Sinopsis Ready or Not: Here I Come (2026)

1117 votes, average 7.7 out of 10

Selamat dari malam penuh darah ternyata bukan akhir bagi Grace. Kini, bersama adiknya yang telah lama berpisah, ia harus menghadapi permainan baru yang lebih kejam, di mana empat keluarga berkuasa saling memburu demi merebut kendali atas dunia.

Film ini langsung melanjutkan kejadian di akhir film sebelumnya. Mansion keluarga Le Domas masih terbakar hebat ketika polisi tiba di lokasi. Di tangga depan, mereka menemukan Grace duduk sendirian, tubuhnya berlumuran darah, gaun pengantinnya koyak, dan sebatang rokok terselip di tangannya.

Setelah semalaman diburu oleh keluarga suaminya sendiri, tubuh dan pikirannya akhirnya menyerah. Grace mulai mengalami serangan panik, lalu pingsan. Tim medis segera membawanya ke rumah sakit.

Saat terbangun, Grace mendapati tangannya diborgol ke ranjang. Detektif Bassett datang menanyainya soal kebakaran di mansion Le Domas. Polisi menemukan jasad Daniel dan Becky di reruntuhan rumah, dan mereka tahu darah di gaun Grace tidak semuanya berasal dari tubuhnya. Bagi polisi, Grace bukan hanya korban. Ia juga tersangka.

Tak lama kemudian, Grace didatangi kontak daruratnya: Faith MacCaullay, kakak perempuannya yang sudah tujuh tahun tidak ia ajak bicara. Hubungan mereka memang lama renggang. Namun dalam kondisi kacau itu, Grace akhirnya menceritakan semuanya kepada Faith—tentang permainan petak umpet keluarga Le Domas, ritual satanis mereka, bagaimana ia bertahan hidup sampai fajar, dan bagaimana ia melihat sosok Mr. Le Bail.

Faith jelas terguncang melihat kondisi adiknya. Namun soal kutukan, sekte, dan iblis, ia belum bisa sepenuhnya percaya.

Di tempat lain, Chester Danforth yang sudah sakit-sakitan mendengar kabar kehancuran keluarga Le Domas dan fakta bahwa Grace berhasil selamat. Kematian keluarga itu ternyata mengguncang struktur sebuah dewan pemuja setan yang selama ini berada di bawah pengaruh Le Domas.

Chester lalu mengirim pesan kepada keluarga-keluarga lain yang menjadi bagian dari dewan tersebut. Mereka adalah keluarga Ignacio El Caido, Wan Chen Xing, kakak-beradik Madhu dan Viraj Rajan, serta Bill Wilkinson. Chester juga memanggil anak kembarnya, Ursula dan Titus.

Namun Ursula dan Titus tidak senang saat tahu posisi pemimpin dewan kini diperebutkan. Menurut mereka, kursi kekuasaan itu seharusnya langsung jatuh ke tangan keluarga Danforth. Chester menegaskan bahwa semua harus mengikuti aturan Le Bail. Bagi Ursula dan Titus, jawaban itu tidak bisa diterima. Mereka membekap ayah mereka sendiri dengan bantal sampai tewas, lalu mulai mengumpulkan keluarga-keluarga lain.

Sementara itu, Bassett hendak membawa Grace untuk diperiksa lebih lanjut. Namun sebelum itu terjadi, Bill muncul dan melempar pisau ke leher Bassett, membunuhnya di tempat. Grace dan Faith langsung kabur. Grace sempat mengambil pistol milik Bassett dari jasadnya.

Bill mengejar mereka dan mencoba membunuh Grace demi merebut kekuasaan. Namun ia melupakan satu hal penting: permainan belum dimulai. Karena melanggar aturan Le Bail, tubuh Bill tiba-tiba meledak menjadi potongan darah dan daging. Faith yang melihat kejadian itu mulai menyadari bahwa cerita Grace mungkin memang bukan omong kosong.

Baca juga:  Iron Lung (2026)

Belum sempat mereka bernapas lega, anak buah keluarga lain muncul dan membius Grace serta Faith. Mereka menjelaskan bahwa Bill sudah membuat kesalahan fatal. Karena ia mencoba membunuh Grace sebelum permainan resmi dimulai, seluruh garis keturunannya ikut terkena kutukan.

Grace dan Faith kemudian dibawa ke lodge sekaligus kasino milik keluarga Danforth. Di sana, para kepala keluarga mulai berdatangan. Ignacio datang bersama anak-anaknya, Felipe dan Francesca. Francesca punya dendam pribadi kepada Grace karena dulu ia pernah bertunangan dengan Alex. Chen Xing datang bersama putranya yang pemalas, Cheng Fu. Sementara Madhu dan Viraj datang bersama istri Madhu, Martina.

Di tengah pertemuan itu, muncul sosok yang hanya dikenal sebagai The Lawyer. Ia menjelaskan aturan baru kepada Grace dan Faith. Karena Grace berhasil selamat dari permainan petak umpet melawan keluarga Le Domas, posisi pemimpin dewan kini kosong. Untuk menentukan siapa yang berhak memegang kekuasaan, Grace harus kembali menjadi buruan.

Aturannya sederhana namun mematikan: Grace harus bersembunyi sampai fajar dari seluruh keluarga yang memburunya. Sebelum matahari terbit, seseorang harus berhasil mengenakan cincin dewan dan mengklaim posisi pemimpin. Jika tidak, Le Bail akan murka.

Grace tentu menolak ikut permainan gila itu. Namun mereka mengancam akan membunuh Faith di depan matanya. Grace akhirnya tidak punya pilihan.

Kedua saudari itu kembali dibuat pingsan, lalu dibawa ke sebuah lapangan golf. Mereka diberi waktu untuk lari lebih dulu, tetapi Ursula dan Titus diam-diam curang agar punya keuntungan. Viraj, Ignacio, dan Chen Xing turun langsung sebagai pemburu, sementara anggota keluarga lain menonton dari lodge lewat kamera keamanan.

Ignacio mencoba menembak Grace dan Faith dengan senapan runduk, tetapi meleset. Kedua saudari itu berhasil memperdayanya hingga tembakannya mengenai tabung propana dan hampir membunuh Viraj. Viraj selamat, tetapi Grace terkena serpihan ledakan di tubuhnya. Si kembar Danforth juga ikut memburu mereka, namun Grace dan Faith berhasil melarikan diri ke dalam hutan.

Grace dan Faith bersembunyi di sebuah bangunan. Viraj mengikuti mereka masuk. Di dalam, mereka menemukan gergaji pita dan menggunakannya untuk memotong borgol. Suara mesin membuat Viraj mengetahui posisi mereka, tetapi Grace dan Faith berhasil menyergapnya lebih dulu. Mereka mendorong Viraj ke dalam mesin cuci industri. Grace menekan tombol “sanitize”, membuat Viraj direbus hidup-hidup sampai jeritannya berhenti.

Madhu menyaksikan kematian saudaranya dengan ngeri. Karena kini giliran dirinya menjadi kepala keluarga, ia langsung mencari jalan keluar. Dengan licik, Madhu menyerahkan posisinya kepada istrinya, Martina. Martina muak melihat kepengecutan suaminya, tetapi ia tetap menandatangani kontrak dan mengambil alih posisi itu.

Baca juga:  The Toxic Avenger (2025)

Di kasino, Grace dan Faith mencoba bersembunyi sambil mencabut serpihan-serpihan dari tubuh Grace. Di sela kepanikan, mereka akhirnya bicara dari hati ke hati. Faith mengaku merasa ditinggalkan ketika Grace dulu pergi ke New York tanpa dirinya. Luka lama di antara mereka perlahan mulai terbuka.

Namun momen itu terputus saat Chen Xing menemukan mereka. Ia menawarkan jalan keluar lewat celah hukum. Jika Grace bersedia menikah dengan Cheng Fu, keluarga Wan bisa naik ke puncak kekuasaan, sementara Grace tetap hidup tanpa harus benar-benar menjalani pernikahan itu. Grace menolak mentah-mentah. Ia tidak mau menjadi bagian dari sekte iblis mana pun.

Ignacio kemudian muncul dan mencoba menembak. Dalam kekacauan itu, Grace memanfaatkan tangan Chen Xing yang sedang memegang pedang dan membuat pedang itu menembus leher Ignacio. Masalahnya, aturan melarang keluarga peserta saling membunuh, bahkan secara tidak sengaja. Akibatnya, seluruh garis keturunan keluarga Wan ikut terkutuk. Chen Xing meledak di tempat. Tak lama kemudian, Cheng Fu yang tidak tahu apa-apa juga meledak menjadi potongan daging.

Grace dan Faith mencoba menghubungi 911, tetapi panggilan mereka dicegat Ursula dan Titus. Si kembar memancing mereka menuju gerbang depan, tetapi Grace dan Faith sudah mencium tipu daya itu. Ketika Faith mengancam akan membunuh Titus dengan pedang Chen Xing, Ursula malah berkata bahwa ia tidak peduli.

Situasi sempat berbalik buruk bagi Grace dan Faith, sampai Martina tiba-tiba muncul dengan mobil. Awalnya terlihat seolah ia akan menabrak Grace, tetapi ternyata Martina memilih menyelamatkan diri. Ia menerobos gerbang depan dan kabur sejauh mungkin. Kesempatan itu digunakan Grace dan Faith untuk melarikan diri lagi.

Grace kemudian disergap Francesca, sementara Faith diserang Titus dengan brutal. Grace dan Francesca saling menyemprotkan mace ke wajah masing-masing sampai keduanya sulit melihat. Namun Grace berhasil menjatuhkan Francesca dengan keyboard.

Ursula menghentikan Titus sebelum ia membunuh Faith. Mereka memakai Faith sebagai umpan untuk memancing Grace. Grace mencari senjata dan berhasil menemukan senapan beserta peluru. Francesca mencoba menyerangnya lagi, tetapi Grace menembaknya hingga tewas.

Grace kemudian mengikuti suara Faith untuk menemukan si kembar. Saat Ursula dan Titus mengejarnya, Grace mengunci diri di sebuah ruangan. Titus lalu menodongkan pistol ke kepala Faith di depan Grace. Dalam keadaan terdesak, Grace membuat keputusan nekat: ia menawarkan pernikahan kepada Titus. Dengan menikahi Grace, Titus bisa mengklaim kekuasaan, dan Grace bisa tetap hidup. Titus menerima tawaran itu.

Baca juga:  Kung Fu Panda 4 (2024)

Grace dan Faith kemudian dibersihkan dan dipersiapkan untuk upacara pernikahan. Sebelum acara dimulai, Ursula berbicara kepada Grace. Ia mengaku tahu Titus adalah monster, dan selama ini ia selalu berusaha mengendalikannya. Namun Titus mendengar pengakuan itu. Tanpa belas kasihan, ia mencekik Ursula sampai lehernya patah.

Upacara pernikahan pun digelar dengan The Lawyer sebagai pemimpin ritual. Setelah Grace dan Titus resmi menikah, Titus mencium Grace secara paksa dan mengambil cincin dewan untuk mengklaim kekuasaan.

Namun Grace sudah menunggu saat yang tepat.

Ia mengambil belati di dekatnya dan menikam leher Titus berkali-kali. Grace memanfaatkan aturan yang sebelumnya disebut Titus sendiri: tidak ada larangan membunuh anggota keluarga sendiri. Karena Titus kini adalah suaminya, Grace berhak membunuhnya tanpa melanggar aturan.

Grace mengambil cincin itu dari Titus, sementara Faith menendangnya ke lubang penuh mayat.

Sebagai tindakan pertama dan terakhirnya sebagai kepala dewan, Grace memutuskan keluar dari organisasi itu selamanya. Ia menolak menghabiskan sisa hidupnya membunuh orang-orang tak bersalah demi menjaga kekuasaan sekte. Grace lalu melempar cincin dewan ke dalam lubang.

Para anggota dewan yang tersisa langsung panik. Mereka melompat ke dalam lubang dan saling membunuh demi mendapatkan cincin itu. Namun fajar sudah tiba. Waktu mereka habis.

Satu per satu anggota sekte mulai meledak. Kekacauan berubah menjadi hujan darah dan daging. Bahkan Madhu, yang sempat mengira aman karena tidak ikut masuk ke lubang, akhirnya ikut meledak tepat di depan Grace dan Faith.

Mr. Le Bail muncul kembali di hadapan kedua saudari itu. Ia menatap mereka dan mengangguk, seolah menghormati keberhasilan mereka bertahan hidup. The Lawyer kemudian membiarkan mereka pergi. Grace juga membawa seekor kambing yang sebelumnya hendak dijadikan tumbal.

Di akhir cerita, Grace dan Faith berjalan keluar dari gerbang bersama kambing itu. Setelah semua kegilaan yang mereka lalui, keduanya memutuskan untuk benar-benar berdamai. Mereka ingin memperbaiki hubungan mereka dan memulai kembali sebagai saudari.

 

Leave a Reply