.

Namun bus tersebut penuh dan tidak semua orang diperbolehkan naik. Orang-orang yang mengatur keberangkatan bus hanya memberikan kesempatan kepada mereka yang memiliki anak. Bol dan Rial berada dalam keadaan putus asa karena mereka membutuhkan kendaraan tersebut untuk melarikan diri.

Dalam keadaan tersebut, Bol melihat seorang anak perempuan bernama Nyagak di tengah kerumunan. Ia kemudian mengambil anak tersebut dan mengaku bahwa Nyagak adalah anak mereka. Dengan begitu, Bol dan Rial mendapatkan kesempatan untuk naik ke dalam bus.

Ibu kandung Nyagak kemudian muncul dan berusaha mendapatkan kembali anaknya. Ia mengejar bus dan memohon agar Nyagak dikembalikan. Namun Bol tetap membawa Nyagak dan tidak menyerahkannya kepada ibunya.

Bus akhirnya meninggalkan tempat tersebut. Ibu Nyagak tertinggal ketika kekerasan kembali pecah di daerah itu. Peristiwa tersebut menjadi salah satu sumber rasa bersalah terbesar yang kemudian menghantui Bol dan Rial.

Terungkap bahwa Nyagak sebenarnya bukan anak kandung Bol dan Rial. Mereka mengambilnya dalam keadaan putus asa agar dapat memenuhi syarat untuk naik bus dan menyelamatkan diri. Karena itu, kehilangan Nyagak dalam perjalanan berikutnya membawa beban moral yang jauh lebih besar bagi mereka.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan hingga akhirnya menyeberangi laut bersama para pengungsi lainnya. Perjalanan laut tersebut berlangsung dalam kondisi berbahaya. Perahu yang mereka tumpangi penuh sesak dan akhirnya mengalami masalah di tengah laut.

Nyagak dan sejumlah orang lainnya jatuh ke laut. Bol dan Rial berusaha menyelamatkan anak tersebut, tetapi mereka tidak berhasil. Nyagak akhirnya tenggelam bersama banyak orang lain yang tidak berhasil selamat dari perjalanan tersebut.

Kini hubungan antara peristiwa masa lalu dan rumah yang mereka tempati di Inggris menjadi jelas. Nyagak bukan sekadar sosok anak yang mereka rindukan. Ia juga merupakan pengingat atas keputusan yang mereka ambil untuk bertahan hidup, termasuk keputusan mengambil anak orang lain demi mendapatkan tempat di bus.

Bol membawa rasa bersalah tersebut sepanjang perjalanan. Ia merasa bahwa kehidupan baru mereka dibangun dengan harga yang sangat mahal. Apeth kemudian menggunakan rasa bersalah tersebut untuk terus menghantuinya.

Rial juga dihantui oleh masa lalu, tetapi cara mereka menghadapinya berbeda. Bol berusaha melupakan semuanya dengan menyesuaikan diri dengan kehidupan Inggris. Rial justru tidak dapat melepaskan masa lalunya dan terus mempertahankan kenangan tentang kehidupan mereka di Sudan Selatan.

Di rumah, apeth terus mempermainkan mereka. Makhluk tersebut muncul melalui dinding dan membuat mereka melihat kembali orang-orang yang telah meninggal. Rumah tersebut seolah-olah dipenuhi oleh bayangan dari semua pengalaman mengerikan yang mereka lalui.

Apeth kemudian kembali menawarkan kesepakatan kepada Bol. Jika Bol menyerahkan hidupnya, Nyagak dapat dikembalikan. Bol akhirnya percaya bahwa satu-satunya cara untuk membayar utang tersebut adalah menyerahkan dirinya sendiri.

Bol kemudian melukai lengannya sendiri. Ia bersedia memberikan tubuhnya kepada apeth sebagai pembayaran atas kehidupan Nyagak. Ia mengatakan bahwa dirinya seharusnya berusaha lebih keras untuk menyelamatkan anak tersebut.

Apeth kemudian muncul dan mulai menyerang Bol. Makhluk itu secara fisik mencengkeram dan masuk ke tubuh Bol, seolah-olah benar-benar ingin mengambil bagian dari dirinya. Bol tidak melawan karena ia telah menerima gagasan bahwa hidupnya harus ditukar dengan Nyagak.

Rial melihat apa yang terjadi. Pada saat itu ia kembali berhadapan dengan bayangan masa lalunya dan dengan pilihan yang harus diambilnya. Apeth mencoba memanfaatkan keinginannya untuk mendapatkan kembali Nyagak dengan menawarkan kehidupan anak tersebut sebagai gantinya.

Namun Rial akhirnya menyadari bahwa mereka tidak dapat terus hidup dengan berusaha mengembalikan sesuatu yang telah hilang. Ia memilih Bol dan masa depan mereka daripada menerima kesepakatan apeth. Rial mengambil sebuah pisau dan menyayat leher apeth, menghentikan makhluk tersebut dan menyelamatkan Bol.

Setelah apeth mati, gangguan tersebut berakhir. Bol dan Rial tidak lagi berusaha menghapus masa lalu mereka. Mereka mulai memahami bahwa orang-orang yang telah mereka kehilangan akan selalu menjadi bagian dari kehidupan mereka, tetapi mereka tidak harus terus dihancurkan oleh rasa bersalah tersebut.

Beberapa waktu kemudian, Mark datang kembali bersama dua orang lainnya untuk memeriksa rumah. Kali ini kondisi rumah sudah diperbaiki. Kerusakan yang sebelumnya dibuat Bol telah diperbaiki dan tempat tersebut tidak lagi terlihat seperti rumah yang hampir hancur.

Mark melihat bahwa Bol dan Rial telah berubah. Mereka tidak lagi meminta dipindahkan. Sebaliknya, mereka mengatakan bahwa mereka memilih untuk tetap tinggal dan menjadikan rumah tersebut sebagai rumah mereka.

Ketika Mark bertanya mengenai penyihir yang sebelumnya mereka ceritakan, Bol mengatakan bahwa Rial telah membunuhnya. Mark menanggapi pernyataan tersebut dengan nada yang tidak benar-benar percaya bahwa ada penyihir di rumah itu.

Bol kemudian menjelaskan bahwa hantu-hantu dari masa lalu tidak benar-benar hilang. Mereka akan selalu mengikuti seseorang. Namun perbedaannya adalah sekarang Bol dan Rial tidak lagi berusaha melarikan diri dari mereka. Mereka memilih untuk hidup bersama kenangan tersebut dan menghadapinya.

Dalam adegan terakhir, Bol dan Rial berdiri bersama di rumah mereka. Mereka saling menggenggam tangan sementara sosok-sosok dari masa lalu terlihat berada di sekitar mereka. Di antara sosok tersebut terdapat Nyagak dan orang-orang lain yang telah mereka kehilangan.

Baca juga: Host (2020)

Mereka tidak lagi melihat hantu-hantu tersebut hanya sebagai ancaman. Kehadiran mereka menjadi bagian dari kenyataan yang harus diterima Bol dan Rial. Rumah yang dahulu terasa seperti tempat asing dan menakutkan akhirnya menjadi tempat di mana mereka dapat menghadapi masa lalu tanpa terus berusaha menyangkalnya.

Kisah Bol dan Rial pun berakhir bukan dengan melupakan semua penderitaan yang mereka alami, melainkan dengan menerima bahwa pengalaman tersebut akan selalu menjadi bagian dari kehidupan mereka. Nyagak tidak kembali sebagai anak yang hidup, tetapi kenangannya tetap bersama mereka. Bol dan Rial akhirnya memilih untuk tetap hidup, tetap bersama, dan membangun kehidupan baru tanpa harus menghapus kehidupan lama mereka.

Suka dengan alur cerita ini?

Yuk traktir secangkir kopi untuk penulis agar makin semangat merangkum film lainnya!

Traktir Kopi

Tag Film

18 Tag

Komentar & Diskusi

0 komentar
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tanggapan langsung tayang secara publik.

Smart Related

Rekomendasi Serupa

Lihat genre Horror