Sinopsis The Strangers: Chapter 2 (2025)

2516 votes, average 4.9 out of 10

Terjebak tanpa bisa melarikan diri, Maya sekali lagi harus berhadapan dengan tiga pembunuh sadis dalam satu malam penuh teror, dan kini ia bertekad untuk menghentikan mereka untuk selamanya.

Film dibuka dengan latar waktu beberapa tahun sebelumnya di sebuah kedai makan lokal. Shelly, seorang pelayan, terdengar berbicara dengan pelanggan yang tak terlihat tentang seorang pengunjung bernama Frank. Malamnya, Shelly mendatangi rumah Frank dan mengetuk pintu sambil bertanya, “Apa Tamara ada di sini?” Tak lama kemudian, para ‘Strangers’—Scarecrow, Pin-Up Girl, dan Dollface—menyergap Frank di hutan dan membunuhnya dengan keji.

Cerita beralih ke masa kini. Maya, tokoh utama kita, sedang dalam masa pemulihan di rumah sakit. Ia selamat dari serangan brutal para Strangers yang menewaskan kekasihnya, Ryan. Trauma mendalam membuatnya terus dihantui oleh bayangan para penyerangnya. Di kedai makan yang sama, para pengunjung membicarakan insiden itu. Salah seorang dari mereka berspekulasi bahwa Maya sengaja merekayasa serangan itu demi uang. Dari kejauhan, Shelly mendengar bahwa Maya ternyata masih hidup.

Sebuah kilas balik membawa kita ke 20 tahun sebelumnya. Shelly muda tinggal di sebuah sekolah asrama. Satu-satunya temannya adalah seorang anak laki-laki pendiam (yang diisyaratkan sebagai Scarecrow di masa depan). Seorang gadis lain bernama Tamara sering merundung Shelly. Tamara memiliki boneka yang wajahnya sangat mirip dengan topeng Pin-Up Girl.

Kembali di rumah sakit, Maya dihubungi oleh kakaknya, Debbie, yang mengirim ambulans untuk menjemputnya. Tiba-tiba, Maya mendengar suara serangan dari lorong. Scarecrow muncul, berjalan mengancam sambil membawa kapak. Maya nekat masuk ke lift makanan (dumbwaiter), di mana Pin-Up Girl nyaris menangkapnya. Ia lari ke ruang mesin di mana Scarecrow hampir menebasnya, namun Maya berhasil menyemprot wajahnya dan kabur. Pengejaran berlanjut hingga ke kamar mayat, di mana ia bersembunyi di dalam laci jenazah tempat mayat Ryan disimpan. Seorang perawat malang masuk dan langsung tewas dengan kapak menancap di dadanya. Maya menangisi Ryan sejenak sebelum kembali melarikan diri.

Baca juga:  Expend4bles (2023)

Maya berhasil kabur ke jalanan yang diguyur hujan. Saat mencoba mencuri kunci mobil di sebuah pertanian, pemilik rumah memergokinya, namun wanita itu tewas seketika oleh panah dari Pin-Up Girl. Maya berhasil menjatuhkan Pin-Up Girl dengan garu rumput sebelum Scarecrow melihatnya.

Ia terus berlari hingga diselamatkan oleh perawatnya, Danica, dan teman sekamarnya. Di dalam mobil, Maya bertemu teman mereka, Gregory. Maya melihat tato wajah tersenyum di leher Gregory, yang membuatnya panik seketika. Ia mengambil pisau, mengancam mereka, lalu kabur dari mobil dan lari ke dalam hutan.

Setelah hujan reda, Maya merawat lukanya dan membuat api unggun. Pagi harinya, teror berlanjut. Scarecrow melepaskan seekor babi hutan liar untuk memburunya. Maya bersembunyi di dalam mobil tua, tetapi babi itu berhasil masuk dan menyerangnya. Dengan sisa tenaga, Maya berhasil meraih pisau dan membunuh hewan itu.

Kilas balik lain menunjukkan Shelly kecil dan si bocah Scarecrow sedang bermain dengan anak-anak babi. Saat si bocah menolong gadis lain yang jatuh, Shelly cemburu. Ia pergi ke hutan, menemukan seekor tikus kecil, dan setelah mengelusnya sejenak, ia mematahkan leher hewan itu.

Di masa kini, Maya akhirnya kembali ke kabin tempat ia dan Ryan diserang. Seorang petugas negara, Billy Bufford, menemukannya. Namun, harapan untuk selamat sirna saat Billy tewas oleh panah yang menancap tepat di matanya. Maya membawa mobil Billy dan kabur, tetapi mobil itu akhirnya mogok.

Maya sampai di sebuah rumah yang ternyata dihuni oleh Danica, Gregory, dan teman-temannya. Gregory menanyakan pertanyaan-pertanyaan aneh tentang perasaannya saat diserang. Tak lama, rumah itu diserang. Pin-Up Girl mencoba mendobrak masuk ke kamar Maya, dan saat Maya memblokir pintu, ternyata Dollface sudah ada di belakangnya. Maya berhasil lolos dan menemukan teman-teman perawatnya telah tewas terbunuh, sementara Gregory dan Wayne menghilang.

Baca juga:  The Ritual (2025)

Di luar, ia menemukan mobil ambulans yang dikirim kakaknya, namun sang sopir sudah tewas. Saat masuk, ternyata Pin-Up Girl sudah menunggunya di dalam. Setelah pertarungan sengit, Maya berhasil menusuk kepala Pin-Up Girl dengan gunting. Saat Maya mencoba kabur, Pin-Up Girl bangkit kembali dan mencekiknya. Maya dengan cerdik mengenakan sabuk pengaman lalu membanting setir, membuat Pin-Up Girl terlempar menembus kaca depan dan tewas seketika.

Satu kilas balik terakhir mengungkap segalanya. Shelly kecil melihat Tamara bermain dengan si bocah Scarecrow, memintanya mengetuk pintu dan bertanya “Apa Tamara ada di rumah?” sebelum menciumnya. Shelly meniru permainan itu, namun ia mengakhirinya dengan menghantam kepala Tamara dengan batu hingga tewas. Si bocah Scarecrow (yang kini kita tahu adalah Gregory, dari tato wajah tersenyum yang ia gambar di genangan darah Tamara) hanya diam melihatnya.

Maya keluar dari ambulans dan bersembunyi saat mobil lain mendekat. Scarecrow (Gregory) dan Dollface keluar dari mobil. Dengan sedih, Scarecrow memeluk tubuh Pin-Up Girl yang sudah tak bernyawa.

 

Tagline:They have a reason.
Year:
Duration: 96 Min
Release:
Language:English
Budget:$ 8.500.000,00
Revenue:$ 11.577.352,00
Director:

Leave a Reply