Lewati ke konten

Sinopsis Once Upon a Time in Anatolia (2011)

Poster Once Upon a Time in Anatolia

Di pedesaan sekitar Keskin, Anatolia, seorang jaksa, komisaris polisi, dan dokter mencari jasad korban pembunuhan yang diakui telah dibunuh oleh Kenan dan adiknya. Namun, pencarian menjadi rumit karena Kenan tidak ingat lokasi tepat jasad tersebut. Di tengah penyelidikan, berbagai percakapan sederhana justru perlahan mengungkap sisi pribadi dan kegelisahan mereka masing-masing.

Detail Film
Share

Trailer

Full Sinopsis

Film dibuka di sebuah malam, beberapa kendaraan bergerak melewati wilayah pedesaan di sekitar kota Keskin, Anatolia. Di dalam rombongan tersebut terdapat sejumlah polisi, pasukan gendarmerie, seorang dokter, jaksa penuntut umum, para penggali makam, serta dua saudara laki-laki yang menjadi tersangka pembunuhan. Mereka sedang mencari lokasi tempat sebuah mayat dikuburkan.

Salah satu tersangka bernama Kenan. Ia dituduh membunuh seorang pria bernama Yaşar bersama saudara laki-lakinya, Ramazan. Kenan berada dalam keadaan mabuk ketika pembunuhan terjadi sehingga ia tidak dapat mengingat dengan tepat lokasi tempat mereka menguburkan korban. Ia hanya mengingat beberapa petunjuk mengenai daerah tersebut.

Kenan kemudian mencoba menunjukkan lokasi kepada polisi. Ia meminta mereka mengikuti arah yang menurutnya benar. Rombongan berhenti di beberapa tempat yang memiliki air mancur atau sumber air. Setiap kali mereka berhenti, Kenan berusaha mengenali tempat tersebut dan menentukan apakah di sanalah mayat korban dikuburkan.

Namun keadaan malam membuat semuanya sulit. Wilayah pedesaan tersebut gelap dan hampir tidak memiliki penanda yang jelas. Bukit, jalan tanah, pepohonan, dan sumber air yang mereka temui terlihat hampir sama. Kenan beberapa kali mengatakan bahwa tempat yang mereka datangi mungkin merupakan lokasi yang benar, tetapi kemudian kembali ragu.

Kepala polisi Naci terus mendesak Kenan untuk mengingat lokasi sebenarnya. Para petugas membawa lampu dan menggunakan kendaraan untuk menerangi daerah sekitar. Para penggali makam juga ikut berpindah dari satu tempat ke tempat lain sambil menunggu Kenan menentukan lokasi penggalian.

Jaksa yang memimpin penyelidikan berada bersama mereka sepanjang perjalanan. Ia lebih banyak mengamati dan mengajukan pertanyaan kepada Kenan. Dokter Cemal juga ikut dalam rombongan untuk menangani pemeriksaan medis setelah mayat ditemukan. Perjalanan tersebut berlangsung berjam-jam tanpa hasil.

Selama perjalanan, para pria di dalam kendaraan membicarakan berbagai hal yang tampaknya tidak berkaitan langsung dengan pembunuhan. Mereka membahas makanan, yoghurt, daging domba, kebiasaan buang air kecil, keluarga, istri, mantan istri, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari. Percakapan tersebut berlangsung sambil kendaraan bergerak melewati jalan pedesaan yang gelap.

Salah satu percakapan berpusat pada yoghurt. Para pria memperdebatkan jenis yoghurt yang enak dan bagaimana yoghurt seharusnya dibuat. Percakapan sederhana tersebut kemudian berpindah ke topik makanan lain dan pengalaman pribadi masing-masing. Tidak lama kemudian mereka kembali berbicara mengenai urusan pekerjaan dan kehidupan keluarga.

Ada pula pembicaraan mengenai mantan istri, perceraian, dan hubungan antara suami dan istri. Beberapa pria menceritakan pengalaman pribadi mereka. Percakapan tersebut membuat perjalanan terasa semakin panjang karena mereka harus terus menunggu Kenan menemukan ingatannya mengenai lokasi mayat.

Di tengah perjalanan, Kenan beberapa kali meminta berhenti untuk buang air kecil. Para petugas kemudian berhenti di daerah terbuka. Kenan keluar dari kendaraan dan berdiri sendirian di tengah kegelapan sebelum kembali masuk.

Para pria juga membicarakan kematian dan bunuh diri. Mereka membahas seseorang yang pernah melakukan bunuh diri dan memperdebatkan alasan orang tersebut memilih mengakhiri hidupnya. Percakapan kemudian berpindah kepada persoalan moral, tanggung jawab, dan bagaimana pekerjaan mereka membuat mereka berhadapan dengan kematian.

Sementara itu, jaksa tetap berusaha mengatur jalannya penyelidikan. Ia meminta para petugas untuk tetap mengikuti Kenan sampai lokasi ditemukan. Karena Kenan tidak dapat memberikan petunjuk yang pasti, beberapa orang mulai merasa lelah dan frustrasi.

Kenan akhirnya membawa mereka ke sebuah lokasi lain yang memiliki sumber air. Ia mengatakan bahwa tempat itu tampaknya familiar. Para penggali makam mulai bersiap untuk menggali, tetapi setelah diperiksa lebih lanjut tidak ditemukan apa-apa.

Rombongan kemudian kembali menaiki kendaraan. Malam semakin larut dan perjalanan terus berlangsung. Kenan masih mencoba mengingat kejadian ketika ia dan Ramazan membawa tubuh korban setelah pembunuhan.

Ramazan sendiri berada dalam rombongan sebagai tersangka kedua. Ia memiliki keterbatasan mental dan tidak banyak berbicara. Ketika ditanya mengenai kejadian tersebut, jawabannya tidak selalu membantu penyelidikan. Kenan lebih banyak menjadi orang yang diminta menunjukkan lokasi.

Para petugas kemudian berhenti di sebuah daerah yang lebih tinggi. Dari sana mereka dapat melihat hamparan wilayah pedesaan di kejauhan. Lampu-lampu kota terlihat dari kejauhan, tetapi tidak ada tanda yang dapat memastikan lokasi penguburan.

Waktu terus berjalan hingga mendekati pagi. Jaksa mulai merasa lapar dan akhirnya meminta rombongan berhenti untuk mencari makanan. Mereka menuju sebuah desa yang masih dapat memberikan makanan kepada mereka pada malam tersebut.

Rombongan tiba di rumah kepala desa. Mereka disambut oleh keluarga setempat dan dipersilakan masuk. Makanan kemudian disiapkan untuk para petugas yang telah menghabiskan berjam-jam mencari mayat.

Mereka makan bersama di dalam rumah. Hidangan yang disajikan antara lain makanan berbahan daging dan makanan lokal. Para pria yang sebelumnya berada di dalam kendaraan kini duduk di satu ruangan sambil makan dan berbicara.

Anak perempuan kepala desa ikut berada di rumah tersebut. Ia membawa teh dan membantu melayani para tamu. Kehadirannya kemudian menarik perhatian beberapa orang dalam rombongan.

Ketika gadis itu datang membawa nampan, lampu listrik tiba-tiba padam. Ruangan menjadi gelap. Gadis tersebut kemudian masuk kembali dengan membawa lampu atau lentera sehingga wajahnya diterangi dari depan.

Para pria memperhatikannya dalam diam. Jaksa dan dokter sama-sama melihat gadis tersebut, tetapi tidak ada pembicaraan panjang mengenai dirinya. Setelah lampu kembali menyala, mereka melanjutkan makan.

Setelah makan, rombongan kembali membicarakan kasus pembunuhan. Kenan kemudian mulai menceritakan lebih jelas apa yang terjadi pada malam ketika korban meninggal.

Baca juga: Only You (2014)

Kenan mengungkapkan bahwa sebelum pembunuhan terjadi, ia sedang mabuk bersama korban. Dalam keadaan mabuk, Kenan mengatakan kepada korban sebuah rahasia mengenai hubungan keluarganya. Ia mengungkapkan bahwa putra korban sebenarnya adalah anak kandung Kenan.

Pengungkapan tersebut membuat keadaan menjadi tegang. Kenan dan korban kemudian bertengkar. Perselisihan mereka berkembang menjadi kekerasan. Kenan bersama Ramazan kemudian membawa korban pergi dan akhirnya menguburkannya.

Kenan mengatakan bahwa ia tidak mengingat secara jelas lokasi penguburan karena saat itu dirinya berada dalam keadaan mabuk. Setelah kejadian tersebut mereka meninggalkan tubuh korban di daerah pedesaan. Itulah sebabnya Kenan sekarang harus mencari kembali tempat tersebut bersama polisi.

Setelah selesai makan, rombongan kembali menuju wilayah pedesaan. Hari mulai mendekati pagi. Cahaya perlahan muncul dan membuat medan yang sebelumnya gelap menjadi terlihat.

Dalam kondisi terang, Kenan akhirnya mengenali daerah yang selama ini mereka cari. Ia menunjukkan sebuah lokasi kepada para petugas. Para penggali makam mulai menggali tanah di tempat tersebut.

Penggalian akhirnya menemukan mayat korban. Tubuh tersebut telah dikuburkan di dalam tanah. Para petugas kemudian mengangkat mayat dari lubang dan memasukkannya ke kendaraan untuk dibawa ke rumah sakit.

Rombongan bergerak menuju rumah sakit setempat. Mayat dibawa ke kamar mayat untuk diperiksa. Dokter Cemal bersiap melakukan pemeriksaan forensik.

Di luar rumah sakit, istri korban sedang menunggu bersama anak laki-lakinya. Anak tersebut masih sangat muda, sekitar 12 tahun. Mereka menunggu sampai polisi menyelesaikan proses pemeriksaan dan identifikasi.

Kenan dibawa melewati area tersebut oleh polisi. Ketika melihat Kenan, anak laki-laki itu mengambil sebuah batu dan melemparkannya. Batu tersebut mengenai wajah Kenan tepat di antara kedua matanya.

Kenan terkejut dan kemudian menangis. Polisi membawa Kenan terus masuk ke area rumah sakit. Anak laki-laki tersebut tetap bersama ibunya.

Jaksa kemudian meminta istri korban masuk ke kamar mayat untuk melakukan identifikasi. Perempuan tersebut harus melihat tubuh suaminya dan memastikan bahwa mayat yang ditemukan memang benar suaminya.

Proses identifikasi dilakukan di kamar mayat. Setelah memastikan identitas korban, istri tersebut keluar. Jaksa kemudian mengurus dokumen dan prosedur hukum yang diperlukan berkaitan dengan penemuan mayat.

Setelah semua urusan administratif selesai, jaksa meninggalkan rumah sakit. Para polisi juga mulai menangani tersangka dan barang-barang yang berkaitan dengan kasus tersebut. Dokter Cemal kemudian tetap berada di rumah sakit untuk melakukan autopsi.

Dokter memulai pemeriksaan terhadap tubuh korban. Ia memeriksa berbagai bagian tubuh dan melakukan prosedur forensik yang diperlukan untuk menentukan penyebab kematian. Pemeriksaan tersebut kemudian menunjukkan sesuatu yang penting.

Dokter menemukan adanya tanah di dalam paru-paru korban. Temuan tersebut menunjukkan bahwa korban masih bernapas ketika dikuburkan. Dengan demikian, korban kemungkinan masih hidup ketika Kenan dan Ramazan memasukkannya ke dalam tanah.

Dokter menyadari arti temuan tersebut terhadap kasus hukum. Jika informasi itu dimasukkan ke dalam laporan autopsi, kondisi kematian korban akan menjadi lebih serius bagi para tersangka. Namun dokter akhirnya memilih tidak mencantumkan temuan tanah di paru-paru tersebut dalam laporan resminya.

Setelah autopsi selesai, keluarga korban bersiap meninggalkan rumah sakit. Sang ibu membawa barang-barang milik suaminya. Anak laki-lakinya berjalan bersamanya.

Dari sudut pandang dokter, ibu dan anak tersebut terlihat berjalan menjauh dari rumah sakit. Mereka membawa barang-barang yang sebelumnya milik korban. Dokter mengamati mereka dari kejauhan.

Ketika mereka melewati area sekitar sekolah, sebuah bola sepak terlihat terlempar cukup jauh dari halaman tempat anak-anak bermain. Bola tersebut jatuh di luar area permainan. Anak laki-laki itu melihat bola tersebut.

Ia kemudian berlari mengambil bola yang berada jauh dari halaman sekolah. Setelah mendapatkannya, ia menendang bola tersebut kembali ke arah anak-anak yang sedang bermain. Setelah itu ia berlari kembali menuju ibunya.

Sang ibu terus berjalan membawa barang-barang suaminya. Anak laki-laki itu menyusul dan kembali berada di samping ibunya. Kamera tetap berada dari kejauhan dan memperlihatkan keduanya berjalan meninggalkan tempat tersebut.

Tag Film

18 Tag

Komentar

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Komentar akan tampil setelah disetujui admin.

Belum ada komentar.

Smart Related

Rekomendasi Serupa

Lihat genre Drama