Sinopsis Dracula (2025)

33994 votes, average 6.2 out of 10

Akhir abad ke-15 di Eropa Timur. Kematian brutal sang istri mendorong Pangeran Vlad II ke jurang keputusasaan, memicunya untuk membuang iman dan menantang Surga. Terkutuk untuk hidup selamanya, Vlad bangkit sebagai Dracula. Kini ia adalah monster abadi yang mengobarkan invasi berdarah, melawan takdir demi menarik paksa sang kekasih dari pelukan kematian.

Tahun 1480 Masehi

Di dalam sebuah kastil megah, Elisabeta memutar sebuah kotak musik, hadiah istimewa dari suami tercintanya, Pangeran Vladimir, yang kelak dikenal sebagai Count Dracula. Sebuah montase memori berputar, menampilkan hari-hari bahagia mereka, bersenda gurau, menikmati perjamuan hangat, dan berbagi cinta yang penuh gairah. Pernikahan mereka adalah lambang kebahagiaan yang sempurna.

Namun kedamaian itu terpecah saat kewajiban militer memanggil sang Pangeran. Pada saat ia sedang mengenakan pakaian perang yang berat Pangeran Vladimir terus mencuri ciuman dari istrinya karena merasa sangat enggan untuk berpisah. Para prajuritnya harus berusaha keras meyakinkan Pangeran untuk segera memimpin pasukan. Sebelum pergi Dracula memastikan keamanan istrinya dengan mengirimkan pasukan khusus untuk mengawal Elisabeta menuju kastil terdekat yang lebih aman. Elisabeta mengungkapkan rasa kehilangannya dan merasa tidak akan sanggup hidup tanpa kehadiran suaminya. Ia lalu berangkat menunggang kuda bersama empat pengawal setia.

Sebelum menuju medan pertempuran Dracula menemui seorang Kardinal berpangkat tinggi guna memohon berkat rohani untuk kampanye perangnya melawan pasukan Ottoman. Dracula menanyakan keabsahan perang yang akan memakan banyak korban jiwa ini sebagai kehendak Tuhan dan sang Kardinal membenarkannya. Mendengar hal itu Dracula mengajukan satu tuntutan mutlak kepada Tuhan yaitu jaminan keselamatan nyawa istrinya. Ia menegaskan bahwa jika istrinya direnggut darinya maka ia rela nyawanya sendiri diambil. Sang Kardinal berjanji untuk mendoakan keselamatan Elisabeta tetapi jawaban ini justru memicu amarah Dracula. Ia membentak sang Kardinal dan memerintahkannya untuk menyampaikan tuntutan itu langsung kepada Tuhan.

Sementara itu di medan pertempuran Dracula membuktikan kecerdasannya. Ia membiarkan musuh mendekat lalu menghancurkan tong berisi minyak dan membakarnya guna menciptakan dinding api pemisah. Dengan strategi ini sang Pangeran dan pasukannya membantai musuh tanpa ampun. Taktik brutal Dracula yang memajang kepala musuh di atas tombak berhasil membuat petinggi lawan ketakutan dan menarik mundur pasukannya. Sayangnya kemenangan ini dirusak oleh berita buruk tentang penyergapan rombongan Elisabeta. Pasukan Ottoman yang bersembunyi di hutan telah menembak mati dua pengawal Elisabeta. Sang istri melarikan diri ke area bersalju yang penuh dengan perangkap beruang. Nasib nahas menghampirinya saat kudanya terjatuh dan kakinya sendiri tanpa sengaja menginjak jebakan besi tersebut. Dracula memacu kudanya dan tiba tepat waktu untuk membunuh penyerang namun ia terlambat menyelamatkan nyawa istrinya. Elisabeta menerima luka tusukan fatal dan menghembuskan napas terakhir di pelukan suaminya. Dracula hancur dalam duka yang paling dalam.

Kesedihan Dracula berubah menjadi murka yang tak tertahankan. Ia kembali menemui sang Kardinal dan menuduh Tuhan telah mengabaikan permintaannya. Ia menuntut mukjizat untuk menghidupkan kembali Elisabeta. Sang Kardinal menolak dengan alasan jiwa suci Elisabeta telah tenang di surga. Dracula yang merasa dikhianati memutuskan hubungan dengan Tuhan secara kejam. Ia mematahkan sebuah tiang salib dan menusukkannya ke tubuh sang Kardinal lalu mendeklarasikan bahwa nyawanya bukan lagi milik Tuhan. Tindakan ini memicu fenomena gaib saat patung Yesus di dekatnya mulai meneteskan air mata darah.

Baca juga:  M3GAN 2.0 (2025)

400 Tahun Kemudian

Di sebuah rumah sakit jiwa di Prancis, Asisten Dokter Dumont memanggil seorang Pendeta ke kapel untuk menangani sebuah kasus khusus. Sang Pendeta menjelaskan posisinya sebagai penengah antara dogma agama dan ilmu pengetahuan yang sering berselisih paham. Mereka kemudian turun ke sel bawah tanah dan menemukan seorang wanita muda cantik bernama Maria yang dirantai di lantai. Dumont menjelaskan bahwa tindakan ini terpaksa dilakukan karena Maria sangat beringas. Maria baru saja menikahi Henry Spencer tetapi menyerang pendeta pada hari pernikahannya. Terdapat kejanggalan dokumen yang menunjukkan tahun kelahirannya pada 1759 yang membuat usia Maria seharusnya lebih dari satu abad.

Sang Pendeta memulai serangkaian pengujian. Ia menemukan taring tajam pada Maria dan menyimpulkan bahwa monster ini terluka oleh paparan sinar matahari langsung saat tangan Maria terbakar oleh cahaya dari jendela. Ujian terakhir menggunakan sebuah salib yang langsung terbakar saat didekatkan pada Maria. Penemuan bekas gigitan di leher Maria membuktikan bahwa ia bukanlah monster murni melainkan korban yang diubah oleh monster purba buruan gereja. Sang Pendeta meneteskan darah melalui asisten Dumont untuk memancing informasi. Maria yang terpancing mengungkapkan bahwa sang tuan akan datang menjemput pengantin cantiknya sebelum ia menyadari kesalahannya dan bungkam.

Di tempat yang jauh Jonathan Harker tiba di sebuah kastil bersalju di Rumania untuk urusan bisnis. Pengacara ini menolak salib pelindung dari kusir keretanya dan menyatakan ketidakpercayaannya pada Tuhan. Sesampainya di kastil ia disambut oleh Count Dracula yang kini berwajah sangat tua. Mereka mengadakan jamuan makan malam yang hanya dinikmati oleh Harker sementara Dracula hanya menatapnya dengan penuh ketertarikan. Dracula menceritakan bahwa ia telah berhenti melakukan perjalanan keliling dunia untuk mencari reinkarnasi istrinya dan kini menyerahkan urusan bisnis kepada bawahannya. Harker menjelaskan tujuannya untuk membahas kerusakan properti Dracula di Paris. Saat Harker mencari dokumen sebuah salib terjatuh dari tasnya. Dracula menanyakan kepercayaan Harker lalu secara gaib melempar salib itu ke perapian saat Harker lengah. Dracula kemudian mengantar Harker ke kamar dan melarangnya keluar dengan alasan keselamatan.

Rasa penasaran mengalahkan kepatuhan Harker. Ia menjelajahi kamar dan menemukan buku sejarah yang kehilangan halaman foto Elisabeta. Harker melanjutkan penjelajahannya hingga menemukan ruang bawah tanah rahasia yang menyimpan peti mati Dracula. Akibat pelanggaran ini Harker dipukul pingsan oleh patung gargoyle yang hidup. Ia terbangun dalam keadaan dirantai terbalik. Dracula menertawakan Harker yang kini menyebut nama Tuhan. Harker memohon untuk mendengar kisah masa lalu sang monster dan Dracula mengabulkannya.

Dracula menceritakan pencariannya yang penuh penderitaan melewati berbagai benua dan wabah mematikan demi menemukan reinkarnasi Elisabeta yang memiliki jiwa paling suci. Rasa putus asa sempat membuatnya mencoba mengakhiri hidup dengan melompat dari menara kastil berulang kali. Namun kutukan penolakannya terhadap Tuhan membuatnya tidak bisa mati. Dracula mencari penawar kesepiannya hingga menemukan racikan parfum di Italia yang bisa memikat pikiran wanita. Di Prancis ia memikat seluruh pengadilan dan menggigit banyak wanita termasuk Maria demi menciptakan pelayan. Ia sempat kembali ke makam istrinya hanya untuk menemukan abu yang semakin menghancurkan hatinya.

Baca juga:  The Nun II (2023)

Mendengar penderitaan itu Harker memohon pengampunan demi tunangannya dan menunjukkan foto wanita tersebut. Dracula terdiam kaku karena wajah tunangan Harker sangat menyerupai Elisabeta. Dracula mengampuni nyawa Harker dan segera mempersiapkan perjalanan bersama pelayan gargoyle serta peti matinya untuk menemui wanita itu.

Kembali ke Paris Sang Pendeta dan Dumont menerjemahkan naskah kuno dan menemukan celah keselamatan. Jika Dracula berhasil dibunuh maka seluruh korbannya bisa terbebas dari kutukan. Tunangan Harker yang bernama Mina Murray tiba untuk menanyakan kondisi Maria. Mina bercerita tentang keakrabannya dengan Maria dan perasaannya yang sering merasa asing di zamannya sendiri.

Sementara itu Dracula memulihkan kekuatannya dengan menyamar sebagai pengemis di sebuah gereja. Ia memikat para biarawati menggunakan parfum magisnya dan menghisap darah mereka hingga kekuatannya pulih seutuhnya. Di Rumania Harker berhasil membebaskan diri menggunakan jalinan seprai dan selamat dari kejaran gargoyle yang tubuhnya terlalu berat untuk melintasi danau beku.

Dracula tiba di rumah sakit jiwa dan memperbudak asisten Dumont untuk membawanya kepada Maria. Maria sangat bahagia karena berhasil menemukan reinkarnasi Elisabeta untuk tuannya. Dracula membalas kesetiaan itu dengan membiarkan Maria meminum darah asisten Dumont. Keesokan harinya Maria yang tampak sehat mendatangi kediaman Mina dan mengundangnya ke sebuah pesta khusus.

Pada malam perayaan Dracula akhirnya menatap Mina secara langsung. Sentuhan Dracula pada tangan Mina langsung memicu ingatan masa lalu Elisabeta yang membuat Mina ketakutan. Mereka melanjutkan malam ke sebuah karnaval dengan Dracula mengawasi dari dekat. Mina terus dihantui ingatan kehidupan asing. Dracula lalu mengajak Mina ke kamar hotelnya dan memberikan kotak musik milik Elisabeta. Alunan nada dari kotak itu membanjiri pikiran Mina dengan ingatan suaminya. Panggilan nama Elisabeta dari Dracula sempat menyadarkan Mina yang segera menegaskan identitasnya saat ini. Dracula meminta maaf namun tetap memaksa Mina menerima kotak musik tersebut.

Pertemuan itu menumbuhkan ikatan batin yang kuat dalam diri Mina. Namun kenyataan pahit menyambutnya di rumah saat Harker Sang Pendeta dan Dumont mengungkap identitas asli Dracula. Mina menolak mempercayai mereka. Ia kembali ke kamar dan memainkan kotak musik yang memanggil Dracula muncul di belakangnya. Mina memperingatkan Dracula tentang ancaman di bawah. Dracula membuktikan ketulusannya dengan membakar parfum pemikatnya ke dalam perapian. Ia ingin Mina memilihnya dengan kesadaran penuh. Ingatan Mina pulih seutuhnya dan ia menyadari posisinya sebagai reinkarnasi Elisabeta. Dengan kerelaan hati Mina menawarkan lehernya dan Dracula menggigitnya dengan lembut.

Sang Pendeta menyadari kehadiran Dracula dari aroma parfum yang terbakar. Mereka segera menyusul ke atas namun Dracula telah membawa pergi Mina. Di tempat terpisah Spencer menerima kunjungan Maria yang berusaha merayunya. Kedatangan rombongan Sang Pendeta memicu serangan agresif Maria. Pertarungan berakhir tragis saat Harker memenggal Maria dan Sang Pendeta menancapkan salib ke jantungnya. Spencer yang kehilangan istrinya memutuskan untuk ikut memburu Dracula.

Baca juga:  La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka... (2025)

Di kastil bersaljunya Dracula menyambut kepulangan Mina. Ia memberhentikan seluruh pelayan manusianya dengan imbalan besar. Mina mengenakan gaun bersejarah Elisabeta dan menyalakan kotak musik. Dracula menghampirinya dan hasrat kerinduan mereka kembali menyatu. Namun momen ini terganggu oleh gempuran meriam pasukan tentara pimpinan Sang Pendeta.

Dracula bangkit melindungi Mina dan maju menghadapi para penyerang dengan kekuatan penuh. Pasukan gargoyle ikut bertarung dan menelan banyak korban jiwa di pihak tentara. Dracula menyerap habis darah Spencer dan melumpuhkan Harker dengan mudah. Saat berhadapan dengan Sang Pendeta Dracula meluapkan kebenciannya pada Tuhan. Sang Pendeta membalas bahwa manusialah yang merusak nama Tuhan dan memohon Dracula melepaskan Mina dari kutukan keabadian yang menyiksa.

Di tengah kehancuran kastil Dracula menyadari kebenaran dari ucapan Sang Pendeta. Cinta sejatinya pada Mina menuntut sebuah pengorbanan terbesar agar wanita itu tidak menanggung kutukan penderitaan abadi. Dracula membuat pilihan paling sulit dalam eksistensinya. Ia mengunci Mina di dalam kamar yang aman lalu menyerahkan dirinya kepada Sang Pendeta.

Mina memohon dengan putus asa dari balik pintu yang terkunci. Dracula merentangkan kedua tangannya dengan damai dan membiarkan Sang Pendeta menancapkan pasak besi tepat di jantungnya. Tubuh abadi Dracula menua dengan cepat seiring berakhirnya kutukan tersebut. Mina menyeret tubuh Dracula ke tempat tidur dan meratapi kepergiannya. Dracula mengungkapkan bahwa kematian ini adalah bentuk cinta tertingginya. Tubuh sang Pangeran kemudian melebur menjadi abu diiringi tangisan Mina.

Kematian Dracula mengakhiri kutukan bagi para gargoyle yang kembali berwujud anak manusia. Harker menyadari ikatan cintanya dengan Mina telah terputus dan memilih pergi meninggalkan wanita itu selamanya. Sang Pendeta dan Dumont juga meninggalkan lokasi setelah tugas mereka tuntas. Di angkasa abu Dracula tampak membumbung tinggi menuju surga sebagai tanda bahwa pengorbanannya telah membawa ampunan mutlak dari Tuhan.

 

Leave a Reply