Sinopsis HIM (2025)

7146 votes, average 5.3 out of 10

Setelah cedera otak yang mengancam kariernya, atlet Cameron Cade mendapat kesempatan kedua untuk berlatih dengan idolanya, quarterback superstar Isaiah White, di kompleks terpencil miliknya. Namun, seiring latihan yang makin intens, Cam menyadari bahwa di balik karisma sang juara, tersembunyi sisi yang jauh lebih gelap.

Film dibuka dengan Cameron Cade muda (Cam) yang sedang menonton pertandingan football bersama keluarganya. Mereka menyaksikan tim favoritnya, San Antonio Saviors, dan sang quarterback bintang, Isaiah White, bermain. Cam dan ayahnya sangat mengidolakan Isaiah dan menganggapnya sebagai “GOAT” (Greatest of All Time/Terhebat Sepanjang Masa). Namun, kegembiraan mereka sirna saat Isaiah mengalami cedera kaki yang parah dan mengerikan, yang menjadi pukulan telak bagi kariernya. Ayah Cam pun mendorong putranya untuk mencapai tingkat kehebatan yang sama dan menjadi “GOAT” berikutnya.

Saat dewasa, Cam telah menjadi pemain football yang menonjol, didukung oleh ibunya (Yvette), sepupunya (Murph), dan pacarnya (Adrienne). Sayangnya, ayahnya telah meninggal saat bertugas di luar negeri. Cam digadang-gadang akan menjadi quarterback hebat berikutnya seperti Isaiah. Suatu malam saat berlatih sendirian, Cam diserang dari belakang oleh seorang pria berkostum maskot kambing yang mengayunkan senjata besar ke arahnya.

Cam menderita cedera otak parah yang membuatnya absen dari permainan untuk sementara waktu. Keluarganya, ditambah agennya Tom, mencoba membantunya pulih, tetapi semangat Cam menurun. Saat mengikuti seleksi liga, ia marah karena tukang cukur tidak sengaja mengenai staples di kepalanya. Tiba-tiba, Tom menelepon dengan kabar baik: Isaiah White sendiri mengundang Cam untuk berlatih di kompleks pribadinya selama seminggu agar siap kembali ke liga, karena Isaiah berencana untuk pensiun.

Cam diantar ke kompleks pribadi Isaiah yang terletak jauh di tengah gurun. Di sana, ia disambut oleh kerumunan penggemar yang gila, termasuk seorang wanita menyeramkan bernama Marjorie yang meludahi mobil Cam. Cam akhirnya bertemu dengan idolanya, yang memuji keahliannya. Isaiah mengatakan bahwa pelatihan ini akan seperti kamp militer yang fokus pada football, tetapi juga harus dinikmati.

Baca juga:  Qodrat (2022)

HARI I – BERSENANG-SENANG

Cam memulai dengan pemanasan dasar sebelum diperiksa oleh dokter pribadi Isaiah, Marco. Dia juga bertemu istri Isaiah, Elsie, seorang influencer media sosial. Saat berendam di bak es, Cam melihat Isaiah mengisi kantong dengan darahnya sendiri “untuk jaga-jaga”. Kemudian, Marco menyuntikkan sebagian darah itu ke tubuh Cam, katanya untuk meningkatkan energinya.

HARI II – KETENANGAN

Cam dibangunkan dengan guyuran air. Setelah berlari di gurun bersama Isaiah, Cam muntah dan pingsan. Dalam pingsannya, ia berhalusinasi melihat sosok dengan beliung yang mengayun ke arahnya. Isaiah lalu membawa Cam untuk latihan, di mana salah satu latihannya melibatkan seorang pria yang dengan sukarela berdiri di depan mesin pelontar bola hingga wajahnya hancur berlumuran darah. Cam kemudian dimasukkan ke dalam ruang hiperbarik dan kembali mengalami halusinasi.

HARI III – KEPEMIMPINAN

Isaiah mengejek hasil latihan Cam dan berteriak menanyakan apa yang rela ia korbankan demi kesuksesan, yang dijawab Cam, “segalanya”. Dengan semangat baru yang brutal, Cam menanduk pemain lain hingga jatuh tak berdaya. Malamnya, setelah menyadari ia menjauh dari keluarganya, Cam menelepon mereka. Marco secara pribadi menasihati Cam agar tidak menghancurkan diri sendiri demi pekerjaan dan kehilangan orang yang ia cintai.

Saat di sauna bersama Isaiah, sekelompok penggemar gila yang dipimpin Marjorie menyelinap masuk. Marjorie mencoba menyerang Cam, tetapi Cam berhasil melawan dan hampir mencekiknya sampai mati. Isaiah kembali tepat saat Marjorie hendak memukul Cam dengan batu sauna. Isaiah dengan brutal membenturkan kepala Marjorie ke dinding hingga tewas. Cam pun sangat ketakutan.

Saat Cam bersiap untuk pergi, ia dihentikan oleh Elsie yang mengajaknya ke sebuah pesta. Tersirat bahwa Cam tidur dengan Elsie atau wanita lain di sana. Paginya, ia terbangun dengan Isaiah menodongkan pistol ke arahnya, menanyakan apakah ia tidur dengan Elsie, sebelum akhirnya tertawa melihat reaksi Cam.

Baca juga:  Terrifier 2 (2022)

HARI IV – KETAHANAN

Isaiah mengajak Cam menembak di gurun. Isaiah mengatakan bahwa seorang pembunuh harus tanpa penyesalan, lalu menyuruh Cam menembak target yang terlihat seperti mayat asli dalam kostum maskot.

HARI V – VISI

Cam diundang Elsie ke sebuah pesta untuk bertemu pemilik tim Saviors. Di sana, Marco diam-diam menyuruh Cam untuk “lari”. Cam meminum cairan merah (diduga darah Isaiah lagi) dan mulai berhalusinasi hebat. Ia kemudian pingsan setelah melihat kepala Marco yang terpenggal di sebuah ruangan.

HARI VI – PENGORBANAN

Cam terbangun di ranjang es dengan infus berisi darah Isaiah di lengannya. Ia mencabut infus itu dan menyuntikkan jarum suntik dari Marco yang bertuliskan “lari”, memberinya adrenalin untuk kabur. Saat mencoba keluar, ia dihadang oleh Isaiah, yang akhirnya mengungkapkan tujuan sebenarnya: selama beberapa generasi, tim Saviors melakukan ritual di mana quarterback baru meminum darah mentornya untuk mendapatkan kekuatan, yang kemudian diakhiri dengan duel sampai mati. Isaiah ternyata belum siap pensiun dan mulai melawan Cam. Akhirnya, Cam berhasil menjatuhkan Isaiah dan menghajarnya sampai mati dengan helm.

Cam berjalan keluar ke sebuah lapangan terbuka di mana para pemandu sorak bertopeng dan tim Saviors, bersama Elsie dan Tom, telah menunggunya. Mereka siap agar Cam menandatangani kontrak “menyerahkan hidupnya” untuk menjadi GOAT berikutnya. Cam menyadari bahwa semua ini, termasuk serangan terhadapnya, telah direncanakan sejak lama.

Namun, Cam menolak mengorbankan waktunya dengan orang yang ia cintai. Pria bermaskot kambing mencoba membunuhnya dengan pedang, tetapi Cam berhasil merebut senjatanya dan menghancurkan tengkorak si penyerang. Elsie mencoba menyerang dengan belati, tetapi ia dengan bodohnya tersandung dan jatuh hingga lehernya tertusuk belati itu. Cam kemudian mengambil pedang dan membantai para pemilik tim, termasuk memenggal kepala bos utamanya. Cam membiarkan Tom hidup, tetapi Tom ditarik ke dalam sebuah pentagram oleh kekuatan iblis dan meledak. Cam, yang kini berlumuran darah, berjalan meninggalkan lapangan sambil tersenyum.

Baca juga:  Final Destination Bloodlines (2025)

 

Leave a Reply