Karena ingin sekali dianggap dewasa dan berani, SpongeBob membuntuti The Flying Dutchman, sang hantu bajak laut yang misterius. Perjalanan itu membawanya bertualang jauh hingga ke bagian samudra yang paling gelap dan dalam.
TEENAGE MUTANT NINJA TURTLES – CHROME ALONE 2: LOST IN NEW JERSEY
Sebelum film utama dimulai, penonton disuguhi film pendek Teenage Mutant Ninja Turtles yang bernuansa komedi sekaligus satir modern.
Leonardo, Donatello, Michelangelo, dan Raphael terlihat berjalan-jalan di kota menjelang Natal. Mereka sedang kebingungan mencari hadiah yang pantas untuk Splinter, sosok ayah sekaligus guru mereka. Keempatnya ingin memberikan sesuatu yang bermakna, bukan sekadar hadiah biasa.
Di tengah pencarian, mereka berhenti di depan layar iklan besar dan terkejut melihat iklan mainan tiruan yang jelas-jelas meniru penampilan dan identitas mereka. Boneka-boneka itu terlihat murahan, jelek, dan sama sekali tidak mencerminkan siapa mereka sebenarnya. Rasa kesal berubah menjadi keterkejutan ketika mereka mengetahui bahwa mainan tersebut diproduksi oleh sebuah perusahaan di New Jersey—tempat yang sama sekali tidak ingin mereka kunjungi.

Rasa penasaran membawa mereka ke pabrik mainan tersebut. Di sana terungkap bahwa pabrik itu dijalankan oleh Chrome Dome, sebuah robot AI jahat yang diciptakan untuk mengeksploitasi popularitas karakter terkenal dengan cara meniru dan menjual versi palsunya demi keuntungan.
Pertarungan pun tak terhindarkan. Namun, Chrome Dome ternyata mampu menyalin setiap gerakan bertarung para kura-kura secara sempurna, membuat semua serangan mereka menjadi sia-sia. Donatello menyadari bahwa kekuatan Chrome Dome justru terletak pada kemampuannya meniru tanpa berpikir.
Dengan kerja sama tim, mereka menyusun strategi: bukan menyerang Chrome Dome, melainkan menipunya agar meniru gerakan yang justru membahayakan dirinya sendiri. Setelah memaksanya “memukul dirinya sendiri”, Leonardo melakukan jurus terakhir—menarik tangan dan kakinya masuk ke dalam tempurung. Chrome Dome meniru gerakan itu tanpa memahami konsekuensinya, menyebabkan sistem internalnya gagal total dan meledakkan dirinya bersama seluruh pabrik.
Para kura-kura kembali ke rumah dengan perasaan lega dan memutuskan untuk memberikan Splinter hadiah yang lebih sederhana namun penuh makna. Setibanya di rumah, mereka justru menemukan bahwa Splinter telah lebih dulu menyiapkan hadiah Natal untuk mereka—ironisnya, boneka knock-off jelek yang sama seperti yang mereka hancurkan.
Setelah membuka hadiah itu, para kura-kura sepakat untuk membakarnya. Film pendek ditutup dengan komentar pedas Raphael yang menyimpulkan semuanya dengan satu kalimat singkat, “AI itu menyebalkan.”
SPONGEBOB SQUAREPANTS
Film SpongeBob dibuka dengan suasana klasik khas dongeng laut. Seorang bajak laut tua (disuarakan oleh Clancy Brown) menceritakan legenda tentang seorang pelaut yang terkena kutukan misterius. Bajak laut itu adalah The Flying Dutchman, sosok hantu legendaris yang dikutuk untuk mengarungi tujuh lautan selamanya tanpa bisa bebas.

Menurut legenda, hanya jiwa yang benar-benar murni dan polos yang mampu mematahkan kutukan The Dutchman. Sejak saat itu, sang kapten hantu mengembara tanpa henti, berharap menemukan sosok tersebut.
Di Bikini Bottom, SpongeBob SquarePants terbangun bersama Gary dan menyadari sesuatu yang luar biasa: ia kini tumbuh setinggi 36 kerang, yang menurut standar laut berarti ia telah menjadi “orang dewasa” atau “big guy”. Dengan penuh semangat, SpongeBob langsung menemui Patrick untuk berbagi kabar gembira.
Sebagai perayaan, mereka berencana pergi ke Booty Beard’s Amusement Park untuk menaiki wahana paling ekstrem dan menakutkan: Shipwreck Roller Coaster.
Namun, begitu melihat langsung betapa tinggi, cepat, dan mengerikannya roller coaster itu, keberanian SpongeBob langsung ciut. Ia mencari alasan dan berpura-pura tidak bisa ikut karena Mr. Krabs tidak ada. Patrick, yang polos, justru menyeret SpongeBob ke Krusty Krab untuk mencari Mr. Krabs.
Mr. Krabs akhirnya membantu SpongeBob berbohong demi menghindari wahana tersebut. Ia lalu menceritakan kisah masa lalunya—tentang bagaimana ia pernah berlayar bersama The Flying Dutchman di dunia berbahaya bernama The Underworld, sebelum akhirnya mencuri terompet legendaris milik sang kapten hantu. SpongeBob mengagumi keberanian Mr. Krabs dan berharap suatu hari bisa seberani itu.
Saat SpongeBob dan Patrick berada di kamar mandi Krusty Krab, mereka mendengar suara misterius yang memanggil mereka. Suara itu membawa mereka ke ruang bawah tanah, tempat Mr. Krabs diam-diam membangun ruangan bertema bajak laut.

Di sana, SpongeBob menemukan terompet milik The Flying Dutchman. Demi membuktikan dirinya sudah dewasa dan berani, ia meniup terompet itu tanpa berpikir panjang.
Sekejap kemudian, The Flying Dutchman muncul bersama kapalnya, ditemani tangan kanannya, Barb. Melihat SpongeBob memegang terompetnya, Dutchman yakin bahwa SpongeBob adalah kunci pembebasan kutukannya. Ia mengajak SpongeBob naik ke kapalnya, sementara Patrick ikut tanpa diundang, membuat Dutchman dan Barb kesal.
Mr. Krabs dan Squidward terlambat mencegahnya. Bersama Gary, mereka mengejar SpongeBob dan Patrick melalui portal menuju The Underworld.
Di Challenge Cove, SpongeBob dan Patrick dipaksa melewati serangkaian tantangan absurd yang katanya bertujuan membangun “keteguhan batin”, padahal sebenarnya agar Dutchman bisa memanfaatkan kemurnian hati SpongeBob.
Mereka diserang oleh bajak laut ikan kerangka. Alih-alih bertarung serius, SpongeBob dan Patrick menggunakan rumput laut sebagai “usus” palsu dan bercanda, membuat musuh tertawa terbahak-bahak hingga tubuh mereka terlepas sendiri.
Sementara itu, Mr. Krabs, Squidward, dan Gary menemukan pintu masuk ke The Underworld melalui Davy Jones’s Locker.
Perjalanan berlanjut dengan tantangan yang semakin gila dan berbahaya. Dutchman mulai memengaruhi SpongeBob, meyakinkannya bahwa untuk menjadi bajak laut sejati, ia harus meninggalkan hal-hal kekanak-kanakan—termasuk meniup gelembung bersama Patrick. Hal ini melukai perasaan Patrick. Di sisi lain, Barb mulai sadar bahwa Dutchman tidak pernah benar-benar menganggapnya sebagai teman.
Di tantangan terakhir, Dutchman memaksa SpongeBob meniup terompet lagi. Mr. Krabs akhirnya mengakui kebenaran: ia bukan kapten pemberani, melainkan hanya juru masak yang sering diejek karena suka meniup gelembung—sama seperti SpongeBob.
Merasa dikhianati, SpongeBob meniup terompet untuk membuktikan keberaniannya. Akibatnya, kutukan berbalik arah. The Flying Dutchman menjadi manusia biasa, SpongeBob berubah menjadi bajak laut hantu bernama “FlyingBob DutchPants”, Mr. Krabs ikut menjadi hantu karena berusaha menyelamatkan SpongeBob.
Barb hancur hati ketika Dutchman pergi ke dunia manusia tanpa mempedulikannya. Barb akhirnya membelot dan memberi tahu satu-satunya cara membalikkan kutukan, terompet harus dihancurkan sebelum matahari terbenam.
Dutchman menikmati hidup barunya di taman hiburan. SpongeBob dan Mr. Krabs hampir berhasil menghancurkan terompet, namun Dutchman mengejar mereka dan membawa terompet ke roller coaster, yakin SpongeBob akan takut.
Namun kali ini, SpongeBob memilih menghadapi ketakutannya. Ia naik roller coaster bersama Mr. Krabs. Wahana itu meluncur begitu tinggi hingga bahkan Dutchman ketakutan. Di puncak terjun, SpongeBob meniup gelembung untuk merebut terompet dan membentuk busur-panah gelembung untuk memecahkannya.
Dutchman kembali menjadi hantu dan ditinggalkan krunya karena pengkhianatannya. Ia diturunkan pangkat menjadi juru masak, sementara Barb mengambil alih kapal dengan tawa kemenangan.
SpongeBob dan Mr. Krabs kembali normal di Bikini Bottom. SpongeBob berterima kasih karena akhirnya memahami arti keberanian yang sesungguhnya. Mereka berpelukan bersama semua penghuni Krusty Krab—Patrick, Sandy, Mrs. Puff, dan lainnya.
Namun tepat di akhir, SpongeBob tersadar akan satu hal penting bahwa mereka lupa menyelamatkan Squidward yang masih terjebak di The Underworld.






