Kakak beradik Nora dan Agnes kembali bertemu dengan ayah mereka yang telah lama meningalkan mereka, Gustav—sosok karismatik yang dulu dikenal sebagai sutradara kondang. Gustav menawarkan Nora, yang merupakan aktris teater, sebuah peran dalam film yang ia harapkan dapat membangkitkan kembali kariernya.
Film dibuka dengan suara seorang narator yang menceritakan masa kecil Nora Borg. Saat masih sekolah, Nora pernah menulis tugas dengan tema menjadi benda mati. Ia memilih rumah keluarganya, sebuah rumah tua yang diwariskan turun-temurun. Dalam tulisannya, Nora membayangkan rumah itu seolah memiliki perasaan—menyerap emosi para penghuninya, terutama saat ia dan adiknya Agnes tumbuh besar dengan sering mendengar pertengkaran orang tua mereka. Tugas itu mendapat nilai tinggi, sebelum akhirnya minat Nora beralih sepenuhnya ke dunia akting.
Di masa kini, Nora yang telah dewasa bersiap tampil dalam sebuah pertunjukan teater. Namun menjelang naik panggung, ia mengalami serangan panik hebat, sampai mencoba merobek kostumnya sendiri. Sutradara, kru, dan kekasihnya Jakob berusaha menenangkannya. Setelah jeda singkat, Nora akhirnya naik ke panggung dan tampil dengan baik, seolah menutupi keguncangan batin yang ia alami.
Ibu Nora dan Agnes, Sissel, telah meninggal dunia. Setelah pemakaman, keluarga berkumpul di rumah lama tempat Sissel tinggal hingga akhir hayatnya. Agnes kini telah menikah dengan Even dan memiliki seorang anak bernama Erik. Nora mengajak Erik ke lantai atas dan menunjukkan perapian tua—tempat ia dan Agnes dulu bisa mendengar percakapan orang dewasa dari bawah. Di sana, Nora mendengar suara ayah mereka, Gustav, seorang sutradara film ternama yang meninggalkan keluarga ketika mereka masih kecil. Jika Agnes memiliki hubungan yang cukup baik dengan Gustav, Nora justru menyimpan kemarahan mendalam atas kepergian dan pengabaiannya.

Gustav kemudian mengundang Nora makan malam untuk mencoba memperbaiki hubungan. Ia mengaku hanya sedikit mengikuti karier Nora dan bahkan mengatakan bahwa ia tidak menyukai teater—serta menganggap pertunjukan Nora buruk, meski bukan karena aktingnya. Gustav lalu memperlihatkan naskah film terbarunya dan meminta Nora menjadi pemeran utama. Nora menolak tegas dan menyatakan tidak ingin terlibat apa pun dengan proyek tersebut.
Gustav menghadiri sebuah festival film tempat salah satu film lamanya diputar, film yang dulu dibintangi Agnes kecil. Di sana, ia bertemu Rachel Kemp, aktris Amerika yang terkesan oleh karya Gustav. Rachel mengundangnya ke pesta makan malam, dan keduanya mengobrol akrab di pantai. Gustav menceritakan proyek film barunya kepada Rachel.
Sementara itu, Nora mengundang Jakob ke rumah untuk berhubungan intim, namun ia tetap tertutup secara emosional. Ia kemudian pergi menemui Agnes di rumah keluarga. Mereka memilah barang-barang peninggalan Sissel yang memiliki nilai sentimental. Gustav dan Rachel ikut datang karena Gustav ingin menggunakan rumah itu sebagai lokasi syuting. Karena Nora menolak, Gustav memutuskan memilih Rachel sebagai pemeran utama. Ia menjelaskan bahwa film tersebut terinspirasi dari ibunya, yang meninggal bunuh diri di rumah itu.
Kilas balik membawa penonton ke masa lalu Karin, ibu Gustav. Saat muda, Karin terlibat dalam perlawanan terhadap Nazi, ditangkap, dan disiksa. Ketika Gustav berusia tujuh tahun, Karin bunuh diri dengan menggantung diri di rumah tersebut. Narator juga menggambarkan kehidupan Gustav di rumah itu hingga ia menikah dengan Sissel dan memiliki Nora serta Agnes.
Nora kemudian ikut mendaki bersama Jakob dan teman-temannya. Ketika ia mencoba mencium Jakob, Jakob menolaknya dan menyarankan mereka putus. Nora berusaha tetap fokus pada karier aktingnya, sambil terus berjuang melawan depresi klinis yang ia derita.

Gustav dan Rachel mulai mempromosikan film mereka. Dalam sebuah wawancara, seorang reporter menyinggung kegagalan film terakhir Rachel, membuatnya tidak nyaman. Gustav langsung membela Rachel dengan kasar, memuji bakatnya secara berlebihan, menghina reporter tersebut, dan mengusirnya.
Nora kembali harus bertemu Gustav di pesta ulang tahun Erik. Gustav memberi hadiah berupa film Irreversible dan The Piano Teacher—pilihan yang jelas tidak pantas untuk anak kecil. Awalnya pesta berjalan lancar, hingga Nora menegur Gustav tentang perselingkuhannya yang tersirat dan pengabaiannya terhadap keluarga. Malam itu, dalam keadaan mabuk, Gustav mencoba meninggalkan pesan suara untuk Nora—sesuatu yang sebelumnya justru ia kecam.
Agnes pergi ke perpustakaan untuk menelusuri kisah nenek mereka. Ia menangis saat membaca catatan Karin tentang penyiksaan yang ia alami akibat aktivitas anti-Nazi.
Rachel berusaha mendalami perannya, namun merasa tidak autentik karena harus berakting dalam bahasa Inggris sementara aktor lain berbahasa Swedia. Ia melatih aksen Skandinavia, mengecat dan memotong rambutnya agar menyerupai Nora. Di saat yang sama, Gustav meminta Agnes agar Erik ikut bermain sebagai anak karakter Rachel. Agnes bertanya apakah Gustav akan datang ke pertunjukan Nora berikutnya, dan Gustav berjanji akan hadir.
Rachel mengunjungi Nora di teater. Mereka membicarakan Gustav dan film tersebut. Rachel memahami bahwa proyek itu sangat personal dan awalnya ditujukan untuk Nora. Namun Nora menegaskan bahwa ia dan Gustav tidak bisa bekerja bersama karena mereka tidak mampu berkomunikasi secara sehat.
Agnes dan Even menonton pertunjukan Nora dan menunggu Gustav, tetapi ia tidak pernah datang. Kekecewaan tampak jelas, meski Nora berusaha menyembunyikannya dari Agnes.
Masalah pendanaan menghantam proyek Gustav. Rachel mendatanginya dan mengaku merasa tidak cocok untuk film itu. Ia ingin mundur, namun bersedia bertahan jika itu benar-benar keinginan Gustav. Gustav menerimanya dengan tenang. Rachel menangis, dan Gustav memeluknya sebelum memintanya pulang.

Gustav mendatangi Agnes dan memberikan naskah filmnya. Agnes menolak Erik terlibat dan meluapkan kekecewaannya atas kepergian Gustav dari keluarga di masa lalu. Gustav pergi, meninggalkan naskah tersebut. Agnes membacanya sebelum tidur.
Agnes lalu mengunjungi Nora dan membawa naskah itu. Ia mengatakan bahwa naskah tersebut indah dan jelas ditulis tentang dan untuk Nora. Meski enggan, Nora membaca sebuah monolog tertentu dan langsung menangis. Mereka membahas adegan bunuh diri dalam naskah—yang mengingatkan pada percobaan bunuh diri Nora di masa lalu—namun Agnes menegaskan bahwa adegan itu juga mencerminkan kehidupan Karin. Nora merasa Agnes tumbuh normal sementara dirinya bermasalah, tetapi Agnes menegaskan bahwa Nora selalu ada untuknya. Keduanya pun berpelukan.
Suatu malam, Gustav kolaps di rumah setelah mabuk berat. Nora dan Agnes menjenguknya di rumah sakit dan justru tertawa melihat Gustav menggoda seorang perawat.
Setelah pulih, Gustav merenovasi rumah keluarga dengan tampilan modern. Ia akhirnya berhasil memulai produksi filmnya. Nora dan Erik ikut terlibat dan merekam sebuah adegan yang sebelumnya pernah digambarkan Gustav kepada Rachel. Setelah pengambilan gambar selesai, Nora dan Gustav saling tersenyum—sebuah tanda rekonsiliasi yang sunyi namun penuh makna.






