Lewati ke konten

Sinopsis The Witch (2016)

Poster The Witch

Pada tahun 1630, seorang petani membawa keluarganya pindah ke sebuah lahan terpencil di tepi hutan. Awalnya mereka berharap bisa memulai hidup baru, tetapi kejadian-kejadian aneh mulai menghantui mereka. Rasa curiga dan ketakutan pun semakin besar, hingga hubungan, kesetiaan, dan keyakinan setiap anggota keluarga mulai diuji dengan cara yang mengerikan.

Detail Film

Trailer

Full Sinopsis

Pada tahun 1630, William dan keluarganya meninggalkan komunitas Puritan tempat mereka tinggal setelah terjadi perselisihan mengenai keyakinan agama William. Ia pergi bersama istrinya, Katherine, anak-anak mereka Thomasin, Caleb, Mercy, dan Jonas, serta bayi mereka yang masih kecil, Samuel. Keluarga tersebut kemudian menetap di sebuah perkebunan terpencil yang berada tidak jauh dari hutan.

William dan Katherine mulai membangun kehidupan baru bersama anak-anak mereka. Thomasin, sebagai anak perempuan tertua, membantu Katherine mengurus rumah dan adik-adiknya. Caleb juga membantu William dalam berbagai pekerjaan, termasuk berburu untuk mendapatkan makanan. Sementara itu, si kembar Mercy dan Jonas sering bermain bersama dan memiliki hubungan dekat dengan kambing jantan keluarga yang bernama Black Phillip.

Suatu hari, Katherine meminta Thomasin menjaga Samuel. Thomasin membawa bayi tersebut keluar dan bermain dengannya di halaman. Ketika Thomasin menutup matanya sebentar saat bermain cilukba, Samuel tiba-tiba menghilang. Thomasin segera membuka matanya dan bayi itu sudah tidak berada di hadapannya.

Film kemudian memperlihatkan apa yang terjadi kepada Samuel. Seorang penyihir tua telah mengambil bayi tersebut tanpa diketahui Thomasin. Penyihir itu membawa Samuel ke sebuah tempat tersembunyi di dalam hutan. Ia kemudian melakukan ritual menggunakan tubuh bayi tersebut. Katherine tidak mengetahui kejadian sebenarnya dan sangat terpukul karena Samuel menghilang begitu saja.

Katherine terus berduka setelah kehilangan Samuel. Ia sangat terpukul karena bayi tersebut merupakan anak yang masih sangat kecil. William berusaha meyakinkannya bahwa mereka harus menerima kehilangan itu. Thomasin juga merasa bersalah karena Samuel berada dalam pengawasannya ketika menghilang.

Keluarga tetap menjalani kehidupan di perkebunan meskipun suasana rumah berubah setelah kehilangan Samuel. William dan Caleb pergi berburu karena persediaan makanan mereka terbatas. Di tengah perjalanan, mereka mengejar seekor kelinci tetapi tidak berhasil menangkapnya. Kelinci tersebut kemudian menjadi salah satu bagian penting dari kejadian yang berhubungan dengan penyihir.

Thomasin mulai menghadapi masalah dengan Mercy dan Jonas. Kedua anak tersebut senang menakut-nakuti Thomasin dengan mengatakan bahwa mereka adalah penyihir. Mereka juga berbicara mengenai Black Phillip seolah-olah kambing tersebut dapat memahami mereka. Thomasin menganggap perkataan mereka hanya permainan anak-anak.

William kemudian melakukan sesuatu yang tidak diketahui Katherine. Ia menjual cangkir perak kesayangan Katherine. Uang dari cangkir tersebut digunakan William untuk membeli perangkap hewan. William tidak mengatakan kepada Katherine bahwa cangkir itu telah dijual. Ketika Katherine menyadari cangkir tersebut hilang, kecurigaannya justru mengarah kepada Thomasin.

Katherine mulai menekan Thomasin mengenai cangkir perak tersebut. Thomasin mengatakan bahwa ia tidak mengambilnya. Ia tidak mengetahui bahwa William sebenarnya telah menjual cangkir tersebut. William juga tidak segera mengakui apa yang telah dilakukannya. Keadaan tersebut membuat ketegangan antara Thomasin dan Katherine semakin besar.

William dan Caleb kembali pergi berburu. Caleb mulai menunjukkan ketertarikan terhadap urusan orang dewasa dan berbicara dengan William mengenai dosa serta hasrat manusia. William membawa Caleb lebih jauh ke dalam hutan. Mereka kemudian melihat rusa dan mencoba memburunya.

Caleb akhirnya terpisah dari ayahnya. Ia kemudian menemukan sebuah rumah di tengah hutan. Di tempat tersebut tinggal seorang perempuan muda yang sebenarnya adalah penyihir. Perempuan itu mendekati Caleb dan membawanya masuk ke dalam rumah.

Caleb berada bersama perempuan tersebut selama beberapa waktu. Penyihir itu kemudian mencium Caleb. Setelah kejadian tersebut, Caleb kembali ke rumah dalam keadaan sakit. William tidak mengetahui secara pasti apa yang terjadi pada anaknya selama ia berada di hutan.

Keluarga merawat Caleb ketika kondisinya semakin memburuk. Caleb mengalami demam dan berbicara mengenai dosa serta Tuhan. Ia juga tampak mengalami penderitaan yang tidak dapat dijelaskan. Katherine semakin takut setelah melihat kondisi anaknya.

Pada suatu malam, Caleb tiba-tiba mengalami perubahan yang sangat drastis. Ia berbicara mengenai keyakinannya dan mengucapkan kata-kata mengenai Tuhan. Tubuhnya mengalami kejang dan ia tampak tidak lagi berada dalam keadaan sadar sepenuhnya. Keluarganya berkumpul di sekelilingnya.

Caleb kemudian mengalami keadaan yang semakin parah. Dalam salah satu momen paling mengerikan, ia memuntahkan sebuah apel utuh yang berdarah dari mulutnya. Setelah kejadian tersebut, kondisi Caleb semakin memburuk. Ia akhirnya meninggal di hadapan keluarganya.

Kematian Caleb membuat keluarga semakin hancur. Katherine kehilangan dua anaknya dalam waktu yang relatif singkat. Thomasin kembali menjadi sasaran kecurigaan. Katherine mulai percaya bahwa Thomasin menyembunyikan sesuatu mengenai kejadian yang menimpa keluarganya.

William juga mulai mencurigai Thomasin. Ia mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi ketika Samuel menghilang dan ketika Caleb berada di hutan. Thomasin terus menyangkal bahwa dirinya mengetahui sesuatu. Tidak ada anggota keluarga yang benar-benar mempercayainya.

Mercy dan Jonas tetap berbicara mengenai penyihir. Mereka juga terus berhubungan dengan Black Phillip. Thomasin mulai menyadari bahwa kedua adiknya mungkin mengetahui sesuatu yang tidak mereka katakan. Ketegangan di antara mereka semakin meningkat.

William kemudian mengambil tindakan terhadap anak-anaknya. Ia mengunci Thomasin, Mercy, dan Jonas di dalam kandang kambing untuk bermalam. Black Phillip juga berada di kandang tersebut. William bermaksud menjaga mereka tetap aman setelah berbagai kejadian yang menimpa keluarganya.

Pada malam itu, Thomasin, Mercy, dan Jonas berada di dalam kandang bersama kambing-kambing. Mereka mendengar berbagai suara dari luar. Black Phillip berada di antara mereka. Keadaan di kandang menjadi semakin tidak menentu.

Keesokan paginya, William datang untuk melihat keadaan kandang. Ia menemukan bahwa kandang tersebut telah hancur. Mercy dan Jonas sudah menghilang tanpa jejak. Thomasin ditemukan dalam keadaan pingsan.

William kemudian menyadari bahwa keadaan keluarganya semakin tidak dapat dikendalikan. Ia pergi memeriksa kandang dan menghadapi Black Phillip. Kambing tersebut kemudian menyerang William. Black Phillip menanduk William hingga ia jatuh dan mengalami luka parah.

William tidak mampu bertahan dari serangan tersebut. Ia akhirnya tewas di kandang setelah ditanduk Black Phillip. Thomasin kemudian menjadi satu-satunya anggota keluarga yang masih berada di rumah bersama Katherine dan Black Phillip, sementara Mercy dan Jonas telah menghilang.

Katherine semakin tidak terkendali setelah kehilangan Caleb, Mercy, Jonas, dan William. Ia menyalahkan Thomasin atas kehancuran keluarganya. Thomasin berusaha membela dirinya dan mengatakan bahwa ia tidak menyebabkan semua kematian tersebut.

Katherine kemudian menyerang Thomasin. Pertengkaran mereka berubah menjadi kekerasan fisik. Thomasin berusaha mempertahankan diri ketika ibunya menyerangnya. Dalam perkelahian tersebut, Katherine tewas.

Thomasin kini sendirian di rumah. Seluruh keluarganya telah meninggal atau menghilang. Ia kemudian kembali berhadapan dengan Black Phillip. Kambing tersebut sebelumnya selalu menjadi bagian dari kehidupan keluarga dan telah berulang kali disebut oleh Mercy dan Jonas.

Thomasin berbicara kepada Black Phillip. Untuk pertama kalinya, kambing tersebut berbicara dengan suara manusia. Black Phillip kemudian mengungkapkan dirinya sebagai Iblis.

Black Phillip menawarkan Thomasin kehidupan yang berbeda. Ia bertanya kepada Thomasin apakah ia ingin “live deliciously”. Thomasin menerima tawaran tersebut dan mulai mengikuti arahan Black Phillip.

Black Phillip kemudian menyuruh Thomasin pergi bersamanya. Thomasin masuk ke dalam kandang dan melihat sebuah buku yang berkaitan dengan perjanjian dengan Iblis. Ia kemudian diminta untuk menandatangani buku tersebut.

Setelah melakukan perjanjian itu, Thomasin meninggalkan rumah dan berjalan menuju hutan. Ia kemudian menemukan sekelompok perempuan yang ternyata adalah para penyihir. Mereka berada di sekitar api dan melakukan ritual.

Baca juga: The Nun (2018)

Thomasin melihat para penyihir tersebut melakukan sesuatu di sekitar api. Mereka kemudian mulai melayang di udara. Thomasin mengikuti mereka dan akhirnya ikut terangkat dari tanah.

Thomasin kemudian tertawa ketika ia bergabung dengan kelompok tersebut. Ia meninggalkan kehidupan keluarganya dan memasuki kehidupan baru bersama para penyihir. Film berakhir dengan Thomasin melayang di atas api bersama kelompok penyihir di hutan.

Suka dengan alur cerita ini?

Yuk traktir secangkir kopi untuk penulis agar makin semangat merangkum film lainnya!

Traktir Kopi

Tag Film

18 Tag

Komentar & Diskusi

0 komentar
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tanggapan langsung tayang secara publik.

Smart Related

Rekomendasi Serupa

Lihat genre Horror