Sinopsis Honey Don’t! (2025)

1752 votes, average 5.7 out of 10

Honey O’Donahue, seorang detektif swasta dari kota kecil, menyelidiki serangkaian kematian aneh yang terkait dengan sebuah gereja misterius.

Film dimulai di sebuah jalanan sepi di Bakersfield, California. Mobil ringsek akibat kecelakaan, di dalamnya seorang perempuan muda bernama Mia Novotny (Kara Petersen) sudah tak bernyawa. Lalu muncul sosok misterius, Chere (Lera Abova). Tanpa ragu, ia membuka jari Mia dan mengambil sebuah cincin berukir salib. Setelah itu, ia berenang telanjang di sebuah danau. Begitu selesai, Chere naik ke motornya dan menghilang sebelum sirene polisi terdengar dari kejauhan.

Tak lama, detektif swasta Honey O’Donahue (Margaret Qualley) datang ke lokasi kecelakaan. Di sana ia bertemu dengan Detektif Marty Metakawich (Charlie Day). Marty, yang tampak genit, mencoba menggodanya, namun Honey menolak mentah-mentah dengan dingin, mengatakan bahwa ia menyukai perempuan. Honey mengenali korban, Mia, tetapi berbohong kepada Marty dengan mengatakan bahwa Mia bukan kliennya.

Kembali ke kantornya, Honey disambut asistennya, Spider (Gabby Beans), yang memperkenalkan klien baru: Mr. Siegfried (Billy Eichner). Ia mengaku curiga bahwa pacarnya sedang berselingkuh dan meminta Honey menyelidikinya.

Di luar pekerjaan, Honey masih sempat mampir ke rumah kakaknya, Heidi (Kristen Connolly), seorang ibu tunggal dengan banyak anak. Di sana ada Corinne (Talia Ryder), keponakan Honey yang keras kepala dan sering berulah. Malam itu Corinne dijemput pacarnya, Mickie (Alexander Carstoiu), sosok kasar yang jelas-jelas tidak disukai keluarga.

Sementara itu, di sebuah gereja bernama Four-Way Temple Church, pendeta karismatik Reverend Drew Devlin (Chris Evans) tengah berhubungan seks dengan salah satu jemaatnya. Tangan kanannya, Shuggie (Josh Pafchek), masuk membawa kabar buruk: Little Joey (Matt Berberi), salah satu kurir narkoba mereka, tewas overdosis. Ayahnya, Big Little Joey (Steve Lantz), menangis meraung-raung di sisi jasad anaknya.

Tak lama, Chere muncul menemui Drew. Ia adalah penghubung antara gereja dan sindikat narkoba asal Prancis. Dengan nada dingin, Chere memperingatkan Drew bahwa pihak Prancis kecewa dengan cara Drew mengurus bisnis, apalagi setelah kematian Mia yang mencurigakan. Drew menyangkal punya urusan dengan Mia, meski jelas ada sesuatu yang disembunyikan.

Baca juga:  The Running Man (2025)

Honey mulai menyelidiki kasus Mia. Ia menemui polisi MG Falcone (Aubrey Plaza), yang secara diam-diam juga tertarik padanya. MG memberi alamat rumah Mia. Di sana, Honey berbicara dengan ibu Mia (Kinna McInroe) yang menggambarkan putrinya sebagai gadis baik-baik. Namun, ketika menyusuri kamar Mia, Honey menemukan pakaian S&M tersembunyi—sebuah petunjuk bahwa Mia punya sisi gelap yang tak diketahui keluarganya.

Di sisi lain, seorang pemuda bernama Colligan (Christian Antidormi) mendatangi seorang pengedar, Hector (Jacnier Rios). Tak punya uang, Colligan menawarkan seks sebagai ganti. Hector marah, menolaknya, lalu kabur. Namun, dalam kepanikan, ia malah menabrak Colligan hingga tewas. Seorang bartender melihat kejadian itu dan mulai menghubungi seseorang.

Drew mendengar kabar soal Hector—salah satu pengedar milik gereja. Ia pun menyuruh Shuggie membereskannya. Shuggie menyusup ke rumah Hector, bahkan membunuh neneknya. Pertarungan brutal pecah. Shuggie menusuk Hector di leher dengan garpu, tapi Hector berhasil menghantam kepalanya dengan setrika hingga Shuggie tewas. Dalam kondisi sekarat, Hector kabur membawa pistol Shuggie, lalu masuk ke gereja tempat Drew sedang pesta seks S&M. Hector menembaki Drew, tapi meleset. Drew merebut pistol itu dan mengeksekusinya di depan para tamu yang terkejut.

Honey kemudian kembali bertemu Mr. Siegfried yang putus asa setelah tahu pacarnya, Colligan, meninggal. Malamnya, Honey bertemu MG di sebuah bar. Ketegangan di antara mereka berubah menjadi gairah. MG meraba Honey di depan umum, lalu mereka melanjutkan ke apartemen Honey dan bercinta dengan penuh emosi.

Pagi harinya, Honey menemukan Corinne di depan pintu dengan mata lebam—dipukul Mickie. Honey merawat luka keponakannya dengan lembut, lalu pergi bekerja. Dari sana ia tahu lebih banyak tentang Four-Way Temple. Honey mendatangi Drew, menginterogasinya soal Mia dan praktik seks bebas di gereja. Drew menyangkal, tapi Honey bisa melihat jelas: Drew adalah pemangsa perempuan rapuh seperti Mia.

Baca juga:  Silent Night (2023)

Di tempat kerjanya, Corinne merasa diawasi pria tua (Kale Browne). Lelaki itu terus memandanginya dengan tatapan aneh, bahkan menunggunya di halte bus setelah jam kerja, lalu berbisik lirih bahwa ia mencintainya. Corinne ketakutan dan lari terbirit-birit.

Honey dan MG semakin dekat, bahkan berbagi trauma masa lalu. MG bercerita tentang ayahnya yang kasar dan katanya sudah meninggal di luar negeri. Namun, kenyataan lebih rumit dari yang ia ucapkan.

Suatu malam, Heidi menelpon Honey dengan suara panik: Corinne tidak pulang. Honey langsung bergerak. Ia mendatangi trailer Mickie, menghajarnya karena berani menyakiti Corinne, lalu merusak senapan miliknya. Namun ternyata Mickie tak tahu menahu soal hilangnya Corinne.

Saat kembali ke rumah, Honey dikejutkan oleh pria tua misterius yang ternyata ayah kandungnya sendiri, yang dulu meninggalkan mereka setelah bertahun-tahun melakukan kekerasan pada ibu dan anak-anaknya. Kini ia muncul dengan air mata palsu, mencoba memohon maaf. Honey tetap dingin dan tak tergerak sedikit pun.

Marty memberi kabar baru: Mia sebenarnya ditikam sebelum kecelakaan. Honey kembali ke Four-Way Temple, di mana Drew sedang bercinta dengan Chere. Tanpa basa-basi, Chere menembak Drew mati—eksekusi dingin karena mafia Prancis sudah muak padanya. Honey mendengar suara tembakan dan melihat Chere melarikan diri dengan motor.

Honey mencoba mencari MG, tapi tidak ada di kantor. Ia pergi ke rumah MG, dan di sana menemukan cangkir dengan bekas lipstik warna khas yang biasa dipakai Corinne. Seketika Honey sadar: MG lah yang menculik keponakannya.

MG muncul dan langsung menyerangnya dengan teko. Pertarungan sengit terjadi di dalam rumah. Terungkaplah kebenaran mengerikan bahwa MG bukan hanya membunuh ayahnya sendiri, tapi juga Mia serta dua pekerja seks lain yang terkait Four-Way Temple. Menurutnya, mereka semua hanyalah korban putus asa yang tak bisa diselamatkan.

Baca juga:  Fight or Flight (2025)

Honey terluka parah ditusuk, tapi dalam perlawanan terakhir, ia berhasil menembak MG tiga kali hingga roboh.

Honey terbangun di rumah sakit. Di sana, Heidi menangis bahagia karena Corinne akhirnya ditemukan dan selamat. Honey lalu berbicara dengan Marty soal kasus ini, namun Marty, yang tak tahu malu, kembali mencoba merayunya.

Dalam perjalanan pulang, Honey melihat Chere melintas dengan motornya. Mereka saling pandang, penuh godaan samar. Saat tahu Chere berencana melakukan perjalanan jauh, Honey, dengan senyum misterius, menawarkan diri untuk ikut.

 

Leave a Reply