Sinopsis Smile (2022)

42,073 votes, average 6.8 out of 10

Seorang bocah perempuan terpaku saat memasuki kamar ibunya yang berantakan. Dia menemukan mayat ibunya yang bunuh diri over dosis tergeletak di lantai.

Saat ini, bocah perempuan tersebut, Rose Cotter (Sosie Bacon) sudah dewasa dan menjadi seorang terapis di rumah sakit. Dia sedang menangani seorang pasien gila bernama Carl (Jack Sochet). Carl terus-menerus bicara mengenai orang-orang yang akan mati termasuk dirinya sendiri. Rose mencoba menghiburnya, tapi Carl tidak berhenti menceracau.

Rose kemudian menangani seorang perempuan muda, Laura Weaver (Caitlin Stasey). Laura sedang depresi karena baru saja menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, profesornya bunuh diri dengan memukul kepalanya dengan palu. Sejak kejadian itu, Laura mengaku selalu melihat penampakan jahat yang berwujud orang lain. Penampakan itu selalu menghantuinya. Saat mereka sedang berbicara, tiba-tiba Rose panik dan berteriak-teriak. Rose menelepon staf lain untuk meminta bantuan. Saat dia berbalik, dia melihat Laura sudah memegang pecahan vas bunga sambil tersenyum menyeringai. Laura kemudian menggorok lehernya sendiri yang membuat Rose shock.

Rose kemudian diperiksa sebagai saksi bunuh diri tersebut oleh dua orang polisi. Salah satunya adalah mantannya, Joel (Kyle Gallner). Dia juga menjelaskan apa yang dia saksikan pada bosnya, Dr. Morgan Desai. Rose lalu pulang ke rumahnya yang dia tinggali bersama tunangannya, Trevor dan kucing mereka, Mustache. Malamnya, Rose dan Trevor pergi makan malam dengan adik perempuan Rose, Holly dan suaminya, Greg. Dalam makan bersama tersebut, Rose yang sangat trauma dan hilang fokus. Tanpa sadar dia membentak Holly, saat Holly menyindirnya telah melupakan pesta ulang tahun putranya, Jackson minggu depan.

Besoknya, Rose kembali kembali bekerja dan mencoba melupakan kejadian kemarin. Dia menerima telepon dari Holly dan meminta maaf atas pertengkaran semalam. Jika memang Rose tidak bisa menghadiri acaranya, Holly meminta Rose untuk setidaknya membelikan Jackson hadiah ulang tahun. Saat mereka berbicara, Rose melihat ke luar jendela dan melihat apa penampakan Laura di kejauhan. Rose kemudian berjalan melewati kamar Carl. Carl terlihat sedang tersenyum menyeringai seperti Laura. Saat Rose mendekatinya, Carl berulang kali mengatakan padanya berulang-ulang bahwa dia akan mati. Rose berteriak meminta bantuan dan petugas medis lain pun membantunya menahan Carl. Tapi karena kejadian itu, Dr. Morgan akhirnya menyuruhnya untuk mengambil cuti selama dua minggu untuk menenangkan diri.

Dalam perjalanan pulang, Rose mampir toko mainan membeli hadiah untuk Jackson. Dia melihat penampakan Laura lagi, masih tersenyum menyeringai. Sesampainya di rumah, dia tidak dapat menemukan Mustache dan terkejut ketika alarm keamanan berbunyi. Dia lalu mendapat telepon dari perusahaan security, tetapi ternyata itu adalah telepon palsu dari sesuatu yang jahat yang selama ini menghantuinya. Besoknya, Rose mendatangi psikiater, Dr. Madeline Northcott yang selama ini membantunya melewati trauma bunuh diri ibunya.

Tibalah saatnya Rose pergi ke pesta ulang tahun Jackson. Saat acara pembukaan kado, Jackson membuka hadiah dari Rose yang seharusnya adalah mainan kereta api. Namun ternyata, isinya adalah bangkai si kucing Mustache. Semua orang menjadi histeris. Rose mencoba meyakinkan semua yang hadir bahwa bukan dia yang melakukannya. Dia melihat salah satu tamu tersenyum menyeringai padanya. Rose terjatuh ke belakang dan menimpa meja kaca, lengannya terluka parah.

Rose dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lukanya. Saat Trevor mengantarnya pulang, Rose mencoba menjelaskan semuanya pada Trevor. Dia menjelaskan bahwa ada sesuatu yang jahat telah menghantuinya sejak peristiwa bunuh diri Laura, dan sesuatu itulah yang mungkin telah membunuh kucing mereka. Tapi Trevor tidak percaya. Dia menganggap Rose telah kehilangan akal sehatnya dan benar-benar telah membunuh Mustache. Mereka pun akhirnya bertengkar.

Rose mulai melakukan penyelidikan sendiri. Dia memutar audio yang direkam saat sesinya bersama Laura dan mendengar samar-samar seperti ada suara napas. Dia juga mencari alamat profesor Laura, Gabriel Munoz dan istrinya, Victoria. Rose datang menemui VIctoria yang memberi tahu Rose bahwa sebelumnya Gabriel mengaku mendapat penglihatan tentang sesuatu yang menghantuinya. Dia dihantui setelah menjadi saksi orang lain yang juga melakukan bunuh diri. Rose akhirnya mengaku bahwa dia juga mengalami seperti Gabriel. Victoria menyangka Rose telah mempermainkannya dan kemudian mengusirnya.

Rose mengunjungi Joel untuk meminta bantuan. Joel yang awalnya enggan, tapi akhirnya melakukannya. Dia membuka arsip kasus mengenai Dr. Gabriel. Menurut catatan, perempuan yang bunuh diri di depan Dr. Gabriel bernama Anna Powell. Dia bunuh diri dengan mencongkel matanya. Dalam laporan juga tercatat bahwa Anna sebelumnya juga menjadi saksi seorang pria bunuh diri. Dalam sebuah rekaman CCTV sebuah pompa bensin, pria tersebut terlihat tersenyum menyeringai sebelum menusuk dirinya sendiri di depan Anna.

Ketika Rose kembali ke rumah, dia mendapati Trevor bersama Madeline. Trevor telah menghubungi Madeline yang khawatir dengan kondisi mental Rose. Rose marah pada Trevor dan memutuskan hubungan mereka. Rose juga pergi mengunjungi Holly, berusaha untuk menjelaskan tentang dirinya yang sedang dihantui. Tapi Holly tidak percaya dan menganggap bahwa dia menjadi berubah seperti ibu mereka yang meninggal bunuh diri. Mereka pun berdebat. Rose kembali ke mobil dan melihat Holly berjalan ke arahnya. Dari luar jendela mobil, tiba-tiba kepala Holly terjatuh sambil tersenyum menyeringai kepadanya. Ternyata itu hanyalah penampakan sesuatu yang menghantuinya.

Joel menelepon Rose dan menjelaskan bahwa dia telah menyelidiki kejadian berantai tersebut. Satu-satunya orang yang selamat dari kutukan tersebut adalah Robert Talley, yang saat ini sedang dipenjara karena telah membunuh orang. Joel kemudian mengantar Rose ke penjara untuk bicara padanya. Robert memberi tahu Rose bahwa kutukan itu menempel pada trauma seseorang dan menular ke korban baru. Setiap korban yang menyaksikan bunuh diri akan menjadi korban berikutnya. Satu-satunya cara agar lepas dari kutukan itu adalah harus membunuh seseorang yang lain. Rose keceplosan mengatakan bahwa dia tidak mungkin membunuh siapa pun. Robert pun ketakutan dan menyangka bahwa Rose membawa kutukan itu kembali padanya. Dia berteriak-teriak meminta dikembalikan ke selnya.

Rose kembali ke rumah dan Madeline mendatangi rumahnya. Ternyata, dia adalah kutukan yang menyamar sebagai Madeline. Madeline palsu tersebut tersenyum menyeringai padanya dan mengatakan waktu Rose akan segera tiba.

Rose semakin depresi. Merasa tidak punya pilihan selain membunuh orang, dia pergi ke rumah sakit tempatnya bekerja sambil membawa pisau. Dia memasuki kamar Carl yang membuatnya panik. Dr. Morgan masuk dan melihat Rose menikam Carl berkali-kali. Dr. Morgan berteriak dan terlihat merobek wajahnya sendiri… Tapi ternyata semua hanyalah mimpi buruk yang dialami Rose saat dia tertidur dalam mobilnya di parkiran rumah sakit. Dia segera pergi dari tempati itu ketika Dr. Morgan menghampirinya.

Dalam perjalanan, Rose menelepon Joel dan mengatakan bahwa dia harus mengisolasi dirinya sendiri untuk menghentikan kutukan tersebut agar tidak menular ke orang lain. Dia menuju ke rumah masa kecilnya di mana ibunya meninggal. Sesampainya di rumah yang sudah terbengkalai itu, dia kembali teringat masa kecil bersama ibunya yang sakit mental. Dalam gelap, kutukan itu muncul berupa versi mengerikan dari ibunya yang tinggi dan berambut panjang. Makhluk itu selalu tersenyum menyeringai.

Rose keluar dari kamar ibunya dan berlari. Makhluk itu terus mengejarnya hingga bisa meraihnya dan mencekiknya. Rose memukulkan lentera yang dia bawa ke kepala makhluk itu hingga terbakar. Kobaran api terus membesar hingga membakar rumahnya. Rose berlari keluar rumah. Dia kemudian pergi ke apartemen Joel dan menyatakan bahwa dia akhirnya berhasil menyingkirkan kutukan itu. Namun tiba-tiba Joel tersenyum menyeringai sambil mengatakan bahwa dia tidak akan pernah bisa menyingkirkannya.

Ternyata, sekali lagi, Rose berhalusinasi. Dia masih di depan rumah ibunya. Dia kemudian melihat Joel yang baru saja keluar dari mobil bermaksud untuk menyusulnya. Rose kembali masuk rumah dan menguncinya dari dalam. Makhluk itu menemukannya dan merobek wajahnya sendiri. Dia kemudian membuka mulut Rose lebar-lebar dan memasukinya.

Joel muncul dan memasuki rumah. Dia menemukan Rose mematung menghadap tembok. Rose kemudian berbalik menyiram dirinya dengan minyak tanah. Dia berbalik, sambil tersenyum menyeringai yang menyeramkan, Rose menyalakan korek api dan membakar dirinya sendiri di depan Joel yang ketakutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *