Sinopsis Now You See Me: Now You Don’t (2025)

39764 votes, average 6.0 out of 10

The Four Horsemen melakukan reuni dan berkolaborasi dengan barisan ilusionis muda. Bersama, mereka bertekad menelanjangi operasi pencucian uang lintas negara milik seorang pewaris bisnis berlian yang melayani dunia kriminal.

Film dibuka di Bushwick, New York, dengan kejutan besar. Setelah sepuluh tahun menghilang, The Four Horsemen (J. Daniel Atlas, Merritt McKinney, Jack Wilder, dan Henley Reeves) kembali tampil di hadapan penonton yang histeris. Mereka memanggil seorang penonton bernama Bosco Leroy ke atas panggung dan mempermalukan seorang penipu crypto bernama Brett. Aset Brett dibobol dan dibagikan ke penonton sebelum polisi tiba dan membubarkan kerumunan. Namun, saat Brett yang marah mencoba mengonfrontasi mereka, ia hanya menemukan proyektor dan layar kosong.

Ternyata, pertunjukan itu adalah rekayasa canggih (deepfake) yang dilakukan oleh tiga pesulap muda: Bosco, June, dan Charlie. Saat mereka merayakan keberhasilan di apartemen rahasia, mereka dikejutkan oleh kedatangan J. Daniel Atlas yang asli. Atlas terkesan dengan kemampuan mereka dan mengungkapkan bahwa ia telah menerima kartu tarot dari organisasi rahasia “The Eye” untuk mencuri berlian legendaris bernama Heart Diamond. Karena terpisah dari Horsemen lainnya, Atlas merekrut ketiga anak muda ini untuk membantunya.

Target mereka adalah Veronika Vanderberg, seorang penyelundup berlian kejam di Afrika Selatan yang mewarisi bisnis ilegal dari ayahnya. Kekejaman Veronika terlihat saat ia memaksa seorang penentangnya menahan berlian tajam di mulut tanpa menelannya. Namun, Veronika sedang terancam oleh penelepon anonim yang mengetahui rahasia kelam masa lalunya dan menuntut Heart Diamond sebagai bayaran tutup mulut.

Atlas dan tim barunya menyusup ke sebuah gala di Antwerp tempat berlian itu dipamerkan. Dengan menyamar sebagai kru fotografi, mereka melancarkan aksi ilusi di mana berlian itu seolah-olah meledak di tangan Veronika, padahal Atlas telah menukarnya. Dalam pelarian, mereka berpapasan dengan anggota Horsemen asli lainnya—Jack, Henley, dan Merritt—yang ternyata juga menerima kartu misi dari The Eye. Dengan menggunakan trik helikopter palsu, ketujuh pesulap ini berhasil meloloskan diri dari penjaga Veronika.

Baca juga:  Texas Chainsaw Massacre (2022)

Di atas kapal persembunyian, reuni emosional terjadi. Terungkap bahwa Henley kini telah menikah dan memiliki tiga anak, Jack diputuskan oleh Lula May yang pindah ke Paris, dan perpecahan mereka disebabkan oleh rasa bersalah atas insiden yang membuat pemimpin mereka, Dylan Rhodes, terjebak di penjara Rusia. Charlie kemudian menyadari bahwa kartu tarot yang diterima para Horsemen membentuk sebuah peta jika disatukan.

Peta itu menuntun mereka ke sebuah puri mewah di Prancis milik sekutu lama mereka, Thaddeus Bradley. Setelah melewati berbagai jebakan ilusi di rumah itu, mereka menemukan Thaddeus dan sebuah lukisan yang menyembunyikan dokumen rahasia tentang Veronika. Dokumen itu mengungkap bahwa ayah Veronika memiliki hubungan dengan Nazi, ibunya bunuh diri karena perselingkuhan suaminya, dan Veronika bertanggung jawab atas kecelakaan mobil yang menewaskan selingkuhan ayahnya (sang asisten rumah tangga) beserta anaknya.

Momen penemuan itu diganggu oleh serbuan polisi. Tim pun terpecah, Atlas dan Bosco lolos melalui lorong berputar, sementara Merritt, Henley, dan Charlie lolos lewat aula cermin. Namun, Thaddeus tersudut dan tertembak oleh polisi. Sebelum “menghilang” (atau tewas), ia mendesak Atlas dan Henley untuk terus maju dan tidak membiarkan pengorbanannya sia-sia. Sayangnya, Merritt, Jack, dan June tertangkap.

Merritt diinterogasi oleh Veronika menggunakan kemampuan mentalisnya, mengonfirmasi bahwa Veronika memang menyabotase rem mobil asisten rumah tangga ayahnya. Di luar penjara, seorang wanita tua pengemis membuat keributan dengan mematahkan tangannya secara mengerikan. Ternyata itu adalah Lula May yang menyamar. Ia kembali bergabung untuk membantu Atlas dan Henley membebaskan teman-teman mereka. Setelah pertarungan sengit, seluruh tim berhasil lolos dan berkumpul kembali. Meskipun Atlas menyarankan untuk mengembalikan berlian demi keselamatan, tim sepakat untuk menjatuhkan Veronika.

Baca juga:  Five Nights at Freddy's 2 (2025)

Jebakan Pasir di Abu Dhabi Pertukaran diatur di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi. Bosco dan Charlie menciptakan gangguan di lintasan balap, sementara Horsemen menemui Veronika. Setelah menyerahkan berlian, Veronika menjebak kelima Horsemen (Merritt, Jack, Henley, Lula, dan Atlas) ke dalam sebuah tangki kaca raksasa yang mulai diisi pasir untuk mengubur mereka hidup-hidup.

Berpikir cepat, Jack memecahkan pipa air di atas tangki. Air yang masuk membuat pasir memadat dan menekan kaca, namun itu juga membuat mereka terancam tenggelam. Henley menggunakan cincin berliannya untuk memotong kaca tangki dari dalam. Dengan kerja sama tim, mereka berhasil memecahkan tangki dan meloloskan diri di hadapan publik yang terpukau.

Puncak cerita terjadi saat Veronika menemui penelepon misteriusnya untuk menyerahkan Heart Diamond. Sosok itu ternyata adalah CHARLIE. Terungkap bahwa Charlie adalah saudara tiri Veronika (anak dari asisten rumah tangga yang dibunuh Veronika). Charlie selamat dari kecelakaan mobil yang disabotase itu dan telah merencanakan pembalasan seumur hidupnya.

Veronika menembak Charlie, namun pistolnya hanya berisi peluru kosong. Dinding ruangan tiba-tiba runtuh, mengungkapkan bahwa mereka berada di atas panggung di hadapan ribuan penonton dan kamera. Charlie adalah dalang sesungguhnya yang memanggil para Horsemen dan mengatur semua kejadian, termasuk penemuan bukti di rumah Thaddeus. Kejahatan Veronika terekspos ke seluruh dunia, dan ia pun ditangkap. Charlie mengumumkan akan menggunakan keuntungan dari berlian itu untuk rakyat Afrika Selatan.

Beberapa waktu kemudian, kedelapan Horsemen (lama dan baru) berkumpul di New York. Mereka menerima paket misterius berisi pesan hologram dari Dylan Rhodes. Dylan mengungkapkan bahwa ia memalsukan penahanannya di Rusia. Ia menyambut Bosco, June, dan Charlie ke dalam “The Eye” dan memberitahu tim bahwa pekerjaan mereka yang sesungguhnya baru saja dimulai.

Baca juga:  Black Phone 2 (2025)

 

Leave a Reply