Sinopsis Greenland 2: Migration (2026)

4563 votes, average 5.0 out of 10

Setelah selamat berlindung di bunker Greenland usai komet Clarke meluluhlantakkan Bumi, keluarga Garrity kini harus kembali mempertaruhkan segalanya. Mereka terpaksa menempuh perjalanan berbahaya melintasi dataran Eropa yang telah menjadi puing-puing demi mencari rumah baru.

Lima tahun telah berlalu sejak komet Clarke menghantam Bumi dan memusnahkan lebih dari tujuh puluh lima persen populasi manusia. Peradaban runtuh hampir sepenuhnya. Kota-kota berubah menjadi puing beracun, garis pantai bergeser, dan langit dipenuhi badai elektromagnetik yang muncul tanpa peringatan. Sisa umat manusia kini bertahan hidup di bunker bawah tanah, terisolasi dari dunia luar yang sudah tidak lagi ramah bagi kehidupan.

John Garrity kini bekerja sebagai insinyur sekaligus pengintai. Ia secara rutin keluar dari bunker untuk menyusuri wilayah tandus yang dipenuhi reruntuhan, memeriksa kondisi struktur dan memastikan jalur perjalanan masih memungkinkan. Setiap misi adalah pertaruhan antara hidup dan mati. Dalam salah satu patroli, John nyaris terjebak di tengah badai elektromagnetik besar dan hanya selangkah dari kematian sebelum akhirnya berhasil kembali ke dalam bunker tepat waktu.

Di dalam bunker, Allison Garrity menjadi bagian dari dewan yang mengatur kehidupan para penyintas. Ia terlibat dalam pengambilan keputusan penting mengenai distribusi sumber daya, penyelamatan manusia di luar bunker, serta rencana jangka panjang untuk keberlangsungan umat manusia. Selain itu, ia juga bertanggung jawab menangani para penyintas yang mencoba mencari perlindungan di dalam fasilitas tersebut.

Putra mereka, Nathan, kini tumbuh menjadi remaja dan menjalani kehidupan sebagai siswa di bunker. Namun rasa ingin tahunya tentang dunia luar semakin besar. Ia diam-diam mencoba keluar meskipun radiasi masih sangat berbahaya. Usahanya diketahui oleh orang tuanya, dan kejadian itu semakin menegaskan betapa sulitnya menjaga generasi muda tetap terkurung di bawah tanah.

Seiring waktu, badai dan gempa yang terus terjadi mulai mengancam kestabilan bunker. Dewan akhirnya menyadari bahwa mereka tidak dapat bertahan selamanya di bawah permukaan bumi. Muncullah rencana besar yang penuh risiko. Manusia harus bermigrasi menuju lokasi kawah tumbukan komet Clarke di wilayah Prancis selatan, daerah yang dulunya merupakan bagian dari Laut Mediterania. Berdasarkan data terbaru, kawasan tersebut mulai stabil dan menunjukkan tanda-tanda kehidupan baru.

Baca juga:  Don't Look Up (2021)

Namun perjalanan menuju tempat itu sangat berbahaya. Banyak wilayah telah berubah menjadi zona perang, dikuasai oleh kelompok bersenjata dan perampok. Di tengah situasi genting ini, John menyimpan rahasia besar. Ia menderita penyakit akibat paparan radiasi yang perlahan menggerogoti tubuhnya. Dokter memperkirakan hidupnya hanya tersisa beberapa minggu. John memilih menyembunyikan kenyataan itu dari Allison dan Nathan.

Allison memimpin pemungutan suara untuk mengirim tim penyelamat ke luar bunker demi mengevakuasi penyintas di sekitar wilayah tersebut. Misi awal berjalan sukses, namun ketika tim mencoba kembali menjemput mereka yang tertinggal, gempa besar mengguncang bumi. Sistem bunker runtuh dan evakuasi darurat diperintahkan. Keluarga Garrity berhasil masuk ke perahu penyelamat raksasa tepat sebelum tsunami dahsyat menghantam fasilitas bunker dan menewaskan semua yang masih berada di luar.

Perahu mereka terdampar di wilayah Liverpool yang sudah porak poranda. Para penyintas berusaha masuk ke bunker lain. Keluarga Garrity diizinkan masuk karena memiliki lencana identitas. Namun seorang rekan yang kehilangan lencananya mencoba memaksa masuk dan ditembak mati oleh penjaga. Kepanikan pun pecah di mana-mana.

Dalam kekacauan tersebut, keluarga Garrity melarikan diri bersama seorang dokter bernama Amina dan seorang pria Nigeria bernama Obi yang membawa mereka dengan sebuah van. Saat mereka berhenti di hutan untuk beristirahat, hujan meteor tiba-tiba menghantam kawasan itu. Mereka berpegangan pada pepohonan untuk bertahan hidup. Obi tewas ketika mencoba menyelamatkan kendaraannya yang hancur dihantam batu besar.

Mereka kemudian berlindung di rumah seorang kenalan lama bernama Mackenzie di London. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, mereka merasakan kehangatan rumah dan makanan yang layak. Di sanalah Allison mengetahui kondisi John yang sebenarnya. Ia hancur saat menyadari suaminya sekarat dan hanya memiliki waktu hidup yang singkat. Allison memohon agar mereka tinggal dan menghabiskan sisa waktu bersama, tetapi John menolak. Ia ingin memastikan bahwa istrinya dan putranya mencapai tempat yang lebih aman meskipun ia sendiri mungkin tidak akan selamat.

Baca juga:  28 Weeks Later (2007)

Perjalanan dilanjutkan dan mereka diserang oleh kelompok perampok bersenjata. Dalam baku tembak yang brutal, Amina tewas. John berhasil melindungi keluarganya dengan membunuh para penyerang. Mereka menguburkan Amina secara sederhana sebelum melanjutkan perjalanan dengan perasaan kehilangan yang mendalam.

Mereka tiba di Selat Inggris yang kini telah mengering sepenuhnya. Untuk menyeberang, mereka harus melewati jurang besar melalui jembatan-jembatan rapuh. Angin kencang menerjang dan beberapa orang jatuh ke jurang. Keluarga Garrity berhasil menyeberang dengan saling menggenggam dan bertahan bersama.

Di Calais, mereka bertemu Denis Laurent, istrinya Julia yang lumpuh, dan putri remaja mereka Camille. Camille mulai menjalin kedekatan dengan Nathan, menghadirkan secercah harapan dan kehidupan normal di tengah dunia yang hancur. Denis menjelaskan jalur menuju kawah dan memohon agar Camille ikut bersama keluarga Garrity karena ia tidak sanggup meninggalkan istrinya sendirian. Setelah pertimbangan berat, Allison menyetujui permintaan itu. Camille berpamitan dengan air mata sebelum meninggalkan orang tuanya demi masa depan yang lebih baik.

Saat melewati garis depan zona perang, mereka mengetahui bahwa orang yang diharapkan membantu mereka telah meninggal dunia. John memohon kepada pasukan yang berjaga dan akhirnya diizinkan lewat dengan peringatan bahwa medan di depan sangat berbahaya. Mereka berhasil mencapai sebuah bus transportasi penyintas, namun dihentikan oleh kelompok insurgen. John bertarung habis-habisan demi keluarganya, membunuh para penyerang, tetapi ia terkena tembakan di bagian perut.

Dengan sisa tenaga yang ada, John membawa Allison, Nathan, dan Camille hingga ke tepi kawah Clarke yang kini berubah menjadi oasis berkilau, simbol awal peradaban baru. Di sana, John akhirnya roboh. Ia menghabiskan saat-saat terakhirnya bersama Allison dan Nathan dalam keheningan penuh cinta. John Garrity meninggal dunia tepat di ambang harapan baru bagi umat manusia.

Baca juga:  The Great Flood (2025)

Allison, Nathan, dan Camille melanjutkan perjalanan menuju kawah. Dalam narasi terakhirnya, John berbicara kepada Nathan, menyampaikan pesan tentang harapan, keberanian, dan masa depan yang lebih baik. Dunia lama memang telah berakhir, tetapi kemanusiaan masih memiliki kesempatan untuk bangkit kembali.

 

Leave a Reply