Sinopsis Silent Night (2023)

12183 votes, average 5.4 out of 10

Brian dan istrinya, yang bernama Saya, sedang menemani anak mereka bermain di halaman rumah pada sore Hari Natal. Kejadian tragis terjadi ketika dua mobil kelompok gengster tiba-tiba melintas di kawasan kompleks rumah Brian, dan baku tembak pun tak terhindarkan. Anak Brian, tanpa sengaja, tertembak dan tewas di tempat.

Brian, yang penuh kemarahan, berusaha mengejar mobil kelompok gengster dengan berlari sekuat tenaga. Sementara itu, anggota dari kedua kelompok gengster masih terlibat dalam baku tembak sengit. Akhirnya, anggota kelompok gengster dengan mobil oren tewas. Brianin mengambil pentungan besi dan berusaha mencegat anggota gengster mobil biru, namun keadaan malah berbalik. Brian malah dihujani tembakan, tetapi dengan sigap mengelak sehingga salah satu gangster tertusuk besi forklift dan tewas.

Seorang gangster bernama Playa lalua menembak Brian tepat di lehernya sebelum meninggalkan tempat tersebut. Tak lama berselang, Saya muncul dan bergegas melarikan suaminya ke rumah sakit. Dokter cepat menangani Brian di ruang ICU, berhasil mengeluarkan peluru di leher. Meskipun berhasil dikeluarkan, Brian masih dalam keadaan koma selama beberapa hari.

Setelah beberapa waktu, Brian akhirnya siuman dan menjalani serangkaian terapi. Tembakan itu merusak vital suara Brian, dan untuk bisa berbicara, ia harus menggunakan alat bantu. Setelah hampir 2 bulan terapi, Brian diizinkan pulang karena keadaan fisiknya membaik. Namun, dalam perjalanan pulang, amarah Brian memuncak saat melihat kelompok gengster yang dengan leluasa menjual barang haram di kawasan tersebut. Anaknya yang tewas, kesedihan, amarah, dan penyesalan membuatnya memutuskan untuk balas dendam.

Brian masuk ke dalam gudang dan mempersiapkan senjata menggunakan sepeda milik putranya. Saya kembali dari kerja dan menemukan suaminya tidak ada di rumah. Ternyata, Brian sedang berada di kantor polisi menemui detektif Dennis, yang menangani kasus anaknya. Detektif Dennis meninggalkan ruangan, meninggalkan pertemuan Brian dengan polisi.

Di saat Dennis meninggalkan ruangan, Brian mulai memotret foto para gengster yang sedang diincar oleh polisi. Perhatian Brian tertuju pada satu foto, yaitu foto Playa, gengster yang menembak lehernya hingga membuatnya koma di rumah sakit dan kehilangan suaranya.

Baca juga:  Antim: The Final Truth (2021)

Brian kembali dan menyusun rencana untuk melancarkan misi balas dendamnya. Setiap hari, Brian melatih kekuatan fisiknya dan belajar bela diri melalui YouTube. Dia terus memantau berita kelompok gengster yang merajalela di wilayah kota tempat tinggalnya. Bahkan, Brian sengaja membeli mobil curian dan memodifikasinya di gudang.

Saya, istri Brian, sangat khawatir, tetapi tidak dapat berbuat banyak untuk menghentikannya. Brian tidak hanya berhenti di situ, ia juga berlatih menembak. Brian melengkapi senjatanya secara ilegal dan menyuruh istrinya bersembunyi karena mungkin kelompok gengster tersebut akan mencelakainya.

Setelah istrinya pergi, Brian belajar menyetir dengan kecepatan tinggi. Brian memperhatikan satu per satu anggota kelompok gengster, terutama seorang pria yang keluar dari markas dengan tas hitam. Brian memfotonya dan terus menyusun rencananya.

Malam Thanksgiving, Brian terganggu saat melihat seorang anak kecil di toko, mengingat almarhum anaknya. Di luar toko, Brian melihat Playa membagikan uang kepada anak-anak setempat. Meskipun Playa tidak mengingatnya, Brian berniat menusuknya dengan pisau. Namun, melihat Playa dikerumuni anak-anak membuatnya mengurungkan niatnya.

Pada malam harinya, Brian menyusup ke rumah seorang tangan kanan Playa yang pernah menghajarnya. Setelah membawa tangan kanan itu ke gudang, Brian memaksa pengakuan atas kejahatan-kejahatan mereka. Terjadi perlawanan sengit, tapi Brian berhasil melumpuhkannya.

Brian mempersiapkan diri dengan senjata untuk menghabisi target selanjutnya. Sebelum itu, ia menjenguk sang istri dari kejauhan dan menuju makam anaknya membawa kado Hari Natal.

Detektif Dennis menyadari seseorang mengetuk pintu rumahnya, dan saat dibuka, ia menemukan si tangan kanan yang terikat, bersama dengan sebuah amplop. Dennis segera menugaskan anggota polisinya untuk menahan si tangan kanan.

Dennis membuka surat tersebut, yang berbunyi bahwa tugasnya akan berakhir malam ini dengan Brian berniat membantai kelompok gengster yang menjadi target detektif Dennis. Malam itu adalah malam Natal, dan Brian berencana menuntaskan misi balas dendamnya. Surat tersebut juga berisi sebuah flash disk dengan foto target Brian beserta bukti kejahatan dan alamat markas kelompok gengster tersebut.

Baca juga:  Resident Evil: Welcome to Raccoon City (2021)

Selama perjalanan, Brian melihat dua orang gengster merampok suami istri. Brian tidak tinggal diam dan membantai kedua gengster tersebut secara brutal. Singkat cerita, Brian tiba di markas Playa dan melemparkan dua jari tangan anak buah Playa sebagai pesan.

Pasukan polisi tiba di markas, tetapi kelompok Playa berhasil melawan dan membantai sebagian besar polisi. Brian turun tangan membantu pasukan polisi dengan keahlian menyetir dan menembaknya. Dia membantai lawan-lawannya satu per satu. Salah satu anak buah Playa merekam aksinya melalui video call yang terhubung ke ponsel Playa.

Karena kalah jumlah, pasukan polisi mundur. Brian berhasil meraih ponsel yang merekam aksi brutalnya dan menembak mati si tangan kanan Playa. Playa baru menyadari bahwa Brian adalah pria yang lehernya pernah ditembak olehnya.

Playa mengirim pesan kepada Ruiz, seorang preman brutal. Dia mau membayar Ruiz 5000 dolar sebagai bayaran untuk memenggal kepala Brian. Ruiz dengan senang hati menyanggupi. Brian dengan sengaja melintas di kawasan itu setelah membantai sebagian besar anak buah Playa. Kelompok Ruiz mengejar mobil Brian, dan terjadi aksi kejar-kejaran dengan baku tembak.

Brian berhasil mengatasi mereka. Setelah melumpuhkan sebagian besar anak buah Ruiz, Brian harus berhadapan dengan anak buah Ruiz yang menggunakan motor. Pada akhirnya, Brian berhasil mengatasi mereka juga. Sementara itu, Ruiz sendiri dalam keadaan sekarat akibat mobilnya yang terbalik karena ulah Brian.

Detektif Dennis, selain fokus memburu kelompok Playa, juga kini memusatkan perhatiannya untuk mengejar Brian berdasarkan peta surat yang dikirimkannya. Sementara itu, Brian bersiap-siap untuk menyelesaikan misi balas dendamnya, yaitu membunuh Playa.

Playa mengirim pesan kepada semua gengster di wilayah itu untuk berkumpul di markas persembunyiannya yang baru. Brian mengetahui pesan tersebut melalui ponsel si tangan kanan yang masih dia pegang. Brian segera menuju markas baru tersebut dan memulai pembantaian satu persatu anak buah Playa.

Baca juga:  Copshop (2021)

Di lantai atas, Brian harus menghadapi puluhan anak buah Playa, tetapi ia berhasil membantai mereka satu per satu. Kewalahan karena kekurangan amunisi, Brian memasang jebakan untuk mengantisipasi kedatangan mereka.

Namun, di lantai atas, Brian harus berhadapan dengan Ruiz yang ternyata masih hidup dan ingin balas dendam. Anak buah Playa muncul lagi, dan duel semakin sengit. Detektif Dennis pun muncul, ikut beradu tembakan, dan Brian berhasil menghabisi Ruiz.

Dennis mengizinkan Brian untuk menuntaskan misi balas dendamnya, yaitu membunuh Playa. Saat Brian dan Dennis bersiap-siap untuk menyelesaikan tugas mereka, pacar Playa muncul menyerang keduanya. Mereka berhasil mengelabui pacar Playa, namun Brian dan Dennis terkena tembakan.

Brian, yang sekarat, terpaksa menembak mati pacar Playa dengan sisa tenaganya. Brian melanjutkan perjalanan ke ruangan Playa. Di sana, keduanya terlibat dalam baku tembak. Playa hampir menghabisi Brian, tetapi Dennis muncul dan menggagalkannya.

Brian bangkit, mencekik Playa hingga tewas, sambil teringat akan bayangan almarhum anaknya. Brin akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya setelah semua dendamnya terbalaskan.

Di akhir film, terlihat istri Brian mengunjungi makam sang anak sambil membaca surat terakhir dari suaminya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *