Sinopsis Love and Leashes (2022)

782 votes, average 6.7 out of 10

Pagi itu Jung Ji-Woo (Seohyun) tiba di kantor seperti biasa. Dia bekerja di divisi PR (Public Relation) sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri kreatif yang berhubungan dengan anak-anak. Hari itu manajernya, Hwang memperkenalkan ketua tim yang baru pindahan dari divisi bisnis, Jung Ji-Hoo (Lee Jun-Young). Ji-Hoo yang lumayan ganteng rupanya seorang yang cukup populer di perusahaan itu.

Saat jeda siang, Ji-Woo menyatakan pada rekan kerjanya yang lain bahwa dia tertarik pada Ji-Hoo. Dia bahkan mengungkapkan hal itu pada ibunya di rumah.

Esok paginya, Ji-Hoo sedang bertanya pada sekuriti mengenai paketnya yang harusnya sudah datang. Sekuriti mengatakan bahwa tidak ada paket untuk divisi bisnis dan paket untuk divisi PR sudah diambil Ji-Woo karena nama mereka yang hampir sama. Ji-Hoo pun panik, dia segera berlari untuk menyusul Ji-Woo.

Ji-Woo yang membuka paket tersebut sangat terkejut melihat isinya yang berupa tali kekang leher warna hitam lengkap dengan geriginya. Ji-Hoo yang baru datang langsung merebutnya dan beralasan bahwa itu untuk tali anjingnya. Ji-Woo yang tidak mengerti apa-apa hanya mengangguk saja. Insiden terjadi ketika Ji-Woo hendak mengangkat kardus untuk membuangnya, Ji-Hoo kembali mencoba merebutnya yang membuat isi kardus berantakan. Sebuah voucher diskon dari toko mainan dewasa pun ikut jatuh ke lantai. Ji-Hoo panik dan dengan cepat mengambil kertas tersebut. Namun rupanya Ji-Woo sempat melihatnya.

Seminggu berlalu, Ji-Hoo yang punya fetish BDSM sangat lega tidak ada gosip yang beredar. Dia menceritakan kejadian itu di sebuah forum online. Anggota forum yang lain menduga bahwa Ji-Woo juga mempunyai fetish yang sama. Ji-Hoo tersenyum membayangkannya, karena dari awal dia memang menyukai Ji-Woo.

Sementara itu Ji-Woo yang punya kebiasaan joging, melewati sebuah toko mainan dewasa. Dia berhenti sebentar dan melihat tali kekang leher yang mirip dengan milik Ji-Hoo. Dia membayangkan Ji-Hoo memakaikan benda itu ke lehernya dan dia menolaknya karena tidak suka. Ibunya yang lewat membuyarkan lamunannya. Dia sangat malu, ibunya malah akan membelikannya.

Ji-Hoo tidak melihat Ji-Woo di kantor. Dia menanyakan pada yang lain dan mendapat penjelasan bahwa Ji-Woo sedang di lapangan. Dia kemudian pergi ke penyimpanan peralatan untuk mencari boneka karakter Doong-doong, sambil mengirim SMS ke Ji-Woo menyampaikan permintaan maaf. Tanpa diduga Ji-Woo muncul di sana. Ji-Hoo panik dan memakai kepala Doong-doong. Ji-Woo pun terkejut dan memaksa membukanya. Ji-Hoo berusaha menolak hingga kepalanya terbentur. Ji-Woo memaksanya untuk mengantarnya ke rumah sakit.

Sepulang dari rumah sakit, mereka berbicara di taman. Ji-Hoo mengucapkan terima kasih karena Ji-Woo sudah merahasiakan kejadian hari itu. Ji-Woo menimpali bahwa itu adalah urusan pribadinya. Ji-Woo juga meminta maaf karena tadi sudah berteriak padanya. Dia mengaku mempunyai sebuah “kecenderungan”. Ji-Hoo menyangka bahwa kecenderungan yang dimaksud adalah fetish yang sama dengannya dan dia sangat gembira. Dia langsung mengungkapkan bahwa bersedia dijadikan pelampiasan fetish Ji-Woo. Dia akan melakukan apa saja yang disuruh Ji-Woo seperti budak.

Ji-Woo yang awalnya kebingungan akhirnya mengerti maksud Ji-Hoo dan mengatakan bahwa kecenderungan yang dia miliki bukan seperti itu. Dia hanya merasa sebagai orang yang seram dan ketus. Ji-Hoo pun merasa malu. Apalagi saat Ji-Woo akhirnya menyadari bahwa tali kekang leher yang dia beli kemarin adalah untuk dirinya sendiri, bukan untuk pacarnya.

Baca juga:  Spider-Man: No Way Home (2021)

Ji-Woo mulai penasaran dengan fetish Ji-Hoo, dia browsing mengenai BDSM. Saat makan malam bersama teman-teman kantor, Ji-Hoo mendengar Ji-Woo menggumamkan bahwa dia sangat jijik dan muak padanya, yang sebenarnya ditujukan pada manajer mereka, Hwang. Saat pulang, Ji-Woo mendapati Ji-Hoo sedang menangis di parkiran. Dia sangat sedih karena Ji-Hoo muak padanya, yang akhirnya dijelaskan oleh Ji-Hoo. Dia tidak membencinya, dia memang berusaha sedikit menghindar agar Ji-Woo merasa nyaman. Dia juga tidak menganggap Ji-Woo orang yang mesum. Ji-Hoo sangat lega. Dia menawarkan pada Ji-Woo agar bersedia menjadi tuannya. Tapi Ji-Hoo menolak.

Di kantor, Ji-Hoo melihat Ji-Woo didekati perempuan lain. Dia menatapnya dengan tajam. Dia kemudian menyuruh Ji-Woo menemuinya di ruang santai. Di ruang santai, Ji-Hoo menyuruh Ji-Woo memakai penutup mata yang dia bawa lalu mengunci pintunya. Ji-Hoo menanyakan tentang maksud Ji-Woo yang ingin menjadikannya tuannya. Ji-Woo menjelaskan bahwa dia merasa nyaman dengannya yang tampak begitu dewasa, apa adanya, dan tidak merendahkannya. Ji-Hoo akan memikirkan lagi permintaan Ji-Woo meski tidak paham apa maksudnya, tapi dia akan belajar. Sepulang kerja, Ji-Hoo akhirnya menyanggupi untuk menjadi tuan Ji-Woo. Ji-Woo menanggapinya dengan sangat senang dan mematuhi perintah Ji-Hoo untuk memayunginya.

Ji-Hoo semakin mempelajari konsep “Dominance” dalam BDSM, dimana dia akhirnya tahu bahwa dia akan bertindak sebagai Female-Dom dan Ji-Woo sebagai Male-Sub. Dia mulai membayangkan Ji-Woo. Sementara itu, Ji-Woo kegirangan di kamarnya dan mengumumkannya di forum online yang diikutinya.

Esoknya, mereka menandatangani kontrak hubungan tersebut yang berjangka waktu selama tiga bulan. Ji-Hoo memberi Ji-Woo sebuah kacamata sebagai pengikat. Isi kontrak tersebut diantaranya adalah mereka akan melakukan permainan Dom-Sub seminggu sekali dan menggunakan kata Doong-doong sebagai isyarat saat salah satu dari mereka menginginkan permainan berhenti. Seks hanya boleh dilakukan atas persetujuan bersama.

Permainan pertama mereka kacau, karena Ji-Hoo belum begitu mengerti hingga mereka diusir oleh pemilik hotel. Ji-Hoo mengusulkan agar dia saja yang berinisiatif di permainan selanjutnya. Selanjutnya, Ji-Hoo mengajak Ji-Woo ke sebuah makan malam privat. Ji-Hoo menghadiahinya sepasang sepatu hak tinggi berwarna merah. Mereka kemudian melakukan permainan dengan menggunakan sepatu tersebut untuk menginjak punggung Ji-Hoo. Pulangnya, Ji-Hoo mengungkapkan dirinya yang sebenarnya bahwa dia menyukai perasaan jatuh, terinjak dan dihancurkan, padahal di kehidupan sehari-harinya dia terlihat sebagai orang yang tegas dan ambisius.

Ji-Woo terkadang berbagi cerita dengan sahabatnya, Hye-Mi seorang pemilik petshop. Hye-Mi menganggap Ji-Woo terlalu kaku dalam menjalin hubungan.

Hari itu, manajer Hwang mengumumkan bahwa Lee-Han telah diangkat menjadi pegawai tetap setelah beberapa bulan magang di divisi mereka. Hwang menyuruh Ji-Woo untuk menjadi mentornya. Hari-hari berlalu, tetap melanjutkan permainan mereka. Sementara di kantor, Ji-Hoo mulai cemburu pada Lee-Han karena Ji-Woo yang sering menyuruh-nyuruh Lee-Han. Ji-Hoo memandangnya seperti Ji-Woo sudah menjadi tuan bagi Lee-Han.

Malamnya, saat semua staf yang lain sudah pulang Ji-Hoo menemui Ji-Woo dan mengatakan bahwa dia salah mengirim email. Ji-Woo menyuruh mengirimnya ulang dan tidak memarahi kesalahannya karena Ji-Hoo bukan bawahannya. Ji-Hoo tidak terima, dia melihat Lee-Han memperlakukan Ji-Woo seperti tuannya, padahal dialah budaknya. Ji-Woo pun mengerti. Dia berinisiatif menutup pintu dan jendela ruangan kantor.

Baca juga:  Cocaine Bear (2023)

Dia lalu menyuruh Ji-Hoo melepaskan ikat pinggangnya dan menggunakannya untuk menghukum Ji-Hoo. Dia berteriak-teriak memakinya atas semua kesalahan yang dia lakukan. Hingga akhirnya sekuriti mendengar mereka dan memeriksanya, namun mereka berhasil lolos. Ji-Woo pun menyadari bahwa dia semakin menikmati permainan mereka, yang juga membuatnya semakin bingung.

Minggu pagi Ji-Woo berlari pagi seperti biasa. Dia bertemu Woo-Hyuk yang bekerja di petshop Hye-mi sedang mengajak jalan-jalan anjingnya. Woo-Hyuk mengatakan bahwa Hye-mi sedang keluar kencan entah dengan siapa, padahal bosnya itu tidak punya pacar. Ji-Woo menyarankan agar dia saja yang mengencani Hye-mi, namun dia mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin.

Ji-Hoo mendapat telepon dari mantan pacarnya, Hana yang mengajaknya bertemu. Ji-Hoo menolaknya karena dia sudah ada janji. Ji-Woo mengajak Ji-Hoo pergi ke arboretum. Ji-Woo memasangkan borgol pada tangan mereka berdua dengan alasan dia tidak mau Ji-Hoo pergi dari sampingnya. Ji-Hoo tidak menyangka mereka akan melakukannya di tempat umum. Hye-mi yang sedang naik taksi melihat mereka dan mencoba menelepon Ji-Woo untuk menggodanya saat seorang pemuda menghampirinya. Mereka berkenalan di aplikasi kencan dan berjanji akan bertemu di sebuah hotel bertema SM.

Ji-Woo dan Ji-Hoo memesan makanan dan kerepotan saat mau memakannya hingga menumpahkan minumannya. Waitress dan pengunjung lain terbengong-bengong saat melihat mereka terborgol satu sama lain. Saat berjalan-jalan di taman, Ji-Woo akhirnya mengungkapkan perasaannya bahwa dia menyukai Ji-Hoo. Namun Ji-Hoo menjawab bahwa dia tidak mau berkencan dengannya. Tiba-tiba Hye-mi menelponnya.

Rupanya pemuda yang menemui Hye-mi adalah pelaku BDSM palsu dan hanya ingin memperkosa Hye-mi. Hye-mi menelpon Ji-Woo dan memberitahu lokasi mereka yang tidak jauh dari arboretum. Mereka pun segera menuju ke sana. Sesampai di sana, ternyata Hye-mi berhasil lolos dan justru mengikat pemuda itu. Hye-mi agak tersipu saat ketahuan bahwa dia adalah pelaku BDSM, namun dia juga terkejut saat melihat mereka berdua terborgol. Dalam perjalanan pulang, sambil menangis Hye-mi mengaku bahwa selama ini mencari pasangan Male-Dom di aplikasi online, namun yang selalu dia temui hanyalah para pria-pria mesum dan para pelaku BDSM palsu yang hanya ingin memanfaatkannya.

Di rumah, Ji-Woo merasa hancur karena telah ditolak oleh Ji-Hoo, sementara kontrak mereka tinggal seminggu lagi. Ji-Woo menceritakan hal itu pada Hye-mi dan Hye-mi pun menguatkannya. Di kantor, mereka menjadi canggung satu sama lain. Namun Ji-Woo mengirim pesan pada Ji-Hoo bahwa permainan terakhir mereka akan tetap dilakukan sesuai rencana.

Ji-Hoo mempersiapkan makanan dan yang lainnya karena permainan terakhir akan dilakukan di apartemennya. Tanpa dia duga, tiba-tiba mantan pacarnya, Hana datang. Hana baru saja putus dengan pacar barunya dan ingin curhat dengan Ji-Hoo. Ji-Hoo menyanggupinya tapi tidak untuk hari ini karena dia sudah ada janji. Mereka pun akhirnya bertengkar dan saling menyalahkan. Saat Hana hendak pergi, dia melihat ponsel Ji-Hoo berdering dan Ji-Woo sedang memanggilnya. Hana kemudian mengungkapkan kemarahannya dengan menjatuhkan piring dan gelas yang sudah dipersiapkan oleh Ji-Hoo.

Baca juga:  Violent Night (2022)

Saat Hana keluar apartemen, dia berpapasan dengan Ji-Woo. Ji-Woo menanyakan apakah Ji-Hoo balikan pada mantannya. Ji-Woo membantahnya dan mengatakan Hana masih membencinya. Mereka pun melakukan permainan bondage, dengan Ji-Hoo yang terikat. Saat mereka berciuman, Ji-Woo tiba-tiba menepisnya dan mengajak menghentikan permainan. Ji-Woo mulai bingung dengan apa yang sebenarnya mereka lakukan. Dia kemudian pergi.

Esoknya Ji-Woo tidak masuk kerja. Ji-Hoo menemui Hye-mi dan membicarakan masalah itu. Ji-Hoo mengungkapkan bahwa saat ini dia tidak mengerti perasaannya. Dia awalnya menyukai Ji-Hoo, tapi dia tidak mau jadian dengannya karena masih trauma dengan mantannya yang selalu menganggapnya mesum dan tidak normal.

Sementara itu di kantor, Lee-Han masih kerja lembur. Dia tanpa sengaja mengirimkan sebuah file rekaman suara ke email grup kantor. Ji-Woo yang membuka file tersebut terkejut. Ternyata itu adalah rekaman suara saat dia bermain dengan Ji-Hoo di kantor. Rupanya hari itu, Lee-Han tanpa sengaja mengaktifkan mainan rekaman yang berbentuk seperti wortel dan lupa mematikannya, sehingga seluruh kejadian di hari itu terekam. Dengan cepat, rekaman itu menyebar ke seluruh staf perusahaan dan menjadi pergunjingan.

Esoknya, Ji-Woo dipanggil manajer ke ruangannya dan dimarahi, begitu pula Ji-Hoo. Ji-Woo langsung pulang setelahnya. Pesan-pesan bernada melecehkan mulai memenuhi ponselnya. Ji-Hoo berusaha menghubunginya tapi tidak ditanggapi. Dia pun akhirnya pergi ke rumah Ji-Woo dan diterima ibunya. Ji-Woo tidak mau menemuinya.

Paginya mereka disidang oleh para petinggi perusahaan, termasuk manajer Hwang. Namun persidangan itu tak lebih hanya untuk merendahkan dan melecehkan Ji-Woo. Ji-Hoo pun membelanya bahwa dialah yang memintanya. Ji-Hoo mengakui bahwa dialah yang punya selera aneh, dia suka diperintah dan disiksa. Mereka kemudian menanyakan apakah mereka melakukan hal itu karena mereka saling menyukai atau hanya untuk bersenang-senang. Dengan tegas, Ji-Hoo mengakui bahwa dia menyukai Ji-Woo. Kemudian di hadapan Ji-Woo, dia mengulangi perkataannya bahwa meskipun ini bukan saat yang tepat, dia menyatakan bahwa dia benar-benar menyukainya. Ji-Woo pun tersenyum bahagia mendengarnya, sementara para petinggi menyaksikannya tanpa berkata-kata.

Akhirnya, mereka mengakui bahwa tindakan mereka tidak patut dan akan melanjutkannya di luar kantor. Mereka siap menerima konsekuensinya. Ji-Woo di skors selama 6 bulan, sedang Ji-Hoo mendapat hukuman potong gaji selama 3 bulan. Namun karena tim mereka kekurangan orang, Ji-Woo tetap bekerja sebagai tim lapangan.

Ji-Woo menemui Lee-Han di apartemennya. Dia menduga pasti ada suara lain yang terekam di hari itu. Dan ternyata benar, terdapat suara manajer Hwang yang sedang janjian liburan bersama selingkuhannya dan juga suara manajer lain. Mereka pun menyebarkannya secara anonim untuk balas dendam.

Hye-mi akhirnya berkencan dengan Woo-Hyuk. Ji-Woo dan Ji-Hoo berkencan di taman. Mereka memutuskan untuk menjalaninya dengan perlahan. Dan sebagai tahap pertama, Ji-Woo menggigit leher Ji-Hoo. Mereka lalu melanjutkannya di atas ranjang dengan sesi bondage.

 

 

Rate:R
Genre: Romance, Comedy
Year:
Duration: 117 Min
Country:
Release:
Language:한국어/조선말, Français
Director:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *