Sinopsis Frankenstein (2025)

213464 votes, average 7.5 out of 10

Dr. Victor Frankenstein adalah ilmuwan cemerlang dengan ego yang besar. Ia menciptakan kehidupan lewat eksperimen yang mengerikan, sebuah tindakan fatal yang pada akhirnya membinasakan dirinya sendiri dan makhluk tragis yang ia ciptakan.

PRELUDE (PEMBUKAAN)

Kisah dibuka di wilayah paling ujung dari Kutub Utara yang membeku. Sebuah kapal ekspedisi asal Denmark yang dipimpin oleh Kapten Anderson terjebak tak berdaya di tengah lautan es. Suhu yang membekukan dan moral kru yang hancur tidak menyurutkan tekad Anderson untuk menyelesaikan pelayarannya. Di tengah keputusasaan itu, kru kapal menemukan seorang pria bernama Baron Victor Frankenstein dalam kondisi terluka parah di atas es.

Mereka membawa Victor ke atas kapal untuk dirawat, namun kedamaian itu hanya sesaat. Sesosok Makhluk Raksasa (The Creature) muncul dari badai salju dan menyerang kapal. Para kru berusaha melawan, namun kekuatan brutal makhluk itu jauh melampaui kemampuan manusia biasa; enam orang tewas dengan mengerikan. Makhluk itu berhasil naik ke geladak, namun para kru yang tersisa bersatu untuk melemparnya ke laut dan menembaki es di sekitarnya agar makhluk itu tenggelam ke dalam air yang membeku.

Di dalam kabinnya, Anderson merawat luka-luka Victor. Dengan napas tersengal, Victor mengakui bahwa monster yang menyerang mereka adalah ciptaannya sendiri. Di tengah dinginnya kutub, Victor mulai menceritakan kisah tragis yang membawanya ke titik ini.

CHAPTER I: VICTOR’S TALE (KISAH VICTOR)

Masa kecil Victor diwarnai oleh kedekatannya dengan sang ibu, Claire, sementara ayahnya yang bangsawan, Leopold, bersikap dingin dan tidak peduli. Victor muda melarikan diri ke dalam studi matematika dan sains. Tragedi melanda ketika Claire meninggal saat melahirkan adik Victor, William. Leopold membesarkan William dengan kasih sayang yang tidak pernah ia berikan kepada Victor, memicu obsesi Victor untuk menaklukkan kematian. Victor mengklaim bahwa saat itulah ia pertama kali melihat malaikat maut mengulurkan tangan padanya. Setelah Leopold wafat, kedua bersaudara itu terpisah; William ke Wina, dan Victor menempuh pendidikan di Edinburgh.

Pada tahun 1855, Victor dewasa menghadapi pengadilan disipliner di Royal College of Medicine karena eksperimen terlarangnya menghidupkan kembali mayat. Ia dikeluarkan karena dianggap menghina sains dan Tuhan. Namun, bakat gila Victor menarik perhatian Heinrich Harlander, seorang pedagang senjata kaya raya. Harlander ternyata mengenal William, yang kini bertunangan dengan keponakan Harlander, Elizabeth.

Baca juga:  Godzilla Minus One (2023)

Victor pindah ke kediaman Harlander dan diberi fasilitas menara tua untuk melanjutkan eksperimennya. Di sana, ia bertemu kembali dengan William dan jatuh hati pada Elizabeth, meskipun wanita itu menolak perasaannya dan menganggap obsesi Victor terhadap keabadian sebagai hal konyol. Victor dan Harlander mengumpulkan mayat dari korban perang dan hukuman gantung, menjahit bagian-bagian tubuh itu menjadi satu. Victor akhirnya menemukan terobosan: menggunakan arus listrik melalui sistem limfatik untuk memacu kembali jantung dan otak.

Pada malam badai besar, Victor bersiap menghidupkan ciptaannya. Namun, Harlander mengungkapkan bahwa ia sekarat karena sifilis dan menuntut agar otaknya dipindahkan ke dalam tubuh ciptaan Victor. Victor menolak karena penyakit itu pasti sudah merusak organ lain. Pergumulan terjadi; Harlander mencoba menyabotase mesin, namun ia terpeleset dan jatuh dari menara hingga tewas. Victor menyembunyikan mayatnya dan melanjutkan eksperimen. Petir menyambar, namun makhluk itu tidak bergerak. Victor tidur dengan frustrasi.

Saat terbangun, Victor terkejut melihat Makhluk itu telah hidup. Namun, kekagumannya berubah menjadi kejijikan karena Makhluk itu tampak bodoh dan hanya bisa menyebut nama Victor. Ia merantainya di ruang bawah tanah. Ketika William dan Elizabeth berkunjung, Elizabeth menemukan Makhluk itu dan memperlakukannya dengan kelembutan yang mengejutkan Victor. Sebaliknya, William merasa ngeri. Victor akhirnya mengaku eksperimennya gagal, membohongi William tentang kematian Harlander, dan menyuruh mereka pergi agar ia bisa “membereskan” Makhluk itu.

Victor membakar menara tersebut dengan Makhluk itu masih terantai di dalamnya. Saat berjalan pergi, ia berubah pikiran dan mencoba kembali, namun menara itu meledak. Ledakan tersebut menghancurkan kaki kanan Victor. William dan Elizabeth kembali untuk menyelamatkannya, mengira Makhluk itu telah musnah terbakar.

Di masa kini (Kutub Utara), Victor mengakhiri bagian ceritanya saat Makhluk Raksasa itu kembali naik ke kapal. Makhluk itu bersiap membunuh Kapten Anderson, namun Victor memohon padanya untuk berhenti. Victor mengakui bahwa dialah penyebab semua penderitaan ini. Makhluk itu kemudian mulai berbicara, menceritakan kisahnya sendiri kepada Anderson.

Baca juga:  Five Nights at Freddy's (2023)

CHAPTER II: THE CREATURE’S TALE (KISAH SANG MAKHLUK)

Setelah lolos dari ledakan menara, Makhluk itu melarikan diri ke hutan dan mengambil pakaian dari mayat. Ia menemukan perlindungan di rumah seorang Pria Buta tua. Dari persembunyiannya, Makhluk itu mengamati kehangatan keluarga pria tersebut dan diam-diam membantu mereka dengan membawakan makanan dan kayu bakar.

Akhirnya, Makhluk itu memberanikan diri menampakkan diri kepada si Pria Buta. Tanpa prasangka visual, pria tua itu mengajarinya berbicara, membaca, serta konsep cinta dan kasih sayang. Persahabatan tulus terjalin, namun berakhir tragis saat sekawanan serigala menyerang. Makhluk itu membantai serigala-serigala tersebut dengan brutal demi melindungi temannya, namun Pria Buta itu terluka parah dan meninggal. Keluarga pria itu datang, salah paham, dan menuduh Makhluk itu sebagai pembunuhnya. Mereka menembak dan mengusirnya, mengajarkan Makhluk itu bahwa dunia membencinya.

Sementara itu, Victor dirawat oleh William dan Elizabeth menjelang pernikahan mereka. Makhluk itu, yang menyadari dirinya abadi dan sembuh dengan cepat, melacak Victor. Ia menuntut Victor menciptakan pasangan baginya agar ia tidak kesepian. Victor menolak keras, menyatakan bahwa menciptakan kehidupan adalah penyesalan terbesarnya. Makhluk itu mengamuk menyerang Victor.

Elizabeth mendengar keributan dan datang mencoba menenangkan Victor. Dalam kepanikan, Victor menembakkan senjata ke arah Makhluk itu, namun pelurunya meleset dan justru menembus jantung Elizabeth, membunuhnya seketika. William dan pasukannya tiba, dan Victor dengan pengecut menuduh Makhluk itu yang membunuh Elizabeth. Pertempuran pecah; William dan pasukannya tewas di tangan Makhluk itu. Makhluk itu kemudian membawa jenazah Elizabeth ke sebuah gua untuk menemaninya di saat-saat terakhir.

Victor, yang kini kehilangan segalanya, mengejar Makhluk itu hingga ke Arktik. Segala upaya Victor untuk membunuhnya—tembakan, tusukan, dinamit—gagal total dan hanya meninggalkan Victor semakin terluka dan lemah, hingga akhirnya ditemukan oleh kapal Anderson.

Baca juga:  65 (2023)

ENDING (PENYELESAIAN)

Kedua kisah telah diceritakan. Victor sadar ajalnya sudah dekat. Dengan sisa napas terakhirnya, ia meminta maaf kepada Makhluk itu atas segala kekejamannya sebagai pencipta yang tidak bertanggung jawab. Makhluk itu, dengan air mata di wajahnya yang penuh luka, memaafkan Victor dan mengakui hubungan mereka sebagai ayah dan anak. Victor Frankenstein menghembuskan napas terakhirnya.

Matahari pagi mulai terbit di ufuk kutub. Makhluk itu turun ke es dan menggunakan kekuatan supernya untuk mendorong kapal Anderson keluar dari jebakan es menuju perairan terbuka. Tersentuh oleh kisah tragis pencipta dan ciptaannya, Kapten Anderson membatalkan misinya dan berjanji membawa krunya pulang dengan selamat. Para kru bersorak haru.

Sementara kapal berlayar menjauh, Makhluk itu berdiri sendirian di atas hamparan es yang sunyi. Ia merentangkan tangannya menyambut matahari terbit, dengan air mata mengalir di pipinya, siap menghadapi keabadian dalam kesendirian.

 

Leave a Reply