
Sinopsis The Lighthouse (2019)

Pada tahun 1890-an, dua penjaga mercusuar ditugaskan tinggal di sebuah pulau terpencil dan misterius di New England. Terisolasi dari dunia luar, keduanya perlahan berjuang mempertahankan kewarasan mereka ketika berbagai kejadian aneh mulai menghantui tempat tersebut.
Detail Film
Original:
The Lighthouse
Rilis:
Negara:
Director:
Rating:
7.5/10
Writer:
Trailer
Full Sinopsis
Pada akhir abad ke-19, Ephraim Winslow tiba di sebuah pulau terpencil untuk bekerja sebagai penjaga mercusuar. Ia datang untuk menjalani masa kerja selama beberapa minggu bersama penjaga mercusuar senior bernama Thomas Wake. Keduanya tinggal di kompleks mercusuar yang terisolasi dari daratan dan harus mengurus berbagai pekerjaan untuk menjaga fasilitas tersebut tetap berfungsi.
Sejak awal, Wake menetapkan pembagian pekerjaan yang tidak seimbang. Winslow harus melakukan banyak pekerjaan berat seperti mengangkut batu bara, membersihkan, mengecat, membawa bahan, dan mengurus bagian lain dari kompleks. Wake lebih banyak mengurus ruang lampu mercusuar dan memiliki kebiasaan sendiri mengenai bagaimana tempat tersebut harus dijalankan.
Wake juga melarang Winslow menyentuh atau memasuki ruang lampu. Setiap malam Wake naik sendirian untuk merawat lampu dan menikmati cahayanya. Winslow semakin penasaran karena ia tidak pernah diizinkan melihat apa yang sebenarnya dilakukan Wake di sana.
Baca juga: Pearl (2022)
Winslow mulai merasa terganggu oleh perilaku Wake. Wake sering mengkritik pekerjaannya dan menyebutnya tidak cukup baik. Winslow merasa Wake sengaja memberinya pekerjaan yang paling berat. Ketegangan di antara mereka semakin meningkat karena keduanya harus hidup berdua dalam lingkungan yang sangat terisolasi.
Winslow juga mulai mengalami gangguan dari burung-burung camar yang berada di sekitar mercusuar. Wake memperingatkannya agar tidak membunuh atau mengganggu burung laut. Menurut kepercayaan Wake, burung-burung tersebut dapat menjadi tempat roh pelaut yang telah meninggal.

Pada awal masa kerja mereka, Winslow menemukan sebuah figur kayu berbentuk putri duyung yang tersembunyi di dalam kasurnya. Ia menyimpan benda tersebut. Figur itu kemudian menjadi objek yang berkaitan dengan fantasi dan penglihatan seksual Winslow selama berada di pulau.
Hari-hari berlalu dalam rutinitas yang monoton. Winslow bekerja sepanjang hari, sementara Wake menghabiskan waktunya dengan merawat mercusuar. Pada malam hari, Wake sering minum alkohol. Winslow awalnya menjaga jarak, tetapi lambat laun ia ikut minum bersama Wake.
Hubungan mereka terkadang berubah menjadi akrab. Mereka minum, bernyanyi, menari, dan saling menceritakan kisah. Namun keadaan tersebut tidak berlangsung lama karena keduanya juga mudah tersulut emosi. Persahabatan mereka dapat berubah menjadi pertengkaran hanya karena persoalan kecil.
Winslow mulai mengalami penglihatan aneh. Ia melihat berbagai gambaran yang berkaitan dengan laut, makhluk laut, dan tubuh manusia. Ia juga mengalami fantasi mengenai putri duyung. Film tidak memberikan penjelasan objektif mengenai apakah penglihatan tersebut benar-benar terjadi atau merupakan pengalaman mental Winslow.
Sementara itu, Wake terus mempertahankan kebiasaannya pergi ke ruang lampu. Winslow merasa bahwa Wake menyembunyikan sesuatu darinya. Larangan untuk memasuki ruang lampu membuat rasa ingin tahunya semakin besar. Ia mulai memperhatikan setiap gerakan Wake ketika pria tersebut naik ke mercusuar.
Winslow dan Wake kemudian mengalami pertengkaran mengenai makanan. Wake sangat bangga dengan masakan lobster yang disiapkannya. Winslow tidak menyukai masakan tersebut dan menginginkan makanan lain, termasuk steak. Perselisihan kecil tersebut berkembang menjadi pertengkaran yang jauh lebih besar.
Wake kemudian melontarkan kutukan panjang dan teatrikal kepada Winslow. Ia mengucapkan sumpah serapah yang berkaitan dengan laut dan dewa-dewa laut. Kutukan tersebut disampaikan dengan gaya yang sangat dramatis setelah Winslow menghina masakan lobsternya.
Ketegangan semakin meningkat ketika masa kerja mereka seharusnya berakhir. Kapal yang seharusnya datang untuk membawa mereka pulang tidak muncul seperti yang diharapkan. Cuaca semakin buruk dan badai membuat perjalanan laut menjadi berbahaya.
Winslow dan Wake akhirnya terjebak di pulau tersebut. Mereka tidak mengetahui secara pasti kapan mereka dapat meninggalkan tempat itu. Seiring waktu berjalan, mereka mulai kehilangan kepastian mengenai berapa lama sebenarnya mereka telah berada di pulau.
Wake bahkan bertanya kepada Winslow mengenai lamanya mereka berada di sana. Ia mempertanyakan apakah mereka telah berada di pulau selama lima minggu atau hanya dua hari. Percakapan tersebut membuat batas waktu dan ingatan mereka semakin tidak jelas.

Persediaan alkohol mereka akhirnya menipis. Mereka kemudian mulai mencari cara lain untuk mendapatkan sesuatu yang dapat diminum. Dalam keadaan putus asa dan mabuk, mereka akhirnya meminum campuran minyak tanah dengan madu. Tindakan tersebut semakin memperburuk kondisi fisik dan mental mereka.
Winslow terus mengalami penglihatan mengenai putri duyung. Ia melihat sosok perempuan laut dalam berbagai keadaan. Figur kayu yang ditemukannya sebelumnya juga terus berkaitan dengan fantasi seksual dan pikirannya mengenai makhluk tersebut.
Baca juga: The Accountant (2016)
Winslow juga mulai melihat gambaran yang berkaitan dengan masa lalunya. Ia melihat seorang pria yang menyerupai dirinya dan kejadian yang berhubungan dengan sebuah kecelakaan. Identitas Winslow kemudian menjadi bagian penting dalam hubungan keduanya.
Ketika Wake terus menekan Winslow mengenai pekerjaannya, Winslow akhirnya mengungkapkan bahwa Ephraim Winslow bukan nama sebenarnya. Nama aslinya adalah Thomas Howard. Ia mengambil identitas seorang pria bernama Ephraim Winslow yang pernah bekerja bersamanya.
Howard menjelaskan bahwa Ephraim Winslow mengalami kecelakaan ketika bekerja sebagai penebang pohon. Howard berada di tempat kejadian dan menyaksikan Winslow terluka. Ia kemudian mengakui bahwa ia tidak menolong Winslow ketika pria tersebut berada dalam kondisi sekarat.
Dengan menggunakan identitas Winslow, Howard kemudian datang bekerja di mercusuar. Pengakuan tersebut menjelaskan rasa bersalah yang selama ini menghantuinya. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya menyimpan rahasia mengenai kematian pria yang identitasnya ia gunakan.
Sementara itu, hubungan Howard dan Wake semakin tidak terkendali. Mereka saling menuduh berbohong dan menyembunyikan sesuatu. Wake mulai menyebut Howard tidak waras. Howard juga semakin yakin bahwa Wake sedang memanipulasinya.
Howard kemudian menemukan catatan kerja yang dibuat Wake. Dalam catatan tersebut, Wake memberikan penilaian buruk terhadap Howard dan menyebut pekerjaannya tidak memuaskan. Howard marah setelah membaca penilaian tersebut. Ia menuntut Wake memperbaiki laporan tersebut.
Wake menolak. Pertengkaran mereka berubah menjadi kekerasan. Keduanya saling menyerang dan saling memukul. Dalam keadaan tersebut, Howard semakin kehilangan kendali atas tindakannya.

Howard kemudian menyerang Wake dan menguburnya hidup-hidup. Ia memperlakukan Wake seperti anjing dan menyeretnya keluar sebelum memasukkannya ke dalam lubang. Howard kemudian menutup tubuh Wake dengan tanah.
Namun Wake ternyata berhasil membebaskan diri dari dalam tanah. Ia kembali menghadapi Howard sambil membawa kapak. Wake kemudian membacok bahu Howard. Howard membalas serangan tersebut dan pertarungan mereka kembali berubah menjadi kekerasan brutal.
Howard akhirnya berhasil mengalahkan Wake. Ia kemudian membunuh Wake secara brutal. Setelah Wake tidak lagi dapat melawannya, Howard mengambil kesempatan untuk melakukan sesuatu yang selama ini dilarang kepadanya.
Howard naik menuju bagian atas mercusuar. Ia membuka pintu menuju ruang lampu, tempat yang selama berminggu-minggu tidak pernah diizinkan Wake untuk dimasukinya. Untuk pertama kalinya, Howard berdiri langsung di hadapan cahaya mercusuar.
Howard menatap cahaya tersebut. Ia kemudian mengalami reaksi yang sangat kuat, berteriak dalam keadaan ekstase sekaligus kesakitan. Ia tampak seperti melihat sesuatu yang tidak diperlihatkan secara jelas kepada penonton.
Howard kemudian terjatuh dari tangga spiral mercusuar hingga mencapai bagian bawah. Setelah kejadian tersebut, ia keluar menuju area di sekitar mercusuar dalam keadaan terluka dan kacau.
Howard akhirnya sampai di pantai. Ia dalam keadaan telanjang dan terbaring di atas pasir. Tidak lama kemudian, burung-burung camar mendekatinya.
Baca juga: Don't Look Up (2021)
Burung-burung tersebut mulai mematuk tubuh Howard. Mereka tidak hanya mematuk permukaan tubuhnya, tetapi juga memakan bagian tubuh yang terbuka, termasuk hatinya.
Adegan tersebut menggemakan hukuman Prometheus dalam mitologi Yunani, ketika Prometheus dihukum setelah mencuri api para dewa dan hatinya dimakan burung. Film tidak menjelaskan secara langsung seluruh makna pengalaman Howard setelah melihat cahaya mercusuar. Cerita berakhir dengan tubuh Howard tergeletak di pantai sementara burung-burung terus memakannya.
☕
Traktir Kopi
Suka dengan alur cerita ini?
Yuk traktir secangkir kopi untuk penulis agar makin semangat merangkum film lainnya!
Tag Film
18 TagSmart Related
Rekomendasi Serupa
Genre Drama
★ 7.2
Pearl (2022)
US • Drama
Genre Drama
★ 7.3
The Accountant (2016)
US • Crime
Genre Drama
★ 7.3
Don't Look Up (2021)
US • Comedy
Genre Drama
★ 7.3
Nightmare Alley (2021)
US • Crime
Genre Drama
★ 5.7
Clean (2022)
US • Crime
Genre Drama
★ 7
The Witch (2016)
US • Horror
Genre Drama
★ 6.5
The Death of Robin Hood (2026)
US • Adventure
Genre Drama
★ 7
Roofman (2025)
US • Comedy
Genre Drama
★ 8.7
Michael (2026)
US • Drama
Genre Drama
★ 6.9
The Drama (2026)
US • Romance
Genre Drama
★ 7.9
F1: The Movie (2025)
US • Action
Genre Drama
★ 7.7
Missing (2023)
US • Drama
Komentar & Diskusi