Lewati ke konten

Sinopsis My Father and My Son (2005)

Poster My Father and My Son

Seorang jurnalis sayap kiri kembali ke rumah keluarganya setelah istrinya meninggal saat melahirkan putra mereka di tengah kudeta militer. Hubungannya dengan sang ayah telah lama renggang karena ia memilih aktivitas politik dan meninggalkan keluarganya. Kini, ketika kesehatannya memburuk akibat penyiksaan yang pernah dialaminya, ia berusaha berdamai dengan ayahnya demi memastikan putranya memiliki tempat untuk tinggal.

Detail Film
Original:
Babam ve Oğlum
Genre:
Negara:
Director:
Rating:
7.4/10
Share

Trailer

Full Sinopsis

Film dimulai pada pagi 12 September 1980, ketika Sadık tinggal di Istanbul bersama istrinya yang sedang hamil. Pada saat itu istrinya tiba-tiba mengalami kontraksi dan mereka berusaha pergi ke rumah sakit. Namun situasi di luar rumah berbeda dari biasanya karena terjadi kudeta militer dan jalan-jalan dalam keadaan kosong. Mereka tidak berhasil mencapai rumah sakit tepat waktu.

Sadık dan istrinya akhirnya berada di jalan ketika proses persalinan berlangsung. Sadık berusaha membantu istrinya melahirkan dalam keadaan darurat. Bayi mereka akhirnya lahir, tetapi istrinya meninggal setelah melahirkan. Bayi laki-laki tersebut selamat dan diberi nama Deniz.

Tujuh tahun kemudian, Deniz tumbuh bersama Sadık di Istanbul. Sadık bekerja sebagai wartawan dan membesarkan anaknya seorang diri. Deniz tidak mengenal keluarga besar dari pihak ayahnya karena Sadık telah lama terputus hubungan dengan keluarganya di Ege. Ia juga tidak pernah bertemu dengan kakeknya, Hüseyin Efendi.

Baca juga: Distant (2002)

Sadık kemudian mengetahui bahwa kondisi kesehatannya semakin buruk. Ia menderita penyakit yang membuatnya sadar bahwa ia mungkin tidak akan mampu terus merawat Deniz. Karena tidak mempunyai tempat lain yang menurutnya dapat menjadi rumah bagi anaknya, Sadık memutuskan membawa Deniz ke kampung halamannya. Tujuannya adalah menitipkan Deniz kepada ayahnya sendiri, Hüseyin Efendi, meskipun hubungan mereka telah lama rusak.

Keputusan tersebut berarti Sadık harus kembali ke rumah yang telah ia tinggalkan bertahun-tahun sebelumnya. Hüseyin sebelumnya menginginkan Sadık mempelajari pertanian dan kelak mengelola keluarga serta tanah mereka. Namun Sadık memilih kuliah jurnalistik di Istanbul dan kemudian terlibat dalam aktivitas politik. Ketika mengetahui pilihan politik anaknya, Hüseyin memutus hubungan dengannya dan menganggap Sadık telah meninggalkan jalan yang seharusnya ditempuh.

Sadık dan Deniz kemudian melakukan perjalanan menuju Ege. Deniz mengira ia hanya akan mengunjungi sebuah tempat baru bersama ayahnya. Ia tidak sepenuhnya memahami alasan sebenarnya Sadık membawanya ke sana. Bagi Deniz, perjalanan tersebut juga menjadi kesempatan pertama untuk mengenal keluarga yang selama ini hanya ia dengar dari cerita ayahnya.

Ketika mereka tiba di rumah keluarga, Sadık kembali berhadapan dengan Hüseyin. Pertemuan tersebut berlangsung dengan suasana tegang karena keduanya telah bertahun-tahun tidak berbicara. Hüseyin tidak menyambut Sadık dengan hangat dan tidak langsung menerima kehadiran anak serta cucunya begitu saja. Namun anggota keluarga lainnya menyambut Deniz dengan rasa ingin tahu dan kegembiraan karena selama ini mereka belum mengenalnya.

Deniz kemudian mulai mengenal neneknya, Nuran. Ia juga bertemu dengan pamannya, Salim, istri Salim, Hanife, serta bibinya, Gülizar. Salim digambarkan sebagai pria dewasa yang mempunyai kepolosan seperti anak-anak, sedangkan Gülizar mempunyai gaya hidup yang berbeda dari anggota keluarga lain dan sering terlibat dalam perdebatan dengan Hüseyin. Rumah tersebut menjadi lingkungan yang sangat berbeda dari kehidupan Deniz di Istanbul.

Deniz mulai menyesuaikan diri dengan kehidupan di rumah tersebut. Ia menghabiskan waktu bersama Nuran dan anggota keluarga lainnya. Ia juga mulai melihat hubungan yang rumit antara ayahnya dan kakeknya. Deniz beberapa kali bertanya mengenai hubungan tersebut karena ia tidak memahami mengapa Sadık dan Hüseyin bersikap dingin satu sama lain.

Sadık berusaha menjalani hari-harinya di rumah tersebut meskipun ia mengetahui waktunya bersama Deniz terbatas. Ia tidak langsung memberitahukan kepada semua orang mengenai kondisi kesehatannya. Sementara itu, keberadaan Deniz membuat keluarga perlahan kembali berkumpul dalam satu rumah. Kehadiran anak itu juga membuat Hüseyin harus berhadapan kembali dengan anak yang selama ini ia tolak.

Hubungan Sadık dan Hüseyin tetap penuh ketegangan. Sadık masih menyimpan luka akibat penolakan ayahnya sejak masa mudanya. Hüseyin juga tetap mempertahankan pandangannya mengenai pilihan hidup Sadık. Percakapan mereka beberapa kali berubah menjadi pertengkaran mengenai masa lalu dan keputusan Sadık meninggalkan rumah.

Film kemudian memperlihatkan bagian dari masa lalu Sadık. Ketika masih muda, ia meninggalkan rumah keluarga untuk belajar di Istanbul. Hüseyin sebenarnya ingin Sadık belajar teknik pertanian sehingga dapat mengelola tanah keluarga. Sadık justru memilih jurnalistik dan mulai terlibat dalam kegiatan politik. Perbedaan tersebut menjadi salah satu penyebab utama hubungan mereka memburuk.

Sadık kemudian menjalani kehidupan politik yang membuatnya berhadapan dengan aparat pada masa sebelum dan sekitar kudeta 1980. Ia ditangkap dan mengalami penyiksaan selama masa penahanan. Pengalaman tersebut meninggalkan dampak serius pada tubuhnya. Setelah keluar dari tahanan, kesehatannya terus memburuk.

Di rumah keluarga, Deniz mulai mempunyai hubungan yang lebih dekat dengan Hüseyin. Pada awalnya Hüseyin masih menjaga jarak dari cucunya. Namun Deniz tetap mendekatinya dan mengajukan berbagai pertanyaan. Perlahan Hüseyin mulai memberikan perhatian kepada anak tersebut meskipun ia tidak secara langsung menunjukkan perasaannya.

Deniz juga berusaha memahami mengapa kakeknya dan ayahnya tidak akur. Ia mengetahui bahwa ada sesuatu yang terjadi di antara mereka jauh sebelum dirinya lahir. Gülizar beberapa kali terlibat dalam percakapan mengenai hubungan keluarga tersebut. Nuran juga berada di tengah konflik antara suami dan anaknya dan berusaha menjaga agar pertengkaran mereka tidak semakin parah.

Suatu ketika Deniz bertanya kepada Nuran apakah Hüseyin menyayangi dirinya dan Sadık. Pertanyaan tersebut memperlihatkan bahwa Deniz mulai menyadari adanya jarak emosional di dalam keluarganya. Nuran tidak memberikan jawaban sederhana yang dapat menyelesaikan pertanyaan tersebut. Gülizar kemudian ikut campur dalam percakapan keluarga tersebut.

Sadık juga bertemu dengan kakaknya, Salim, dan membicarakan masa lalu mereka. Sadık memperlihatkan bahwa ia masih sangat menyayangi kakaknya. Ia meminta Salim tetap menjadi orang yang baik seperti selama ini. Percakapan tersebut membuat Salim terharu karena ia menyadari bahwa adiknya membawa beban yang jauh lebih besar daripada yang terlihat.

Sementara itu, kehidupan keluarga di rumah terus berlangsung dengan berbagai kejadian sehari-hari. Deniz mulai merasa nyaman dengan nenek, paman, bibi, dan orang-orang lain yang tinggal di sekitar rumah. Ia juga menikmati berbagai hal yang berbeda dari kehidupan kota. Namun di balik suasana tersebut, kondisi kesehatan Sadık terus memburuk.

Sadık kemudian mulai mengambil jarak dari Deniz pada beberapa kesempatan. Ia tidak selalu menjelaskan kepada anaknya mengapa ia melakukan hal tersebut. Deniz tidak memahami bahwa ayahnya sedang mempersiapkan kemungkinan bahwa dirinya tidak akan dapat terus bersama anaknya. Sadık tetap berusaha menjalani waktu yang tersisa bersama Deniz tanpa membuat anak tersebut sepenuhnya memahami kondisi sebenarnya.

Pada satu malam, Sadık datang dalam keadaan mabuk. Ia meminta Nuran membawa Deniz menjauh ke bagian rumah Salim karena ia ingin berbicara berdua dengan Hüseyin. Nuran kemudian memberitahukan kepada Hüseyin bahwa Sadık ingin berbicara dengannya. Sadık akhirnya berhadapan langsung dengan ayahnya dalam percakapan yang selama bertahun-tahun mereka hindari.

Dalam percakapan tersebut, Sadık kembali membahas hubungan mereka. Ia mempertanyakan keputusan Hüseyin yang dahulu menolak dirinya. Hüseyin juga mengingat kembali konflik ketika Sadık memilih jalan hidup yang berbeda dari keinginannya. Pertengkaran tersebut memperlihatkan bahwa luka antara keduanya belum benar-benar selesai.

Sadık kemudian mengungkapkan bahwa penyakitnya telah berada pada tahap yang sangat serius. Ia menjelaskan bahwa keputusannya membawa Deniz ke rumah keluarga bukan karena ia ingin meninggalkan anaknya begitu saja. Ia datang karena mengetahui bahwa dirinya mungkin tidak akan mempunyai banyak waktu lagi. Ia membutuhkan seseorang yang dapat menjaga Deniz setelah dirinya tidak ada.

Informasi mengenai penyakit Sadık akhirnya diketahui oleh keluarga. Nuran sangat terpukul mengetahui keadaan anaknya. Hüseyin juga mulai memahami bahwa kedatangan Sadık dan Deniz bukan sekadar kunjungan biasa. Selama ini ia masih marah kepada anaknya, tetapi sekarang ia harus menghadapi kemungkinan kehilangan Sadık.

Hüseyin kemudian mulai mendekati Sadık dengan cara yang berbeda. Ia tidak lagi hanya melihatnya sebagai anak yang meninggalkan keluarga dan memilih kehidupan politik. Ia mulai memperlihatkan perhatian terhadap kondisi Sadık. Namun perubahan hubungan tersebut terjadi ketika kesehatan Sadık sudah sangat buruk.

Deniz tetap menjalani kehidupan sehari-hari di rumah keluarga. Ia semakin dekat dengan Hüseyin dan anggota keluarga lainnya. Ia tidak sepenuhnya memahami mengapa orang-orang dewasa di sekitarnya mulai bersikap berbeda. Baginya, ayahnya masih merupakan orang yang paling penting dalam hidupnya.

Sadık juga mempunyai hubungan dengan Özkan, teman lamanya. Özkan mengetahui sebagian perjalanan hidup Sadık dan datang ketika keadaan Sadık semakin memburuk. Ia juga menjadi salah satu orang yang membantu keluarga menghadapi keadaan tersebut. Kehadiran Özkan memperlihatkan kembali kehidupan Sadık sebelum ia kembali ke rumah ayahnya.

Pada titik tertentu, Sadık harus dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatannya semakin buruk. Hüseyin datang menemui anaknya di sana. Pertemuan tersebut menjadi salah satu kesempatan terakhir mereka berbicara secara langsung. Hüseyin kemudian mengungkapkan bahwa sebenarnya ia sangat menyayangi Sadık, tetapi selama bertahun-tahun tidak mampu mengungkapkannya dengan cara yang terbuka.

Hüseyin berbicara mengenai Deniz dan masa depan anak tersebut. Ia meminta Sadık mempercayakan Deniz kepadanya. Hüseyin juga berbicara tentang bagaimana seorang anak akan mengingat ayahnya setelah ayah tersebut pergi. Sadık memahami perkataan ayahnya dan menerima apa yang disampaikan kepadanya.

Sementara Sadık berada di rumah sakit, hubungan Hüseyin dengan anggota keluarga lainnya juga berubah. Nuran berada di sisi anaknya dan berusaha menghadapi kemungkinan kehilangan tersebut. Gülizar dan Salim juga ikut berada dalam keadaan emosional yang berat. Keluarga yang sebelumnya terpecah oleh konflik lama kini menghadapi masalah yang sama-sama mereka rasakan.

Sadık akhirnya meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Kematian tersebut menjadi pukulan besar bagi seluruh keluarga. Hüseyin sangat terpukul karena baru saja kembali mendekati anaknya ketika Sadık sudah berada di penghujung hidupnya. Nuran dan anggota keluarga lainnya juga berduka atas kehilangan tersebut.

Setelah kematian Sadık, Deniz harus tinggal tanpa ayahnya. Ia kini berada di rumah keluarga yang sebelumnya tidak pernah ia kenal. Hüseyin menjadi orang yang harus mengambil tanggung jawab terhadap cucunya. Hubungan yang sebelumnya terputus antara Hüseyin dan Sadık kini berlanjut dalam hubungan Hüseyin dengan Deniz.

Keluarga kemudian menghadapi kehidupan setelah kematian Sadık. Deniz masih kecil dan belum sepenuhnya memahami seluruh keadaan yang terjadi. Ia tetap menyimpan kenangan tentang ayahnya. Hüseyin kini harus menjalankan peran sebagai kakek sekaligus orang yang menjaga anak dari putranya.

Pada bagian akhir, Deniz tetap tinggal di lingkungan keluarga tersebut. Ia berada bersama Hüseyin dan anggota keluarga lain di rumah yang dahulu ditinggalkan Sadık. Film memperlihatkan bahwa kehidupan keluarga terus berjalan meskipun kehilangan Sadık. Hubungan antara Hüseyin dan Deniz menjadi bagian terakhir dari perjalanan keluarga tersebut.

Film kemudian memperlihatkan Deniz dengan kenangan terhadap ayahnya. Sadık sebelumnya meninggalkan sejumlah rekaman dan gambar yang memperlihatkan dirinya bersama Deniz. Rekaman tersebut memperlihatkan Sadık dalam keadaan yang berbeda dari penderitaan yang dialaminya menjelang kematian. Dengan demikian, Deniz mempunyai kenangan tentang ayahnya yang tidak hanya berasal dari masa sakitnya.

Cerita ditutup dengan kehidupan Deniz yang berlanjut bersama keluarganya di Ege. Hüseyin tetap berada di sisinya dan keluarga yang sebelumnya terpecah kini hidup dengan kehilangan yang sama. Sadık telah meninggal, tetapi Deniz tetap membawa kenangan tentang ayahnya. Film berakhir dengan Deniz yang meneruskan hidupnya di rumah keluarga ayahnya.

Tag Film

18 Tag

Komentar

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Komentar akan tampil setelah disetujui admin.

Belum ada komentar.

Smart Related

Rekomendasi Serupa

Lihat genre Drama