Sinopsis Insidious: Chapter 2 (2013)

Keluarga Lambert yang terus dihantui teror gaib berusaha mengungkap rahasia kelam dari masa kecil mereka. Tanpa mereka sadari, rahasia tersebut membuat keluarga ini terhubung erat dengan dunia roh, dan hubungan itu kini mengancam keselamatan mereka.
Detail Film
Trailer
Full Sinopsis
Dalam kilas balik, kita melihat Josh Lambert ketika masih kecil. Ia mengalami gangguan aneh yang berkaitan dengan sosok perempuan tua berlipstik merah darah, yang kelak menjadi penyebab kematian Elise di akhir film pertama. Karena khawatir dengan kondisi putranya, Lorraine meminta bantuan Elise dan seorang paranormal bernama Carl untuk menangani masalah tersebut.
Tidak lama kemudian, mereka mengetahui bahwa Josh memiliki kemampuan melakukan perjalanan astral saat sedang tidur. Elise meminta izin untuk mewawancarai Josh dan merekam percakapan mereka menggunakan kamera VHS lama. Dari balik jendela bidik kamera, Elise mulai mengajukan pertanyaan kepada Josh, tetapi jawaban bocah itu membuatnya gemetar ketakutan.
Elise kemudian mengajak Josh memainkan permainan "panas dan dingin" untuk mencari tahu apakah ada sesuatu di dalam rumah yang sedang berinteraksi dengannya. Dalam permainan tersebut, Josh tampak berbicara dengan seseorang yang tidak terlihat oleh orang lain. Tiba-tiba, sebuah pintu terbuka dengan sendirinya, tanpa ada siapa pun yang menyentuhnya.
Kita kembali ke masa sekarang. Renai sedang berbicara dengan seorang detektif polisi mengenai kematian Elise. Sang detektif mengatakan bahwa ia akan menghubungi Renai setelah memastikan apakah luka dan tanda-tanda pada tubuh Elise memang disebabkan oleh tangan Josh.
Keluarga Lambert kemudian memutuskan untuk tinggal sementara bersama Lorraine. Mereka berharap dapat menjauh dari rumah dan berbagai kejadian mengerikan yang mereka alami dalam film sebelumnya. Namun, begitu mereka tiba di rumah Lorraine, gangguan supranatural kembali muncul.
Semuanya dimulai ketika Renai mendengar suara piano dimainkan tanpa ada siapa pun di sana. Kursi bayi juga bergerak sendiri sambil mengeluarkan bunyi-bunyi aneh. Lorraine yang merasa keadaan masih tidak beres kemudian mendapati Dalton sedang tidur. Meskipun dalam keadaan terlelap, Dalton tiba-tiba berkata kepada Lorraine bahwa ada seseorang berdiri di belakangnya.
Lorraine masuk ke kamar mandi, tetapi pintunya tiba-tiba terkunci dari luar. Di dalam ruangan tersebut, ia melihat sosok seorang perempuan. Ketika pintu akhirnya terbuka, Josh berdiri tepat di baliknya dan meyakinkan Lorraine bahwa semuanya baik-baik saja.
Namun, kejadian-kejadian aneh semakin membuat seluruh keluarga gelisah. Suatu hari, ketika Josh mengantar anak-anak ke sekolah, Renai menjadi semakin waspada. Ia memasang alat monitor bayi agar dapat mengawasi bayinya dari kejauhan, tetapi kemudian melihat seorang perempuan mengenakan pakaian bergaya Victoria duduk di sofa.
Perempuan itu bangkit dan Renai mendengar suaranya berbicara kepada bayi melalui monitor. Nada suaranya terdengar mengancam dan penuh kebencian. Renai segera berlari ke kamar bayi, tetapi pintunya tiba-tiba terbanting tepat di depan wajahnya dan terkunci.
Dari balik pintu, Renai mendengar perempuan itu terus berbicara kepada bayinya. Ia kemudian mendengar suara pukulan ketika bayi tersebut menangis. Setelah pintu terbuka, Renai mendapati bayinya sudah tidak ada di tempat tidur.
Renai berlari menuruni tangga, tetapi sosok perempuan itu muncul secara tiba-tiba di hadapannya. Perempuan tersebut berteriak, "Berani sekali kau!" lalu menghantam Renai dengan keras hingga ia kehilangan kesadaran.
Sementara itu, Lorraine semakin terganggu oleh berbagai penampakan dan perubahan perilaku Josh. Ia memutuskan mendatangi Specs dan Tucker, dua penyelidik paranormal yang dahulu bekerja bersama Elise. Lorraine berharap mereka dapat menemukan penyebab dari semua kejadian aneh yang kembali menghantui keluarga mereka.
Specs dan Tucker ternyata tidak mampu memberikan jawaban. Namun, ketika Lorraine mengatakan bahwa semuanya mungkin akan berbeda jika Elise masih hidup, mereka teringat pada seseorang yang pernah membantu Elise dan Josh pada masa lalu: Carl, seorang paranormal yang mereka kenal sejak tahun 1986.
Carl akhirnya datang ke rumah Elise. Ia meminta maaf karena tidak segera menghubungi mereka setelah kematian Elise. Selama bertahun-tahun, Carl memilih menjauh karena takut dengan apa yang pernah ia lihat dan alami bersama Elise pada masa lalu.
Setelah mendengar cerita Lorraine, Carl bersedia mencoba menghubungi Elise dari alam lain. Ia menggunakan dadu berisi kata-kata sebagai media komunikasi. Lorraine, Specs, dan Tucker duduk mengelilingi meja sementara Carl mulai mengajukan pertanyaan.
Carl bertanya apakah Elise ada di sana. Beberapa dadu kemudian tersusun membentuk jawaban "ya". Ia lalu bertanya siapa yang membunuh Elise. Dadu memberikan jawaban, "Dia yang melakukannya." Ketika ditanya di mana sosok tersebut berada, jawabannya adalah "bersembunyi."
Mereka kemudian bertanya di mana ia bersembunyi. Dadu akhirnya membentuk nama "Our Lady of Angels", sebuah rumah sakit yang kini sudah ditinggalkan. Lorraine langsung mengenali tempat tersebut karena ia pernah bekerja di sana. Ia juga mengingat bahwa rumah sakit itulah tempat kejadian aneh yang berkaitan dengan Josh pertama kali dimulai.
Di rumah Lorraine, Josh akhirnya pulang dan menemukan Renai tergeletak tidak sadarkan diri di lantai. Wajah Josh terlihat panik ketika mencoba mengangkat istrinya. Namun, sikapnya tiba-tiba berubah. Ia mendekati Renai dan mulai mengendus kulit serta rambutnya dengan cara yang membuatnya terlihat bukan seperti Josh yang selama ini mereka kenal.
Renai akhirnya sadar dan mengatakan bahwa bayinya telah diculik. Josh menenangkannya dan menunjukkan bahwa bayinya sebenarnya masih berada di dalam ranjang, sedang tidur. Renai mencoba meyakinkan Josh bahwa sesuatu kembali menyerang keluarga mereka dan mereka harus segera pergi dari rumah itu.
Josh menolak dengan keras. Ia mengatakan bahwa semua masalah akan menghilang jika mereka berhenti memikirkannya dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Namun, tak lama kemudian mereka kembali mendengar suara piano.
Renai dan Josh bersama-sama mencari sumber suara tersebut. Mereka menemukan piano sedang dimainkan, tetapi tidak ada seorang pun yang duduk di depannya. Renai kemudian menyadari bahwa melodi yang dimainkan adalah lagu yang pernah ia tulis khusus untuk Josh.
Ketika Renai mengatakan hal itu, Josh justru tampak tidak mengerti. Ia sama sekali tidak mengingat lagu tersebut. Kecurigaan Renai terhadap kondisi suaminya semakin besar.
Josh segera membawa Renai keluar dari ruangan dan memintanya untuk tidak khawatir. Namun, ketika ia menoleh kembali ke ruangan tersebut, ekspresinya berubah menjadi dingin. Ia tersenyum dan berkata bahwa rumah Renai sekarang berada di dalam bayang-bayang.
Setelah Josh pergi, terlihat sosok Josh yang sebenarnya dalam wujud astral duduk di depan piano. Ia berada dalam kegelapan dan dengan panik memukul-mukul tuts piano sambil berteriak meminta pertolongan.
Keesokan paginya, Dalton berbicara kepada Renai mengenai mimpi buruknya yang kembali muncul. Ia kembali melihat orang-orang mati dan sosok perempuan tua yang pernah menghantuinya. Namun, ada sesuatu yang jauh lebih mengganggunya: perilaku ayahnya.
Pada malam ketika Renai berhadapan dengan Josh mengenai sosok perempuan yang mereka lihat di rumah, Dalton diam-diam menyaksikan sesuatu dari sudut lorong. Ia melihat Josh sedang memarahi dirinya sendiri dengan keras dan berbicara kepada seseorang yang tidak terlihat.
Josh berkata kepada sosok tak kasatmata itu bahwa ia harus pergi dan meninggalkannya. Dalton menyadari bahwa tidak ada siapa pun selain ayahnya di sana. Keesokan paginya, Dalton memberi tahu Renai bahwa sosok yang sekarang menghuni tubuh Josh bukanlah ayahnya yang sebenarnya.
Sementara itu, Lorraine, Specs, Tucker, dan Carl pergi ke rumah sakit Our Lady of Angels yang sudah ditinggalkan. Dengan bantuan Carl, mereka menemukan ruangan yang tepat. Lorraine mengenalinya sebagai ruang ICU tempat ia pernah bekerja, sekaligus tempat semua kejadian aneh yang berkaitan dengan Josh bermula.
Dalam kilas balik tahun 1986, Lorraine masuk ke ruangan tersebut bersama Josh kecil. Di sana mereka melihat seorang pasien bernama Parker Crane sedang tertidur. Ketika Josh mengalihkan pandangan ke mesin-mesin medis, Parker tiba-tiba menyerangnya.
Para perawat segera menahan Parker sementara Lorraine membawa Josh pergi. Beberapa waktu kemudian, Lorraine menaiki lift dan secara mengejutkan Parker juga masuk ke dalam lift tersebut.
Lorraine mencoba berbasa-basi dan mengatakan bahwa Parker seharusnya berada di tempat tidur, bukan berjalan-jalan di lorong rumah sakit. Parker tidak menjawab sepatah kata pun. Ketika lift tiba di lantai utama, Parker berjalan diam-diam ke arah kiri, sedangkan Lorraine menuju lobi.
Lorraine kemudian bertanya kepada resepsionis mengapa Parker Crane diperbolehkan berjalan-jalan. Jawaban resepsionis membuatnya terkejut: Parker Crane telah melompat dari gedung rumah sakit pagi itu dan sudah meninggal.
Kembali ke masa sekarang, Lorraine, Specs, Tucker, dan Carl mencari arsip mengenai Parker Crane. Mereka menemukan alamat rumah Parker dan mendatanginya. Rumah tersebut sudah terbengkalai.
Specs dan Tucker naik ke kamar Parker dan menemukan seorang anak perempuan. Anak itu memperingatkan mereka agar segera pergi sebelum ibunya mengetahui keberadaan mereka dan membunuh mereka.
Carl kembali ke lantai bawah dan menggunakan dadu untuk berkomunikasi. Lorraine kemudian bergabung dengannya. Mereka akhirnya menyadari bahwa selama ini sosok yang berkomunikasi melalui dadu bukanlah Elise.
Yang berbicara kepada mereka ternyata adalah ibu Parker Crane. Ia menyebut dirinya "Mater Mortis", yang dalam bahasa Latin berarti "Ibu Kematian".
Tiba-tiba, lampu kristal besar yang sejak tadi perlahan-lahan terlepas dari langit-langit jatuh dengan keras. Mereka nyaris tewas tertimpa benda tersebut.
Mereka kemudian menemukan sebuah ruangan tersembunyi di balik rak buku. Di dalamnya terdapat deretan sosok manusia yang duduk berjajar di bawah kain putih. Mereka juga menemukan sebuah peti berisi potongan-potongan koran tentang seorang pembunuh berantai yang dikenal mengenakan gaun pengantin berwarna hitam.
Di sana terdapat gaun hitam tersebut yang dipajang pada sebuah manekin. Ketika Carl menyentuh gaun itu untuk mengetahui apa yang pernah terjadi, ia mendapatkan penglihatan mengerikan.
Ia melihat seorang pria sedang merias wajah seperti perempuan. Di belakangnya, seorang perempuan yang diikat berteriak ketakutan. Pria tersebut kemudian membunuh perempuan itu.
Mereka akhirnya memahami bahwa Parker Crane adalah pembunuh berantai yang dikenal sebagai "The Black Bride". Parker mengenakan gaun pengantin hitam dan membunuh perempuan-perempuan muda atas pengaruh ibunya.
Mereka juga memahami bahwa sosok-sosok yang duduk di bawah kain adalah para korban Parker. Semua petunjuk tersebut menunjukkan bahwa keluarga Lambert kini berhadapan dengan roh Parker Crane yang telah mengambil alih tubuh Josh.
Mereka kemudian kembali ke rumah untuk mencoba membuat Josh tidak sadarkan diri menggunakan obat penenang. Tujuannya adalah mengeluarkan roh Parker dari tubuhnya. Namun, rencana tersebut gagal total.
Carl terbunuh, sementara Specs dihantam hingga kehilangan kesadaran. Tucker juga ditusuk oleh "Josh" menggunakan jarum suntik sehingga ia ikut tidak sadarkan diri.
Di alam The Further, Carl menemukan Josh. Mereka menyadari bahwa satu-satunya cara untuk menyelamatkan Josh adalah mengembalikannya ke tubuhnya. Untuk melakukannya, mereka harus mencari Elise.
Mereka pergi menuju rumah lama Josh yang pernah menjadi lokasi kejadian dalam film pertama. Di sana mereka melihat sosok pria berambut panjang yang dahulu menghantui keluarga Lambert.
Sosok itu berjalan mondar-mandir seperti yang pernah dilihat Renai. Tiba-tiba ia muncul di balik jendela kamar bayi, tepat di balik tirai. Ketika makhluk tersebut hendak menyerang dan membunuh bayi, Elise muncul.
Elise mendorong makhluk itu keluar melalui jendela dan berhasil menyelamatkan bayi tersebut. Setelah itu, Elise memberitahu Josh dan Carl bahwa mereka harus kembali ke tempat Parker dan ibunya pernah tinggal untuk mengakhiri semuanya.
Di dunia nyata, Carl yang berada di dalam tubuh "Josh" mengirim pesan kepada Renai dan mengatakan bahwa rumah tersebut sudah aman. Renai kemudian membawa anak-anak menuju rumah itu.
Namun, sesampainya di sana, mereka justru diserang oleh "Josh". Dalton berusaha melawannya dan berhasil menahannya cukup lama sehingga Renai dan kedua saudaranya dapat berlari ke ruang bawah tanah dan bersembunyi.
Dalton kemudian tertidur dengan sengaja agar dapat masuk ke The Further dan membantu menyelamatkan jiwa ayahnya.
Di The Further, mereka tiba di rumah Lorraine. Dari sana mereka menemukan jalan menuju rumah tempat sosok perempuan tua itu pernah tinggal. Mereka masuk dan menemukan Parker terbaring di atas tempat tidur, mengenakan pakaian seperti seorang perempuan.
Parker berteriak bahwa namanya adalah Parker. Ibunya kemudian masuk sambil membawa sebuah gambar yang dibuat Parker. Ia menuduh Parker telah melakukan sesuatu dan bertanya apakah dialah yang membuat gambar tersebut.
Parker awalnya menyangkal, tetapi kemudian mengakui bahwa ia memang membuatnya. Ibunya langsung memukulnya sambil berteriak bahwa ia tidak pantas menggunakan nama Parker. Menurut ibunya, Parker hanyalah nama yang diberikan oleh ayahnya.
Nama "sebenarnya" yang diberikan ibunya kepada Parker adalah Marilyn. Sejak kecil, ibunya memaksa Parker untuk hidup sebagai perempuan dan terus mengendalikan hidupnya.
Tiba-tiba, ibu Parker menyadari bahwa Carl dan Josh sedang mengawasi mereka. Ia menjerit marah dan melemparkan Carl serta Elise keluar dari ruangan. Pintu kemudian terbanting dengan keras, meninggalkan Josh sendirian di dalam.
Ibu Parker kemudian menghadapkan Josh dengan seluruh korban yang pernah dibunuh Parker. Para korban muncul di dalam ruangan dengan tubuh tertutup kain putih dan mulai meneror Josh.
Sementara itu di dunia nyata, Josh hampir mencapai ruang bawah tanah tempat Renai dan anak-anak bersembunyi. Ia berhasil melewati penghalang mereka dan menjatuhkan Renai, bersiap membunuhnya.
Namun, perhatiannya teralihkan ketika melihat Dalton sedang tidur. Ia mengangkat palu dan bersiap membunuh putranya.
Pada saat yang sama, di The Further, Josh, Dalton, dan Elise mendapatkan kesempatan untuk melawan ibu Parker. Mereka dibantu oleh Parker sendiri, karena hanya Parker yang dapat membuka pintu kamar masa kecilnya, pintu yang dahulu dibanting dan dikunci oleh ibunya.
Ketika Parker akhirnya berhasil membuka pintu tersebut, Elise menyerang ibu Parker menggunakan kuda-kudaan anak dan menghancurkan ingatan serta pengaruh perempuan itu untuk selamanya.
Parker kemudian menghancurkan seluruh kenangan yang mengikat dirinya kepada sang ibu. Dengan hancurnya kenangan tersebut, pengaruh ibunya atas Parker akhirnya berakhir.
Elise kemudian memberitahu Carl dan Josh bahwa mereka harus segera pergi karena The Further mulai runtuh. Sebelum berpisah, Elise mengatakan kepada Carl bahwa ia dapat merasakan detak jantungnya. Artinya, Carl ternyata masih hidup di dunia nyata.
Josh dan Carl berlari meninggalkan ruangan sementara seluruh tempat tersebut mulai hancur. Mereka terpaksa meninggalkan Elise di belakang. Saat mencoba keluar dari The Further, mereka diserang oleh roh-roh yang berusaha meninggalkan dunia bayangan dan masuk ke dunia manusia.
Mereka terus melawan roh-roh tersebut sampai akhirnya menemukan Dalton. Bertiga, mereka berusaha mencari jalan kembali ke dunia nyata.
Di dunia nyata, semua orang akhirnya terbangun di tubuh mereka masing-masing dengan jiwa yang sudah kembali pada tempatnya. Josh, Renai, Dalton, dan anggota keluarga lainnya akhirnya terbebas dari pengaruh Parker Crane.
Dalam adegan berikutnya, mereka semua duduk di ruang tamu bersama Carl. Carl menjelaskan bahwa ia dapat melakukan hal yang dahulu dilakukan Elise terhadap Josh ketika masih kecil: menghipnosis mereka agar melupakan kemampuan melakukan perjalanan astral.
Dengan cara tersebut, mereka tidak akan lagi memasuki The Further melalui mimpi. Lebih penting lagi, mereka tidak akan tanpa sengaja membawa roh-roh dari sana kembali ke dunia manusia.
Mereka semua memejamkan mata. Kamera perlahan mendekati wajah Josh. Ekspresinya terlihat tenang, seolah-olah pikirannya mulai kehilangan ingatan mengenai The Further dan semua kejadian yang telah mereka alami.
Epilog
Alih-alih langsung berubah menjadi layar hitam, gambar perlahan menjadi putih menyilaukan. Setelah itu, terlihat langit yang dipenuhi awan. Kamera bergerak turun dan memperlihatkan sebuah rumah lain.
Specs dan Tucker mengetuk pintu rumah tersebut. Mereka disambut oleh sebuah keluarga. Specs meminta sang pemilik rumah untuk mendengarkan mereka karena mereka datang membawa pesan untuk salah satu anggota keluarga bernama Allison.
Allison ternyata adalah satu-satunya korban yang berhasil selamat dari pembunuhan yang dilakukan Black Bride. Dialah yang dahulu berhasil melarikan diri dan memberikan deskripsi kepada polisi mengenai pembunuh tersebut, yang kemudian menjadi bagian dari berita koran yang ditemukan di rumah Parker Crane.
Saat Specs dan Tucker berbicara dengan keluarga tersebut, anak perempuan kecil mereka tiba-tiba bertanya, "Siapa perempuan di belakang kalian?" Specs dan Tucker langsung menoleh, tetapi tidak melihat siapa pun.
Kamera kemudian memperlihatkan semuanya dari sudut pandang anak perempuan tersebut. Elise ternyata berdiri tepat di belakang Specs dan Tucker. Ia tersenyum kepada sang anak, lalu menempelkan jarinya di depan bibir sambil memberi isyarat agar anak itu diam.
Elise kemudian berjalan melewati mereka dan masuk ke dalam rumah. Di sana seorang perempuan muda duduk diam di kursi roda tanpa memberikan respons. Dari percakapan di latar belakang, terdengar orang tua anak tersebut menjelaskan kepada Specs dan Tucker bahwa rumah mereka telah mengalami berbagai gangguan dari entitas tak terlihat yang bersifat jahat.
Elise berlutut di depan Allison dan tersenyum lembut. Ia mulai berbicara kepada Allison, berusaha membantunya keluar dari pengaruh The Further.
Tiba-tiba, Elise mendengar sesuatu dari atas. Ia mendongak dan melihat lampu-lampu di ruangan bergerak perlahan, seolah-olah ada sesuatu yang tidak terlihat sedang berada di sana.
Senyum Elise perlahan menghilang. Dari sudut ruangan yang gelap di belakang Allison terdengar suara berderit yang aneh, kasar, dan mengerikan. Kamera perlahan bergerak ke atas.
Tidak ada apa pun yang terlihat di sana. Namun Elise dapat melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh orang lain. Wajahnya berubah menjadi penuh ketakutan dan ia berbisik gemetar, "Ya Tuhan!"
Tag Film
18 TagKomentar
Komentar Pembaca
Tulis Komentar
Belum ada komentar.
Smart Related
Rekomendasi Serupa
Genre Horror
★ 7.5
The Conjuring (2013)
US • Horror
Genre Horror
★ 7.3
The Conjuring 2 (2016)
US • Horror
Genre Horror
★ 7
Insidious (2011)
US • Horror
Genre Horror
★ 6.7
Evil Dead (2013)
US • Horror
Genre Horror
★ 6.3
Insidious: Chapter 3 (2015)
US • Horror
Genre Horror
★ 7.1
Abigail (2024)
US • Comedy
Genre Horror
★ 6.2
Passenger (2026)
US • Horror
Genre Horror
★ 6.5
Iron Lung (2026)
US • Horror
Genre Horror
★ 6.5
Terrifier 2 (2022)
US • Horror
Genre Horror
★ 7.2
Pearl (2022)
US • Drama
Genre Horror
★ 6.5
The Conjuring: Last Rites (2025)
US • Horror
Genre Horror
★ 7.4
Barbarian (2022)
US • Horror