Sinopsis Imaginary (2024)

4674 votes, average 5.7 out of 10

Jessica dan keluarganya pindah kembali ke rumah masa kecilnya. Putri tirinya yang paling kecil, Alice, menemukan boneka beruang bernama Chauncey di ruang bawah tanah. Alice mulai bermain dengan Chauncey, awalnya menyenangkan tapi lama-lama permainannya jadi aneh dan menyeramkan. Seiring tingkah laku Alice yang semakin mengkhawatirkan, Jessica akhirnya sadar kalau Chauncey bukan sekadar boneka biasa.

Jessica, seorang penulis buku anak, diteror oleh makhluk yang menyamar sebagai ayahnya, Ben. Mimpi buruk tentang Ben yang berubah menjadi laba-laba mengerikan membuat Jessica terbangun.

Jessica tinggal bersama suaminya yang bernama Max dan menjadi ibu tiri bagi dua putri Max, Taylor dan Alice. Hubungan Jessica dengan Taylor belum akur, sementara Alice sudah dekat dengannya. Mereka baru saja pindah ke rumah masa kecil Jessica yang terpaksa ia tinggalkan setelah ayahnya, Ben, pernah KDRT padanya saat masih kecil. Bekas lukanya masih ada di lengan Jessica.

Suatu hari, Jessica dan Alice bermain petak umpet di rumah baru mereka. Alice mengikuti suara hingga ke rubanah dan menemukan boneka beruang yang menurutnya bisa bicara. Boneka itu menyebut dirinya dengan nama Chauncey.  Sementara itu, tanpa sengaja Taylor melihat nenek aneh mengawasinya dari jendela saat dia sedang berfoto selfie. Ketika Taylor keluar, ia bertemu Liam, anak tetangga. Jessica yang datang menjemput membuat Taylor kesal dan masuk ke kamar.

Jessica dan Max mendengar Alice berbicara dengan Chauncey. Mereka menganggap Chauncey sebagai teman khayalan yang lucu.

Malam harinya, Jessica tidak sengaja mendengar Alice mengajak Chauncey minum teh. Ia kaget mendengar Alice memuji seseorang yang cantik dan dijawab oleh suara wanita. Ternyata, wanita itu adalah Samantha, ibu kandung Taylor dan Alice yang mengalami gangguan mental. Samantha menyerang Jessica, namun kedua anaknya berhasil menolongnya. Polisi dan Max pun datang. Taylor mengaku pada Max bahwa ia diam-diam mengirim pesan pada ibunya karena mengira keadaan ibunya sudah membaik.

Jessica menidurkan Alice dan mencoba membicarakan kejadian itu. Alice mengatakan Chauncey mengerti Jessica karena Jessica juga punya teman khayalan saat kecil.

Max pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan, jadi Jessica harus menjaga anak-anak mereka.  Nenek tua yang tak sengaja terfoto oleh Taylor tiba-tiba datang memperkenalkan diri. Dia bernama Gloria dan mengaku dulu pernah menjadi pengasuh Jessica saat kecil. Namun, Jessica tidak mengingat masa kecilnya di rumah itu sebelum ibunya meninggal.

Baca juga:  Shut In (2022)

Jessica kemudian pergi untuk menemui ayahnya di panti jompo. Ben sudah tidak waras lagi setelah kejadian yang menimpa mereka, tapi Jessica tetap mencoba berbicara dengannya. Jessica memperlihatkan rekaman pesta ulang tahun saat dia masih kecil.

Taylor menghubungi Liam agar main ke rumah mereka. Alice kesal karena Liam mengolok-olok Chauncey. Liam mengajak Taylor mengambil minuman keras milik Max. Liam memecahkan botol minuman, lalu dia pergi mengambil handuk untuk membersihkannya. Liam memasuki kamar Alice dan mendengar suara yang melarang dia untuk menyentuh mainan Alice. Saat itulah dia melihat Chauncey di dekatnya dengan tali di punggungnya yang jika ditarik, dia akan mengeluarkan suara.

Sementara itu di panti jompo, Ben menjadi histeris saat dia menyadari bahwa Jessica berada di hadapannya. Dia mencengkeram tangan Jessica dan membuatnya kesakitan sehingga Jessica pun pergi.

Chauncey semakin semakin menghantui Liam dan membuatnya terjatuh karena ketakutan. Jessica pun tiba dan menemukan Liam yang berada di rumahnya. Dia lalu menghubungi ibu Liam dan tentu saja ibunya memarahi Taylor.

Jessica lalu menemukan beberapa lukisannya yang telah dipotong bagian kepalanya. Dia tahu ini perbuatan Alice. Jessica masuk ke kamar Alice dan melihat Alice sedang menutup dirinya dengan selimut. Jessica melihat daftar permainan petak umpet milik Alice. Di daftar itu tertulis beberapa benda yang sudah ditemukan: “sesuatu yang menakutkan” (toples berisi serangga), “sesuatu yang membuatmu dalam masalah” (potongan gambar Jessica), dan “sesuatu yang menyakiti”.

Jessica lalu mencoba berbicara dari hati ke hati tentang sikap Alice. Tiba-tiba mendengar dan melihat Alice di luar, ternyata di balik selimut tersebut adalah Chauncey. Jessica melihat Alice mengambil papan kayu berpaku dan bersiap menusukkan tangannya ke paku tersebut. Di mata  Alice paku tersebut terlihat sebagai sekuntum bunga. Untungnya Jessica berhasil menyingkirkan papan itu tepat waktu dan hanya goresan kecil yang didapat Alice.

Jessica menghubungi seorang psikolog, Dr. Soto, untuk datang dan berbicara dengan Alice. Dr. Soto merekam sesi tersebut dan melihat Alice berbicara dengan Chauncey. Chauncey selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan Alice. Chauncey mulai menjadi lebih agresif dan menyebut Jessica sebagai “ibu palsu” yang akan menyakiti Alice. Dr. Soto melihat mulut Alice tidak bergerak saat Chauncey berbicara, tapi dia mendengar suaranya.

Dr. Soto pun berbicara dengan Jessica secara pribadi. Dr. Soto menunjukkan rekaman pada Jessica tentang seorang anak laki-laki bernama Luis yang memotong jempolnya sendiri setelah teman imajinasinya “Kelinci Randy” menyuruhnya melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Chauncey pada Alice. Luis juga mengatakan “Never Ever” seperti yang dikatakan Chauncey.

Baca juga:  Terrifier 2 (2022)

Jessica kemudian bilang bahwa dia harus menyingkirkan boneka beruang itu. Namun Dr. Soto mengatakan bahwa dia tidak pernah melihat ada boneka. Jessica tak percaya, lalu bertanya pada Taylor apakah dia melihatnya, tapi Taylor bilang tidak. Jessica lalu melihat rekamannya dan menyadari bahwa tidak ada boneka beruang di sana. Hanya dia dan Alice yang bisa melihat Chauncey. Jessica kemudian memeriksa barang-barang masa kecilnya dan menemukan sebuah gambar yang pernah dia buat. Gambar itu berupa sebuah pintu bertuliskan “Never Ever”.

Alice menghilang setelah mengobrol lagi dengan Chauncey. Jessica dan Taylor mencarinya di jalanan. Taylor menyalahkan Jessica atas hilangnya Alice karena telah mengacaukan hidup mereka. Taylor pergi mencari sendirian dan bertemu Gloria, yang mengajaknya ke rumah untuk menjelaskan masa kecil Jessica. Ternyata Chauncey juga teman khayalan Jessica saat kecil, tapi ayahnya yang mencoba menghentikannya malah jadi gila dan melukai Jessica.

Di rumah, Jessica melihat barang-barang lamanya dan menemukan daftar permainan seperti yang pernah ditulis Alice. Tak lama kemudian, Taylor dan Gloria muncul. Mereka menyimpulkan harus menyelesaikan permainan itu untuk membuka pintu ke Never Ever. Jessica mengumpulkan benda-benda, termasuk menusuk tangannya sendiri dengan gunting untuk memenuhi syarat “sesuatu yang menyakitkan”. Dia kemudian membakar semua benda itu. Namun upaya itu tidak berhasil.

Jessica kemudian berbicara keras sambil menyalahkan Taylor atas hilangnya Alice. Dia menyebut Taylor adalah anak yang egois seperti ibu kandungnya. Taylor merasa tersakiti atas perkataan Jessica, namun rupanya rasa sakit mereka berdualah yang sebenarnya membuka pintu.

Mereka masuk ke Never Ever, dunia yang dikendalikan oleh imajinasi anak-anak. Sambil mencari Alice, mereka melihat pintu yang menunjukkan kejadian masa kecil Jessica. Saat itu, Ben telah mengeluarkan Jessica dari Never Ever, tapi Chauncey mencoba menarik Ben kembali. Ben melihat mata makhluk itu, yang membuatnya gila, tapi dia rela melakukannya agar Chauncey tidak bisa membawa putrinya.

Tiba-tiba Gloria menutup pintu keluar. Dia melakukan itu karena merasa tersakiti selama puluhan tahun telah ditinggalkan oleh Jessica dan Chauncey. Dia terobsesi akan tinggal di tempat ini bersama Jessica dan yang lainnya. Saat dia mengoceh, tiba-tiba Chauncey dalam wujud beruang monster muncul dan mencabik-cabik Gloria.

Baca juga:  Last Night in Soho (2021)

Jessica dan Taylor menemukan Alice di ruangan yang dibuat mirip apartemen lama mereka di kota. Alice berpakaian seperti putri dikelilingi hadiah. Bahkan ibu kandungnya, Samantha juga di sana. Jessica dan Taylor berusaha meyakinkan Alice bahwa itu tidak nyata. Dengan kekuatan imajinasi, Jessica berhasil membuat pintu keluar baru. Chauncey mengamuk dan menyerang. Taylor dan Alice berhasil keluar sementara Chauncey mengejar Jessica dalam wujud beruang monster. Jessica menusuk matanya dan berhasil keluar pintu lalu memeluk kedua anaknya.

Jessica membawa Max dan kedua anaknya untuk bertemu Ben. Taylor meminta maaf atas perilakunya, dan Alice memanggil Jessica dengan “ibu”. Saat itulah Jessica menyadari dia masih terperangkap di Never Ever. Terungkaplah bahwa Chauncey sebenarnya menggunakan Alice sebagai umpan karena target sebenarnya adalah Jessica yang telah meninggalkannya saat kecil. Jessica pun menyerah. Dia menyanggupi akan tetap menjadi tawanan Chauncey asal kedua anaknya tidak pernah diganggu. Tapi Taylor tiba-tiba muncul untuk menyelamatkannya.

Chauncey berubah menjadi wujud monster laba-laba yang mengerikan dan mencoba menangkap Jessica. Matanya menatap Jessica yang bisa membuat Jessica gila seperti ayahnya dulu. Alice melihat minyak yang tumpah dan melempar korek api yang menyala ke cairan itu. Api berkobar dan Chauncey terbakar dan terjebak di balik pintu yang tertutup rapat. Mereka berhasil menyelamatkan diri sebelum rumah mereka terbakar habis.

Keesokan harinya, Jessica, Taylor, dan Alice check-in ke hotel. Mereka terkejut melihat boneka beruang mengintip dari balik kursi. Ternyata boneka itu milik seorang anak laki-laki. Anak itu memberitahu ibunya tentang teman khayalannya bernama “Rufus”. Boneka beruang itu sama persis dengan Chauncey.

Mereka bertiga memutuskan untuk menginap di hotel lainnya.

 

Tagline:Meet Chauncey. He’s not imaginary. And he’s not your friend.
Year:
Duration: 104 Min
Country:
Release:
Language:English
Budget:$ 13.000.000,00
Revenue:$ 30.000.000,00
Director:

1 thoughts on “Imaginary (2024)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *