Sinopsis Penyalin Cahaya / Photocopier (2021)

215 votes, average 7.4 out of 10

Teater Matahari mengikuti Lomba Teater antar mahasiswa. Suryani harus pulang duluan sebelum pengumuman pemenang karena dia harus membantu ibunya jualan di warteg. Sampai di rumah dia membantu menemukan HP ibunya yang lupa ditaruh menggunakan fitur Google, Find My Device dari laptopnya. Ibunya bertanya apakah kegiatannya di teater tidak mengganggu kuliahnya. Suryani menjelaskan bahwa dia hanya membuatkan website untuk teater tersebut, yang berguna untuk portofolionya dalam memperoleh beasiswa.

Ternyata Teater Matahari juara, dan besoknya di kampus, acara meriah dilaksanakan untuk merayakan kemenangan mereka. Dekan mengucapkan selamat kepada mereka, terutama kepada Anggun, sang sutradara, dan Rama, penulis cerita. Dekan juga menyampaikan bahwa mereka akan mewakili universitas mengikuti kompetisi teater mahasiswa tingkat Asia di Kyoto. Tariq menyampaikan bahwa nanti malam akan diadakan pesta di rumah Rama.

Suryani kemudian ke tempat Amin, sahabatnya. Amin adalah operator fotokopi kampus di mana Suryani sering nongkrong untuk mengakses wifi gratis. Datang Rama untuk nge-print naskah barunya. Dia mengundang Suryani untuk datang ke pesta nanti malam. Dia juga bilang bahwa ayahnya mau membuat website acara amal dan dia merekomendasikan Suryani. Rama kemudian keluar setelah menitipkan file-nya ke Amin.

Suryani mengajak Amin untuk menemaninya. Farah yang baru saja datang, menyela pembicaraan mereka dengan sinis, mengatakan bahwa tidak ada gunanya ikut teater itu. Farah adalah kakak tingkat Suryani dan dia mantan anggota teater.

Sorenya, Suryani bersiap berangkat. Ayahnya yang cukup keras menganggap kebayanya terlalu menerawang. Dengan terpaksa, Suryani memakai kaos untuk melapisinya. Dia pun berangkat bersama Amin. Di rumah Rama, Suryani dikenalkan dengan ayahnya. Mereka berpesta hingga larut malam. Dalam sebuah game, Suryani dan Amin wajib minum segelas wiski. Amin yang tidak nyaman mengajak pulang, tapi Suryani menolaknya.

Esoknya, Suryani bangun kesiangan, padahal pagi ini harusnya dia wawancara penerimaan beasiswa. Tanpa ganti baju, dia langsung berangkat. Ayahnya yang marah-marah tak digubrisnya. Dia bahkan naik angkot karena ayahnya melarang memakai motornya.

Suryani segera menghadap Dewan Dekan, meski terlambat. Dia sempat menitipkan HP-nya yang sedang di-charge kepada Farah yang sedang menunggu giliran. Sebelum Suryani sempat memaparkan presentasi, para dosen menyelanya. Mereka menanyakan apakah Suryani sering clubbing. Mereka bahkan menunjukkan bukti foto-foto dari sosmed Suryani yang menunjukkan foto-foto selfinya sedang teler. Segala pembelaan dan argumen Suryani ditolak.

Suryani keluar ruangan dengan hati kacau. Dia mengecek HPnya, dan benar, foto-foto itu terupload di instagramnya. Dia nyemperin Amin dan menanyakan siapa yang mengerjainya. Amin tidak tahu karena semalam dia pulang duluan, itupun juga karena disuruh oleh Suryani. Suryani kemudian masuk kelas, namun namanya tidak dipanggil saat absen. Dosen mengatakan bahwa dia belum membayar SKS dan harusnya dia tidak dibolehkan ikut perkuliahan.

Suryani pulang mendapati ibunya yang kecewa. Ibunya menunjukkan email di HPnya tentang pembatalan beasiswa Suryani. Ayahnya yang sangat marah mengusirnya. Dia malu karena tadi malam seorang driver NetCar menggedor-gedor seluruh tetangganya jam 3 pagi untuk menanyakan di mana rumahnya. Driver itu mengantarkan Suryani pulang dalam kondisi tidak sadar karena mabuk.

Suryani menuju ke gedung teater. Dia mampir ke toilet sebentar dan menyadari bahwa kaos yang dia pakai terbalik, label mereknya berada di depan. Dia mau bertanya pada Tariq, tapi Tariq terlalu sibuk. Rama memberi tahu bahwa yang mengantar dia pulang semalam adalah NetCar. Anggun kemudian menjelaskan bahwa dialah yang memesan NetCar. Dia juga mengirimkan screenshot pemesanan ke HP Suryani. Suryani juga menanyakan siapa yang tadi malam mengambil selfinya, tapi semua menjawab tidak tahu.

Suryani pergi ke tempat Amin. Dia akan menumpang di situ untuk sementara. Paginya dia menemui dosennya untuk meminta bantuan mengenai beasiswanya. Namun dosennya tidak bisa membantu karena itu keputusan para alumni pemberi beasiswa.

Sementara itu, fogging diadakan dimana-mana, termasuk ke kampus Suryani. Memasuki musim hujan, wabah DBD kembali mewabah.

Suryani balik ke tempat Amin dan bertekad untuk menyelidiki siapa yang sudah mengerjainya. Dia mematikan wifi di tempat Amin dan menyambungkan komputer di bawah ke laptopnya di lantai atas. Dia berencana untuk menyadap HP yang dicolok di komputer bawah dengan menyalin semua isi file-nya. Dengan itu, dia berhasil mendapatkan file dari beberapa mahasiswa yang ngeprint di sana.

Malam itu Farah datang. Rupanya dia sering nongkrong di situ malam-malam. Dia menanyakan soal Suryani kok bisa sampai mabuk segitunya. Amin menjawab tidak tahu karena dia pulang dulu dan menceritakan bahwa Suryani pulang naik NetCar. Suryani yang berada di lantai atas mendengar pembicaraan mereka dan teringat akan NetCar. Dia kemudian memeriksa screenshot dari Anggun dan menemukan bahwa rute NetCarnya terlambat lebih dari satu jam.

Esoknya, dia meminta bantuan Anggun untuk mengantarnya ke kantor NetCar. Hasil tracking NetCar terlihat bahwa malam itu mereka sempat berhenti di Taman Kendil selama satu jam. Pihak NetCar pun memanggil driver-nya. Di sela-sela menunggu driver datang, Suryani bertanya pada Anggun apa mungkin ada yang menaruh obat di minumannya. Dia berencana tes urine, namun Anggun mencegahnya karena ada temen mereka yang memakai ganja saat itu. Dan dia tidak ingin mereka ditangkap.

Baca juga:  Finch (2021)

Dirvernya datang dan menjelaskan bahwa malam itu dia berhenti di taman Kendil karena bannya bocor. Dia menggantinya sendiri dan menunjukkan bukti fotonya. Dia juga sudah berusaha membangunkan Suryani.

Suryani kembali ke tempat Amin dan memeriksa file-file yang sudah dia ambil dari HP para mahasiswa. Di salah satu video, dia melihat Tariq mengambil minuman dari sebuah ruangan. Tariq cukup lama berada di ruangan itu. Amin menanyakan kapan Suryani pulang, karena dia tidak mau dia terus yang membelikan Suryani makan. Suryani tidak mau pulang dan menunjukkan dia sudah mencuri skripsi dari para mahasiswa. Dia akan membantu Amin untuk menjualnya. Mereka pun menjual skripsinya untuk menyambung hidup.

Hari itu Suryani bangun kesiangan. Dia mendengar di bawah ibunya sedang mengobrol dengan Farah, sementara Amin tidak tahu ada di mana. Suryani menyalin isi HP Farah. Dia menemukan foto-foto perpeloncoan penerimaan anggota baru Teater Matahari. Farah yang tidak bisa mengakses internet lalu menelusuri kabel LAN-nya ke lantai atas. Untungnya Suryani sempat bersembunyi.

Suryani menunjukkan foto-foto perpeloncoan itu ke dosennya. Dosennya tetap menolak membantunya. Karena yang jadi masalah adalah selfi dia saat mabuk, dan foto-foto itu tidak ada hubungannya. Namun dosen itu berjanji akan meneruskan bukti perpeloncoan itu ke dekan, karena perpeloncoan sudah dilarang di kampus itu.

Suryani pergi ke ruang teater dan mendapati Tariq sedang bertengkar dengan Farah. Tariq menuduh Farah telah melaporkan perpeloncoan itu ke dekan, karena hanya Farah yang punya foto-fotonya saat dia menjadi anggota tahun lalu. Dan akibat laporan itu, mereka terancam gagal berangkat ke Kyoto. Farah dengan tegas membantah. Tiba-tiba Suryani menyela, akibat perpeloncoan itu dia kehilangan beasiswanya. Anggun datang menengahi. Dia mengatakan bahwa dia sudah menjelaskan ke dekan bahwa itu hanya bagian dari pendalaman peran, jadi posisi mereka aman.

Tariq kemudian menanyakan pada Suryani apa maksud perkataan dia tadi. Suryani menuduh Tariq menaruh obat dalam minumannya. Dia lalu menunjukkan video-video story yang sudah dia simpan yang memperlihatkan Tariq memasukkan obat dalam sakunya. Tariq membantah dia sudah memasukkan obat ke minuman Suryani. Rama menengahi, dia mengajak mereka untuk melihat rekaman CCTV di rumahnya saat kejadian itu agar semuanya jelas.

Mereka pun ke rumah Rama dan memeriksa rekaman CCTV. Di pantri, terlihat Tariq menuangkan minuman dan tidak menaruh obat apapun. Tariq kemudian terlihat merokok, lalu menangis tersedu-sedu. Dia mengambil obat di sakunya dan meminumnya. Videonya di pause, dan Tariq menunjukkan obat itu, obat yang diberikan psikiaternya. Rupanya saat ini Tariq depresi akibat tuntutan dari teman-temannya, dan dia merasa tersiksa. Mereka pun akhirnya minta maaf pada Tariq. Tariq yang sudah muak pun meninggalkan tempat itu.

Mereka kembali memutar rekamannya. Terlihat ternyata Suryani sendirilah yang mengambil selfinya. Tidak ada seorangpun yang pernah mengambil HP Suryani. Saat mereka pulang, terlihat Suryani digotong untuk masuk NetCar. Setelah semua pulang, terlihat Rama keluar membawa kamera untuk mencari foto milkyway, demi keperluan instalasi teater.

Ayah Rama menyela untuk mengajak makan dan Suryani minta ijin untuk memutar rekamannya sendiri. Rama menyerahkan remote-nya. Suryani kemudian memutar rekaman saat dia pertama kali datang. Dia memperbesar gambarnya dan menemukan bahwa dia tidak memakai kaos secara terbalik. Ayah Rama menghampiri membawakan makanan untuknya. Dia kemudian menjanjikan akan membiayai SKS Suryani hingga selesai kuliah.

Anggun dan Suryani pamit pulang menggunakan NetCar, tapi ibu Rama menyuruh Rama mengantarkan mereka karena NetCar sangat susah didapat di alamat mereka yang jauh dari jalan raya. Anggun heran, padahal kemarin dia mendapat NetCar dengan cepat.

Suryani masih belum lega. Dia kemudian mengajak Amin minum. Dia ingin membuktikan bahwa dirinya memang cepat mabuk gara-gara minum 4 gelas wiski. Mereka pun minum-minum, dan Amin lah yang teler duluan. Kecurigaannya semakin kuat.

Esoknya dia mengajak Amin ke Taman Kendil untuk menyelidiki. Dia menemukan ada sebuah patung dan dia merasa pernah melihat patung tersebut. Dia kemudian menemukan foto patung itu di malam hari di antara file-file yang telah dia curi dari HP Rama. Karena foto itu berada di folder inbox, dia menduga ada orang lain yang telah mengirimkannya ke HP Rama.

Pagi itu diadakan rapat di teater tanpa Tariq karena dia menghilang sejak hari itu dan tidak bisa dihubungi. Suryani mengusulkan membuat email resmi sesuai website mereka. Anggun menyetujuinya. Suryani kemudian menemui salah seorang kru pengepakan. Dia menanyakan soal instalasi teater, beralasan ingin memfotonya untuk keperluan website. Samsul, nama kru-nya, mengatakan bahwa instalasinya sudah dipacking, tapi dia akan mengirimkan file fotonya karena dia yang ditugasi untuk ngeprint oleh Rama.

Baca juga:  The Wasteland / El Páramo (2021)

Di tempat Amin, Suryani memeriksa foto-foto itu di laptopnya. Amin keluar sebentar untuk membeli rokok. Ada 2 folder foto, satu belum direvisi dan satunya foto hasil revisi. Suryani mencoba mengolah foto-foto yang belum direvisi. Membuatnya hitam putih, dan membalikkan warnanya. Terlihat jelas bahwa foto-foto itu bukanlah foto-foto bintang. Foto-foto itu merupakan foto permukaan kulit bagian-bagian tubuh orang. Dia melakukan hal yang sama pada foto-foto yang sudah direvisi. Dia menemukan sebuah foto dengan noktah 3, lalu mengeprint-nya. Dia kemudian menutup kiosnya dan mem-fotokopi punggungnya. Dia membandingkan hasil fotokopi punggungnya dengan foto hasil print, dan ternyata identik. 3 noktah itu adalah tanda lahir di punggungnya.

Suryani berhasil mendapatkan email dan password anak-anak teater. Dia minta bantuan Amin gimana caranya agar Rama meng-akses emailnya menggunakan komputer di bawah. Amin sempat menolak, tapi Suryani meyakinkannya bahwa ini permintaannya yang terakhir.

Amin menghubungi Rama dengan alasan file yang dititipkan kepadanya terhapus. Rama pun datang dan menggunakan komputer. Dia login emailnya yang tentu saja meminta persetujuan melalui HP jika mengakses dari lokasi baru. Dia menyetujuinya. Sesaat setelah itu, Suryani di atas juga mencoba login. HP Rama kembali meminta persetujuan. Rama curiga dan men-screenshot HP-nya. Suryani di atas masih menunggu persetujuan lalu mendengar Rama sudah selesai dan mau pamit. Dia panik, sadar bahwa usahanya gagal. Dia kemudian mematikan listriknya.

Sebelum pergi, Rama sempat berbicara dengan Amin mengenai “cupang laci bawah”. Rama butuh ”cupang” itu karena saat ini inspirasinya sedang buntu. Amin memang memelihara ikan cupang di lantai atas, di akuarium-akuarium kecil yang dia taruh di atas meja. Suryani yang mendengarnya segera mengecek laci di bawah akuarium Amin, namun terkunci.

Amin naik ke lantai dua dan mendapati Suryani berdiri sambil memperlihatkan foto di HP nya. Suryani meminta Amin membuka lacinya atau dia akan mengirim foto saat dia menjual skripsi ke kampus agar dia dipecat. Amin menurutinya, dia membuka lacinya dan terdapat sebuah hardisk eksternal di sana. Suryani mengambil hardisk itu, kemudian dia mengambil laptopnya dan turun ke bawah. Dia kemudian melihat isi hardisknya, yang berupa file-file foto pribadi milik para mahasiswa, termasuk foto-foto pribadinya. Suryani marah besar. Amin beralasan bahwa dia butuh uang untuk adiknya yang pernah opname karena DBD, dan Rama menghargai file itu 500 ribu rupiah per orang. Dia merasa tidak bersalah karena tidak ada foto telanjang di situ. Suryani sudah muak lalu memaki Amin dan meninggalkan tempat itu.

Suryani pergi ke warnet 24 jam dan membeli paket malam. Dia kemudian mengakses email Rama dan menemukan bahwa Rama pernah ke Taman Kendil di jam yang sama dengan saat NetCarnya juga berhenti di sana. Dia kemudian menyusun sebuah laporan aduan.

Paginya dia menemui Farah, berupaya meminta dukungannya, karena foto-foto Farah juga dia temukan. Namun Farah menolak. Suryani kemudian menghadap ke Dewan Kode Etik sendiri dan menyerahkan laporannya. Kode etik mengatakan akan melindungi pelapornya. Namun di luar pengetahuan Suryani, ada seseorang yang membocorkan laporan itu dan disebar ke seluruh mahasiswa.

Suryani kembali ke warnet dan mendapat telpon dari kampus agar dia segera menghadap. Dia pun datang. Dia dituduh memviralkan dokumen laporan itu di kalangan kampus. Namun Suryani membantah, dia memang menyerahkan dokumen itu ke Dewan Kode Etik, tapi dia tidak memviralkannya. Seharusnya pihak kampus menanyakannya ke dewan kode etik. Namun pihak kampus tidak mau tahu karena beralasan bahwa Suryanilah yang membuatnya. Mereka mengatakan sebentar lagi Rama akan datang bersama pengacara untuk membawa kasus ini ke polisi karena merasa namanya sudah dicemarkan. Pihak kampus sudah bicara dengan Rama supaya masalah ini bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

Ayah dan Ibu Suryani serta Rama dan pengacaranya datang. Ayah Suryani memohon-mohon maaf kepada pengacara meminta damai, tapi Suryani tetap menyatakan bahwa dia tidak bersalah. Pengacara berdalih bahwa dia yang membuatnya sehingga membuat kliennya dicap sebagai penjahat kelamin. Dia juga mengatakan dia punya bukti bahwa Suryani pernah mencoba meretas HP Rama. Suryani kemudian menunjukkan dokumen yang ada di meja yang berisi foto punggungnya. Dia mengatakan bahwa foto itu diambil jam 2 subuh saat NetCar yang mengantarnya berhenti. Dia menantang untuk memeriksa semua fotonya ke forensik digital.

Rama membantah. Dan kalau Suryani tidak terima dia siap membawa kasus ini ke persidangan, namun pihak kampus meminta diselesaikan internal saja. Ayah Suryani bersujud di hadapan Rama. Suryani menyuruh ayahnya tidak melakukannya, tapi Ayahnya justru membentaknya. Rama kemudian menjelaskan bahwa sebenarnya dia hanya membutuhkan klarifikasi dan permintaan maaf dari Suryani. Suryani bersikeras agar kasus ini diusut, namun ayahnya berteriak lebih keras lagi agar Suryani diam. Dan akhirnya, Suryani membuat video permintaan maaf yang disiarkan di seluruh lingkungan kampus.

Baca juga:  Baghead (2024)

Orang tua Suryani membawanya pulang, namun di tengah jalan, ibunya mengubah arah. Di sebuah tempat sepi, ibunya berhenti dan menanyakan yang sebenarnya pada Suryani. Ibunya sangat sadar bahwa foto yang ditunjukkan Suryani di pertemuan tadi adalah foto punggung Suryani. Suryani menangis sambil memeluk ibunya. Ibu Suryani membawanya ke Bu Siti, seorang bidan yang juga sahabatnya, dan untuk sementara dia akan tinggal di situ. Tiba-tiba Farah menelponnya ingin menemuinya.

Farah datang bersama Tariq. Mereka menceritakan bahwa mereka juga korban Rama dengan modus yang sama, diberikan obat bius. Farah mencatat semua di buku hariannya. Farah mengatakan dulu juga diantar NetCar waktu pulang. Suryani memperlihatkan foto NetCarnya, namun Farah tidak ingat. Farah meminta memperbesar fotonya dan melihat sebuah stiker yang bertuliskan Parkir Gang Komodo. Farah menduga bahwa driver NetCar tersebut adalah orangnya Rama dan disuruh standby di dekat rumah Rama waktu kejadian itu, mengingat alamat rumah rama sangat jauh dari jangkauan NetCar.

Saat ini, Suryani hanya punya bukti dari inbox HP Rama, dia tidak tahu siapa yang mengirimnya. Jadi mereka butuh HP driver NetCar tersebut. Mereka pun menyusun rencana. Mereka menyiapkan sebuah parsel untuk Pak Burhan, driver NetCar tersebut. Tariq yang akan mengantarnya sambil berusaha mendapatkan HPnya.

Tariq menunggu di sekitar parkiran Gang Komodo. Lalu dia melihat Pak Burhan memarkir mobilnya lalu menguntitnya, sementara Suryani dan Farah menyelinap di parkiran. Mereka menyelipkan sesuatu di pentil bannya agar gembos saat nanti di perjalanan.

Tariq sampai di rumah Pak Burhan di sebuah gang kecil. Dia mengatakan bahwa dia disuruh Rama Soemarno untuk mengantar parsel tersebut. Burhan terlihat curiga, dia mulai mengoperasikan HP nya. Burhan menerima parsel tersebut dan membawanya masuk. Tariq menanyakan kepada tetangga Burhan, apa boleh meminjam charger karena HP nya mati dan dia butuh memesan NetCar. Burhan yang mendengarnya keluar lagi dan menawarkan untuk mengantarnya secara offline. Tariq pun menyetujuinya. Di perjalanan, dia mencoba meminjam HP Burhan, tapi tidak berhasil.

Di sebuah jalan yang sepi, ban mobil pun gembos. Burhan memakai HP nya beralasan untuk menghubungi NetCar. Tariq membuka bagasi dan melihat ban serep, dia lalu menawarkan untuk diganti saja bannya. Tariq pun membantunya untuk mendongkrak mobilnya, sementara Burhan mengambil ban serep. Rupanya Burhan tidak kuat mengangkat bannya, dan meminta Tariq membantunya. Tariq pun menyindir Burhan yang katanya bisa mengganti ban mobil sendiri sebelum memukulnya hingga pingsan. Dia lalu membawa Burhan ke rumah Bu Siti, tak lama kemudian Suryani dan Farah pun datang.

Mereka memeriksa HP Burhan dan mendapati bahwa Burhan telah merekam semua aktifitas Rama mengambil foto-foto mereka saat ditelanjangi di mobil dalam keadaan tidak sadar. Total ada 8 video mereka bertiga bersama 5 mahasiswi lain. Farah menyuruh Suryani untuk menghubungi korban yang lain dan segera melapor ke polisi. Tapi Tariq menolak, dia takut dipenjara kalau kalah. Dia juga takut kalau videonya tersebar.

Tiba-tiba di luar terdengar sirine fogging. Saat asap fogging menyelimuti mereka, muncul beberapa orang dari dalam mobil fogging menyekap mulut mereka dengan obat bius. Lalu muncullah Rama. Dia menganggap kejadian itu bak adegan teater dan dia berperan sebagai Perseus. Rupanya dia telah menyadap HP Burhan dan melacaknya sehingga dia bisa menemukan tempat itu. Dia kemudian merebut HP Burhan dari tangan Suryani dan membakarnya. Lalu Rama dan orang-orangnya pergi dari tempat itu.

Suryani dan Farah pergi ke kampus. Mereka mengambil fotokopi Amin dan mendorongnya ke lantai atas gedung kampus. Mereka mem-fotokopi semua bukti-bukti yang mereka punya, termasuk buku harian Farah, dan menyebarkannya ke bawah. Semua mahasiswa membacanya. Beberapa mahasiswi yang pernah menjadi korban Rama ikut naik ke atas dan membantu mereka. Menulis kejadian mereka, mem-fotokopinya dan menyebarkannya ke bawah.

Di gedung teater, Anggun dengan penuh amarah menjambak rambut Rama dan memukulnya dengan keras. Rama roboh, namun tersungging senyuman di mulutnya. Dia memang psikopat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *