Sinopsis Bone Lake (2025)

959 votes, average 6.2 out of 10

Liburan romantis sepasang kekasih berubah menjadi mimpi buruk saat mereka terpaksa berbagi vila dengan pasangan lain yang misterius. Situasi yang penuh dengan seks, kebohongan, dan manipulasi ini akhirnya memicu pertarungan berdarah demi bertahan hidup.

Film dibuka dengan adegan sepasang kekasih, Brett dan Angie, yang berlari di tengah hutan dalam keadaan telanjang bulat dan ketakutan. Seseorang memanah mereka dari kejauhan. Angie tersandung dan tubuhnya tertembus sebatang kayu, sementara Brett terkena panah di bagian vitalnya, lalu di dadanya. Si pembunuh kemudian menyusun mayat mereka hingga menyerupai sebuah lukisan terkenal.

Cerita beralih ke pasangan lain, Sage dan Diego, yang sedang dalam perjalanan menuju sebuah vila sewaan di dekat Danau Bone yang terpencil untuk menghabiskan akhir pekan berdua. Sage adalah seorang penulis artikel, sementara Diego berharap bisa menerbitkan buku berikutnya setelah ia berhenti kerja. Saat ini Sagelah yang membiayai kehidupan mereka sehari-hari. Meskipun saling mencintai, hubungan intim mereka belakangan ini terasa hambar.

Keduanya terkejut ketika pasangan lain, Will dan Cin, datang dan tampaknya juga menyewa tempat yang sama. Agar suasana tidak canggung, Cin mengusulkan agar mereka berbagi vila, dan berjanji akan pergi jika Sage dan Diego merasa tidak nyaman. Sage dan Diego setuju dan mulai menghabiskan waktu bersama. Will memuji kecantikan Sage di depan Diego, yang membuatnya sedikit tidak nyaman, sementara para wanita berenang bersama di danau. Mereka juga membahas asal-usul nama “Danau Bone” (Danau Tulang), yang ternyata bukan karena sering dijadikan tempat bercinta (to bone), melainkan karena banyaknya kerangka manusia yang pernah ditemukan di dasar danau itu. Mengetahui Diego seorang penulis, Cin menawarkan bantuan dengan mengatakan ia punya koneksi dengan penulis idola Diego dan bisa membantunya agar naskahnya dibaca.

Baca juga:  Five Nights at Freddy's 2 (2025)

Will memergoki Diego saat sedang mengambil cincin neneknya dari mobil, yang rencananya akan ia gunakan untuk melamar Sage. Will berjanji akan merahasiakannya. Kemudian, Diego tidak sengaja masuk ke kamar mandi dan melihat Sage sedang memuaskan dirinya sendiri menggunakan pancuran air. Cin juga mencoba menggoda Diego dengan meminta bantuan saat ia hanya mengenakan handuk, namun Diego merasa tidak nyaman dan pergi karena sikap Cin yang terlalu genit.

Will dan Cin kemudian mengajak Sage dan Diego berkeliling vila, membuka pintu-pintu yang terkunci dengan sebuah trik. Mereka menemukan beberapa kamar berisi barang-barang aneh seperti mainan seks, dan satu kamar lain yang penuh dengan kliping koran tentang orang-orang yang hilang di area tersebut. Ada satu kamar yang mereka biarkan tetap terkunci.

Di hari yang sama, Will membuat ulah dengan melamar Cin menggunakan cincin nenek milik Diego, membuat Diego kaget dan marah. Saat Diego melabraknya, Will meminta maaf dan beralasan bahwa hubungannya dengan Cin sedang bermasalah dan ia pikir lamaran itu bisa menyelamatkan hubungan mereka. Ia berjanji akan menebus kesalahannya pada Diego.

Saat pergi berdua dengan Sage ke toko, Will memanasi suasana. Ia bilang bahwa Diego pernah bercerita kepadanya tentang Sage yang pernah tidur dengan mantannya di awal hubungan mereka, dan Diego merasa Sage “berutang satu padanya”. Will juga mengisyaratkan seolah-olah Diego telah tidur dengannya dan menyebut soal Sage yang masturbasi—padahal Diego tidak pernah menceritakan hal itu pada Will. Kembali di vila, Cin kembali mencoba merayu Diego.

Sebuah kilas balik singkat menunjukkan bahwa Will dan Cin telah merencanakan semuanya sehari sebelumnya. Vila itu milik mereka, dan mereka telah mengatur segalanya (termasuk trik membuka kunci) untuk menyambut kedatangan Sage dan Diego.

Baca juga:  28 Weeks Later (2007)

Ketika Sage dan Will kembali, Sage mengonsumsi ekstasi (molly) lalu bergabung dengan Cin di danau. Hujan deras turun, dan Diego mulai khawatir karena tidak menemukan Sage. Sage kemudian muncul kembali di rumah. Diego bertengkar dengan Sage, sementara Will dan Cin menguping dari luar. Tiba-tiba Sage berlari keluar, dan Will serta Cin menawarkan diri untuk mencarinya. Ternyata ini adalah jebakan, Sage sebenarnya bersembunyi karena ia dan Diego sudah mulai mencurigai niat Will dan Cin. Diego menegaskan bahwa ia tidak pernah memberitahu Will soal insiden di kamar mandi, namun mengakui telah menceritakan perselingkuhan Sage.

Diego dan Sage kemudian masuk ke satu-satunya kamar yang belum mereka buka. Di dalamnya, mereka menemukan ruangan penuh peralatan kamera untuk memata-matai mereka, beserta rekaman video selama mereka di sana, termasuk video Sage di kamar mandi, yang menjelaskan bagaimana Will bisa tahu. Will dan Cin kemudian muncul dan mengakui bahwa semua ini adalah bagian dari “permainan” yang mereka sukai. Sage dan Diego menuntut untuk pergi, dan anehnya, Will dan Cin membiarkan mereka pergi begitu saja. Saat akan pergi, Will memberi tahu Diego bahwa ia dan Sage telah berhubungan seks. Diego mengabaikannya dan mulai mengemudikan mobil, tetapi Cin menabrakkan mobilnya ke mobil mereka.

Will dan Cin mengikat Diego dan Sage di ruang tamu dan mengungkapkan identitas asli mereka. Nama mereka adalah Thomas dan Alice Price, kakak beradik yang memiliki hubungan sedarah (inses). Dulu, orang tua mereka memukuli mereka setelah mengetahui hubungan terlarang itu, sehingga mereka membunuh orang tua mereka. Kini, mereka menguji kesetiaan pasangan lain dengan mencoba merayu mereka. Setelah itu, Will dan Cin meninggalkan ruangan. Sage dan Diego membicarakan hubungan mereka; Diego mengaku tidak pernah mendendam soal perselingkuhan Sage, sementara Sage sangat menyesalinya. Mereka berhasil melepaskan ikatan dan bersiap untuk kabur.

Baca juga:  John Wick: Chapter 4 (2023)

Sage dan Diego mencoba kabur lagi. Diego menyambar tongkat perapian sementara Sage mengambil kapak. Cin menyerang Diego tapi kakinya tertusuk tongkat perapian. Will mengejek Sage dan membiarkannya menyerang, tapi Sage gagal. Will lalu mengambil gergaji mesin dan mencoba mengejar Diego, namun Sage berhasil menghantam kepala Will dengan kapak. Will jatuh menimpa gergaji mesinnya sendiri dan tubuhnya terpotong-potong.

Mereka lari ke dermaga dan mencoba naik perahu. Cin menyusul dan rahangnya tertebas kapak oleh Sage. Sage dan Diego berhasil menjauh, tapi Cin terus menyerang. Diego memotong jari-jari Cin, dan Sage memundurkan perahu, membuat tubuh Cin tercabik-cabik oleh baling-baling mesin. Diego mengambil jari Cin yang masih mengenakan cincin neneknya dan memasangkannya ke jari Sage, yang ia terima. Keduanya sempat tertawa miris sebelum akhirnya terdiam syok dengan tubuh berlumuran darah.

 

Tagline:What’s your body count?
Rate:R
Year:
Duration: 94 Min
Country:
Release:
Language:English
Budget:$ 1.000.000,00
Revenue:$ 830.031,00

Leave a Reply