Sinopsis Exit 8 (2025)

384 votes, average 6.7 out of 10

Seorang pria terjebak di lorong bawah tanah tanpa akhir, berusaha mencari Pintu Keluar 8. Ia harus mengenali setiap anomali dan berbalik saat melihatnya, karena satu kesalahan saja akan membuatnya kembali ke awal. Mampukah ia keluar dari lorong tak berujung itu?

Film dibuka di dalam sebuah gerbong kereta api yang penuh sesak. Di tengah keramaian itu, seorang pria tampak gelisah. Suasana semakin tegang ketika tangisan seorang bayi memecah kebisingan, memancing emosi seorang penumpang lain yang langsung memarahi ibu si bayi.

Tiba-tiba, ponsel Pria itu berdering. Panggilan itu dari mantan kekasihnya. Awalnya, Pria itu ragu untuk menjawab, tetapi rasa khawatir akhirnya mengalahkan keraguannya. Di seberang telepon, sang mantan kekasih membawa kabar mengejutkan: ia sedang mengandung anak Pria itu. Meskipun hubungan mereka telah kandas, ia menuntut pertanggungjawaban.

Berita itu seketika membuat dunia Pria itu seakan runtuh. Ia menjadi begitu gelisah dan tidak fokus hingga ponselnya terlepas dari genggaman. Saat sang mantan kekasih sedang menjelaskan detail dari rumah sakit, penyakit asma Pria itu mendadak kambuh, membuatnya sulit bernapas dan berbicara. Sialnya, ketika ia mencoba menaiki tangga stasiun, sinyal ponselnya hilang dan panggilan pun terputus.

Tanpa memedulikan hal itu, Pria itu terus berjalan menyusuri lorong-lorong stasiun. Anehnya, suasana begitu sepi, hanya ada seorang pria lain yang sesekali berjalan melintasinya. Tak lama kemudian, Pria itu menyadari sesuatu yang ganjil, ia terus-menerus melewati lorong dan pemandangan yang sama, seolah terjebak dalam sebuah putaran.

Pria itu, yang kini bisa dijuluki “The Lost Man” atau “Pria yang Tersesat,” harus mencari jalan keluar dari tempat misterius ini. Ia mulai curiga bahwa pria misterius yang selalu melintas di hadapannya hanyalah bagian dari halusinasinya. Namun, saat ia kembali menyusuri lorong, pria misterius itu tiba-tiba berubah menjadi sosok yang menyeramkan.

Ketakutan, Pria itu berlari mundur dan tanpa sengaja melihat papan penunjuk yang menyatakan ia berada di “Lantai 0”. Ia pun memberanikan diri untuk maju lagi dan kembali bertemu dengan pria misterius tadi, yang kali ini bersikap normal. Pria itu yang masih waspada mencoba menyalakan alarm kebakaran dan membuka pintu darurat, tetapi keduanya tidak berfungsi. Semua pintu terkunci rapat. Tiba-tiba, darah segar mengalir deras di hadapannya, membuatnya syok dan berlari kembali. Saat itulah ia melihat papan penunjuk lain: ia kini berada di “Lantai 1”.

Di sana, ia menemukan sebuah petunjuk penting: “Hati-hati jika ada anomali. Jika ada anomali, Anda harus putar balik. Tapi jika tidak ada anomali, Anda harus berjalan maju hingga mengambil pintu keluar di Lantai 8.

Baca juga:  Five Nights at Freddy's 2 (2025)

Aturan ini terus terngiang di kepalanya. Pria itu sadar, darah yang mengalir tadi adalah sebuah anomali. Ia juga menyadari kesalahannya di awal, pria misterius yang berubah menyeramkan adalah anomali pertama, yang membuatnya kembali ke Lantai 0. Agar tidak mengulangi kesalahan, Pria itu mulai memotret semua benda yang ia lewati, termasuk pria misterius misterius itu, untuk dijadikan pembanding.

Saat berada di lantai berikutnya, ia mengecek foto-fotonya, namun gambar-gambar itu tiba-tiba berubah menjadi menyeramkan. Pria itu mengerti bahwa ia tidak bisa bergantung pada teknologi. Ia harus mengandalkan ingatannya, menghafal setiap detail di lorong untuk mendeteksi anomali dan bisa naik ke lantai berikutnya.

Perjalanan Pria itu penuh dengan ujian. Ketika pria misterius itu kembali bertingkah aneh, Pria itu sigap berbalik arah. Keputusannya tepat, ia berhasil naik ke “Lantai 2”. Dengan semangat baru, ia memeriksa setiap barang dengan teliti. Namun, ketika ia mendekati sebuah loker, terdengar suara tangisan bayi dari dalamnya. Rasa penasaran membuatnya membuka loker itu, dan apa yang ditemukannya adalah anomali lain yang membuatnya harus segera berbalik.

Kini ia berada di “Lantai 3”. Masih ada lima lantai lagi yang harus ia taklukkan. Tantangan berikutnya datang ketika semua gambar yang terpajang di dinding tiba-tiba menatapnya dengan sinis. Pria itu dengan cepat berbalik arah dan berhasil mencapai “Lantai 4”.

Perjalanannya ke “Lantai 5” berjalan mulus. Pria itu mulai merasa optimistis bahwa ia akan segera bebas. Namun, di tengah keyakinannya, ponselnya kembali berdering. Mantan kekasihnya bertanya di mana ia berada. Merasa tidak ada yang aneh, Pria itu melanjutkan langkahnya. Ternyata, panggilan telepon itu sendiri adalah sebuah anomali. Kesalahan fatal itu membuatnya terlempar kembali ke “Lantai 0” untuk mengulang semuanya dari awal.

Lorong yang kini ia lalui berubah warna menjadi kuning. Merasa putus asa, Pria itu sempat mengamuk dan pasrah. Namun, ia berhasil mengumpulkan kembali kekuatannya dan memulai lagi perjalanannya. Di “Lantai 1”, ia bertemu dengan seorang anak kecil. Menganggapnya sebagai anomali, Pria itu berbalik, namun ia malah kembali ke “Lantai 0”. Ternyata, anak kecil itu bukanlah anomali, melainkan orang lain yang juga tersesat. Ketika anak itu berlari, Pria itu pun mengejarnya.

Baca juga:  Penyalin Cahaya / Photocopier (2021)

Di titik ini, cerita beralih sudut pandang sejenak. Kita melihat kejadian dari mata pria misterius yang selalu melintasi Pria itu. Pria misterius itu ternyata sebelumnya sedang menuntun anak kecil untuk keluar dari tempat itu. Sama seperti Pria itu, mereka juga harus menghafal setiap sudut ruangan. Pria misterius itu berhasil membawa sang anak kecil hingga ke “Lantai 5”.

Di sana, seorang wanita muda yang sebelumnya hanya lalu-lalang, tiba-tiba bertanya pada pria misterius. Awalnya pria misterius mengira wanitu itu adalah anomali, tetapi setelah berkomunikasi, ia yakin wanitu itu adalah manusia biasa. Namun, saat mereka akan melanjutkan perjalanan, wanitu itu tiba-tiba bertingkah aneh dan menyeramkan. pria misterius dan anak kecil itu yang ketakutan segera berbalik dan berhasil naik ke “Lantai 6”.

Tersisa dua lantai lagi. Anak kecil itu menyadari sebuah anomali, salah satu gagang pintu berada di tengah, tidak pada posisi normalnya. Sayangnya, pria misterius mengabaikan peringatan anak kecil itu dan memaksa untuk terus maju. Akibatnya, mereka berdua kembali terlempar ke “Lantai 0”.

Dalam keputusasaan, mereka menemukan sebuah tangga yang seolah menuju jalan keluar. Pria misterius, yang terlalu bersemangat, langsung menaikinya, lagi-lagi mengabaikan anak kecil itu yang sudah memperingatkan bahwa tangga itu adalah anomali. Akibatnya, pria misterius terperangkap dalam ruang dan waktu, menjadi sosok yang terus berjalan tanpa tujuan—sosok yang ditemui Pria pertama. Inilah awal mula pertemuan Pria pertama dan anak kecil itu.

Anak kecil itu, yang selama ini diam, akhirnya menarik Pria itu untuk melanjutkan perjalanan bersama. Ia telah belajar dari pengalaman. Di lorong berikutnya, anak kecil itu melihat anomali yang sama seperti sebelumnya, gagang pintu yang berada di tengah. Menyadari hal itu, mereka berbalik dan berhasil naik ke “Lantai 2”.

Namun, tantangan baru muncul. Lampu tiba-tiba padam dan suara aneh terdengar dari ventilasi udara, diikuti oleh kejadian mengerikan. Beruntung, mereka berhasil menemukan ponsel Pria itu yang terjatuh dan segera kembali.

Di “Lantai 3”, mereka melihat seekor kucing dan sesosok wanita yang dipanggil “Mama” oleh anak kecil itu. Mereka sadar itu hanyalah anomali, tetapi anak kecil itu tiba-tiba pingsan. Pria itu segera menggendongnya dan berbalik arah.

Mereka tiba di “Lantai 4”, dan anak kecil itu pun siuman. Untuk pertama kalinya, anak kecil itu berbicara. Ia bercerita bahwa ia sengaja ingin tersesat agar ibunya mencarinya, namun tak disangka ia benar-benar terjebak di dunia lain. Cerita itu membuat Pria itu merasa lebih dekat dengan anak kecil itu. Sebelum melanjutkan, anak kecil itu menyadari anomali lain, angka di dinding yang posisinya terbalik.

Baca juga:  The Long Walk (2025)

Di “Lantai 5”, semua tampak normal hingga mereka melihat sebuah pintu yang tiba-tiba terbuka. Dari kejauhan, terlihat pemandangan aneh, sosok Pria itu yang berada di dalam kereta api di awal film. Itu adalah anomali. Mereka berbalik dan berhasil mencapai “Lantai 6”.

Di sini, Pria itu bertanya pada anak kecil itu apa yang akan dilakukannya jika berhasil keluar. Anak kecil itu menjawab ia ingin makan sepotong pizza. Kemudian, anak kecil itu memberikan sebuah cangkang keong kepada Pria itu sebagai jimat dan ucapan terima kasih. Namun, perjalanan mereka kembali terganggu. Tiba-tiba, lorong dipenuhi gulungan air yang dahsyat.

Dalam alam bawah sadarnya, Pria itu melihat dirinya berada di pantai bersama mantan kekasihnya dan anak kecil itu, yang memanggil mereka “ayah” dan “ibu”. Saat tersadar, Pria itu berjuang mati-matian menyelamatkan anak kecil itu namun akhirnya pingsan karena terhantam benda keras.

Setelah air surut, anak kecil itu selamat memutuskan untuk berbalik. Tak lama, Pria itu pun sadar dan menyusulnya. Akhirnya, mereka berdua berhasil mencapai “Lantai 7”. Mengira Pria itu telah tiada, anak kecil itu berjalan sendirian, begitu pula Pria itu. Setelah melalui usaha yang panjang, Pria itu akhirnya tiba di “Lantai 8”, di mana sebuah tangga menuntunnya turun.

Meskipun ragu, ia menuruni tangga itu dan bertemu dengan orang-orang. Ia berhasil kembali ke dunia nyata. Tak lama kemudian, mantan kekasihnya menelepon. Khawatir, Pria itu mengatakan ia sedang dalam perjalanan ke rumah sakit. Ia pun bergegas menaiki kereta.

Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi. Di dalam kereta, ia kembali menyaksikan adegan yang sama persis seperti di awal film: seorang bayi menangis, dan seorang pria memarahi ibunya. Pria itu seketika terdiam dan pasrah. Ia sadar, ia tidak pernah benar-benar keluar. Ia masih terjebak di dalam putaran waktu yang tak berujung.

 

 

Genre: Horror, Mystery
Year:
Duration: 95 Min
Country:
Release:
Language:日本語

Leave a Reply