Setelah putrinya diculik oleh jaringan kriminal dan polisi korup menolak membantu, Wang Wei memutuskan mencarinya sendiri. Bersama Navin, seorang jurnalis yang istrinya juga menghilang secara misterius, mereka memburu para penculik dalam pertarungan penuh aksi demi membalas dendam dan menyelamatkan orang-orang yang mereka cintai.
Film dibuka di suatu tempat di Asia Tenggara. Seorang perempuan bernama Matia menyusup ke sebuah markas tersembunyi dan berhasil menyelamatkan seorang anak laki-laki. Saat ia menuntun anak itu menuju tempat aman, dua pria mengejarnya.
Matia melawan mereka dengan kemampuan bela diri yang sangat tangguh. Namun situasi berubah ketika pemimpin sindikat perdagangan manusia, Paklung, datang bersama anak buahnya yang ahli memanah, Tak. Tanpa ragu, Tak melepaskan anak panah yang menewaskan anak laki-laki itu. Setelah itu, ia mengarahkan panah berikutnya langsung ke Matia.
Di tempat lain, seorang tukang serbabisa bisu bernama Wang Wei hidup bersama putrinya, Rainy. Rainy selama ini belajar kung fu langsung dari ayahnya. Suatu hari, Wei membawa Rainy potong rambut. Rainy kesal karena rambutnya dipotong terlalu pendek, apalagi anak-anak lain sudah sering menganggapnya seperti anak laki-laki.
Rainy ingin kembali ke rumah lama mereka, tetapi Wei menolak. Ia justru berniat mengirim Rainy pergi sendirian. Kesal dengan keputusan ayahnya, Rainy keluar dari tempat potong rambut.
Di jalan, Rainy bertemu seorang anak laki-laki yang tampak terluka dan sangat kotor. Anak itu mengaku keluarganya sedang membutuhkan bantuan. Rainy yang merasa kasihan mengikuti anak itu, tanpa sadar bahwa ia sedang dijebak. Ternyata anak tersebut membawa Rainy ke para penculik.
Wei segera merasa ada yang tidak beres. Ia berlari mengejar Rainy dan melihat putrinya sudah dilempar ke dalam sebuah truk. Wei mengejar truk itu dengan berlari. Dengan tenaga luar biasa, ia berhasil menyusul, melompat ke atas truk, membuang kuncinya, lalu menghajar para penculik di dalamnya. Di antara mereka ada Ho yang bertubuh besar dan brutal, serta seorang pria berambut afro.
Wei hampir berhasil menyelamatkan Rainy yang sudah pingsan. Namun para penculik kembali menyalakan truk dan kabur. Ho nyaris menjatuhkan Rainy dari truk, tetapi mereka berhasil menghilang dari pandangan Wei setelah Wei tertabrak mobil.
Dengan tubuh limbung, Wei pergi ke kantor polisi dan memberi tahu para petugas tentang penculikan putrinya. Sersan Yadong kemudian memeriksa latar belakang Wei, tetapi ia tidak menemukan satu pun informasi tentang pria itu. Seolah-olah Wei tidak pernah ada.

Sementara itu, Ho dan pria berambut afro berada di sebuah klub malam milik bos mereka, Mr. Song, yang juga merupakan ayah Ho. Di tempat yang sama, seorang jurnalis bernama Navin sedang menyelidiki organisasi mereka. Navin adalah suami Matia, dan ia berhasil mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan Song.
Wei juga datang ke klub itu setelah menemukan petunjuk yang mengarah ke sana. Ia langsung terlibat perkelahian dengan anak buah Song. Song mengira Wei bekerja sama dengan Navin. Kekacauan pun pecah. Navin melawan orang-orang Song, sementara Wei menghajar mereka semua menggunakan palu.
Wei mengejar pria berambut afro dan menghajarnya habis-habisan. Setelah itu, Wei dan Navin bertemu. Awalnya mereka sempat bertarung singkat, tetapi Navin melihat foto Rainy yang dibawa Wei. Ia pun sadar bahwa mereka berada di pihak yang sama. Keduanya berhasil kabur, dan Navin membawa sebuah flash drive berisi bukti penting.
Karena gagal membunuh Wei maupun Navin, pria berambut afro dihukum dengan sangat brutal. Anak laki-lakinya, yang sebelumnya menjebak Rainy, dipaksa menonton ayahnya dibekukan hidup-hidup di dalam balok es. Rainy kemudian memarahi anak itu karena telah membuatnya diculik. Namun anak itu berkata bahwa Rainy bodoh karena berpura-pura menjadi orang baik.
Navin menjelaskan kepada Wei bahwa Matia dulu menyelidiki sindikat perdagangan manusia tersebut sebelum akhirnya menghilang. Matia juga berhasil mengumpulkan banyak bukti untuk membongkar kejahatan mereka.
Setelah memeriksa rekaman dari klub, Wei dan Navin menyusup ke sebuah pabrik pendingin yang dikelola Song. Mereka menghabisi dan melumpuhkan anak buah Song satu per satu sebelum akhirnya berhadapan langsung dengan Song dan Ho. Song menembaki Wei dan Navin, tetapi berhasil dibuat pingsan. Ho menjadi lawan yang sulit karena ukuran tubuh dan kecepatannya. Meski begitu, Wei dan Navin akhirnya tampak berhasil menjatuhkannya.
Wei dan Navin kemudian mengikat Song ke pagar listrik. Mereka menyalakan aliran listrik untuk menyiksanya dan memaksanya bicara. Keduanya sama-sama punya alasan kuat untuk membenci Song, tetapi mereka juga harus saling menahan agar tidak melewati batas. Akhirnya, Song mengaku bahwa anak-anak yang diculik sudah dipindahkan dari pabrik pendingin ke sebuah tempat bernama “Snake Pit”.

Paklung sedang bersama istrinya yang hamil ketika ia menerima telepon dari Kepala Polisi tentang kekacauan di klub dan pabrik pendingin. Ia dan Tak kemudian melacak Song. Mereka mengetahui bahwa Song telah memberi tahu Wei dan Navin tentang Snake Pit. Tak lalu menembakkan banyak anak panah ke tubuh Song hingga tubuhnya dipenuhi panah seperti bantalan jarum.
Ho ternyata masih hidup. Ketika ia menemukan mayat ayahnya, ia berteriak murka.
Di Snake Pit, anak-anak yang diculik dikumpulkan di sebuah ruangan di lantai atas. Rainy menyerang salah satu penculik dan mencoba memimpin usaha pelarian. Pada saat yang sama, Wei dan Navin juga tiba di tempat itu. Namun anak-anak kembali tertangkap dan dibawa ke kamar mereka.
Navin menyiarkan kedatangan mereka secara langsung. Ia juga membocorkan bukti-bukti yang dulu dikumpulkan Matia kepada publik. Siaran itu membuat polisi dan warga berkumpul di luar Snake Pit.
Wei dan Navin akhirnya menemukan Rainy. Wei sangat lega dan ingin segera pergi dari sana. Namun Rainy meyakinkan ayahnya bahwa mereka tidak boleh hanya menyelamatkan diri sendiri. Mereka harus menolong semua anak yang masih ditahan.
Wei dan Navin pun mulai menghancurkan para penculik satu per satu. Rainy memanfaatkan kesempatan itu untuk memimpin anak-anak melarikan diri. Mereka naik ke lantai paling atas dan mengikat banyak seprai menjadi tali agar bisa turun dari gedung.
Warga di luar melihat usaha anak-anak itu dan mendesak polisi untuk bertindak. Namun Kepala Polisi justru memerintahkan anak buahnya diam di tempat dan berpura-pura tidak ada perdagangan manusia di sana. Sersan Yadong dan pasukannya menolak perintah itu. Mereka maju membantu anak-anak turun.
Rainy hampir jatuh ketika seprai yang digunakan mulai robek, tetapi ia berhasil ditangkap. Anak-anak lain juga berhasil diamankan, termasuk anak laki-laki yang sebelumnya terluka. Polisi kemudian menyerbu Snake Pit dan menembak atau menangkap para penculik yang tersisa.
Paklung akhirnya tahu bahwa jaringan perdagangan manusianya sudah terbongkar dan mulai hancur. Mertuanya, seorang bos besar bernama Kun Tai Lao, memanggilnya. Lao memang tahu Paklung terlibat dalam dunia kriminal, tetapi ia jijik mengetahui menantunya ikut memperdagangkan anak-anak.
Paklung kehilangan kendali. Ia menyerang Lao dan para pengikutnya, termasuk Kepala Polisi, lalu membantai mereka semua. Dalam amarahnya, Paklung tanpa sengaja menusuk perut istrinya sendiri yang sedang hamil. Istrinya dan bayi mereka meninggal. Paklung hancur, lalu menjadikan dendam sebagai satu-satunya tujuannya.
Wei dan Navin ditahan di kantor polisi sampai pagi. Anak-anak lain dijemput oleh orang tua mereka, sementara Rainy dan anak laki-laki yang pincang masih berada dalam perlindungan polisi.
Paklung dan Tak kemudian datang ke kantor polisi. Tak menyerang hampir semua polisi dengan anak panahnya. Hampir semua tumbang, meski Yadong hanya terluka. Wei dan Navin mengambil kunci lalu kabur dari sel mereka, sementara Rainy dan anak laki-laki itu bersembunyi.

Wei dan Navin berhasil menemukan anak-anak, tetapi Paklung dan Tak mengepung mereka. Paklung menyalahkan Wei dan Navin atas kehancuran hidup dan keluarganya. Dalam kekacauan itu, Tak melepaskan panah yang mengenai kaki Rainy. Anak laki-laki itu melindunginya, sementara empat pria dewasa mulai bertarung habis-habisan.
Tiba-tiba Ho menerobos masuk ke kantor polisi. Ia datang dengan satu tujuan: membunuh semua orang. Pertarungan pun berubah menjadi duel besar lima orang.
Ho lebih dulu menyerang Paklung dan Tak, karena ia tahu merekalah yang membunuh ayahnya. Dengan kekuatan brutal, Ho menghajar mereka sampai babak belur. Di sisi lain, Navin akhirnya berhadapan langsung dengan Tak. Ia berusaha menghindari sabetan kukri milik Tak.
Di tengah pertarungan, Navin melihat cincin milik Matia. Tak mengakui bahwa dialah yang membunuh Matia. Mendengar itu, Navin dipenuhi amarah dan menyerang Tak lebih ganas. Namun Tak berhasil menusuknya dengan kukri.
Meski tahu dirinya tidak akan selamat, Navin tidak menyerah. Ia menggigit leher Tak hingga merobek dagingnya. Tak pun kehabisan darah dan tewas.
Paklung berhasil menusuk Ho dan akhirnya menjatuhkannya untuk selamanya. Wei berada di sisi Navin saat Navin sekarat. Ia meletakkan cincin Matia di tangan Navin sebelum pria itu meninggal.
Paklung kemudian mengejar anak-anak. Wei berlari ke lantai atas dan mendorong dirinya bersama Paklung keluar dari jendela. Mereka jatuh, lalu bertarung dengan sangat brutal di atas beton. Keduanya saling menghantam tanpa ampun sampai sama-sama kelelahan.
Paklung akhirnya berdiri dan mulai berjalan pergi sambil bergumam tentang ingin bertemu istri dan anaknya. Namun beberapa langkah kemudian, ia jatuh dan tewas. Rainy menangis di samping Wei ketika ayahnya tidak kunjung sadar.
Satu bulan kemudian, Wei berhasil pulih. Ia datang bersama Rainy, anak laki-laki yang pincang—yang tersirat kini telah diangkat sebagai bagian dari keluarga Wei dan Rainy—serta Yadong yang juga masih dalam masa pemulihan. Mereka menaburkan abu Navin dan memberi penghormatan terakhir untuknya serta Matia.
Dalam kilas balik, terungkap bahwa Wei, yang sepanjang film hanya dikenal sebagai “si bisu dari Cina”, sempat memberitahukan nama aslinya kepada Navin saat mereka berada di sel tahanan.
Di akhir cerita, Wei membawa Rainy ke pantai. Di sana, ia mulai bercerita kepada putrinya tentang dirinya dan ibu Rainy.






