Lewati ke konten

Sinopsis Distant (2002)

Poster Distant

Seorang pemuda dari pelosok Turki datang ke Istanbul dengan impian bekerja di kapal. Ia tinggal bersama sepupunya sambil mencari pekerjaan. Namun, semakin lama ia tak kunjung mendapatkan pekerjaan, sementara sang sepupu juga menghadapi berbagai masalah dan kekecewaan. Tekanan hidup pun perlahan membuat hubungan mereka semakin renggang dan suasana tempat tinggal mereka ikut memanas.

Detail Film
Share

Trailer

Full Sinopsis

Yusuf tinggal di sebuah daerah pedesaan di Turki dan bekerja sebagai buruh pabrik. Ketika pabrik tempatnya bekerja melakukan pengurangan tenaga kerja, Yusuf kehilangan pekerjaannya. Ia kemudian memutuskan pergi ke Istanbul untuk mencari pekerjaan baru. Yusuf berharap bisa mendapatkan pekerjaan di kapal sehingga ia dapat memperoleh penghasilan yang lebih baik.

Yusuf melakukan perjalanan panjang menuju Istanbul pada musim dingin. Jalan-jalan yang dilaluinya tertutup salju dan wilayah pedesaan tampak kosong serta luas. Ia membawa beberapa barang miliknya dan terus bergerak menuju kota besar tersebut. Setelah tiba di Istanbul, Yusuf pergi ke tempat tinggal sepupunya, Mahmut.

Mahmut tinggal sendirian di sebuah apartemen di Istanbul. Ia merupakan seorang fotografer profesional yang bekerja terutama dalam bidang fotografi komersial. Kehidupan Mahmut jauh lebih mapan dibandingkan Yusuf dan ia mempunyai kebiasaan hidup yang teratur. Ia terbiasa menikmati ruang pribadinya dan menjalankan kehidupan sehari-hari tanpa banyak gangguan.

Mahmut menerima Yusuf untuk tinggal bersamanya. Yusuf kemudian menempati salah satu bagian apartemen tersebut sambil mulai mencari pekerjaan. Mahmut memberi Yusuf tempat tidur dan membiarkannya menggunakan fasilitas rumah. Namun sejak awal terlihat bahwa keduanya mempunyai kebiasaan yang berbeda.

Yusuf mulai mendatangi perusahaan-perusahaan pelayaran untuk mencari pekerjaan. Ia berharap dapat diterima sebagai pekerja kapal. Ia berbicara dengan orang-orang yang ditemuinya dan menanyakan kemungkinan mendapatkan pekerjaan. Namun ia mendapat kabar bahwa perusahaan yang ia datangi sedang tidak merekrut pekerja baru.

Yusuf tidak langsung menyerah. Ia terus berkeliling dan mencari informasi mengenai pekerjaan. Ia juga pergi ke daerah pelabuhan dan memperhatikan kapal-kapal yang berada di sana. Ia tetap berharap mendapatkan kesempatan untuk bekerja dan meninggalkan kehidupan lamanya di desa.

Di apartemen, Yusuf mencoba menyesuaikan diri dengan kehidupan Mahmut. Ia menggunakan televisi dan berbagai benda yang tersedia di rumah tersebut. Mahmut sendiri lebih terbiasa menghabiskan waktu dengan pekerjaannya, membaca, menonton film, dan melakukan aktivitas yang ia sukai seorang diri.

Mahmut mempunyai hubungan masa lalu dengan seorang perempuan bernama Nazan. Nazan merupakan mantan istrinya. Meskipun mereka telah bercerai, Mahmut masih memikirkan Nazan dan mengetahui perkembangan kehidupannya.

Nazan telah menikah dengan pria lain. Ia dan suami barunya berencana pindah ke Kanada. Mahmut mengetahui bahwa keberangkatan tersebut akan membuat Nazan benar-benar meninggalkan kehidupannya di Turki. Ia tidak secara terbuka mengatakan apa yang dirasakannya mengenai hal tersebut.

Yusuf kemudian mengetahui bahwa Mahmut bekerja sebagai fotografer. Ia melihat peralatan fotografi milik Mahmut dan bagaimana sepupunya menjalankan pekerjaannya. Yusuf sendiri tidak mempunyai pengalaman dalam bidang tersebut. Kehidupan mereka semakin menunjukkan perbedaan antara seorang pria yang sudah mempunyai karier dan seorang pria yang baru datang ke kota untuk mencari pekerjaan.

Pada suatu hari Mahmut mendapatkan pekerjaan pemotretan di luar Istanbul. Ia membutuhkan seseorang untuk membantunya membawa perlengkapan. Mahmut kemudian meminta Yusuf ikut bersamanya sebagai asisten. Yusuf menerima pekerjaan tersebut karena ia membutuhkan uang.

Mereka berangkat bersama membawa peralatan fotografi. Yusuf membantu Mahmut selama perjalanan dan proses pemotretan. Ia membawa perlengkapan serta mengikuti instruksi Mahmut. Dari pekerjaan tersebut Yusuf memperoleh sejumlah uang yang dapat digunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.

Setelah kembali ke Istanbul, Yusuf kembali menjalani rutinitas mencari pekerjaan. Ia terus mengunjungi tempat-tempat yang mungkin memberikan pekerjaan. Namun belum ada perusahaan yang memberinya kesempatan untuk bekerja di kapal.

Mahmut kemudian menerima kabar bahwa ibunya sedang sakit. Ia memutuskan meninggalkan Istanbul untuk mengunjungi ibunya. Sebelum pergi, Mahmut meninggalkan Yusuf sendirian di apartemen. Yusuf diperbolehkan tetap tinggal di sana selama Mahmut pergi.

Mahmut berharap apartemennya tetap dalam keadaan seperti biasa ketika ia kembali. Ia terbiasa menjaga rumah tetap bersih dan teratur. Yusuf tidak mempunyai kebiasaan yang sama dan selama Mahmut pergi ia menggunakan rumah dengan caranya sendiri.

Ketika Mahmut kembali, ia melihat kondisi apartemen dan merasa terganggu. Rumah tidak lagi serapi ketika ia meninggalkannya. Barang-barang berada di tempat yang tidak sesuai dengan kebiasaannya. Mahmut kemudian menegur Yusuf.

Yusuf mencoba menjelaskan keadaan tersebut. Namun Mahmut tetap kesal karena merasa Yusuf tidak menghormati rumah yang telah memberinya tempat tinggal. Percakapan tersebut berkembang menjadi pertengkaran antara keduanya.

Setelah pertengkaran itu, hubungan mereka kembali lebih tenang tetapi tetap terasa canggung. Yusuf tetap tinggal di apartemen tersebut karena belum mempunyai tempat lain untuk pergi. Mahmut juga tetap membiarkannya tinggal di sana.

Yusuf kembali mencari pekerjaan. Ia pergi ke berbagai tempat dan menanyakan lowongan. Setiap kali mendapatkan jawaban negatif, ia kembali berjalan di sekitar kota. Musim dingin masih berlangsung dan salju terus menjadi bagian dari pemandangan kota.

Dalam salah satu perjalanannya, Yusuf melihat seorang perempuan muda yang menarik perhatiannya. Ia mulai memperhatikan perempuan tersebut ketika mereka berada di sekitar jalanan kota. Yusuf tidak mengenalnya dan tidak mengetahui apa pun mengenai kehidupannya.

Yusuf kemudian beberapa kali mengikuti perempuan tersebut dari kejauhan. Ia berjalan di belakangnya atau berusaha tetap berada di dekatnya. Ia ingin berbicara dengannya, tetapi tidak pernah menemukan kesempatan yang tepat.

Perempuan tersebut akhirnya pergi dan Yusuf tidak berhasil mengajaknya berbicara. Setelah itu Yusuf kembali menjalani kehidupannya seperti biasa. Ia masih mencari pekerjaan dan sesekali memperhatikan perempuan tersebut ketika kebetulan melihatnya.

Mahmut sendiri semakin banyak memikirkan Nazan. Ia mengetahui bahwa tanggal keberangkatan Nazan ke Kanada semakin dekat. Mahmut tidak mengatakan bahwa ia ingin menghentikan kepergian tersebut. Ia hanya mengikuti perkembangan situasi dari jauh.

Di apartemen, Mahmut dan Yusuf menghabiskan waktu bersama tetapi jarang benar-benar berbicara mengenai persoalan pribadi mereka. Mereka bisa berada dalam ruangan yang sama sambil melakukan aktivitas masing-masing. Mahmut menonton televisi atau membaca, sementara Yusuf melakukan kegiatannya sendiri.

Mahmut juga mempunyai kebiasaan menonton film. Ia memiliki koleksi film dan sering menonton melalui televisi di rumah. Yusuf terkadang ikut menonton. Namun minat keduanya terhadap film dan kehidupan secara umum tidak selalu sama.

Yusuf semakin terlihat tidak nyaman dengan ketergantungannya kepada Mahmut. Ia belum mempunyai pekerjaan tetap dan masih menggunakan uang yang diperolehnya dari pekerjaan sesekali. Ia tetap berharap suatu hari bisa mendapatkan pekerjaan di kapal.

Sementara itu, Mahmut terus bekerja sebagai fotografer. Ia menjalani kehidupan profesionalnya dan tetap mendapatkan pekerjaan komersial. Ia mempunyai kemampuan teknis dan pengalaman yang cukup untuk hidup dengan nyaman dari pekerjaannya.

Hubungan Mahmut dengan Yusuf kembali mengalami ketegangan kecil karena kebiasaan mereka. Yusuf tidak selalu menjaga kebersihan dan ketertiban sesuai keinginan Mahmut. Mahmut beberapa kali memperhatikan perilaku Yusuf dan menunjukkan ketidakpuasannya.

Pada suatu kesempatan, Mahmut memperhatikan adanya tikus di apartemennya. Ia berusaha menangani masalah tersebut. Keberadaan tikus menjadi salah satu gangguan lain dalam kehidupan rumah tangga yang sebelumnya relatif teratur.

Yusuf terus mencari pekerjaan di pelabuhan. Ia berusaha mendapatkan informasi dari perusahaan yang berkaitan dengan kapal. Namun keadaan perekrutan belum berubah. Tidak ada pekerjaan tetap yang bisa langsung diberikan kepadanya.

Hari-hari berlalu tanpa banyak perubahan. Yusuf tetap tinggal di apartemen Mahmut dan terus berusaha mencari pekerjaan. Mahmut tetap bekerja sebagai fotografer dan menjalankan kehidupannya sendiri.

Hubungan Mahmut dan Nazan kemudian memasuki tahap terakhir. Nazan bersiap meninggalkan Turki bersama suaminya. Mahmut mengetahui bahwa ia akan pergi melalui bandara.

Mahmut akhirnya memutuskan pergi ke bandara untuk melihat Nazan. Ia tidak datang sebagai orang yang mengantar secara resmi. Ia hanya mengikuti keberadaan Nazan dari kejauhan dan mengawasi apa yang terjadi.

Di bandara, Mahmut melihat Nazan bersama suami barunya. Mereka membawa barang-barang dan bersiap meninggalkan Turki menuju Kanada. Mahmut tidak menghampiri mereka.

Mahmut hanya berdiri dan memperhatikan ketika Nazan menjalani proses keberangkatan. Ia melihat Nazan pergi bersama suaminya. Setelah mereka meninggalkan tempat tersebut, Mahmut tetap berada di sana untuk beberapa waktu.

Setelah Nazan pergi, Mahmut kembali ke Istanbul. Ia kembali ke apartemennya dan menjalani kehidupan sehari-hari. Kepergian Nazan menjadi bagian lain dari kehidupan pribadinya yang tidak banyak ia bicarakan kepada Yusuf.

Yusuf sementara itu masih belum mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya. Ia terus berkeliling kota dan mencoba mencari kesempatan. Ia masih menyimpan keinginan untuk bekerja di kapal dan memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Yusuf juga masih sesekali melihat perempuan yang sebelumnya menarik perhatiannya. Ia tetap tidak berhasil berbicara dengannya. Hubungan mereka tidak pernah berkembang menjadi sebuah perkenalan.

Mahmut dan Yusuf kemudian tetap tinggal bersama di apartemen. Mereka menjalani kehidupan sehari-hari dalam ruang yang sama, tetapi masing-masing mempunyai urusan dan keinginannya sendiri. Yusuf masih berusaha menemukan jalan untuk bertahan hidup di Istanbul, sementara Mahmut kembali pada rutinitasnya sebagai fotografer.

Pada bagian akhir, Yusuf kembali berhadapan dengan kenyataan bahwa pencarian pekerjaannya belum menghasilkan apa yang ia inginkan. Ia datang ke Istanbul dengan harapan mendapatkan pekerjaan dan kehidupan baru, tetapi belum berhasil mewujudkan rencana tersebut.

Mahmut juga kembali menjalani kehidupannya setelah Nazan pergi. Ia tetap berada di Istanbul dan melanjutkan pekerjaannya. Hubungannya dengan Yusuf tetap berlangsung meskipun mereka mengalami beberapa pertengkaran dan ketegangan selama Yusuf tinggal bersamanya.

Musim dingin terus menyelimuti Istanbul. Salju, jalan-jalan kota, apartemen, dan ruang-ruang yang mereka tinggali kembali menjadi bagian dari rutinitas mereka. Yusuf dan Mahmut tetap menjalani kehidupan masing-masing tanpa perubahan besar yang ditunjukkan secara langsung.

Film berakhir dengan Yusuf dan Mahmut masih berada dalam kehidupan mereka masing-masing. Yusuf belum memperoleh pekerjaan yang ia cari, sementara Mahmut tetap tinggal di Istanbul dan meneruskan pekerjaannya sebagai fotografer. Keduanya telah mengalami sejumlah perubahan dalam kehidupan mereka, tetapi tetap menjalani keseharian mereka di tengah musim dingin Istanbul.

Tag Film

18 Tag

Komentar

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Komentar akan tampil setelah disetujui admin.

Belum ada komentar.

Smart Related

Rekomendasi Serupa

Lihat genre Drama