Sinopsis Man in Love (2021)

Seorang penagih utang membuat kesepakatan dengan seorang wanita yang terlilit utang dan harus merawat ayahnya yang sedang sakit. Ia bersedia melunasi semua tagihan wanita tersebut, dengan satu syarat: wanita itu harus mau berkencan dengannya.
Detail Film
Trailer
Full Sinopsis
Ah Cheng bekerja sebagai penagih utang untuk Sister Cai, seorang perempuan yang menjalankan bisnis penagihan bersama anak buahnya. Walaupun pekerjaannya identik dengan intimidasi, Ah Cheng tidak sepenuhnya tega terhadap orang-orang yang tidak mampu membayar. Ketika menagih utang di sebuah kuil, misalnya, ia mengetahui bahwa uang tersebut dipinjam karena seseorang membutuhkan biaya operasi anaknya. Ah Cheng akhirnya tidak hanya mengurangi jumlah utang, tetapi juga memberikan sebagian uang dari kantongnya sendiri.
Sikap Ah Cheng tersebut membuat Sister Cai tidak puas. Ia menganggap Ah Cheng terlalu lunak dan tidak cocok menjadi penagih utang. Karena itu, Sister Cai memberinya tugas menagih utang dalam jumlah besar kepada seorang pria yang sedang dirawat di rumah sakit. Ah Cheng datang ke rumah sakit untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dan di sanalah ia pertama kali melihat putri pria itu, Hao Ting.
Hao Ting bekerja di sebuah koperasi pertanian dan harus membagi waktunya antara pekerjaan dengan merawat ayahnya yang sedang sakit. Kondisi ayahnya membuat keluarga mereka terlilit masalah keuangan, sementara kerabat yang seharusnya dapat membantu justru tidak memberikan bantuan berarti. Hao Ting akhirnya harus menghadapi utang ayahnya seorang diri.
Ketika Ah Cheng melihat Hao Ting merawat ayahnya, perhatiannya langsung tertuju kepada perempuan tersebut. Ia tetap menjalankan tugas sebagai penagih utang dan membuat Hao Ting menandatangani pengalihan tanggung jawab utang ayahnya. Namun setelah mengenalnya lebih jauh, Ah Cheng mulai mencari cara agar beban Hao Ting bisa diringankan.
Ah Cheng bahkan menawarkan beberapa cara agar Hao Ting bisa mendapatkan uang untuk melunasi utang, termasuk pekerjaan yang berkaitan dengan menemani pelanggan dan pekerjaan yang sangat berisiko seperti menjual ginjal. Hao Ting tentu saja tidak menerima tawaran-tawaran tersebut. Ah Cheng kemudian menemukan cara lain yang menurutnya lebih menarik: Hao Ting dapat mengurangi utangnya dengan menghabiskan waktu bersamanya.
Ia membuat sebuah dokumen yang kemudian dikenal sebagai “kontrak coretan”. Isinya menyatakan bahwa Hao Ting dapat mengurangi jumlah utang dengan menemaninya makan atau berjalan-jalan. Ah Cheng membawa kontrak itu kepada Hao Ting dan menjelaskan bahwa semakin banyak waktu yang mereka habiskan bersama, semakin banyak utang yang dianggap lunas.
Hao Ting awalnya menganggap tawaran tersebut keterlaluan. Ketika Ah Cheng menunjukkan kontrak itu kepadanya di luar sebuah kedai minuman, Hao Ting bahkan menyiramkan minuman ke kepalanya lalu pergi. Ah Cheng tidak menyerah dan tetap berusaha mencari cara agar Hao Ting menerima tawarannya.

Tagihan rumah sakit berikutnya membuat situasi Hao Ting semakin sulit. Ia mencoba mencari bantuan dari kerabat, tetapi mereka tidak mampu atau tidak mau menanggung utang yang ditinggalkan ayahnya. Hao Ting akhirnya menyadari bahwa dirinya memang tidak mempunyai banyak pilihan. Ia kemudian menerima “kontrak coretan” Ah Cheng dan mulai menjalani kesepakatan tersebut.
Pada awalnya, pertemuan mereka terasa seperti transaksi. Hao Ting hanya ingin mengurangi utangnya, sementara Ah Cheng memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendekatinya. Mereka makan bersama, berjalan-jalan, dan menghabiskan waktu di berbagai tempat. Ah Cheng terlihat canggung karena ia sendiri tidak terbiasa mengungkapkan perasaan dengan cara romantis.
Semakin sering bertemu, Hao Ting mulai melihat sisi Ah Cheng yang berbeda dari sosok penagih utang yang pertama kali dikenalnya. Ia melihat bahwa Ah Cheng sering membantu orang lain meskipun pekerjaannya adalah menagih uang. Ah Cheng juga memperhatikan kondisi ayah Hao Ting dan tidak hanya memikirkan pembayaran utang.
Ah Cheng tinggal bersama kakaknya, Dawei, yang menjalankan sebuah salon rambut. Dawei, istrinya, dan putrinya juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari Ah Cheng. Keponakannya, Xiao Wen, sering meminta uang kepada Ah Cheng dengan berbagai alasan dan hubungan Ah Cheng dengan keluarganya menunjukkan sisi dirinya yang jauh lebih lembut daripada ketika ia bekerja.
Di sisi lain, Ah Cheng terus mendatangi tempat kerja Hao Ting. Ia bahkan mengikuti kegiatan sehari-harinya dan berusaha menemukan cara agar mereka dapat bertemu lebih sering. Hao Ting mulai terbiasa dengan kehadirannya, walaupun belum sepenuhnya menerima perasaannya.
Salah satu konflik terjadi ketika anak buah Ah Cheng datang untuk menghancurkan sebuah toko kelontong milik orang yang berutang. Ah Cheng sebenarnya datang untuk menghentikan mereka dan mencegah kerusakan lebih parah. Namun Hao Ting kebetulan melihat kejadian tersebut dari luar dan salah memahami apa yang sedang terjadi.
Dari sudut pandang Hao Ting, Ah Cheng terlihat seperti orang yang sedang menghancurkan toko untuk menagih utang. Ia tidak melihat bahwa Ah Cheng justru sedang mencoba menghentikan tindakan anak buahnya. Kesalahpahaman tersebut membuat Hao Ting kembali menjaga jarak darinya.
Pada saat yang hampir bersamaan, Ah Cheng membawa ayah Hao Ting keluar dari rumah sakit. Ia ingin memberi pria tua itu kesempatan berada di luar rumah sakit. Hao Ting kemudian mengetahui bahwa ayahnya tidak berada di tempat tidur dan segera mencarinya.
Ketika Hao Ting menemukan ayahnya, ia membawanya kembali ke rumah sakit. Ah Cheng juga berada di sana dan mencoba mengungkapkan perasaannya. Namun Hao Ting masih marah dan kecewa sehingga ia menolak pengakuan tersebut lalu pergi meninggalkannya.
Ah Cheng sangat terpukul. Ia kemudian menemui Ya-Ya, seorang perempuan yang mempunyai hubungan utang dengannya dan bekerja sebagai pekerja seks. Dalam keadaan emosional, Ah Cheng bersikap kacau dan kemudian berjalan kembali ke rumah sakit.

Ia berniat menarik kembali pengakuannya kepada Hao Ting. Namun ketika tiba di rumah sakit, Ah Cheng menemukan bahwa tempat tidur ayah Hao Ting sudah kosong. Hao Ting sedang membereskan pakaian dan barang-barang ayahnya karena pria tersebut telah meninggal.
Hari pemakaman ayah Hao Ting menjadi titik balik hubungan mereka. Ah Cheng membantu mengatur berbagai keperluan pemakaman, termasuk tempat dan parkir. Ia juga membantu mengurus karangan bunga dan memastikan para pelayat dapat datang dengan nyaman.
Pasangan pemilik toko kelontong yang sebelumnya menjadi korban kesalahpahaman datang untuk menyampaikan belasungkawa. Dalam kesempatan tersebut, Hao Ting akhirnya mengetahui kebenaran mengenai insiden toko. Ia baru menyadari bahwa Ah Cheng sebenarnya datang untuk menghentikan anak buahnya, bukan menghancurkan toko tersebut.
Hao Ting juga melihat bahwa Ah Cheng telah memberikan perhatian kepada ayahnya tanpa mengharapkan imbalan. Setelah kehilangan ayahnya dan mengetahui sisi Ah Cheng yang sebenarnya, sikap Hao Ting perlahan berubah. Ia akhirnya mulai menerima Ah Cheng dan hubungan mereka berkembang menjadi hubungan cinta yang sesungguhnya.
Mereka mulai menjalani hubungan dengan lebih bebas tanpa lagi memperlakukan setiap pertemuan sebagai transaksi utang. Ah Cheng mengajak Hao Ting melakukan berbagai kegiatan sederhana. Mereka makan bersama, berjalan-jalan, bernyanyi, dan menikmati waktu yang mereka miliki.
Ah Cheng mulai memikirkan masa depan. Ia mengetahui bahwa Hao Ting mempunyai keinginan untuk membuka sebuah kedai minuman. Ia kemudian mengatakan bahwa setelah berhenti dari pekerjaan sebagai penagih utang, mereka dapat membangun kehidupan bersama dan menjalankan usaha tersebut.
Ah Cheng bahkan mulai membayangkan pernikahan. Ia ingin meninggalkan kehidupan sebagai penagih utang dan mencari kehidupan yang lebih normal bersama Hao Ting. Namun keputusan tersebut ternyata tidak mudah karena ia masih mempunyai hubungan dengan Sister Cai dan kelompok penagih utang.
Ah Cheng kemudian memutuskan bahwa ia membutuhkan uang tambahan sebelum benar-benar keluar dari dunia tersebut. Ia mengambil pekerjaan terakhir dari Sister Cai karena menganggap uang yang diperoleh dapat digunakan untuk mewujudkan rencana mereka.
Masalah muncul ketika pekerjaan tersebut ternyata merupakan jebakan. Ah Cheng datang membawa uang dengan harapan mendapatkan keuntungan besar. Namun ia justru diserang oleh orang-orang yang bekerja untuk kelompoknya sendiri.
Ah Cheng dipukuli habis-habisan. Dalam kekacauan tersebut, uang yang dibawanya hilang. Yang lebih buruk, uang tersebut bukan hanya uang miliknya. Uang tabungan Hao Ting dan modal yang mereka siapkan untuk membuka usaha juga ikut berada di dalam uang yang dibawanya.
Ah Cheng akhirnya menyadari bahwa ia telah kehilangan seluruh uang tersebut. Ia merasa sangat bersalah karena uang itu seharusnya menjadi awal kehidupan baru bersama Hao Ting. Alih-alih membawa mereka lebih dekat kepada kehidupan yang mereka impikan, keputusan Ah Cheng justru membuat semua rencana tersebut hancur.
Ah Cheng tidak sanggup menghadapi Hao Ting. Ia mengatakan kepadanya bahwa dirinya tidak pernah benar-benar mencintainya. Hao Ting tentu saja terluka mendengar perkataan tersebut karena hubungan mereka sebelumnya sudah berkembang menjadi hubungan yang nyata.
Namun Ah Cheng kemudian pergi dengan membawa rasa bersalah yang sangat berat. Ia merasa dirinya telah menghancurkan uang dan masa depan Hao Ting. Ia tidak lagi melihat dirinya sebagai seseorang yang pantas mendapatkan perempuan tersebut.
Ah Cheng kemudian berada di sebuah tempat makan ketika polisi datang. Ia sengaja memprovokasi polisi. Tindakan tersebut bukan sekadar ledakan emosi, melainkan bentuk penghukuman diri: setelah kehilangan uang Hao Ting, Ah Cheng merasa bahwa dirinya pantas ditangkap dan dipenjara.
Ah Cheng akhirnya ditangkap dan menjalani hukuman penjara. Selama berada di sana, ia mengalami masalah kesehatan. Kondisinya memburuk dan ia mengalami pendarahan dari hidung.
Setelah diperiksa, Ah Cheng diketahui menderita aneurisma otak. Penyakit tersebut membuat masa depannya menjadi semakin tidak pasti. Ia kemudian keluar untuk mendapatkan perawatan, tetapi pikirannya tetap tertuju kepada Hao Ting.
Hal pertama yang ingin Ah Cheng lakukan adalah mengembalikan uang yang telah hilang. Ia tidak ingin Hao Ting terus menanggung utang dan bekerja keras untuk mengganti uang yang sebenarnya hilang karena dirinya.
Ah Cheng kemudian mendatangi Sister Cai. Ia menuntut agar uang Hao Ting dikembalikan. Sister Cai tentu saja tidak langsung menyerah.
Ah Cheng akhirnya mendatangi tempat pelayanan anggota dewan yang berkaitan dengan Sister Cai. Ia membuat keributan dan menggunakan ancaman untuk memaksa Sister Cai mengembalikan uang tersebut. Dalam situasi itu, Ah Cheng bahkan menggunakan ancaman mengenai gas untuk membuat tekanan terhadap mereka.

Pada akhirnya Ah Cheng berhasil mendapatkan kembali uang tersebut. Ia membawa uang itu dalam sebuah tas karena satu-satunya tujuan yang ia pikirkan adalah mengembalikannya kepada Hao Ting.
Namun cara Ah Cheng mengembalikan uang tersebut berbeda dari versi sebelumnya. Ia tidak datang ke rumah Hao Ting untuk menyerahkan uang secara langsung. Ah Cheng mendatangi tempat kerja Hao Ting di koperasi pertanian.
Tubuh Ah Cheng sudah terlihat lemah ketika ia datang. Hao Ting sedang bekerja di balik loket kaca teller ketika Ah Cheng berdiri di hadapannya. Ah Cheng kemudian mengangkat tas berisi uang dan menyodorkannya kepada Hao Ting melalui loket tersebut.
Hao Ting menyadari bahwa Ah Cheng datang untuk mengembalikan uang yang hilang. Ia mencoba menolak dan mengembalikan tas tersebut. Namun Ah Cheng tidak memperpanjang percakapan; ia langsung berbalik dan pergi meninggalkan tempat itu.
Hao Ting tetap berdiri di balik loket sambil melihat Ah Cheng pergi. Adegan tersebut menunjukkan bahwa Ah Cheng tidak datang untuk meminta hubungan mereka kembali. Ia hanya ingin mengembalikan sesuatu yang menurutnya menjadi tanggung jawabnya.
Setelah itu Hao Ting berusaha melanjutkan hidupnya. Ia bahkan menghadiri sebuah pertemuan untuk mencari pasangan. Ah Cheng melihat Hao Ting bersama orang lain dan tidak mengganggunya.
Ah Cheng pergi meninggalkan tempat tersebut dalam keadaan sedih. Di perjalanan, hidungnya kembali berdarah dan tubuhnya akhirnya jatuh di pinggir jalan. Hao Ting kemudian keluar dan menemukan Ah Cheng dalam kondisi tersebut.
Hao Ting membantu membawa Ah Cheng ke rumah sakit. Setelah sadar, Ah Cheng mengetahui bahwa Hao Ting masih memperhatikannya. Namun Hao Ting kemudian harus pergi untuk menyelesaikan urusannya.
Ah Cheng berusaha mengejar Hao Ting dan pergi ke terminal bus. Ia berhasil menemukan Hao Ting di sana. Mereka akhirnya bertemu kembali dan saling berpelukan sambil menangis.
Setelah itu hubungan mereka kembali dekat. Hao Ting datang ke salon milik Dawei dan membantu Ah Cheng mencukur janggutnya. Momen tersebut menjadi salah satu kesempatan terakhir mereka menjalani kehidupan sehari-hari bersama.
Namun kondisi Ah Cheng semakin buruk. Ia harus menjalani pengobatan dan lebih banyak berbaring di tempat tidur. Hao Ting tetap berada di dekatnya dan merawatnya.
Ah Cheng juga memikirkan apa yang akan terjadi jika dirinya meninggal. Ia berbicara kepada ayahnya dan meminta agar ayahnya menjaga Hao Ting setelah ia tidak lagi berada di dunia. Permintaan tersebut menjadi penting karena ayah Ah Cheng bukan sekadar orang tua yang tinggal di rumah.
Ayah Ah Cheng adalah seorang sopir bus yang masih aktif bekerja. Identitas tersebut kemudian menjadi bagian penting dari adegan terakhir film.
Ah Cheng akhirnya meninggal akibat penyakitnya. Pada saat itu Hao Ting sedang membawa makanan yang ia buat sendiri untuk diberikan kepadanya. Ia datang dengan harapan dapat memberinya makanan tersebut, tetapi Ah Cheng sudah meninggal.
Kematian Ah Cheng membuat Hao Ting kehilangan orang yang selama ini perlahan berubah dari seorang penagih utang menjadi pasangan yang sangat berarti baginya. Semua rencana mereka untuk menikah dan membuka kedai minuman bersama tidak pernah terwujud. Namun Ah Cheng telah meninggalkan berbagai benda dan tindakan yang menunjukkan bagaimana hidupnya berubah setelah bertemu Hao Ting.
Salah satu benda tersebut adalah hadiah untuk kakaknya, Dawei. Sebuah paket dikirimkan berisi lampu rotator tiga warna baru yang dibeli Ah Cheng untuk salon milik Dawei. Ketika Dawei melihat hadiah tersebut, ia langsung terdiam dan kemudian berjongkok sambil menangis.
Hadiah itu menjadi salah satu peninggalan terakhir Ah Cheng untuk keluarganya. Ia masih memikirkan kakaknya dan tempat kerja kakaknya sebelum kondisinya semakin memburuk.
Pada adegan terakhir, Hao Ting berada di dalam sebuah bus yang dikemudikan oleh ayah Ah Cheng. Ini bukan sekadar perjalanan biasa. Sebelumnya Ah Cheng sudah meminta ayahnya untuk menjaga Hao Ting dan menjadi sosok ayah baginya setelah ia meninggal.
Dengan demikian, permintaan Ah Cheng benar-benar terwujud. Hao Ting kini duduk di dalam bus bersama ayah Ah Cheng, sementara Ah Cheng sendiri sudah tidak ada.
Sementara itu, “kontrak coretan” yang menjadi awal hubungan mereka masih tersimpan di meja kerja Hao Ting di koperasi pertanian. Dokumen yang pada awalnya merupakan kesepakatan pembayaran utang akhirnya menjadi benda yang menyimpan perjalanan hubungan mereka.
Ah Cheng pertama kali mendekati Hao Ting sebagai seorang penagih utang. Ia kemudian jatuh cinta, berusaha mengubah hidupnya, kehilangan uang yang seharusnya menjadi modal masa depan mereka, menghukum dirinya sendiri dengan masuk penjara, berusaha mendapatkan kembali uang Hao Ting, dan akhirnya harus menghadapi penyakit yang mematikan.
Pada akhirnya, Ah Cheng tidak mendapatkan kesempatan untuk menjalani kehidupan yang ia impikan bersama Hao Ting. Namun ia berhasil meninggalkan uang yang menjadi hak Hao Ting, meminta ayahnya untuk menjaganya, dan meninggalkan kenangan tentang hubungan mereka. Hao Ting kemudian melanjutkan hidup dengan membawa semua kenangan tersebut, sementara permintaan terakhir Ah Cheng kepada ayahnya menjadi kenyataan di perjalanan terakhir film.
Tag Film
18 TagKomentar
Komentar Pembaca
Tulis Komentar
Belum ada komentar.
Smart Related
Rekomendasi Serupa
Genre Romance
★ 6.6
Redeeming Love (2022)
South Africa, US • Drama
Genre Romance
★ 7.3
Wicked (2024)
US • Drama
Genre Romance
★ 7.1
The King's Daughter (2022)
Australia • Drama
Genre Romance
★ 6.7
Love and Leashes (2022)
Korea • Comedy
Genre Romance
★ 8.1
Better Days (2019)
China • Drama
Genre Romance
★ 7.3
Decision to Leave (2022)
Korea • Thriller
Genre Romance
★ 6.4
Dear David (2023)
Indonesia • Comedy
Genre Romance
★ 6.3
Marry Me (2022)
China, US • Comedy
Genre Romance
★ 7.2
La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka... (2025)
Indonesia • Drama
Genre Romance
★ 5.7
My Dearest Assassin (2026)
Thailand • Action
Genre Romance
★ 8.1
Hamnet (2025)
United Kingdom, US • Drama
Genre Romance
★ 6.9
The Drama (2026)
US • Romance