Sinopsis Sisu: Road to Revenge (2025)

16353 votes, average 6.9 out of 10

Seorang pria kembali untuk membongkar rumah keluarganya, tempat mereka terbunuh saat perang, demi membangunnya kembali di lokasi lain. Namun, ketika sang pembunuh yang merupakan seorang komandan Tentara Merah berhasil melacaknya, pengejaran brutal melintasi negeri pun dimulai.

Film dibuka dengan narasi tentang berakhirnya Perang Dunia II. Finlandia dipaksa menyerahkan sebagian wilayah Karelia kepada Uni Soviet. Perjanjian ini memaksa banyak warga Finlandia meninggalkan rumah leluhur mereka dan mengungsi ke sisi perbatasan Finlandia, meninggalkan tanah kelahiran dengan hati berat.

Chapter 1: Home (Rumah)

Aatami Korpi melintasi perbatasan menuju wilayah Uni Soviet berbekal dokumen perjalanan resmi. Ia kembali ke lokasi rumah lamanya yang kini tinggal puing-puing, tempat ia pernah hidup damai bersama istri dan dua putranya. Dengan penuh emosi, Aatami membongkar sisa-sisa kayu dari rumah tersebut untuk dibawa kembali ke Finlandia sebagai kenang-kenangan terakhir.

Sementara itu, di sebuah penjara terpencil di Siberia, seorang komandan Tentara Merah bernama Igor Draganov dibebaskan dari selnya. Ia dibawa menemui seorang perwira KGB yang memiliki misi khusus. KGB mengetahui bahwa Draganov adalah orang yang bertanggung jawab atas pembantaian keluarga Aatami, sebuah tragedi yang mengubah Aatami menjadi mesin pembunuh legendaris berjuluk “Koschei”. Perwira itu menawarkan bayaran besar jika Draganov bisa memburu dan membunuh Aatami untuk selamanya.

Chapter 2: Old Enemies (Musuh Lama)

Aatami memulai perjalanan pulang dengan truk yang penuh muatan kayu bersejarahnya. Namun, Draganov dan pasukannya telah melacak keberadaannya dan bersiap melakukan penyergapan. Merasakan bahaya mendekat, Aatami bereaksi cepat dengan membunuh sebagian besar tentara yang menghadangnya.

Dalam satu momen aksi yang brutal, Aatami menabrak seorang tentara di tengah jalan lalu menginjak gas dalam-dalam. Tubuh tentara itu terlempar ke udara dan menghantam kaca depan mobil Draganov dengan keras. Setelah menghabisi sebagian besar musuh, Aatami sempat membidikkan senapannya ke arah Draganov. Namun, karena tidak mengenali wajah pembunuh keluarganya itu pada pandangan pertama, Aatami membiarkannya hidup. Draganov yang selamat segera bergabung dengan rekannya yang menggunakan sepeda motor untuk melanjutkan pengejaran.

Baca juga:  Qodrat (2022)

Chapter 3: Motor Mayhem (Kekacauan Motor)

Para pengendara motor berhasil mengejar Aatami. Salah satu dari mereka bahkan berhasil menembak pipi Aatami, namun rasa sakit itu tidak memperlambat sang legenda. Para pengejar itu berakhir mengenaskan akibat berbagai metode perlawanan Aatami, mulai dari terlindas, tertembak, hingga terkena ledakan.

Sebuah ledakan besar memaksa Aatami mengambil jalan memutar dan memadamkan api yang mulai menyebar ke muatan kayunya. Ia memanfaatkan waktu singkat itu untuk mendinginkan mesin truk dan merawat luka-lukanya. Sementara itu, Draganov yang semakin frustrasi memerintahkan bala bantuan udara untuk menghancurkan Aatami.

Chapter 4: Incoming (Serangan Datang)

Beberapa jet tempur dikerahkan untuk memburu Aatami. Ia kembali ke balik kemudi dan memacu truknya, sempat bersembunyi di sebuah lumbung sebelum tempat itu dibom hingga hancur. Aatami berhasil menjatuhkan satu pesawat di hutan dengan cara berhenti mendadak, menyebabkan sayap pesawat itu menabrak truknya dan pilotnya tewas dalam kobaran api.

Ancaman belum berakhir ketika pilot lain menyerang dari sisi tebing. Aatami menembak tali pengikat muatan truknya lalu menginjak rem sekuat tenaga. Kayu-kayu di bak truk meluncur ke depan membentuk semacam landasan pacu darurat. Jet tempur yang terbang rendah menabrak kayu-kayu tersebut dan hancur seketika. Serangan bom bertubi-tubi akhirnya memaksa Aatami mengemudikan truknya terjun dari tebing ke sungai. Meskipun truknya hancur, Aatami berhasil menyelamatkan diri bersama anjingnya dan kayu-kayu tersebut. Ia membuat rakit darurat dan secara kebetulan menemukan sebuah tank yang bisa digunakan.

Chapter 5: Long Shot (Tembakan Jarak Jauh)

Aatami mengumpulkan banyak bahan peledak dan mengemudikan tank tersebut menuju perbatasan Soviet tempat Draganov menunggu. Ia menyemburkan bahan bakar ke mesin tank untuk menambah kecepatan drastis sebelum meledakkan muatan di belakangnya. Ledakan dahsyat itu melontarkan tank seberat puluhan ton tersebut melayang melewati perbatasan, melampaui kepala Draganov, dan jatuh hancur di sisi lain.

Baca juga:  The Old Guard 2 (2025)

Aatami melepaskan anjingnya agar selamat sebelum ia sendiri ditangkap oleh pasukan KGB yang menginginkannya hidup-hidup. Di atas kereta menuju Siberia, Draganov menyiksa Aatami dengan cambukan brutal. Draganov akhirnya mengungkapkan identitasnya sebagai pembunuh keluarga Aatami, menceritakan dengan detail sadis bagaimana ia memutilasi putra sulung Aatami yang berusaha melindungi ibunya.

Pengakuan itu justru membangkitkan kembali jiwa “Koschei” dalam diri Aatami. Setelah Draganov pergi, Aatami membebaskan diri dan menarik pisau yang ia sembunyikan di dalam daging kakinya sendiri. Dua penjaga yang masuk tewas seketika; satu dicincang habis, dan satu lagi melompat dari kereta hanya untuk tewas menabrak pohon. Aatami menyisir rambutnya ke belakang menggunakan darah musuh, bersiap untuk babak terakhir.

Chapter 6: Revenge (Balas Dendam)

Aatami bergerak senyap menyusuri gerbong demi gerbong yang berisi tentara tidur, membunuh mereka satu per satu. Di gerbong berikutnya, ia harus melempar kapak ke tentara yang memergokinya dan membunuh tentara lain di tempat tidur tanpa suara. Di gerbong terakhir, Aatami terpaksa menginjak pecahan kaca agar tidak menimbulkan suara, namun akhirnya harus membantai sepasukan tentara yang terbangun.

Mendengar keributan, Draganov melepas sambungan gerbong dan meninggalkan Aatami tertinggal. Aatami menemukan sebuah misil raksasa di gerbongnya. Ia menyalakan misil tersebut dan menungganginya meluncur menembus gerbong Draganov yang berada di depan. Draganov, yang baru saja membunuh rekan KGB-nya demi uang, terkejut bukan main.

Pertarungan sengit terjadi. Draganov sempat mendesak Aatami dan memberinya kesempatan mengucapkan kata-kata terakhir. Sebagai jawaban, Aatami meludahkan sebuah baut pengunci yang ia cabut dari hulu ledak misil. Tanpa pengunci, hulu ledak misil itu meluncur lepas mengejar Draganov yang berlari ketakutan ke ujung kereta. Misil itu mengebor tengkorak Draganov sebelum meledak dengan dahsyat.

Baca juga:  Kong: Skull Island (2017)

Final Chapter (Bab Terakhir)

Di perbatasan Finlandia, Aatami tiba dengan menumpang gerbong kereta yang memuat seluruh kayu yang berhasil ia pertahankan. Penjaga perbatasan memeriksa dokumennya, mengenali siapa yang berdiri di hadapannya, dan memberikan hormat penuh takzim kepada sang legenda perang.

Kisah berakhir dengan Aatami yang sedang membangun kembali rumah barunya, lengkap dengan anjing setianya yang telah kembali. Sekelompok warga lokal datang membawa peralatan. Aatami sempat bersiaga, mengira mereka ingin cari ribut. Namun, salah satu warga berkata dengan ramah bahwa Aatami terlihat membutuhkan bantuan. Untuk pertama kalinya, wajah keras Aatami melunak karena haru saat para tetangganya mulai bekerja membantunya membangun rumah.

Leave a Reply